Beranda blog Halaman 79

Festival Gallarrang Kassi: Upaya Desa Kassi Menjaga Budaya dan Menembus Kancah Dunia

0
Festival Gallarrang Kassi: Upaya Desa Kassi Menjaga Budaya-Foto: ist.

Intens.id, Jeneponto – Di kaki perbukitan yang hijau, Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, kembali menjadi panggung kehidupan di mana tradisi dan semangat masa kini saling berbisik.

Seperti mata air yang tak pernah kering, desa ini memancarkan pesona budaya yang mengalir deras melalui Festival Gallarrang Kassi 2024 berlangsung dari tanggal 20-22 Desember 2024.

Festival ini adalah nyala obor yang menerangi malam, mengundang masyarakat dari berbagai penjuru untuk merayakan warisan leluhur yang hidup dalam tarian, musik, dan seni.

Seperti dedaunan yang menari di hembusan angin, setiap detik di festival ini adalah gerakan yang menceritakan kisah masa lampau dengan nada kebaruan.

Gallarrang Kassi bukan sekadar perayaan; ia adalah jiwa kolektif yang menjahit identitas bersama. Di bawah langit yang cerah, gema musik tradisional berpadu dengan tawa anak-anak dan derap kaki penari.

Para pengunjung seolah melangkah ke dalam kitab kuno yang terbuka, di mana setiap halaman dihiasi warna dan cerita unik Desa Kassi.

Seperti pelangi yang muncul setelah hujan, Festival Gallarrang Kassi 2024 adalah simbol harapan dan kebanggaan. Ia merajut benang antara generasi tua dan muda, antara tradisi dan modernitas, menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Desa Kassi, sekali lagi, membuktikan bahwa di balik keheningannya, ia adalah pusat cahaya budaya yang tak pernah redup.

Kepala Desa Kassi, Murniati S.Farm, menegaskan pentingnya pelestarian budaya melalui Festival Gallarrang Kassi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa festival ini adalah salah satu upaya mempertahankan kekayaan budaya di tengah derasnya arus digitalisasi.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bermakna budaya, tetapi juga strategis untuk mendorong Desa Kassi menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Festival Gallarrang Kassi ini adalah event budaya yang harus terus dipertahankan. Jangan sampai era digital membuat generasi mendatang melupakan warisan budaya yang kaya dan penuh makna. Dengan manfaat besar festival ini, kami optimis Desa Kassi akan semakin maju sebagai desa wisata berkelas dunia,” ujar Murniati.

Ketua panitia, Akbar, menambahkan bahwa pemuda adalah motor penggerak utama dalam memajukan desa.

“Pemuda harus menjadi energi positif untuk mendukung kemajuan desa. Festival Gallarrang Kassi adalah kegiatan berskala nasional yang menjadi contoh nyata kontribusi pemuda dalam mempercepat perkembangan Desa Kassi yang kini juga dikenal sebagai Desa Digital,” katanya.

Serangkaian Kegiatan Berkelas Nasional

Festival Gallarrang Kassi berlangsung selama dua malam dan satu hari di Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kassi bersama Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kassi.

Festival ini telah menjadi agenda tahunan yang tidak hanya masuk dalam kalender acara Desa Kassi, tetapi juga kalender event Sulawesi Selatan.

Tahun ini, festival yang sudah berlangsung lima tahun berturut-turut menghadirkan berbagai kegiatan, seperti:
– Pameran foto dan UMKM Desa Kassi
– Tari massal
– Demonstrasi pengolahan dodol tradisional dan pembuatan lammang (ketan bakar tradisional)

Tidak hanya itu, Festival Gallarrang Kassi juga diramaikan dengan acara Temu Koreografer, yang menghadirkan berbagai seniman dan sanggar seni ternama, seperti Jalarambang Art Bantaeng, Sanggar Seni Konsep, Cakrawala Seni Tari Indonesia, Alifi, hingga Sanggar Tari SMK Negeri 2 Jeneponto. Pemuda-pemudi Desa Kassi juga unjuk bakat dalam acara ini.

Dukungan Sponsor dan Masa Depan Festival

Festival Gallarrang Kassi 2024 didukung oleh sponsor utama Vena Energi PLTB Tolo’ dan Yayasan Hadji Kalla.

Dengan dukungan ini, acara semakin memperkokoh posisinya sebagai event budaya yang dapat menarik wisatawan lokal maupun internasional.

