INTENS.ID—Dinginnya udara subuh tak mampu menahan langkah warga menuju Masjid Al-Ihsan di RT 03 Coddong, Sinjai Borong. Pagi itu, Sabtu (21/3/2026), bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah, masyarakat datang dengan hati yang hangat untuk menunaikan Shalat Idul Fitri.
Ada rasa haru yang menyelimuti suasana. Masjid yang berdiri dari hasil gotong royong dan pengorbanan warga kini dipenuhi jamaah. Tawa kecil, sapa hangat, dan gema takbir berpadu menjadi satu, menciptakan nuansa kebersamaan yang begitu kuat.
Sejak pukul 07.00 WITA, pelaksanaan shalat dimulai. Meski secara fisik masjid tersebut belum sepenuhnya sempurna, bahkan belum memiliki fasilitas WC dan tempat wudhu yang memadai. Namun, hal itu tidak mengurangi kekhusyukan ibadah. Justru di tengah keterbatasan itulah, nilai kebersamaan dan keikhlasan terasa semakin nyata.
Masjid Al-Ihsan telah menjadi saksi perjalanan spiritual warga selama Ramadan. Dari shalat lima waktu, tarawih, hingga akhirnya berpuncak pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang penuh makna.
Pelaksanaan shalat dipimpin oleh Rusdi, seorang pemuda setempat yang baru menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri Makassar. Sementara itu, khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Muhammad Ali, S.Pd., yang juga merupakan alumni kampus yang sama.
Kehadiran dua pemuda ini menjadi simbol harapan. Mereka tidak hanya menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga kembali ke kampung halaman untuk berkontribusi dalam membangun dan memakmurkan masjid. Bagi mereka, masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah dan pembinaan generasi muda.
Dalam khutbahnya, Muhammad Ali mengangkat tema “Memperbaiki Diri, Menguatkan Umat, dan Membangun Bangsa.” Ia mengajak jamaah untuk menjaga ketakwaan setelah Ramadan, mempererat ukhuwah, serta terus menjalin silaturahim di tengah masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua dengan menghargai pengorbanan ibu yang telah mengandung dan membesarkan, serta ayah yang bekerja keras demi keluarga.
“Jika nilai-nilai ini kita jaga, maka negeri ini akan menjadi aman, tenteram, dan sejahtera,” pesannya dalam khutbah.
Ceramah ditutup dengan doa yang khusyuk. Suasana seketika menjadi sendu. Tak sedikit jamaah yang menundukkan kepala, larut dalam haru, bahkan meneteskan air mata.
Di Masjid Al-Ihsan Coddong, Idul Fitri tahun ini bukan hanya tentang perayaan kemenangan. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa kebersamaan, keikhlasan, dan semangat gotong royong adalah kekuatan utama dalam membangun umat, bahkan dari tempat yang sederhana.
Laporan: Arni Susanti Salmi
Editor: Rika Arlianti DM






😍😍
💕
Maa syaaAllah, warga sekitarnya pasti terharu. Semoga tetap semangat dn Istiqomah dalam dakwah kedepannya. 😊
Aamiin allahumma aamiin. Jangan bosan doakan saudari kita yang sedang berjuang di sana.
Next project… Setelah membangun sarana dakwah, in syaa Allah akan membangun sarana pendidikan bagi anak-anak pelosok yang putus sekolah…
Semoga dimudahkan. Aamiin..