Beranda blog Halaman 87

Kemajuan Daerah Melalui Kepemimpinan: Analisis Peran Kepala Daerah dalam Pembangunan

0
Kemajuan Daerah Melalui Kepemimpinan: Analisis Peran Kepala Daerah dalam Pembangunan

Intens.id – Pembangunan suatu daerah tidak terlepas dari peran kepala daerah sebagai pemimpin. Seorang kepala daerah dapat menjadi faktor penentu dalam membawa kemajuan bagi daerahnya.

Dalam konteks ini, penting untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan oleh kepala daerah dapat berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi. Mengeksplorasi hubungan antara kepemimpinan kepala daerah dengan kemajuan daerah, dengan fokus pada kajian ekonomi dan dukungan dari literatur ilmiah.

Kepemimpinan visioner menjadi salah satu aspek penting yang dapat membawa kemajuan bagi suatu daerah. Kepala daerah yang memiliki visi yang jelas dan rencana strategis dapat memotivasi masyarakat dan aparatur pemerintah untuk bekerja menuju tujuan bersama.

Menurut Kotter (2012), pemimpin yang efektif mampu menciptakan visi yang inspiratif dan membangun komitmen di antara pemangku kepentingan. Visi ini sangat penting dalam menciptakan arah pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan harapan kepada masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.

Penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Supriyadi (2020) menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner di tingkat daerah berpengaruh positif terhadap kinerja pembangunan ekonomi. Kepala daerah yang mampu mengkomunikasikan visi mereka dengan baik cenderung mendapatkan dukungan yang lebih besar dari masyarakat, yang pada gilirannya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Kebijakan Ekonomi yang Inovatif

Kepala daerah yang ingin membawa kemajuan harus mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang inovatif. Kebijakan ini harus adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Misalnya, penerapan program pembangunan berbasis teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sumber daya. Penelitian oleh Tanjung (2021), menunjukkan bahwa daerah yang menerapkan kebijakan inovatif, seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus, mengalami peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Kebijakan ekonomi yang inovatif juga dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif. Sebuah studi oleh Halim dan Sudrajat (2019) menunjukkan bahwa dukungan kepala daerah dalam mempermudah perizinan usaha dan memberikan insentif bagi pelaku usaha dapat meningkatkan investasi di daerah. Dengan meningkatkan daya tarik investasi, kepala daerah berperan penting dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Kepala daerah yang berhasil memberdayakan masyarakat akan menciptakan kondisi sosial dan ekonomi yang lebih baik. Menurut Mardiasmo (2018), pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan partisipasi dan kepemilikan masyarakat terhadap program pembangunan.

Kepala daerah yang melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program pembangunan akan meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap kemajuan daerah.

Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, program-program pelatihan dan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dapat membantu meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat. Penelitian oleh Utami (2022) menunjukkan bahwa program pelatihan yang melibatkan masyarakat secara langsung berhasil meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi dengan Sektor Swasta

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta merupakan faktor penting dalam menciptakan kemajuan daerah. Kepala daerah yang mampu menjalin kerjasama dengan sektor swasta dapat meningkatkan investasi dan pengembangan infrastruktur yang diperlukan untuk kemajuan ekonomi. Ginting (2020) menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penerapan model kemitraan publik-swasta (PPP) dapat menjadi solusi dalam pengembangan infrastruktur yang sering kali terbatas oleh anggaran pemerintah. Sebuah studi oleh Martha dan Putra (2021) menunjukkan bahwa daerah yang menerapkan model PPP berhasil meningkatkan pembangunan infrastruktur secara signifikan, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketahanan Ekonomi Daerah

Ketahanan ekonomi daerah menjadi salah satu indikator keberhasilan kepala daerah dalam membawa kemajuan. Kepala daerah yang mampu menciptakan ekonomi yang resilient akan mampu menghadapi tantangan dan krisis yang mungkin terjadi.

Penelitian oleh Nugroho (2019) menunjukkan bahwa daerah yang memiliki kebijakan ekonomi yang berorientasi pada ketahanan mampu mengurangi dampak negatif dari krisis ekonomi.

Kepala daerah juga perlu memperhatikan diversifikasi ekonomi. Daerah yang bergantung pada satu atau dua sektor ekonomi saja akan rentan terhadap fluktuasi pasar. Menurut Fauzi dan Amin (2022), diversifikasi ekonomi yang didukung oleh kebijakan kepala daerah dapat meningkatkan stabilitas ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja yang lebih beragam.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai kemajuan suatu daerah. Kepala daerah yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat akan berkontribusi pada peningkatan IPM. Sebuah penelitian oleh Ningsih (2021) menunjukkan bahwa investasi dalam pendidikan dan kesehatan yang didorong oleh kebijakan kepala daerah berdampak positif terhadap peningkatan IPM.

