Beranda blog Halaman 88

Meningkatkan Keterampilan Wirausaha, Bantaeng Gelar Pelatihan untuk Dukungan P3KE

0

Intens.id, Bantaeng – Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng terus melakukan upaya mendukung program Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) melalui pelatihan kewirausahaan berbasis keterampilan teknis pengolahan makanan. Diklat ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari tiga kelurahan, yaitu Tappanjeng, Lembang, dan Letta, di Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 22 hingga 24 Agustus 2024, bertempat di Hotel Ahriani, Kota Bantaeng.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir P, S.S., M.AP. Dalam sambutannya, beliau berharap agar pelatihan ini dapat memberikan wawasan baru yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. “Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta bisa mendapatkan wawasan baru yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Tolong dikembangkan lagi ke depannya,” ujar beliau.

Diklat ini bekerja sama dengan Idnesian Academy sebagai fasilitator pelatihan. Pada hari pertama, peserta diberikan materi mengenai Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) yang kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerupuk dari bahan ikan tenggiri yang dibawakan oleh Chef Musdalifa. Hari kedua diisi dengan materi tentang Pengelolaan Digital Marketing untuk pemasaran produk UMKM, peningkatan kualitas usaha melalui Pendekatan Bisnis Model Canvas, serta pengelolaan keuangan usaha. Sementara pada hari ketiga, peserta mendapatkan pendampingan dalam penyusunan proposal usaha yang dibawakan oleh Tedi Hendratno, Founder Idnesian Academy dan penulis buku “Authentic Millennials Branding.”

Dalam keterangannya kepada media, Tedi Hendratno mengungkapkan bahwa Idnesian Academy memberikan pendampingan secara komprehensif kepada para peserta, menyajikan materi dengan cara yang simpel agar mudah dipahami. “Kami juga membagikan file materi pelatihan kepada semua peserta sebagai panduan yang bisa dipelajari kembali. Selain itu, Idnesian Academy juga siap memberikan konsultasi pendampingan kepada peserta jika membutuhkan bantuan dalam pengembangan usaha di masa mendatang,” jelas Tedi.

Salah satu peserta pelatihan, Fatimah, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti pelatihan ini. “Saya bersyukur bisa ikut dalam pelatihan ini, sehingga bisa menambah wawasan dalam pengembangan usaha ke depannya,” ungkap Fatimah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha kecil mereka dan turut berkontribusi dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah mereka.

Kritik Mengalir Deras: DPR Batalkan Putusan MK, Mahasiswa dan Aktivis Serukan Perlawanan

0
Abang Akbar, Kepala Biro Pergerakan dan Advokasi PP ISMEI, Foto Ist.
Abang Akbar, Kepala Biro Pergerakan dan Advokasi PP ISMEI, Foto Ist.

Intens.id, Jakarta – Polemik terkait batas usia pencalonan kepala daerah kembali memanas setelah Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk membatalkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sebelumnya telah diputuskan, Nomor 70/PUU-XXII/2024 terkait batas usia pencalonan kepala daerah. Keputusan ini memicu kritik keras dari berbagai pihak, terutama dari kalangan mahasiswa dan aktivis yang menganggap tindakan DPR sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip hukum dan demokrasi.

Abang Akbar, Kepala Biro Pergerakan dan Advokasi Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI), menegaskan bahwa putusan MK bersifat final dan mengikat, sehingga tidak ada lembaga negara, termasuk DPR, yang memiliki kewenangan untuk membatalkannya.

“Dalam Pasal 24C UUD 1945, disebutkan dengan jelas bahwa putusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat. Tidak ada alasan bagi DPR atau lembaga lainnya untuk menentang putusan ini. Tindakan membatalkan putusan MK sama saja dengan melawan konstitusi,” ujar Akbar dengan tegas. 21 Agustus 2024.

Akbar juga menyoroti bahwa seharusnya seluruh lembaga negara, khususnya DPR, menjadikan UUD 1945 sebagai dasar utama dalam setiap keputusan yang diambil.

