Demi Diplomasi dan Masa Depan, Roma Rela Tempuh Cirebon–Jakarta Seorang Diri Mengikuti Workshop MUN

Di saat sebagian besar remaja menghabiskan akhir pekan untuk bersantai, Roma, siswa kelas X dari SMAN 1 Cirebon bernama Roma memilih jalan yang berbeda. Dengan semangat yang tinggi, ia seorang diri menempuh perjalanan jauh dari Cirebon menuju Ibu Kota Jakarta demi mengasah kemampuan di panggung diplomasi internasional melalui ajang MUN WORKSHOP yang diadakan oleh Globy pada Minggu, 10 Mei 2026.

Kehadiran Roma di tengah hiruk-pikuk Jakarta bukan tanpa alasan. Meski usianya masih sangat muda dan baru menduduki bangku kelas X, ia menunjukkan kematangan berpikir dengan mengambil inisiatif pribadi untuk hadir di workshop ini. Keputusan ini diambil bukan karena penugasan dari sekolah, melainkan murni dorongan dari dalam diri untuk mengeksplorasi dunia di luar batasan kurikulum sekolah formal.

Dedikasi selama delapan jam penuh, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, Roma melebur bersama kurang lebih 85 peserta lainnya dari berbagai daerah. Ia mengikuti rangkaian kegiatan yang sangat intensif, mulai dari Introduction to MUN (Model United Nations) hingga Mastering RoP (Rules of Procedure) and Public Speaking. Bagi seorang siswa kelas X, materi mengenai prosedur persidangan PBB yang rumit tentu menjadi tantangan tersendiri, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya.

Puncak dari workshop ini adalah sesi MUN Simulation, di mana Roma mendapatkan peran strategis sebagai delegasi dari Korea Selatan. Dalam simulasi ini, ia dituntut untuk memahami posisi geopolitik Korea Selatan dan menyuarakan kepentingan negara tersebut dalam forum internasional.

“Saya ingin melangkah keluar dari zona nyaman menuju sesuatu yang baru, terlebih lagi mengenai isu-isu global yang selama ini hanya saya lihat di berita,” ungkap Roma mengenai motivasinya.

Roma (tengah) hadir bersama 85 peserta lainnya dalam kegiatan MUN Workshop pada Minggu (10/5/2026). (Foto: Istimewa)

Ia memiliki target tersendiri, yaitu memahami sistem diplomasi di dalam PBB secara komprehensif dan belajar bagaimana menyusun sebuah Outstanding Paper yang diakui sebagai hasil pemikiran delegasi terbaik. Baginya, kemampuan menulis dan berdiplomasi adalah paket lengkap yang harus dikuasai sejak dini.

Selain itu, aspek komunikasi menjadi fokus utamanya. Roma menyadari bahwa di masa depan, kemampuan berbicara di depan umum dan penguasaan bahasa Inggris adalah kunci utama. Melalui workshop ini, ia bertekad untuk menambah keterampilan public speaking serta memperluas jaringan pertemanan dengan sesama pemuda yang memiliki minat serupa di bidang isu global.

“Bagi saya yang masih di kelas X, perjalanan dari Cirebon ke Jakarta ini adalah investasi. Saya ingin menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan forum, berani bertanya, dan yang terpenting adalah berani mempertahankan pendapat mengenai isu global dalam bahasa Inggris yang fasih,” ujar Roma.

Ia juga menambahkan bahwa partisipasinya ini merupakan langkah awal dalam menata masa depan yang lebih cerah.

“Saya sangat berharap pengalaman hari ini membawa kemanfaatan besar untuk meniti karier saya di masa depan. Tidak ada kata terlalu dini untuk mulai memikirkan bagaimana kita bisa berkontribusi bagi dunia.”.

Usia dan jarak bukanlah penghalang bagi generasi muda Indonesia untuk memiliki wawasan global. Keberaniannya untuk datang jauh-jauh dari Cirebon secara mandiri menunjukkan bahwa semangat literasi diplomatik telah tumbuh subur di jiwa pemuda, bahkan sejak tahun-tahun pertama di bangku SMA.

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru