Intens.id, Makassar – Kontestasi Musyawarah Kampus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Muslim Indonesia (HIPMI PT UMI) tahun 2026 kini memasuki fase dinamis. Sebanyak empat kandidat terbaik dari berbagai fakultas resmi muncul sebagai representasi kader unggul organisasi.
Pemilihan tahun ini menjadi bukti konsistensi HIPMI PT UMI dalam melahirkan pemimpin dengan visi besar di dunia kewirausahaan kampus. Di antara nama-nama yang mencuat, sosok Muh. Jayazril menjadi salah satu figur yang menarik perhatian publik organisasi.
Pria yang akrab disapa Jaya ini membawa misi besar untuk menjadikan HIPMI PT UMI sebagai organisasi yang unggul, inovatif, dan kolaboratif. Ia menekankan pentingnya mencetak pengusaha muda berdaya saing tinggi dengan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
Menurut Jaya, tantangan era digital menuntut organisasi mahasiswa untuk meninggalkan cara-cara konvensional. Ia bertekad menjadikan HIPMI PT UMI sebagai episentrum pengembangan entrepreneur muda sekaligus inkubator bisnis yang konkret bagi para kader.
“HIPMI PT UMI harus menjadi rumah besar di mana ide dan kolaborasi tumbuh menjadi kekuatan untuk menciptakan generasi yang siap membuka lapangan pekerjaan,” ujar Jaya dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa fondasi organisasi ke depan harus dibangun di atas solidaritas dan komunikasi yang sehat. Jaya menilai potensi besar mahasiswa UMI perlu diakomodasi melalui mentoring usaha dan pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen utama.
Keberhasilan organisasi, baginya, diukur dari kemandirian ekonomi para kadernya. Ia ingin HIPMI PT UMI adaptif terhadap perubahan serta progresif dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi lingkungan kampus dan masyarakat.
“Fokus kami ke depan adalah menjadikan organisasi ini sebagai inkubator para pejuang pengusaha muda. Kita harus membangun HIPMI PT UMI yang ‘JAYA’ dan adaptif,” tegasnya.
Terkait munculnya tiga kandidat lain, Jaya memandang hal tersebut sebagai dinamika positif. Ia menegaskan bahwa Muskam bukanlah ajang perebutan kekuasaan, melainkan momentum penting untuk adu gagasan demi kemajuan bersama.
“Empat kader yang maju adalah putra terbaik. Kontestasi ini harus menjadi ruang persaudaraan dan adu ide, bukan ruang perpecahan,” tambahnya menutup pembicaraan.
Musyawarah Kampus HIPMI PT UMI 2026 ini diharapkan menjadi titik balik bagi organisasi untuk tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda di era modern dan memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem kewirausahaan di Indonesia.