Kepala daerah yang memperhatikan aspek sosial dan ekonomi dalam kebijakan publik akan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Peningkatan IPM tidak hanya mencerminkan kemajuan ekonomi, tetapi juga kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Kepala daerah memegang peran penting dalam membawa kemajuan bagi daerahnya. Melalui kepemimpinan yang visioner, kebijakan ekonomi yang inovatif, pemberdayaan masyarakat, kolaborasi dengan sektor swasta, serta fokus pada ketahanan ekonomi dan peningkatan IPM, kepala daerah dapat menciptakan kondisi yang mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dukungan dari literatur ilmiah menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif dan kebijakan yang baik dapat membawa perubahan positif dan kemajuan ekonomi yang signifikan bagi suatu daerah.

Dengan demikian, kepala daerah yang memiliki kemampuan untuk mengelola semua aspek ini dapat disebut sebagai agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah yang dipimpinnya. Keberhasilan ini tentunya membutuhkan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan pembangunan yang diharapkan.

Keputusan KPU dan Bawaslu Barru Diduga Tidak Sesuai Kode Etik, Integritas Pemilu Dipertaruhkan

0

Intens.id, Barru – Dugaan kuat pelanggaran administrasi dan kode etik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Barru kini semakin mencuat. Sejumlah pihak menilai terdapat ketidaksesuaian prosedural dan penyimpangan dalam penyelenggaraan tahapan pemilu di wilayah ini, yang berpotensi melanggar asas netralitas, transparansi, dan keadilan.

Laporan dari masyarakat dan organisasi pemantau pemilu mengungkapkan indikasi bahwa beberapa keputusan yang diambil oleh KPU dan Bawaslu Kabupaten Barru tidak sepenuhnya sesuai dengan kode etik dan regulasi pemilu. Selain itu, dugaan keberpihakan dalam pengambilan keputusan tersebut memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk lembaga pemantau pemilu.

Dalam keteranganya, Fahrul Islam, Ketua Bidang Pembangunan Demokrasi, Politik, dan Pemerintahan BARUGA SUL-SEL, menyatakan bahwa pelanggaran tersebut dapat berdampak serius terhadap legitimasi proses demokrasi di Barru.

“Kami mendesak agar KPU RI dan Bawaslu RI segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran ini. Investigasi harus dilakukan secara transparan, serta melibatkan masyarakat dan pemantau independen untuk menjaga integritas proses demokrasi,” ujarnya pada Rabu, (11/9/2024).

Sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu ( KEPP ) perkara nomor 140-PKE-DKPP/VII/2024 di kantor bawaslu provinsi sulawesi selatan, kota makassar, RABU ( 11/9/2024 ) pukul 10.00
Sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) perkara nomor 140-PKE-DKPP/VII/2024 di kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makassar, pada Rabu ( 11/9/2024 ) pukul 10.00 WITA.

Hingga berita ini dirilis, baik KPU maupun Bawaslu Kabupaten Barru belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran ini. Pihak terkait diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk menjernihkan situasi dan memastikan pelaksanaan pemilu berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

KPU bertanggung jawab menyelenggarakan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, sementara Bawaslu berperan sebagai lembaga pengawas yang memastikan pemilu berlangsung sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Kongres ISMEI XVI di Jakarta Hasilkan Rekomendasi Kebijakan Ekonomi untuk Akselerasi Perekonomian Indonesia

0

Intens.id, Jakarta – Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) menyelenggarakan Seminar dan Kongres Nasional ISMEI XVI di Jakarta pada tanggal 28-31 Agustus. Acara ini berlangsung selama tiga hari di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh ketua-ketua senat fakultas ekonomi dari seluruh kampus di Indonesia yang merupakan anggota ISMEI.

Saat ini, terdapat 260 kampus/universitas yang menjadi anggota ISMEI, dengan 175 kampus berstatus sebagai anggota Muda ISMEI. Kongres ISMEI XVI mengangkat tema “Akselerasi Perekonomian Demi Indonesia Maju” dengan tiga topik utama yang menjadi fokus pembahasan, yaitu Ekonomi Biru, Hilirisasi, dan Kedaulatan Pangan. Ketiga topik ini dinilai dapat mengakselerasi perekonomian Indonesia jika pengelolaannya dilakukan secara maksimal.

Ketua Badan Pimpinan ISMEI Periode 2022-2024, Muh. Fachri Dangkang, mengatakan bahwa tema yang diangkat pada Kongres Nasional ISMEI XVI didasarkan pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini, di mana diperlukan optimalisasi terhadap sumber daya yang ada di Indonesia serta dukungan kebijakan terpadu dari pemerintah untuk menghadapi tantangan dan mendorong percepatan perekonomian.

“Siklus perekonomian indonesia saat ini cukup baik dimana pertumbuhan ekonomi triwulan II 2024 5,05% didukung oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Kemudian inflasi yang terkendali didukung sinergi pengendalian inflasi bank indonesia pemerintah pusat dan daerah. Nilai tukar yang menguat dikarenakan bauran kebijakan moneter BI dan ketahanan sektor eksternal yang meningkatkan aliran masuk modal asing.” Kata Fachri.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa di tengah ketidakpastian global yang juga mempengaruhi Indonesia, diperlukan tidak hanya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan infrastruktur, tetapi juga sinergi, seperti dukungan kebijakan terpadu dari pemerintah. Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan nilai tambah melalui hilirisasi, optimalisasi ekonomi biru, serta menjaga kedaulatan dan stabilitas pangan di Indonesia.