“Kami harap festival ini terus berkembang menjadi magnet wisata budaya. Dengan semangat kebersamaan, Desa Kassi siap bersaing di kancah dunia,” pungkas Akbar.

Festival Gallarrang Kassi bukan hanya selebrasi budaya, tetapi juga cerminan bagaimana sebuah desa memanfaatkan tradisi untuk mencapai kemajuan dan pengakuan global.

Meriah dan Penuh Inspirasi, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Gelar Penerimaan Rapor dan Kegiatan P5

0
Fashion show busana daur ulang hasil karya siswa SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. (Foto: SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar)

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menggelar kegiatan penerimaan rapor yang dirangkaikan dengan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Senin (23/12/2024).

Kegiatan yang dilangsungkan di Ballroom Universitas Mega Rezky Makassar menghadirkan banyak penampilan yang seluruhnya dilakukan oleh siswa kelas X, XI, dan XII. 

Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 400 orang yang terdiri dari siswa, orang tua siswa, tamu undangan dan civitas SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar.

Adapun kegiatan yang dilakukan sebelum penerimaan rapor adalah penampilan tari dari kelas X, fashion show busana daur ulang dan penampilan organisasi ekstrakurikuler karate dan tari dari SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar.

Taufieq selaku kepala sekolah menerangkan jika acara penerimaan rapor yang dirangkaikan dengan penampilan karya P5 ini menjadi ruang bagi orang tua siswa untuk melihat perkembangan akademik dan juga non akademik selama 1 semester.

Ia menekankan jika kehadiran orang tua menjadi krusial dalam melihat secara langsung perkembangan anaknya dan juga mendapatkan masukan dari guru-guru khususnya wali kelasnya.

“Kami harapkan kehadiran orang tua untuk melihat sejauh mana perkembangan peserta didik selama 6 bulan. Pentingnya kegiatan adalah disinilah salah satu forum untuk menjembatani pendidikan ananda di rumah dan juga perkembangan ananda di sekolah,” ujarnya.

Menurutnya ada tiga faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan siswa.Pertama adalah keterlibatan sekolah dalam hal ini wali kelas. Kemudian keterlibatan dari orang tua itu sendiri dan keterlibatan masyarakat. 

Salah satu wali kelas sedang menjelaskan hasil akademik siswa selama 1 semester kepada orang tua. (Foto: SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar)

“Kalau ketiga faktor ini sudah mendukung maka anak didik kita ini bisa menempuh jalur pendidikannya dengan baik dan sukses dimasa depan,” terang Taufieq.

Ia juga mendorong agar keterlibatan orang tua dalam kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar dapat dimaksimalkan untuk perkembangan anak mereka.

“Kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan baik oleh orang tua siswa saya khawatir perkembangan peserta didik ke depan terkait dengan pengetahuan, keterampilan dan karakter akan terhambat,” tandasnya.

Apresiasi datang dari orang tua siswa yang menyebut jika kegiatan menjadi ajang untuk menampilkan bakat para siswa di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar.

“Sebagai orang tua sangat bangga bisa menyaksikan para yang sangat luar biasa dan berprestasi. Terima kasih buat guru yang selama ini telah membimbing anak saya,” ujar Rasnah.

Konsistensi adalah kunci

Kegiatan penerimaan rapor juga dirangkaikan dengan memberikan penghargaan terhadap siswa yang berada pada peringkat satu hingga tiga di masing-masing kelasnya. Pauline Yonathan, siswa kelas XII Program Keahlian Farmasi kembali berhasil mendapatkan peringkat 1 di kelasnya.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi dan peningkatan kapasitas dirinya. Pauline yang juga dari semester satu hingga 4 selalu meraih peringkat pertama di kelasnya ini juga turut membagikan tips untuk bisa mempertahankan prestasi.

“Harus mampu memilah hal yang paling penting untuk didahulukan, apalagi ketika kegiatan organisasi dan akademik bertabrakan,” ujarnya.

Selain itu ia menyarankan untuk tidak menunda-nunda sesuatu terlebih saat beberapa tugas akademik dan organisasi terus dijalankan.

“Jangan menunda-nunda. Hal ini juga salah satu bentuk ikhtiar, lebih baik melakukan sesuatu yang bermanfaat di waktu luang,” terang Pauline, yang juga merupakan Ketua OSIS, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar.