“UUD 1945 telah memberikan wewenang kepada MK untuk memutuskan perkara pada tingkat pertama dan terakhir dengan putusan yang bersifat final. Oleh karena itu, DPR wajib mengikuti dan menjadikan putusan MK sebagai landasan utama dalam pengambilan kebijakan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Akbar menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi demokrasi di Indonesia saat ini. Ia menilai bahwa beberapa keputusan yang diambil oleh penguasa akhir-akhir ini tidak lagi berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kita berada di titik kritis dalam sejarah bangsa ini. Keputusan-keputusan yang diambil oleh penguasa belakangan ini jelas menunjukkan arah yang tidak lagi berpihak pada rakyat. Kebijakan-kebijakan tersebut hanya menguntungkan segelintir elit, sementara rakyat kecil semakin terpinggirkan dan terhimpit oleh beban kehidupan yang kian berat,” ujarnya dengan nada prihatin.

Kondisi ekonomi masyarakat yang semakin terpuruk juga menjadi sorotan Abang Akbar. Ia menekankan bahwa banyak masalah ekonomi yang masih belum terpecahkan, termasuk harga kebutuhan pokok yang terus meroket dan pelayanan publik yang semakin buruk.

“Saat ini kita dihadapkan pada harga kebutuhan pokok yang terus naik, pelayanan publik yang semakin buruk, dan kebijakan yang seolah-olah dibuat untuk memiskinkan rakyat. Sudah cukup kita berdiam diri dan menerima ketidakadilan ini!,” serunya.

Mengakhiri pernyataannya, Akbar menegaskan bahwa ISMEI akan terus berjuang untuk mengawal kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

“Kita harus tunjukkan bahwa suara rakyat adalah suara yang tak bisa dibungkam. Penguasa harus tahu bahwa rakyat tidak akan tinggal diam saat kepentingannya dikesampingkan. Aksi unjuk rasa bukan hanya sekadar protes, ini adalah perlawanan untuk memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan kita semua,” tegasnya.

Keputusan DPR yang membatalkan putusan MK ini diharapkan akan mendapatkan perhatian serius dari masyarakat, mengingat dampaknya terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia. Kritikan dari berbagai pihak, termasuk dari ISMEI, menegaskan bahwa rakyat masih memiliki suara yang kuat untuk melawan ketidakadilan yang terjadi di negeri ini.

Mahasiswa Teknik Kimia Mengenal PT. Semen Bosowa melalui Kunjungan Industri

0
Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Fajar Makassar

Mahasiswa program studi Teknik Kimia Universitas Fajar (Unifa) Makassar kunjungi PT Semen Bosowa Maros, sebagai grup semen terbesar keempat di Indonesia dan satu-satunya perusahaan semen swasta nasional. Yang berada di Desa Baruga Kecamatan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan. Rabu, (8/8/2024).

Kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan dalam rangka menjembatani mahasiswa Teknik Kimia dengan dunia industri.

Plt. Ketua Program Studi Teknik Kimia Unifa, A. Sry Iryani, turut hadir mendampingi mahasiswanya dalam kunjungan tersebut, dirinya menyampaikan terima kasih kepada pihak PT. Semen Bosowa Maros, telah menerima rombongan mahasiswa Teknik Kimia Unifa, berharap agar kegiatan ini bisa membuka peluang kepada mahasiswa Teknik Kimia UNIFA. Salah satunya sebagai sumber daya manusia di bidang Teknik Kimia.

“Tujuan kami datang langsung kesini selain bersilaturahmi langsung dengan pihak Semen Bosowa juga ingin memperlihatkan secara langsung kepada adek-adek mahasiswa bagaimana dunia industri secara langsung, sehingga ada pembanding bahwa keadaan proses belajar di dunia akademik itu berbeda di dunia industri,” ujar Irham sapaan akrabnya saat memberikan penyampaian dihadapan pihak Semen Bosowa yang berlangsung di Ruang Training” .

Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan PT Semen Bosowa Bapak Basri. Dalam sambutannya beliau memberikan gambaran sejarah berdirinya PT Semen Bosowa. Dan tentu saja memberikan gambaran tentang kesempatan bekerja alumni Teknik Kimia UNIFA.