“Akan tetapi dunia sedang ditengah ketidakpastian global tak terkecuali indonesia maka selain penguatan SDM dan peningkatan Infrastruktur diperlukan sinergitas seperti dukungan bauran kebijakan dari pemerintah lalu penguatan nilai tambah melalui hilirisasi, optimalisasi ekonomi biru dan  menjaga kedaulatan dan stabilitas  pangan kita.” Lanjutnya.

Seminar nasional pada Kongres ISMEI XVI menghasilkan tiga poin penting yang akan direkomendasikan kepada pemerintah pusat sebagai acuan untuk mengoptimalkan pendapatan negara (collecting more) dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas. Adapun tiga poin tersebut adalah:

Hilirisasi:

Upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dilakukan melalui program hilirisasi, dengan memperluas cakupan dan memperbaiki berbagai kekurangan yang selama ini muncul, termasuk menjaga kualitas lingkungan. Peningkatan investasi berorientasi ekspor perlu terus diupayakan di tengah situasi global yang penuh tantangan, termasuk melalui diversifikasi komoditas dan tujuan ekspor. Langkah berikutnya untuk memperkuat program hilirisasi adalah melakukan pendalaman atau intensifikasi. Saat ini, hilirisasi nikel baru mencapai tahap awal di smelter, yaitu dengan mengolah bijih nikel menjadi nickel pig iron dan feronikel.

Stabilitas Pangan:

• Mengembangkan jaringan logistik terintegrasi yang efisien dan membangun gudang penyimpanan pangan berbasis IoT adalah langkah penting untuk mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan akses pasar bagi petani. Dengan penerapan teknologi canggih, memperkuat kolaborasi, dan menyediakan dukungan kebijakan yang memadai, kita dapat menciptakan sistem pangan yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi food loss dan food waste tetapi juga mendukung kemandirian pangan, kesejahteraan petani, serta meningkatkan ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.

• Mendorong pembiayaan alternatif berbasis pemantauan kinerja, business matching, dan implementasi e-katalog adalah solusi strategis untuk mendukung pertanian berkelanjutan sambil mematuhi aturan Uni Eropa tentang Deforestasi. Dengan memanfaatkan teknologi untuk pemantauan, mengembangkan platform crowdfunding dan CSR, serta menyediakan dukungan melalui business matching dan e-katalog, kita dapat meningkatkan akses pasar bagi petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya membantu memenuhi standar global, tetapi juga memperkuat ketahanan dan daya saing sektor pertanian domestik.

• Untuk mengatasi masalah gizi buruk seperti stunting dan memastikan petani mendapatkan harga pangan yang adil, perlu ada pendekatan holistik yang melibatkan kerjasama antara petani, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil. Program kerjasama yang efektif dapat memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan pendidikan gizi, dan menyediakan dukungan kesehatan. Sementara itu, kebijakan sosial yang mendukung jaminan harga pangan, akses ke pembiayaan, dan penguatan rantai pasokan akan membantu menciptakan sistem pangan yang lebih adil dan berkelanjutan. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat memperbaiki status gizi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun ketahanan pangan yang lebih kuat.

Ekonomi Biru:

• Investasi dalam teknologi hijau yang mendukung penangkapan ikan berkelanjutan, budidaya laut, dan energi terbarukan dari laut seperti gelombang dan pasang surut sangat diperlukan. Teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi dampak lingkungan, dan menciptakan lapangan kerja baru.

• Mengembangkan sektor-sektor baru seperti ekowisata laut, pemanfaatan bahan baku laut untuk farmasi, dan produksi makanan laut yang berkelanjutan dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis industri dan meningkatkan daya tahan ekonomi lokal.

• Memperbaiki dan membangun infrastruktur yang mendukung kegiatan ekonomi biru, seperti pelabuhan, fasilitas pengolahan hasil laut, dan jaringan transportasi, juga penting. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan efisiensi logistik dan akses pasar.

• Mendorong penelitian untuk mengidentifikasi peluang baru dan mengatasi tantangan dalam ekonomi biru juga menjadi langkah strategis. Inovasi dalam metode budidaya, pemantauan kualitas lingkungan, dan pengelolaan ikan dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.

• Mengembangkan kerjasama dengan negara lain untuk berbagi pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya laut. Kerjasama ini dapat meningkatkan kapasitas dan dampak ekonomi biru di tingkat global.