Terakhir, sebagai makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa maka perlunya berdoa dan berikhtiar kepada sang pencipta.

“Dari semua itu, penting adalah memastikan kita tetap berserah diri kepadaNya. Berdoa kepada sang Khaliq, sebab manusia hanya mampu merencanakan,” tandasnya.

HUT ke-25 DWP Selayar, Wujudkan Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045

0
HUT ke-25 DWP Selayar, Wujudkan Transformasi Menuju Indonesia Emas 2045-Foto:ist

Intens.id, Selayar – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Selayar merayakan hari jadinya yang ke-25 di Ruang Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Mesdiyono, M.Ec.Dev., yang hadir mewakili Bupati.

Dengan mengusung tema “Penguatan Pondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045”, perayaan ini menjadi momentum penting untuk refleksi dan transformasi bagi organisasi istri Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut.

Transformasi DWP untuk Masa Depan

Dalam sambutannya, Sekda Mesdiyono menegaskan pentingnya HUT DWP ke-25 ini sebagai waktu yang tepat untuk evaluasi dan introspeksi program kerja.

“Tema ini menjadi tantangan besar bagi DWP untuk terus bertransformasi agar mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional menuju Indonesia emas 2045,” ungkap Mesdiyono.

Ia juga mengingatkan jajaran DWP untuk tetap solid, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta memperkuat jati diri organisasi agar tangguh menghadapi perubahan zaman.

Peran Strategis DWP dalam Pembangunan Bangsa

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli, SE.MM., turut hadir dalam acara tersebut.

Ia menekankan pentingnya DWP menjadi organisasi yang profesional dengan program kerja yang berdampak langsung bagi keluarga dan masyarakat, khususnya perempuan dan kaum ibu.

“Sebagai organisasi besar, DWP telah menunjukkan eksistensinya selama 25 tahun. Kita harus bersyukur atas segala kemudahan dalam menjalankan program kerja yang terstruktur,” ujar Hj. Andi Dwiyanti.

Sementara itu, Ketua DWP Kepulauan Selayar, Nur Meiti Mesdiyono, dalam sambutan Ketua DWP Pusat, menyampaikan komitmen organisasi untuk terus membangun kapasitas perempuan Indonesia, terutama anggota dan keluarga besar ASN.

“DWP juga berupaya mendorong peningkatan kualitas keluarga Indonesia, karena keluarga adalah unit terkecil yang fundamental dalam menciptakan generasi unggul untuk pembangunan bangsa di masa depan,” tegasnya.

Rangkaian Acara HUT ke-25 DWP

Acara HUT ke-25 DWP ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Sekda Selayar. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, dan para ketua organisasi wanita di Kepulauan Selayar.

Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antarorganisasi wanita di daerah serta memperkuat peran DWP dalam mendukung pencapaian visi Indonesia emas 2045.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan usia yang ke-25 tahun, DWP Kabupaten Kepulauan Selayar diharapkan dapat terus menjadi pilar penting dalam pemberdayaan perempuan, pembangunan keluarga, dan mendukung transformasi sosial menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Sebagai organisasi yang besar dan solid, DWP siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat kolaborasi dan inovasi untuk mewujudkan visi besar Indonesia emas 2045.

Temuan Mikroplastik di Sungai Balantieng, Pelajar Sampaikan Aspirasi ke DPRD Bulukumba

0
Temuan Mikroplastik di Sungai Balantieng, Pelajar Sampaikan Aspirasi ke DPRD Bulukumba-Foto:ist

Intens.id, Bulukumba – Sungai Balantieng yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Bulukumba kini menghadapi ancaman serius.

Penelitian yang dilakukan oleh kelompok pelajar dari beberapa sekolah di Bulukumba menemukan adanya mikroplastik di sungai tersebut.

Temuan ini mendorong 20 pelajar yang tergabung dalam Aksi Pelajar Cinta Balantieng untuk menyampaikan aspirasi mereka ke DPRD Bulukumba.

Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Aspirasi Gedung DPRD Bulukumba, para pelajar memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan tingkat pencemaran sampah dan mikroplastik di Sungai Balantieng.

Mikroplastik—partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm—berasal dari limbah plastik seperti sachet, popok sekali pakai, hingga sisa cucian pakaian yang mengalir ke sungai.