Mahasiswa yang akan melakukan visit ke berbagai area perusahaan, dibekali pemahaman Safety Induction yang dipandu oleh Zaenal HJ dari Departemen Safety.

“Telah menjadi kewajiban dan komitmen Semen Bosowa Maros untuk menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), dengan melakukan safety induction,” tegas Zaenal.

Tak hanya itu, mereka juga diberikan gambaran proses produksi semen oleh Bahtiar selaku staff Quality, dari bahan baku hingga menjadi semen yang siap digunakan.

Setelah melalui pemberian pemahaman di dalam ruang Pertemuan, mahasiswa melakukan visit dengan berkeliling dipandu oleh Zaenal HJ. Di sepanjang perjalanan pemandu menjelaskan fungsi dari beberapa unit industry yang dilalui.

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Unifa, Melsandro Parende Kayang menyampaikan terimakasih kepada rekan pengurus dan panitia Kunjungan Industri.

“Ini merupakan salah satu program kerja yang ada setiap tahun di HMTK, dan kali ini dari beberapa hari persiapan panitia telah melakukan yang terbaik sehingga kegiatan ini terlaksana dan tentu tidak terlepas dari dukungan dosen dan Unifa sendiri, maka saya berharap kepada teman-teman pengurus untuk tetap merawat semangat berorganisasi melalui pelaksanaan program kerja,” harap Melsandro.(*)

Gabriela Yulintin Mahasiswa Teknik Kimia Unifa terpilih Masuk Paduan Suara Istana Merdeka pada HUT RI Ke-79

0

 

Gabriela Yulintin Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia di Universitas Fajar, telah mengahrumkan nama Unifa dan Provinsi Sulawesi Barat dengan tampil sebagai salah satu anggota Paduan Suara Gita Bahana Nusantara 2024, di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2024 pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia.

Mahasiwa Prodi Tekim UNIFA angkatan Tahun 2021 ini menjadi bagian dari utusan terpilih yang tampil di Istana Kepresidenan RI pada HUT RI Ke-79 melalui audisi yang ketat, dilaksanakan sebnayak dua kali yaitu tingkat kabupaten dan provinsi serta juri di datangkan langsung dari pusat, sehingga diharapkan kemampuan para juara sesuai dengan standar Juri pusat. Jadi dipastikan dipilih yang terbaik.

Plt. Ketua Prodi Teknik Kimia A.Sry Iryani menyambut baik keterpilihan Gabriela sebagai Paduan Suara Gita Bahana Nusantara 2024.

Sry bangga salah seorang mahasiswanya tampil pada upacara HUT ke-79 RI di Istana Merdeka, menyanyi di hadapan para tamu dari dalam dan luar negeri.

“Hal ini merupakan suatu prestasi yang patut diapresiasi karena bisa mewakili Provinsi Sul-Bar dan Unifa dan saya berharap agar prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya di bidang seni dan budaya” kata Sry.


Dalam Wawancara sebelumnya, Gabriela mengucapkan terima kasih kepada para pihak serta ini merupakan Pengalaman luar biasa , dan ini adalah bagian terbaik dalam sejarah perjalanan kehidupannya, karena menjadi bagian dari talenta berbakat, hanya di perbolehkan sekali seumur hidup tampil di Istana Merdeka.

“Di sini saya bertemu orang dari seluruh Indonesia (kami di sebut Indonesia Mini, karena utusan masing” provinsi se Indonesia) belajar bahasa dan dialek masing” daerah di Indonesia, bertemu orang hebat yang memiliki muslikalitas yang hebat, jadi saya bisa belajar banyak hal baru dari orang hebat”. Ujar Gabriela.

Peringatan Hari Pramuka Mengenang Sejarah dan Kontribusi dalam Pembentukan Karakter Bangsa

1
Pramuka Ilustrasi

Intens.id – Setiap tanggal 14 Agustus, Indonesia memperingati Hari Pramuka. Hari yang penuh makna ini dirayakan oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka, baik yang masih aktif di dalam organisasi maupun mereka yang sudah dewasa dan tetap membawa semangat Pramuka dalam kehidupannya. Peringatan Hari Pramuka bukan hanya sebuah seremonial, tetapi juga sebuah momen untuk merenungkan kembali perjalanan panjang Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter bangsa.