Selain menghasilkan rekomendasi kebijakan ekonomi, Kongres ISMEI XVI juga memilih Badan Pimpinan dan Badan Pengawas baru yang terdiri dari 5 Badan Pimpinan dan 7 Badan Pengawas. Secara demokratis, peserta kongres menetapkan:

Badan Pimpinan (BP) Pengurus Pusat ISMEI 2024-2026:

1. Ian – Universitas Pattimura Ambon (Unpati), Ambon

2. Fajar Try Suari F – Universitas Singaperbangsa Karawang

3. M. Soeb Alfian – Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

4. Zulkifli Nurfadhulla – Universitas Gajayana Malang

5. Adji Permana – Universitas Jambi

Badan Pengawas dan Konsultasi (BPK) Pengurus Pusat ISMEI 2024-2026:

1. Abang Akbar – Universitas Fajar (Unifa), Makassar

2. Rhafli Anugrah Akbar – Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta

3. Abdul Aziz – Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA), Banten

4. Alfi Noor Muhammad – Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta

5. Dirman – Universitas Muhammadiyah (UM), Kendari 

6. Ade Nanda – Universitas Lancang Kuning, Riau

7. Abdul Sakur – Universitas Madura, Jawa Timur

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Gelar Webinar “Ranum”: Rancang Aksi untuk Masa Depan

0

Intens.id, Makassar – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menggelar webinar inspiratif bertajuk “Ranum” atau “Rancang Aksi Untuk Masa Depan”. Webinar ini dihadiri oleh siswa dari kelas X, XI, dan XII, dengan tujuan membekalinya pengetahuan tentang persiapan menuju pendidikan tinggi, khususnya dalam meraih beasiswa.

Galang Mario, seorang penerima beasiswa LPDP yang menjadi narasumber, membuka diskusi dengan sebuah pesan kuat,

“Jangan pernah merasa bahwa keterbatasan membuat menyerah. Ada banyak jalan. Lakukan berbagai cara, akan selalu ada jalan jika itu hal yang baik,” Pesan ini menekankan pentingnya ketekunan dan kegigihan dalam meraih impian, terutama dalam konteks pendidikan.

Menulis Esai: Kunci Utama dalam Persaingan Beasiswa

Salah satu poin utama yang dibahas dalam webinar tersebut adalah pentingnya menulis esai beasiswa. Galang menjelaskan bahwa esai tidak hanya sekadar menampilkan prestasi akademik, tetapi juga menggambarkan kepribadian, motivasi, serta pandangan calon penerima beasiswa terhadap masa depan.

“Penyedia beasiswa melihat prestasi kita apa-apa saja, ketika kita ingin mendapatkan beasiswa prosesnya akan panjang,” ujar Galang.

Ia menekankan bahwa esai harus memuat identitas pribadi yang jujur dan sejalan dengan perjalanan hidup penulisnya. Prestasi baik akademik maupun non-akademik juga harus disertakan sebagai bukti konkrit dari kemampuan dan dedikasi calon penerima beasiswa.

Lebih lanjut, Galang mengunkapkan pentingnya mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar dan merumuskan solusi yang relevan.

“Selain itu kita harus melihat permasalahan yang terjadi di lingkungannya dan bagaimana kita memberikan solusinya. Sehingga kita ingin melanjutkan pendidikan untuk menyelesaikan masalah itu,” ujarnya.

Di akhir esai, calon penerima beasiswa disarankan menambahkan kalimat harapan untuk meyakinkan pemberi beasiswa tentang komitmen dan potensi mereka.

Pantang Menyerah: Kisah Perjuangan Meraih Beasiswa

Galang juga berbagi pengalaman pribadinya dalam meraih beasiswa, di mana ia mengalami dua kali kegagalan sebelum akhirnya berhasil.

“Saya pernah 2 kali gagal, kecewa awalnya. Saya sudah persiapkan administrasi dengan baik. Tapi situ saya belajar untuk memperbaiki. Saat itu kesabaran saya diuji,” kenangnya.

Menurutnya, persiapan matang dan riset mendalam terhadap persyaratan beasiswa adalah kunci sukses.

“Harus riset berkas-berkas apa saja yang dibutuhkan. Agar kita dapat menyiapkan lebih baik,” tandasnya.

Melalui kisahnya, Galang memberikan motivasi kepada para siswa untuk tidak mudah menyerah dan selalu berusaha mencari jalan terbaik menuju kesuksesan.

Memberi Inspirasi untuk Masa Depan

Muhammad Riszky, guru Bimbingan Konseling (BK) SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari webinar ini adalah memberikan inspirasi dan pengetahuan praktis bagi siswa.

“Harapannya, kegiatan ini menjadi wadah bersama untuk memberikan inspirasi kepada siswa melanjutkan pendidikan tinggi dan pengembangan karir ke depannya,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan seperti webinar “Ranum”, diharapkan para siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam meraih beasiswa dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Webinar ini bukan hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga motivasi dan semangat untuk terus berusaha meraih masa depan yang lebih cerah.

Polemik di FEBI UIN Makassar: Pimpinan Fakultas Tak Tanggapi Undangan Debat Terbuka dari Lembaga Kemahasiswaan

0

Intens.id, Gowa – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Negeri Alauddin (UIN) Makassar telah melayangkan undangan untuk debat terbuka kepada pimpinan fakultas terkait polemik yang terjadi di lingkup fakultas, pada Rabu, 28 Agustus 2024.

Undangan tersebut merupakan tindak lanjut dari dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Rektor UINAM mengenai skorsing terhadap lima pimpinan lembaga kemahasiswaan yang dinilai tidak berdasar.

Dalam keterangannya, Yahya Nur, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI UINAM, menyampaikan bahwa tujuan undangan tersebut adalah untuk menilai bentuk tanggung jawab dari beberapa pimpinan jurusan yang hadir setelah rapat melalui Zoom Meeting pada Senin, 26 Agustus 2024.

“Undangan debat terbuka tersebut sebenarnya ingin melihat bentuk pertanggungjawaban pimpinan atas beberapa fitnah, ancaman hingga intimidasi yang hadir. Ada buktinya!!!,”Yahya Nur, Ketua DEMA FEBI Uinam

Sejak undangan debat terbuka tersebut dilayangkan, tidak ada respons dari pimpinan fakultas, meskipun sejak pagi LK FEBI telah mengirimkan dan menyebarkan undangan tersebut. Hal ini semakin memperkuat anggapan bahwa pimpinan fakultas hingga pimpinan jurusan tidak bertanggung jawab atas tuduhan, ancaman, dan intimidasi yang muncul.

”Saya sudah chat dan kirim undangannya, hanya diread, tidak ada respon dari Pak Hasbi selaku Wadek 3, kami sangat yakin bahwa mereka tidak mampu mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka lakukan kepada Maba 2024 dan LK FEBI”. Tutup Dani, salah satu pengurus SEMA FEBI.

Dekatkan Teknologi Ke Pengolahan Hasil Perkebunan: Tim PKM UMI Serahkan Alat untuk Kelompok Tani di Balleanging Bulukumba

0
Potensi Sabut Kelapa yang dapat diolah dengan Teknologi Tepat Guna, Tim PKM UMI Serahkan Alat untuk Kelompok Tani di Balleanging Bulukumba.

Bulukumba – Dekatkan teknologi ke pengolahan hasil perkebunan, Tim PKM UMI serahkan alat untuk Kelompok Tani Jaya Abadi di Desa Balleanging, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, dengan penuh antusias masyarakat menyambut kehadiran Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI). Melalui Hibah DRTPM Kemendibud Ristek Tahun 2024.

Kehadiran tim akademisi ini membawa angin segar bagi para petani setempat melalui penerapan teknologi tepat guna yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengolahan kelapa sebagai salah satu komoditas yang dominan di desa ini. Rabu-Kamis, 21-22 Agustus 2024

Dalam kegiatan ini, Tim PKM UMI memperkenalkan dan memodifikasi alat pengupas kelapa modern yang memungkinkan para petani untuk memproses kelapa dengan lebih cepat dan efektif. Penggunaan alat ini diharapkan mampu mengefisiensi waktu kerja dan meningkatkan hasil produksi, sehingga kesejahteraan petani dapat lebih terjamin.

Dr. Ir. Mahmuddin, ST., MT, seorang dosen senior di Fakultas Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia (UMI), baru-baru ini memimpin demonstrasi penggunaan teknologi tepat guna berupa mesin pengupas sabut kelapa.

Dr. Mahmuddin juga menekankan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Dalam demonstrasi tersebut, Dr. Mahmuddin menjelaskan bagaimana mesin pengupas sabut kelapa yang dirancang oleh timnya mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.

“Mesin ini dirancang untuk memudahkan petani dalam mengupas sabut kelapa dengan cepat dan aman. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi serta mengurangi tenaga dan waktu yang dibutuhkan dalam proses pengolahan kelapa,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Mahmuddin juga menekankan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penggunaan mesin tersebut.

“Penggunaan teknologi apapun harus disertai dengan pemahaman yang baik tentang standar K3. Hal ini untuk memastikan bahwa mesin dapat digunakan dengan aman, mengurangi risiko kecelakaan kerja, dan menjaga kesehatan pengguna dalam jangka panjang,” ungkap Dr. Mahmuddin.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga mencakup sosialisasi mengenai teknologi tepat guna yang dapat memanfaatkan limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah seperti cocopeat, yang berguna sebagai pupuk organik.

Ketua tim PKM, Ir. Gusnawati, ST., MT., IPP, dosen Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia (UMI), melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah sabut kelapa.

Dalam sosialisasinya, menjelaskan bahwa limbah sabut kelapa, yang selama ini sering dianggap sebagai bahan buangan, sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk komersial.

“Sabut kelapa dapat diolah menjadi cocopeat, coco fiber, dan berbagai produk lain yang memiliki nilai jual tinggi. Dengan teknologi yang tepat, limbah ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Kepala Desa Balleanging, Irfandi Bahri, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh para akademisi UMI.

“Kami selalu terbuka untuk berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan edukasi. Di Balleanging ini, ada banyak potensi, dan salah satunya adalah kelapa. Sabut kelapa yang melimpah perlu disentuh dengan edukasi dan teknologi agar bisa dimanfaatkan dengan lebih optimal,” ujar Irfandi.

Lebih lanjut, Irfandi berharap agar pengolahan sabut kelapa ini dapat berkembang lebih jauh di masa depan, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Desa Balleanging. Potensi sabut kelapa yang diolah menjadi cocopeat, misalnya, dapat menjadi produk bernilai tinggi yang mendukung pertanian organik.

Mustaring, seorang penyuluh pertanian yang aktif mendampingi para petani di Desa Balleanging, juga menambahkan bahwa kehadiran alat pengupas kelapa ini sangat diharapkan oleh para petani.

“Kami berharap alat ini bisa berfungsi ganda, sehingga sabut kelapa yang keluar bisa langsung terproses menjadi bahan yang bermanfaat. Kami bersyukur dengan adanya alat ini, karena sudah lama kami ingin menghasilkan pupuk organik padat dari sabut kelapa,” jelas Mustaring.

Kegiatan pengabdian ini menunjukkan sinergi yang kuat antara dunia akademik dan masyarakat. Dengan adanya dukungan dari UMI, potensi yang ada di Desa Balleanging dapat lebih dioptimalkan, sehingga bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi tepat guna dapat diintegrasikan dalam praktik pertanian tradisional, membawa perubahan positif yang berkelanjutan di tingkat desa.

Sekadar diketahui kegiatan ini dimotori oleh Ketua Tim, Ir. Gusnawati, ST., MT., IPP (Teknik Kimia UMI), Ir. Muhammad Arman, ST., MT., IPP (Teknik Kimia UMI), Dr. Ir. Mahmuddin, ST., MT (Teknik Mesin UMI) membawa serta mahasiswa Selviani (Teknik Kimia UMI), Fadil Fahri (Teknik Mesin UMI).
Kelompok Tani di Balleanging Sambut Antusias Tim PKM UMI dalam Penerapan Teknologi Tepat Guna

 

Utamakan Pengabdian: AMM Diganjar Apresiasi atas Kebijaksanaannya

0
Foto: PPP Resmi Serahkan Rekomendasi untuk pasangan Hj. Ratnawati dan Andi Mahyanto Mazda sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Sinjai 2024-Doc:Ist

Intens.id, Sinjai – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sinjai 2024, sosok Andi Mahyanto Mazda (AMM) menjadi sorotan publik karena sikap bijaknya yang mengutamakan pengabdian demi membangun tanah kelahirannya.

Dalam dinamika politik yang penuh tantangan, AMM menunjukkan keteguhan hati dan kebijaksanaan dengan menerima posisi sebagai calon Wakil Bupati (02), mengesampingkan ambisi pribadi demi kepentingan yang lebih besar bagi masyarakat Sinjai.

Hari Jumat  menjadi saksi, 23 Agustus 2024, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) secara resmi mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Hj. Ratnawati dan Andi Mahyanto Mazda sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Sinjai 2024. Keputusan AMM untuk berada di posisi ini menuai apresiasi luas, mencerminkan kebesaran jiwanya dalam memilih jalur pengabdian di atas ego pribadi.

Dalam pernyataannya, AMM menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukanlah tentang mengejar posisi tertinggi, tetapi tentang kontribusi nyata untuk kemajuan bersama.

“Saya mendaftar sebagai calon Bupati karena itulah harapan kita bersama sejak awal. Namun, tidak memaksakan diri untuk menjadi nomor satu. Dinamika politik dan berbagai pertimbangan menempatkan saya di posisi ini, dan saya menerimanya sebagai jalan kontribusi untuk kebaikan masyarakat Sinjai,” ujar AMM.

AMM juga memahami bahwa ada riak-riak di kalangan pendukungnya terkait posisinya sebagai calon Wakil Bupati. Namun, ia menekankan pentingnya mengorbankan ego pribadi untuk memberikan pendidikan politik yang baik bagi kepemimpinan di Sinjai.

“Saya yakin, para relawan dan pendukung juga menginginkan kepemimpinan yang mengedepankan pengabdian, bukan sekadar mengejar posisi,” tambahnya.

Sikap AMM yang mengutamakan pengabdian di atas ambisi pribadi mendapatkan dukungan penuh dari tim pendukungnya. Mereka menilai kebesaran hati AMM sebagai cerminan ketulusan dan integritas dalam mengabdi.

“Ini adalah teladan bagi kami semua, dan kami akan terus mendukung beliau dalam mewujudkan harapan masyarakat Sinjai,” ujar salah satu pendukung AMM, Andi Syir.

Apresiasi juga datang dari berbagai tokoh masyarakat, termasuk H. Syamsuddin Umar, mantan Kepala Dinas Pendidikan Sinjai sekaligus tokoh agama, yang memuji AMM atas sikapnya yang mengesampingkan ego demi kepentingan masyarakat Sinjai.

“Ini adalah contoh kebijaksanaan yang patut kita dukung. Secara pribadi, saya akan terus bersama AMM dan berharap kita semua bisa mengikuti teladan beliau,” ungkapnya.

H. Andi Mappesabbi, mantan anggota DPRD Sinjai dan Ketua Gapensi Sinjai, juga menyampaikan rasa bangganya atas sikap AMM. Ia menilai keputusan AMM mencerminkan integritas dan komitmen yang kuat untuk membawa perubahan positif bagi Sinjai tanpa terjebak pada sekadar posisi atau jabatan.

Pasangan Hj. Ratnawati dan AMM diyakini mampu membawa Sinjai menuju masa depan yang lebih sejahtera. Kolaborasi ini menggabungkan pengalaman birokrasi yang luas dari Hj. Ratnawati dengan integritas dan kesederhanaan AMM. Kepemimpinan yang kuat, namun tetap mengedepankan kesantunan dan pelayanan tanpa sekat, diharapkan dapat menjawab harapan masyarakat Sinjai untuk perubahan yang lebih baik.

Tim PKM UMI Makassar Gandeng Kelompok Tani Rahmat II: Pemanfaatan Limbah Kelapa untuk Peningkatan Ekonomi Desa

0
Tim PKM UMI Makassar Gandeng Kelompok Tani Rahmat II: Pemanfaatan Limbah Kelapa untuk Peningkatan Ekonomi Desa

Intens.id, Bulukumba – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan. Kali ini, mereka menggandeng Kelompok Tani Rahmat II di Desa Manyampa untuk menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah tempurung dan sabut kelapa. Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai Rabu hingga Kamis, 21-22 Agustus 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui penerapan teknologi inovatif, yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat setempat.

Sosialisasi ini mengusung tema “Pemanfaatan Limbah Tempurung dan Sabut Kelapa pada Bidang Pertanian Serta Penggunaan Teknologi Karbonasi (Pirolisis) Menghasilkan Produk Bernilai Ekonomis Tinggi.” Nuryahya Abdullah, SP., M.Si, dosen dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Teknologi Sulawesi, memimpin sesi ini dengan memaparkan potensi besar yang ada pada limbah kelapa. Menurutnya, dengan teknologi karbonasi atau pirolisis, limbah kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti arang briket dan asap cair.

“Dari sabut kelapa dan tempurung, kita bisa menghasilkan asap cair yang sangat berguna untuk pertanian dan tanaman perkebunan. Keunggulannya adalah produk ini tidak memiliki efek samping buruk seperti pupuk sintetik,” jelas Nuryahya, seraya menekankan peluang besar yang dimiliki Desa Manyampa dengan sumber daya alam yang melimpah.

Setelah sesi sosialisasi, pelatihan praktis tentang “Pembuatan Arang Briket dan Asap Cair dari Hasil Pengolahan Limbah Tempurung dan Sabut Kelapa” diadakan. Ir. Muhammad Arman, ST., MT., IPP, dosen Teknik Kimia UMI Makassar, memandu pelatihan ini. Selain itu, ia memberikan pendampingan keterampilan teknik pengemasan dan pelabelan produk serta pemahaman manajemen produksi kepada para peserta, yang sebagian besar berasal dari Kelompok Tani Rahmat II.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam praktik pembuatan briket dan asap cair

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam praktik pembuatan briket dan asap cair, yang ternyata dapat dilakukan dengan mudah dan diharapkan membawa manfaat besar.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Manyampa, Abbas Madda, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif Tim PKM UMI Makassar. Ia berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi perekonomian desa. “Kami berharap tim PKM UMI dapat terus mendampingi kami, agar produk yang dihasilkan bisa bersaing di pasar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Manyampa,” ujarnya.

Sebagai langkah konkrit untuk mendukung keberlanjutan program ini, Kepala Desa Manyampa menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ketua Tim PKM UMI Makassar. Kesepakatan ini mencakup penunjukan tenaga ahli dari UMI untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap produk olahan seperti asap cair dan briket arang tempurung, yang diharapkan menjadi produk unggulan desa.

Penyerahan Aset dari Tim PKM kepada Kelompok Tani Rahmat Desa Manyampa

Ketua Kelompok Tani Rahmat II, Jamaluddin, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Melalui sosialisasi dan pelatihan ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya ini, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan kita bersama. Kami juga berharap, kegiatan ini dapat membuka wawasan kita semua tentang pentingnya inovasi dan kreativitas dalam pertanian,” jelas Jamal.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara universitas dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi berbasis sumber daya lokal, yang pada akhirnya diharapkan dapat mengangkat perekonomian daerah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara penyerahan aset dari Tim PKM kepada Ketua Kelompok Tani Rahmat II, menandai komitmen berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi desa.

Tim PKM ini diketuai oleh Muhammad Arman (Universitas Muslim Indonesia) dengan anggota dosen lainnya, Muhammad Fachry Hafid (Universitas Muslim Indonesia), Nuryahya Abdullah (Universitas Teknologi Sulawesi), serta mahasiswa Luthfia Annisa dan Baso Rahman.

Membanggakan Daerah: Mahasiswa Jeneponto Raih Cumlaude dan Jadi Wisudawan Termuda di Pascasarjana ITB Nobel Indonesia

0
Foto: Syahrial Hardiman, SP., MM Wisudawan Terbaik Pascasarjana ITB Nobel Indonesia didampingi istri tercintanya-Doc: Ist

Intens.id, Makassar – Kabar membanggakan datang dari Syahrial Hardiman, seorang mahasiswa asal Jeneponto yang berhasil mencatatkan prestasi gemilang di dunia akademik. Syahrial, yang berasal dari Kecamatan Tamalatea, Kelurahan Tonrokassi Barat, baru saja meraih gelar Master dengan predikat Cumlaude dari Pascasarjana ITB Nobel Indonesia. Yang lebih mengesankan, ia dinobatkan sebagai wisudawan termuda, lulus di usia 24 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4.00.

Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh Syahrial sepanjang studinya. Di tengah persaingan ketat dengan ratusan mahasiswa lainnya, ia berhasil menonjol dan menunjukkan bahwa kegigihan serta disiplin bisa membawa seseorang pada puncak prestasi. Baginya, pencapaian ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga merupakan kebanggaan besar bagi keluarga dan daerah asalnya, Kabupaten Jeneponto.

Dalam perjalanannya menuju gelar Master, Syahrial mengaku selalu teringat akan mendiang ayahnya yang telah meninggal dunia pada tahun 2001. Ia mendedikasikan setiap langkah dan keberhasilannya sebagai bentuk penghormatan kepada sang ayah. Menurut Syahrial, kesuksesan ini adalah simbol perjuangan dan cinta kasih yang ia wujudkan demi mengenang ayahnya.

Keberhasilan Syahrial di ITB Nobel Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya dan keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya para pelajar di Indonesia.

Dengan cerita perjalanan hidupnya, Syahrial ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa tidak ada alasan untuk menyerah, apapun kondisi yang dihadapi. Dia berharap prestasinya ini bisa memotivasi banyak anak muda untuk terus berjuang mencapai cita-cita mereka, membawa harum nama daerah, dan berkontribusi bagi bangsa.

Dalam setiap keberhasilan, terdapat kisah inspiratif yang mampu menggerakkan hati dan semangat banyak orang. Syahrial Hardiman adalah salah satu contoh nyata dari anak muda Indonesia yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang, dan kesulitan menjadi prestasi.

Bagi Syahrial, tidak ada batasan untuk meraih mimpi, selama ada niat yang kuat, tekad yang bulat, dan usaha yang terus menerus. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi penutup indah bagi perjalanan akademiknya di ITB Nobel Indonesia, tetapi juga membuka babak baru dalam karier dan kontribusinya di masa depan.

Dengan capaian yang luar biasa ini, Syahrial Hardiman telah menorehkan sejarah sebagai putra daerah yang mampu meraih prestasi di tingkat nasional. Harapan besar pun kini digantungkan padanya untuk terus melangkah maju, membawa perubahan positif bagi daerah asalnya, dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

PB HMMI Instruksikan Aksi: DPR RI Dinilai Langgar Prinsip Demokrasi dengan Revisi UU Pilkada

0

Intens.id, Jakarta – Di tengah proses peralihan pemerintahan yang baru serta manuver politik menjelang Pilkada 2024, elit partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah malah semakin memperkeruh situasi yang ada.

Pengurus PB Himpunan Mahasiswa Manajemen Se-Indonesia mengutuk tindakan para wakil rakyat di DPR yang secara terang-terangan menunjukkan sikap tidak hormat terhadap putusan Mahkamah Konstitusi terkait pemilihan kepala daerah yang akan datang.

Seharusnya DPR, sebagai penjaga aspirasi masyarakat, dapat mencermati suasana hati masyarakat dan memberikan pendidikan serta teladan politik yang baik dalam menjalankan konstitusi.

“Kami mendesak DPR untuk menghargai, menghormati putusan Mahkamah Konstitusi dengan tidak melakukan manuver politik di DPR yang justru mencederai aspirasi masyarakat. Tindakan yang melanggar prinsip-prinsip konstitusional hanya akan memperlihatkan arogansi kekuasaan dan kewenangan antar lembaga negara yang nyaris tak ada batas padahal kita sama-sama tahu putusan Mahkamah Konstitusi adalah final dan mengikat,” tegas Inra Kurniawan selaku Ketua HMMI Bidang Advokasi periode 2022-2024.

Langkah ini menunjukkan bahwa DPR RI tidak hanya gagal memahami tata hukum, di mana putusan MK memiliki kedudukan lebih tinggi dari keputusan legislatif biasa, tetapi juga memperlihatkan penurunan moral dan etika dalam proses pembuatan undang-undang.

DPR RI, bersama dengan Presiden, telah menampakkan keinginan yang jelas untuk mempertahankan kekuasaan dengan mengorbankan prinsip-prinsip demokrasi yang seharusnya mereka hormati. Dengan merevisi UU Pilkada yang secara terang-terangan bertujuan untuk membatalkan putusan MK, DPR RI telah melakukan tindakan yang merusak kepercayaan publik terhadap institusi hukum dan demokrasi di Indonesia.

“Tindakan yang dilakukan DPR sangat mencederai demokrasi, dan tentunya bisa memicu ketidakpuasan masyarakat serta pembangkangan sipil. Kami di PB HMMI menginstruksikan kepada seluruh himpunan mahasiswa manajemen se Indonesia untuk melakukan aksi penolakan dan parlemen jalanan sebagai bentuk keprihatinan dan upaya menjaga konstitusi dari segala bentuk upaya pelemahannya,” tegas Inra.