Kondisi ini tak hanya mencemari sumber air bersih, tetapi juga mengancam ekosistem pantai Babana, tempat Sungai Balantieng bermuara.

Penelitian Citizen Science oleh Pelajar

Sejak Agustus 2024, pelajar dari SMPN 13 Satap Kahayya, SMPN 40 Bulukumba, dan SMPN 10 Bulukumba melakukan penelitian kualitas air dan serangga air sebagai indikator kualitas lingkungan.

Kegiatan ini mencakup wilayah hulu, tengah, dan hilir Sungai Balantieng. Hasilnya menunjukkan bahwa pencemaran plastik di sungai semakin parah, terutama di wilayah hilir.

Di pantai Babana, ditemukan serpihan mikroplastik serta tumpukan sampah yang membahayakan biota laut.

Dukungan DPRD Bulukumba

Wakil Ketua II DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, S.Sos., M.I.Kom., menyambut audiensi tersebut dengan penuh apresiasi.

“Kepedulian pelajar terhadap lingkungan ini sangat luar biasa. Ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujar Syahruni.

Ia berjanji akan menindaklanjuti temuan ini melalui koordinasi dengan Komisi Lingkungan dan Komisi Pendidikan serta dinas terkait di Kabupaten Bulukumba.

Syahruni juga menyebut para pelajar ini sebagai Duta Lingkungan Kabupaten Bulukumba yang diharapkan dapat menginspirasi sekolah lainnya untuk peduli terhadap lingkungan.

Pengalaman Berharga bagi Pelajar

Para pelajar dan pendamping yang hadir merasa audiensi ini memberikan pengalaman berharga.

“Anak-anak jadi tahu bagaimana menyalurkan aspirasi dan berani menyampaikan hasil penelitian mereka,” ujar Kiki Yuniargawati, S.Pd., guru pendamping dari SMPN 10 Bulukumba.

Nur Aena (16), salah satu pelajar SMPN 40 Bulukumba, merasa bangga bisa menyampaikan langsung temuannya kepada anggota DPRD.

“Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti agar Sungai Balantieng kembali bersih dan aman dikonsumsi,” ujarnya.

Thara Bening Sandrina, pendamping dari Yayasan Ecoton, berharap kegiatan ini meningkatkan kesadaran anak-anak muda tentang pentingnya menjaga sungai. “Ini adalah langkah awal yang baik untuk membangun generasi peduli lingkungan,” jelas Thara.

Harapan Pemulihan Sungai Balantieng

Aksi ini menjadi titik terang dalam upaya melestarikan Sungai Balantieng. Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menangani pencemaran ini. Para pelajar berharap upaya mereka menjadi pemicu untuk perubahan nyata dalam tata kelola sampah dan pemulihan sungai.

Pj Gubernur Sulsel Tinjau Banjir di Pangkep: Pastikan Korban Tertangani dengan Baik

0
Pj Gubernur Sulsel Tinjau Banjir di Pangkep: Pastikan Korban Tertangani dengan Baik-Foto: ist

Intens.id, Pangkep – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Pangkep.

Dalam kunjungannya, Prof Zudan memastikan penanganan korban banjir berjalan baik dan terkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.

“Dapur umum sudah siap, Tagana bekerja dengan baik, BPBD juga solid. Langkah yang diambil sudah bagus dan kompak,” ujar Prof Zudan saat meninjau banjir di Kecamatan Bungoro, salah satu wilayah terdampak paling parah.

Menurutnya, kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Pangkep sudah efektif.

Proses evakuasi warga terdampak, pendirian dapur umum, serta distribusi bantuan berjalan lancar di berbagai posko banjir.

Bantuan Pemprov Sulsel untuk Korban Banjir

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah Provinsi Sulsel juga menyalurkan bantuan melalui Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPBD Sulsel.

Bantuan tersebut didistribusikan ke berbagai titik, termasuk posko di Kelurahan Sapanang, yang menjadi salah satu wilayah terdampak.

“Saya meninjau beberapa titik, dan mekanismenya berjalan dengan baik. Penyelamatan warga dilakukan, bantuan sudah sampai, dan dapur umum juga berfungsi optimal sehingga makanan dapat terdistribusi dengan baik,” tambah Prof Zudan.

Arahan untuk Kepala Daerah

Prof Zudan mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Sulawesi Selatan untuk memprioritaskan keselamatan warga.