Gerakan Pramuka di Indonesia secara resmi berdiri pada 14 Agustus 1961 melalui Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Pramuka merupakan kelanjutan dari gerakan kepanduan yang sudah ada sejak masa kolonial. Namun, semangat dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam Pramuka tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berwawasan kebangsaan.

Sejak berdirinya, Gerakan Pramuka telah berperan besar dalam membentuk mental dan moral generasi muda Indonesia. Dengan semboyan “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, Pramuka mengajarkan pentingnya pengabdian kepada Tuhan, negara, dan sesama. Nilai-nilai ini dijadikan landasan dalam setiap aktivitas yang dilakukan oleh anggota Pramuka, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Peringatan Hari Pramuka setiap tahun menjadi momen untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan dan kebersamaan di antara seluruh anggota Pramuka. Dengan berbagai kegiatan seperti upacara, lomba, dan kemah bersama, Pramuka menunjukkan bahwa mereka adalah bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa.

Tahun ini, tema peringatan Hari Pramuka adalah “Pramuka untuk Masa Depan yang Lebih Baik”, yang menggarisbawahi peran Pramuka dalam mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui kegiatan-kegiatan yang mengedepankan kemandirian, kerja sama, dan cinta tanah air, Pramuka diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter bangsa yang tangguh dan berdaya saing.

Di era modern ini, tantangan yang dihadapi oleh generasi muda semakin kompleks. Arus globalisasi dan perkembangan teknologi membawa berbagai perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Gerakan Pramuka tetap relevan dengan terus beradaptasi dan mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Peringatan Hari Pramuka setiap tahunnya menjadi pengingat bahwa meskipun zaman berubah, nilai-nilai yang diusung oleh Pramuka tetap abadi. Dengan semangat gotong royong, kecintaan terhadap alam, dan pengabdian kepada masyarakat, Pramuka akan terus menjadi pilar penting dalam membangun bangsa yang berkarakter.

Peringatan Hari Pramuka bukan hanya sekadar acara rutin tahunan, tetapi juga momentum untuk merefleksikan sejauh mana Pramuka telah berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Semoga semangat Pramuka terus hidup dalam diri setiap anggotanya, dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter.

Tumpul dan Mematikan

0
Foto: Nur Ihwan Safutra, Mahasiswa Postgraduate Rekayasa Industri UII Yogyakarta- Doc: Pribadi

Penulis: Nur Ihwan Safutra
(Mahasiswa Doktor Rekayasa Industri UII Yogyakarta)

Tumpul dan Mematikan: Mengguncang Kepercayaan Publik

Intens.id – Kekerasan yang melibatkan penegak hukum sering menjadi berita utama yang mengguncang masyarakat. Namun, efeknya bisa jauh lebih besar ketika terjadi penembakan antara sesama polisi, menggoyahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang seharusnya menjaga mereka. Kasus penembakan antara polisi baru-baru ini muncul, menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Kronologi Singkat Insiden

Penembakan ini terjadi di daerah perkotaan yang biasanya tenang. Dua polisi yang terlibat dalam insiden tersebut sebenarnya bekerja sama. Laporan awal menyatakan bahwa kejadian bermula dari perselisihan pribadi saat keduanya tidak berada di tempat kerja. Dalam konflik yang seharusnya dapat diselesaikan secara damai, akhirnya terjadi kekerasan tragis ketika salah satu pihak melepaskan tembakan, yang dibalas oleh pihak lainnya.

Selain mengakibatkan cedera fisik, penembakan ini meninggalkan trauma emosional bagi anggota keluarga, rekan kerja, dan komunitas yang menyaksikan peristiwa tersebut. Pihak berwenang saat ini melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dan penyebab insiden tragis ini. Korban dari kedua belah pihak juga sedang menjalani perawatan intensif.

