Nurul Hanifa, murid dari SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar, terpilih menjadi salah satu peserta dalam ajang Celebes Silat Championship (CSC) 2026. Tidak hanya sebagai peserta namun ia juga berhasil menyabet juara 3.
Kompetisi pencak silat berskala nasional ini doselenggarakan pada tanggal 8 hingga 10 Mei 2026. Keikutsertaan Nurul dalam ajang ini merupakan bagian dari upayanya untuk kembali aktif di dunia olahraga bela diri setelah sempat beristirahat sejenak dari berbagai kompetisi.
Ajang Celebes Silat Championship 2026 diselenggarakan oleh Tapak Suci Sulawesi Selatan dengan rekomendasi resmi dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini menjadikan CSC 2026 sebagai wadah yang prestisius bagi para pesilat remaja untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat regional maupun internasional.
Nurul Hanifa yang merupakan murid kelas X jurusan Keperawatan ini tetap konsisten dalam menekuni hobi serta bakatnya di bidang pencak silat. Dalam kejuaraan kali ini, Nurul berkompetisi pada cabang tanding pencak silat kategori remaja kelas E putri, yang diperuntukkan bagi peserta dengan berat badan antara 55 kg hingga 59 kg.
“Persiapan saya masih belum terlalu maksimal karena latihan hanya sekitar 2–3 kali seminggu. Tetapi saya tetap berusaha meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat latihan agar bisa tampil lebih baik saat pertandingan,” terang Hanifa, sapaam akrabnya.
Partisipasi Nurul menunjukkan bahwa murid di SMK Kesehatan juga memiliki prestasi yang kompetitif di bidang non-akademik. Kehadirannya dalam kejuaraan ini memberikan gambaran positif mengenai keseimbangan antara kedisiplinan belajar dan aktivitas fisik bagi para pelajar di Makassar.

Aktif dalam Kegiatan Silat
Hanifa sendiri sebelumnya telah aktif mengikuti berbagai perlombaan pencak silat sepanjang tahun 2024 dan 2025. Namun, ia sempat mengambil masa vakum selama satu semester pada tahun lalu sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali berlaga di tahun 2026 ini.
“Di tahun 2026 ini saya kembali aktif mengikuti lomba, salah satunya di CELEBES SILAT CHAMPIONSHIP (CSC), karena saya ingin lebih meningkatkan diri, menambah pengalaman bertanding, serta mengembangkan kemampuan saya di bidang hobi pencak silat,” ujarnya.
Persaingan di Celebes Silat Championship 2026 tergolong sangat ketat karena melibatkan peserta dari berbagai latar belakang dan daerah. Para peserta tidak hanya datang dari lingkup lokal seperti Luwu dan Bantaeng, tetapi juga dari wilayah luar pulau seperti Papua, bahkan diikuti oleh peserta internasional dari Malaysia.
Keinginan kuat untuk mengembangkan hobi menjadi sebuah prestasi profesional menjadi faktor utama yang mendorongnya untuk bersaing kembali dengan pesilat-pesilat tangguh lainnya.
Ia berharap pengalaman yang didapat dari kejuaraan ini dapat menjadi pijakan untuk tampil lebih maksimal pada ajang-ajang berikutnya.
“Harapan saya ke depannya semoga bisa memberikan hasil terbaik, menambah pengalaman, meningkatkan prestasi, menjadi lebih percaya diri, serta bisa tampil lebih baik dari lomba-lomba sebelumnya dalam mengikuti kejuaraan berikutnya,” pungkas Nurul.