Ia meminta kepala daerah memastikan evakuasi warga dari rumah yang sudah terendam air setinggi lutut atau lebih ke tempat pengungsian yang aman.

“Tolong, jika ada warga yang masih terdampak dan membutuhkan bantuan, segera laporkan kepada BPBD atau Dinas Sosial. Pemerintah siap membantu evakuasi dan memberikan bantuan,” tegasnya.

Laporan Bupati Pangkep: Banjir Kiriman dari Barru dan Bone

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menjelaskan bahwa banjir yang melanda wilayahnya adalah kiriman dari Kabupaten Barru dan Bone.

Meluapnya sungai akibat aliran air dari wilayah tersebut menyebabkan genangan yang cukup tinggi di beberapa kecamatan.

“Saya mohon kesabaran warga. Pemerintah terus berupaya maksimal untuk mengevakuasi dan menyelamatkan warga terdampak,” ujar Yusran.

Kunjungan Prof Zudan ini juga diikuti oleh Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik Faisal, Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo, dan sejumlah pejabat lainnya.

Kehadiran mereka memastikan koordinasi lintas instansi berjalan baik dalam mengatasi bencana banjir yang melanda Pangkep.

Dengan langkah cepat dan koordinasi yang solid, diharapkan banjir yang melanda Pangkep dapat segera teratasi, dan kehidupan masyarakat kembali normal.

Andi Amar Ma’ruf Sulaiman: Pengusaha Muda dan Anggota DPR RI yang Siap Mengawal HIPMI Sulsel

0
Ketua Umum HIPMI Sulsel, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman

Intens.id, Makassar – Andi Amar Ma’ruf Sulaiman resmi dilantik sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan. Minggu, 22 Desember 2024.

Pelantikan ini digelar dengan tema “Kolaborasi Pengusaha Muda Menuju Sulsel yang Mendunia”. Amar, sapaan akrabnya, akan memimpin HIPMI Sulsel hingga tahun 2027 mendatang.

Pelantikan ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Diklatda bagi calon pengurus HIPMI Sulsel masa bhakti 2024-2027 yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya.

Dalam sambutannya, Amar menyampaikan bahwa pengusaha muda harus menjadi pelopor perubahan dengan menjunjung nilai-nilai inovasi dan kolaborasi.

“Nilai-nilai ini adalah kunci untuk membawa kemajuan bisnis sekaligus kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Profil Andi Amar Ma’ruf Sulaiman

Andi Amar lahir pada 13 November 1998 di Makassar. Ia adalah putra sulung dari Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI sekaligus pendiri Tiran Group, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia Timur. Dibesarkan di keluarga pengusaha dan birokrat, Amar tumbuh dengan semangat wirausaha yang kuat.

Dalam bidang akademk, Amar menyelesaikan studi S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin pada November 2022 dengan predikat cum laude dan IPK 3,92. Namun, sebelum menyandang gelar tersebut, Amar telah memulai kariernya secara mandiri dengan berjualan telur.

Di usia muda, Amar sudah memimpin berbagai perusahaan besar, di antaranya sebagai pemilik Syirkah Studio, komisaris PT AAS Mineral Mandiri, direktur PT Penambangan Nikel AASDIN, presiden direktur PT Andi Nurhadi Mandiri, hingga CEO AAS Community.

Amar juga dikenal sebagai poliglot, mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab, Inggris, Prancis, dan Jepang, sebuah kemampuan yang semakin mendukung karier internasionalnya.

Perjalanan Politik

Selain sukses di dunia bisnis, Amar juga meniti karier politik. Ia bergabung dengan Partai Gerindra dan berhasil meraih kursi DPR RI periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II dengan perolehan suara yang signifikan, yaitu 187.919 suara.

Kehidupan Pribadi

Di luar kiprah profesionalnya, Amar juga menarik perhatian publik ketika melamar kekasihnya, Ihsani Nurul Izzah, dengan mahar mewah senilai Rp10 miliar. Mahar tersebut meliputi alat salat, emas berlian, logam mulia 2 kilogram, sebuah mobil Alphard, rumah, dan uang belanja senilai Rp2 miliar.

Masa Depan HIPMI Sulsel di Tangan Amar

Sebagai Ketua HIPMI Sulsel, Amar membawa visi besar untuk mengembangkan potensi pengusaha muda di Sulawesi Selatan. Dengan jaringan bisnisnya yang luas serta pengalaman di tingkat nasional dan internasional, Amar optimis HIPMI Sulsel dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang kompetitif di kancah global.

Dengan latar belakang keluarga yang berpengaruh, karier bisnis yang cemerlang, dan peran politik yang strategis, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman adalah sosok inspiratif yang terus memperkuat posisinya sebagai tokoh muda yang diperhitungkan di Indonesia.

Banjir Makassar: 1551 Korban Terdampak Tersebar di 27 Titik Pengungsian

0
Banjir Makassar: 1551 Korban Terdampak Tersebar di 27 Titik Pengungsian-Foto:Ist

Intens.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengintruksikan seluruh jajaran OPD lingkup Pemerintah Kota Makassar untuk tetap siaga banjir 24 jam selama musim penghujan.

Hal itu ditekankan Wali Kota Danny Pomanto saat meninjau banjir di Kecamatan Manggala, Minggu, 22 Desember 2024.

Meninjau banjir menggunakan perahu karet Danny Pomanto didampingi Camat Manggala Andi Eldi Indra, Kepala Pelaksana BPBD Hendra Hakamuddin, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Zuhaelsi Zubir.

Selain memantau wilayah banjir, Danny Pomanto juga berkunjung ke titik pengungsian di Blok 10 dan Blok 8 Perumnas Antang Manggala.

Dalam tinjauannya, dirinya juga bercengkrama dengan warga yang menolak untuk dievakuasi.

Cuaca ekstrem, kata Danny Pomanto bukan hanya terjadi di Kota Makassar. Tapi hampir terjadi di seluruh dunia. Bahkan, kota-kota besar seperti Jakarta.

Termasuk di negara maju seperti Singapura, Amerika, bahkan Jepang.

“Makassar adalah salah satu tempat yang selalu menjadi langganan cuaca ekstrem,” kata Danny Pomanto.

Bahkan menurutnya, Makassar saat ini dilanda cuaca ekstrem dengan risiko banjir yang cukup tinggi. Begitu pun dengan bencana kekeringan.

Kota Makassar, lanjutnya, bahkan bisa mendapat bencana dua kali dalam setahun. Bencana banjir bisa beberapa kali dalam puncak-puncak musim penghujan.

Karenanya itu, Danny Pomanto mengintruksikan OPD untuk terus meningkatkan koordinasi dan mengantisipasi terhadap kemungkinan terburuk yang akan terjadi di musim penghujan.

“24 jam kita standby di musim penghujan ini, terus semangat, terus berdedikasi, dan terus memberikan pelayanan terbaik, dan terus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk dari banjir tahun ini,” imbau Danny Pomanto.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terus bergotong royong, bahu membahu, tidak saling menyalahkan, dan saling membantu di tengah bencana banjir yang melanda saat ini.

“Yang penting adalah bagaimana penyelamatan keluarga, terutama anak-anak kita dan orang tua kita,” tutupnya.

Diketahui, berdasarkan data BPBD Makassar yang dirilis 22 Desember, ada tiga kecamatan yang terendam banjir dengan 1.551 korban yang tersebar di 27 titik pengungsian.

Di Kecamatan Manggala ada 760 jiwa korban terdampak banjir yang mengungsi di 12 titik. Sedangkan di Kecamatan Biringkanaya ada 12 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi sebanyak 711 jiwa.

Sementara di Kecamatan Panakukang terdapat tiga titik pengungsian dengan jumlah korban yang mengungsi sebanyak 80 jiwa.

BRI BO Barru Peduli: Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Barru

0
BRI Barru Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sulawesi Selatan

Intens.id, BarruBanjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Barru telah memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan warga. Sebagai wujud kepedulian sosial, Bank Rakyat Indonesia (BRI) BO Barru menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, berupa paket sembako.

David Richardo Gultom menyampaikan bahwa BRI berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi sulit seperti bencana. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan wujud nyata dari kepedulian BRI, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak.

“BRI berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi sulit seperti bencana ini. Bantuan yang kami salurkan hari ini adalah bentuk nyata kepedulian kami. Semoga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujar David Richardo Gultom, pada hari Minggu (22/12/2024).

Penyerahan bantuan dilakukan melalui relawan dan disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan. Dalam wawancara dengan media, perwakilan Manajemen BRI BO Barru, Bapak H. Syukur, menyampaikan bahwa perusahaan akan terus berupaya mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

“Banjir ini merupakan cobaan bagi kita semua. Kami dari BRI BO Barru berusaha memberikan kontribusi terbaik melalui bantuan ini. Harapannya, hal ini dapat menjadi penyemangat serta meringankan beban bagi masyarakat yang terdampak,” ungkap H. Syukur.

Penyerahan Bantuan Korban Banjir oleh Relawang Elang Tanggap Bencana BRI BO Barru.
Penyerahan Bantuan Korban Banjir oleh Relawan Elang Tanggap Bencana BRI BO Barru.

Di waktu yang sama, Hayatullah, Ketua Relawan Elang Tanggap Bencana BRI BO Barru, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BRI BO Barru atas bantuan yang telah disalurkan. Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat membantu masyarakat. Hayatullah juga berharap kolaborasi semacam ini dapat terus dilakukan untuk mendukung penanganan bencana di Barru.

“Kami sangat berterima kasih kepada BRI BO Barru atas bantuan yang telah disalurkan. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus dilakukan untuk mendukung penanganan bencana di Barru,” ucap Hayatullah.

Banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan masih menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan relawan. Bantuan yang disalurkan oleh BRI BO Barru merupakan salah satu langkah nyata dalam mendukung masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana.

Mempertanyakan Ulang Kekitaan

0
Mempertanyakan Ulang Kekitaan-Foto: ilustrasi

Intens.id – Kita hendak disuarakan oleh siapa ditengah chaos hari ini. Keadaan yang tanpa batas, definisi, dan identitas. Keadaan komunikasi yang terdistorsi. Kita telah berada pada kondisi batas yang kian kabur.

Kita tidak lagi bisa membedakan presiden sebagai lembaga dengan presiden sebagai kepala negara.

Kita tidak lagi bisa membedakan prinsip dengan asas. Kita tidak lagi bisa membedakan ahli dengan amatir. Kemampuan-kemampuan inilah yang telah hilang diantara kita. Raib dan tidak kunjung dicari keberadaannya.

Sialnya lagi, menyuarakan batas kabur tersebut kian jauh. Distingsi (derajat perbedaan) tidak lagi mampu menjadi lilin keyakinan. Diantara kita yang tersisa hanya ignorant, yang tersisa hanya sebagai individu yang tidak memiliki kemampuan mengetahui fakta penting. Bahkan kita tidak mampu membedakan mana kepentingan publik dan mana kepentingan golongan.

Apa yang terjadi ketika kita kehilangan kemampuan tersebut? Kita tidak lagi mampu melihat diri sendiri melalui mata orang lain.

Selama bukan kita yang menjadi korban atas polusi, maka kita tidak lagi bersuara soal negara bertanggung jawab atas lingkungan yang sehat.

Selama bukan anak-anak kita yang terkena stunting, kita tidak lagi menyuarakan hak atas jaminan sosial.

Selama bukan kita yang kehilangan akses pendidikan, kita tidak lagi mengkritik akses pendidikan yang tidak merata.

Selama bukan kita korban dari pengabaian bpjs kesehatan hingga meregang nyawa, kita tidak lagi menyuarakan akses kesehatan yang kian diskriminatif dan mahal.

Selama bukan kita korban pelecehan, kita tidak lagi menyuarakan betapa pedihnya menjadi penyintas bahkan tidak lagi menyuarakan ruang aman bagi korban.

Selama bukan kita korban dari penyerobotan lahan, kita tidak lagi meringis kehilangan rumah sumber penghidupan.

Selama bukan kita yang dipersekusi, kita tidak lagi menyuarakan betapa sialnya kehilangan hak.

Selama bukan kita korban ketidakadilan hukum, kita tidak pernah menyuarakan bahwa keadilan harus ditegakkan walau langit akan runtuh “fiat justitia ruat caelum”.

Selama bukan kita yang dibungkam, dibreidel, kita tidak lagi berteriak fasisme.

Selama bukan kita yang gagal maka kita tidak lagi berempati atas nanar keadaan yang usaha menghianati hasil.

Selama bukan kita…

Bukankah dengan semua ini sudah saatnya kita mempertanyakan ulang, layakkah kita disebut sebangsa setanah air?

Sampai kapan rasa kekitaan terus hilang?

Sampai kapan pasif dengan semua ini?

Sikap pasif, pesimis, netral, sama saja bersepakat membiarkan penindasan, ketidakadilan, diskriminasi terus terjadi.

Mari kembali menemukan kemampuan tersebut. Kemampuan membedakan. Kemampuan merasakan. Kemampuan meragukan. Kemampuan mempertanyakan. Dengan itu semua kita mampu kembali merasakan khasiatnya berbhineka, dan kita punya banyak cara untuk memulainya.

Memulai kemampuan tersebut kita dapat dengan terang, jelas mengetahui apa peran yang dapat diambil melihat kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada ruang publik yang rasional.

Ruang publik yang berdasar pada legitimasi kekitaan, bukan atas nama golongan. Legitimasi publik yang diperoleh melalui konsensus rasional atas nama kedaulatan rakyat.

“Sungguh tidak rasional jika anak-anak kita mendapatkan makanan gratis seharga Rp. 10.000 namun kita selaku orang tua dipajak 12%. Lebih aneh lagi belum berkeluarga, ibaratnya kita sudah tidak merasakan enaknya ngewe halal eh malah disikat duluan dengan bringas oleh negara”.

Melalui kemampuan tersebut mampu menilai bahwa bukan perihal kebenaran atau kesalahannya, tetapi perihal kemanjurannya, keberhasilannya dalam menyatukan kepentingan dari suatu kelas, kelompok, dan gerakan lain ke dalam kepentingan mereka sendiri dengan tujuan membangun kehendak kolektif rakyat secara nasional.

Kita bangsa yang lahir melalui falsafah tepa selira-senasib sepenanggungan, dan negara wajib berdiri di atas falsafah tersebut. Kapan negara dalam hal ini diwakili oleh lembaga negara gagal merepresentasikan falsafah tersebut maka kita berhak merampasnya kembali, bahkan jika perlu kita revolusi. Jika Perlu.

Banjir dan Longsor Terjang Sulsel, Tim Relawan dan SAR Gabungan Terus Bergerak

0
Proses Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Makassar - Foto: DD Sulsel.

Intens.id, Makassar – Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan (Sulsel) selama beberapa hari terakhir telah memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, termasuk Kota Makassar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mencatat 10 daerah terdampak, dengan Kabupaten Barru dan Kota Makassar menjadi wilayah terparah.

Luapan Air Genangi Permukiman

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulsel, Amran Azis, menyebut bahwa tingginya debit air, ditambah pasang laut, menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

“Barru, Soppeng, Parepare, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pinrang, dan Sinjai terpantau mengalami peningkatan debit air,” jelas Amran.

Di Makassar, sebagian besar kecamatan terdampak banjir, sementara di Barru, genangan air sudah mencapai jalan raya dan mengganggu aktivitas warga.

Aksi Cepat Tim Relawan 

Untuk merespons bencana ini, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama Tim SAR Gabungan bergerak cepat mengevakuasi warga.

Dengan dukungan satu unit ambulans dan tujuh relawan, tim ini membantu memastikan keselamatan korban dan mengurangi dampak buruk bencana.

“Evakuasi menjadi prioritas utama kami, terutama bagi warga yang berada di lokasi rawan,” ujar salah satu relawan Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa Sulsel Mewadahi Penyaluran Bantuan dan Dukungan

Foto: Dompet Dhuafa Sulsel

Imbauan dan Peringatan Cuaca Ekstrem

Amran Azis mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi mandiri jika situasi semakin memburuk.

“Jangan bertahan di lokasi yang sudah tidak aman. Jika perlu, segera minta bantuan agar bisa dipindahkan sementara ke tempat lebih aman,” tegasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang diperkirakan berlangsung hingga 22 Desember 2024. Amran memperingatkan bahwa beberapa daerah bisa kembali terisolasi jika curah hujan terus meningkat.

Kolaborasi untuk Keselamatan Bersama

Dalam menghadapi situasi ini, sinergi antara pemerintah, tim relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama.

Bantuan yang cepat dan terkoordinasi diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak, meminimalkan risiko, dan memastikan tidak ada korban jiwa lebih lanjut.

Bagi warga di wilayah rawan bencana, tetaplah waspada, pantau informasi terkini, dan siapkan langkah evakuasi jika diperlukan. Keselamatan adalah prioritas utama.