Dampak pada Kepercayaan Publik

Situasi seperti ini pasti menimbulkan banyak pertanyaan tentang kredibilitas dan keamanan kepolisian. Mereka yang dulunya percaya pada aparat penegak hukum menjadi khawatir. Bagaimana masyarakat bisa merasa aman jika polisi, yang seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban, terlibat dalam tindakan kekerasan seperti ini?.

Kepolisian sangat menghargai kepercayaan. Ketika kepercayaan itu mulai rusak, efeknya bisa sangat besar. Polisi, yang seharusnya melindungi masyarakat, mungkin mulai merasa was-was. Insiden ini bahkan dapat membuat orang ragu untuk melaporkan kejahatan atau meminta bantuan polisi karena mereka takut akan reaksi yang tidak sesuai harapan.

Faktor-Faktor yang Berperan

Kasus penembakan antara polisi ini mengangkat beberapa isu yang perlu segera ditangani. Pertama, ada masalah pengelolaan emosi dan stres di kalangan polisi. Bekerja sebagai aparat penegak hukum bukanlah pekerjaan yang mudah. Tekanan yang besar, risiko tinggi, dan sering kali berhadapan dengan situasi yang penuh kekerasan, bisa membuat seseorang rentan terhadap gangguan emosional dan mental. Jika tidak ditangani dengan baik, ini bisa meledak menjadi tindakan yang membahayakan, seperti yang terjadi dalam insiden ini.

Kedua, kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan internal yang lebih ketat. Kepolisian perlu memastikan bahwa setiap anggotanya, baik di dalam maupun di luar tugas, bertindak sesuai dengan kode etik dan standar profesional yang telah ditetapkan. Pelatihan berkelanjutan tentang pengendalian diri, manajemen konflik, dan kesehatan mental sangat penting untuk mencegah insiden serupa di masa depan.

Mencari Solusi dan Pemulihan Kepercayaan

Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, polisi harus adil dalam menangani kasus ini. Investigasi harus dilakukan secara terbuka dan adil, tanpa ada upaya untuk menutupi kesalahan. Selain itu, penegak hukum juga harus segera mengambil tindakan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan anggotanya. Sangat penting untuk memberikan pelatihan khusus untuk menangani stres dan konflik internal.

Pemulihan ini membutuhkan partisipasi masyarakat. Polisi harus menunjukkan bahwa mereka siap untuk memperbaiki diri dan mencegah kejadian seperti ini terjadi lagi. Untuk membangun kembali kepercayaan yang mungkin hilang, Anda harus tetap terbuka dan berkomunikasi dengan masyarakat dengan baik.

Kesimpulan

Tragedi yang menunjukkan kelemahan sistem penegakan hukum adalah penembakan antara sesama polisi. Perubahan fundamental diperlukan dalam cara polisi menangani kesehatan mental, stres, dan konflik agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Kebijakan yang tepat dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap polisi dan membuat masyarakat kembali merasa aman di bawah perlindungan mereka.

Desa Tana Towa Kajang Raih Penghargaan ProKlim Utama di Festival LIKE2 2024

0
Desa Tana Towa Kajang Raih Penghargaan ProKlim Utama di Festival LIKE2 2024

Intens.id, Bulukumba – Desa Tana Towa, yang terletak di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian acara Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi (LIKE2) 2024 yang bertempat di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. Jumat, 9 Agustus 2024.

Festival yang bertema “10 Tahun Kerja untuk Sustainabilitas” ini memberikan apresiasi kepada desa-desa yang berhasil menjalankan program pengendalian perubahan iklim di tingkat lokal.

Desa Tana Towa berhasil menjadi salah satu desa yang meraih penghargaan bergengsi ini, berkat komitmen kuat pemerintah desa dan masyarakat adat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

Kepala Desa Tana Towa, Zulkarnain, yang menerima penghargaan tersebut langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini.

“Dari dulu, Tana Towa dan kawasan Adat Ammatoa sudah dikenal sebagai komunitas yang selalu menjaga alam sekitarnya. Masyarakat adat di sini hidup sederhana, menyatu dengan alam, dan menjaga kelestariannya,” ujar Zulkarnain.

Desa Tana Towa telah lama menjadi contoh bagaimana kehidupan sederhana dan berkelanjutan dapat dijalankan dengan menghormati alam.

Komunitas adat Ammatoa, yang menjadi bagian dari Desa Tana Towa, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang mengatur hubungan manusia dengan alam. Pohon-pohon dan makhluk hidup di kawasan adat tidak boleh dirusak atau disakiti, sesuai dengan ketentuan yang diyakini berasal dari Turiek Akrakna melalui Ammatoa sebagai pemimpin adat.

Penghargaan ProKlim Utama ini menjadi motivasi bagi masyarakat Desa Tana Towa untuk terus mempertahankan budaya dan tradisi yang menghargai lingkungan.

“Saya berharap penghargaan ini bisa menjadi dorongan bagi warga untuk terus peduli dan menjaga alam kita,” tambah Zulkarnain.

Selain Desa Tana Towa, Desa Benteng Gajah di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, juga berhasil meraih penghargaan ProKlim Utama di Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, menjelaskan bahwa penilaian ProKlim melibatkan tiga aspek utama: adaptasi lingkungan, mitigasi kerusakan lingkungan, serta keberlanjutan dan integrasi kelembagaan.

Kabupaten Bulukumba juga menerima penghargaan Pembina ProKlim, yang diterima oleh Andi Uke. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen dalam mendukung program-program lingkungan yang berkelanjutan, seperti ProKlim dan Adiwiyata.

“Sebentar malam, saya akan menerima penghargaan sebagai Kabupaten Pembina Adiwiyata, yang juga merupakan bukti komitmen kita terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Andi Uke.

Pencapaian Desa Tana Towa dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga dan melestarikan lingkungan tidak hanya bermanfaat bagi alam, tetapi juga membawa penghargaan dan pengakuan di tingkat nasional.

Semangat dan komitmen masyarakat adat Ammatoa serta pemerintah daerah Bulukumba diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk terus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. (*)

Dekatkan Layanan Adminduk, Kadisdukcapil Bulukumba Perkenalkan Inovasi Lada Terpedas

0
Dekatkan Layanan Adminduk, Kadisdukcapil Bulukumba Perkenalkan Inovasi Lada Terpedas

Intens.id, Bulukumba – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Bulukumba Dedi Rahmadi menegaskan komitmennya dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk). Ia memperkenalkan inovasi Layanan Adminduk Terpadu di Desa/Kelurahan (Lada Terpedas).

Gagasan inovasi Lada Terpedas merupakan inovasi Dedi Rahmadi sebagai peserta Diklat Kepemimpinan Nasional tingkat II yang dilaksanakan oleh Puslatbang LAN Makassar.

“Diklat kepemimpinan nasional ini berlangsung selama empat bulan. Sekarang sudah berjalan tiga bulan,” ungkap Dedi Rahmadi, Jumat 9 Agustus 2024.

Alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini, mengemukakan, inovasi Lada Terpedas bertujuan untuk lebih mendekatkan layanan adminduk dan layanan publik lainnya di lingkup Dukcapil Bulukumba sampai ke desa/kelurahan.

“Tentu untuk lebih meningkatkan pencapaian visi misi Pemerintah Kabupaten Bulukumba tahun 2021 sampai tahun 2026,” jelas Dedi Rahmadi.

Dedi mengungkapkan inovasi Lada Terpedas terinspirasi dari Mal Pelayanan Publik (MPP) Bulukumba yang sudah berjalan saat ini, di mana masyarakat dapat mengakses banyak layanan publik dalam satu tempat.

“Loket layanan adminduk terpadu ini nantinya, dilaksanakan di Kantor Kepala Desa atau Kantor Lurah dalam wilayah Kabupaten Bulukumba,” ujarnya.

Mantan Kabag Protokol Setda Bulukumba ini, lebih jauh menyampaikan beberapa desa/kelurahan yang menjadi lokasi percontohan terkait inovasi tersebut.

“Desa/kelurahan yang akan menjadi percontohan inovasi ini, yaitu Desa Bulo-Bulo, Desa Bira, Desa Taccorong, Desa Salemba, Desa Sapobonto, Desa Benteng Palioi, Kelurahan Bintarore dan Kelurahan Ballasaraja,” ungkapnya.

Sedangkan organisasi perangkat daerah (OPD) atau lembaga layanan publik yang akan melaksanakan layanan adminduk terpadu ini, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja, Dinas PMPTSP, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Dukcapil sendiri.

“Layanan ini akan dilaunching oleh Bapak Bupati dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Dedi Rahmadi.

Untuk diketahui salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam pelayanan publik saat ini adalah melakukan pelayanan Adminduk di kantor kecamatan. Kini layanan Adminduk di kantor kecamatan sudah terlaksana dua tahun terakhir, dan selanjutnya layanan Adminduk didorong diperluas di kantor desa kelurahan.(*)

Kunjungi Pabrik Air Minum Alkali, Mahasiswa Teknik Kimia Unifa Menyaksikan Proses Produksi

0
Kunjungi Pabrik Air Minum Alkali, Mahasiswa Teknik Kimia Unifa Menyaksikan Proses Produksi

Intens.id, Makassar – Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Fajar (Unifa) Makassar mengunjungi pabrik air minum alkali terbesar di Indonesia Timur milik PT Anugrah Bersama Perkasa, yang berlokasi di Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program kerja Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Unifa dan bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa tentang proses produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kaprodi dan Dosen Teknik Kimia Unifa, A. Sri Iryani, serta dosen pendamping, Selfina Gala. Mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak PT Anugrah Bersama Perkasa yang telah menerima kunjungan mahasiswa Unifa.

“Tujuan kami datang ke sini, selain untuk bersilaturahmi, juga ingin memperlihatkan kepada mahasiswa proses produksi AMDK secara langsung,” ujar A. Sri Iryani.

Selfina Gala menambahkan, “Kami sudah melihat proses produksinya, yang tidak hanya bersih tetapi juga steril. Produk air minum alkali yang diproduksi di sini memiliki pH yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 7, sehingga sangat baik untuk kesehatan.”

Selama kunjungan, mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengunjungi berbagai area pabrik, didampingi langsung oleh CEO PT Anugrah Bersama Perkasa, Darmin Andi Aco. Dalam sambutannya, Darmin menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keramahan lingkungan dan menghindari pencemaran. “PT Anugrah Bersama Perkasa berkomitmen untuk selalu mengevaluasi dan menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Ketua HMTK Unifa, Melsandro Parende Kayang, juga menyampaikan apresiasinya terhadap rekan-rekan pengurus dan panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan kunjungan ini.

“Ini merupakan salah satu program kerja tahunan HMTK, dan panitia telah melakukan yang terbaik untuk mewujudkan kegiatan ini. Saya berharap semangat berorganisasi tetap terjaga melalui pelaksanaan program kerja seperti ini,” ujar Melsandro.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi diskusi antara mahasiswa dan pihak pabrik, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai industri air minum alkali dan aplikasinya dalam bidang teknik kimia.

Mengintip 5 Fakta Menarik dari Aksi Lingkungan IIP BUMN Korwil D di Makassar

0
Foto: Aksi Lingkungan IIP BUMN Korwil D di Makassar

Intens.id, Makassar – Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN Koordinator Wilayah (Korwil) D sukses menggelar aksi edukasi lingkungan di Lapangan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa, 6 Agustus 2024. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai lapisan masyarakat.

Dengan tema besar “Gerakan Indonesia Bersih”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan dan semangat kolaborasi dalam pengelolaan sampah.

Dalam sambutannya, Ketua Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN Korwil D yang diwakili Popi Jarot Setyawan selaku Ketua PIKK PLN UIP3B Sulawesi, menyampaikan rasa syukur atas rahmat dan karunia Allah SWT yang memungkinkan semua pihak dapat berkumpul untuk bersama-sama menggelar kegiatan penting ini. Ia menekankan bahwa masalah lingkungan dan perubahan iklim merupakan tantangan besar yang harus dihadapi bersama.

Kegiatan dimulai dengan penandatanganan petisi kolaborasi penanganan sampah, dilanjutkan dengan berbagai aktivitas yang edukatif dan inspiratif. Klik Hijau turut serta dalam acara ini dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Berikut ini 5 fakta menarik perihal kegiatan IIP BUMN Korwil D yang digelar di Kecamatan Manggala Kota Makassar:

• Peserta didominasi perempuan

Ada hal menarik yang dapat dilihat selama kegiatan berlangsung yakni peserta didominasi perempuan. Hal ini tidak terlepas dari penyelenggara kegiatan yakni IIP BUMN Korwil D yang merupakan organisasi berbasis perempuan.

Foto: Aksi Lingkungan IIP BUMN Korwil D di Makassar Memasiffkan Pelibatan Perempuan.

Keterlibatan perempuan dalam kegiatan ini sangat relevan mengingat upaya penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya yakni dari rumah tangga. Perempuan memiliki akses dan peran strategis dalam mengubah perilaku penanganan sampah di rumah. Kegiatan ini diharapkan berdampak serius terhadap pemahaman masyarakat dalam menangani sampah dan itu dipelopori oleh ibu-ibu rumah tangga.

• Konsep “Eco Event”

Panitia penyelenggara menerapkan konsep “eco event” dalam pagelaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pembelajaran langsung bagi pelaksana event-event lainnya. Semua sarana konsumsi yang disediakan panitia sangat diperhatikan seperti minim penggunaan sarana plastik sekali pakai dan administrasi kegiatan yang sudah minim kertas atau “paperless”. Berkat konsep ini, panitia diberikan penghargaan khusus oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan sebagai penyelenggara kegiatan berbasis “eco event management”.

“Sebagai contoh, kepanitiaan menerapkan paperless atau minim penggunaan kertas. Mulai dari persuratan hingga item kegiatan lainnya sudah nihil kertas. Ini dimaksudkan agar kegiatan tidak menghabiskan banyak kertas sekaligus mengurangi timbulan sampah,” jelas Anis Kurniawan, Direktur Klikhijau.

Anis menambahkan, selama kegiatan berlangsung, panitia tidak menggunakan air minum kemasan. Jadi, semua peserta diminta membawa tumbler sendiri. Panitia menyiapkan air isi ulang di lokasi kegiatan.

“Adapun sampah yang terkumpul selama aksi bersih dilakukan, akan dipilah dan diserahkan langsung ke pihak bank sampah. Pada kegiatan ini, panitia gandeng Bank Sampah Kemuning untuk edukasi, pemilahan dan penimbangan sampah,” tambahnya.

• Pembagian 1000 bibit pohon

Panitia menyiapkan 1000 pohon yang dibagikan gratis pada peserta. Ragam jenis pohon disiapkan dan dapat diambil sesuka peserta antara lain mangga, Nangka, sirsak, Ketapang kencana, pohon salam, pucuk merah dan lainnya.

Foto: Pembagian Bibit Pohon dalam Aksi Lingkungan IIP BUMN Korwil D di Makassar.

Peserta yang hadir tampak antusias dengan adanya pembagian bibit. Ini adalah upaya penyelenggara untuk mengedukasi warga tentang pentingnya menanam dan melestariakan tanaman.

• Menyiram Eco Enzyme di TPA Tamangapa

Aksi menarik lainnya dalam kegiatan ini adalah penyiraman eco enzyme pada gunung sampah di TPA Tamangapa Antang. Aksi tersebut merupakan upaya kecil untuk mengurangi dampak bau tak sedap dari TPA Tamangapa yang tercium ke warga sekitar. Seperti diketahui, TPA Tamangapa saat ini masih menggunakan skema open dumping dalam pengelolaan sampah. Model ini terbilang masih konvensional dan belum memenuhi target penanganan sampah yang diharapkan.

• Area Kegiatan Bebas Sampah

Monitoring yang dilakukan panitia dan tim assessment menunjukkan tidak adanya sampah berserakan di lapangan beberapa jam setelah kegiatan. Ini bukti betapa kegiatan berlangsung sesuai komitmen awal zero waste. Panitia juga dinilai berhasil mengajak segenap peserta untuk ikut serta dalam penanganan sampah. Tanggungjawab penanganan sampah tidak lagi berpusat pada pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat.