Beranda blog Halaman 80

Pemerintah Targetkan Pendapatan Negara Rp 3.005,1 Triliun, ISMEI Serukan Pendistribusian Dana Pajak yang Tepat Sasaran

0
Adji Permana, Badan Pimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Periode 2024-2026. Foto. Ist
Adji Permana, Badan Pimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Periode 2024-2026. Foto. Ist

Intens.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik pada 20 Oktober 2024. Baru-baru ini, Pemerintah Prabowo Subianto menargetkan pendapatan negara sebesar Rp 3.005,1 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Dalam target tersebut, penerimaan perpajakan menjadi penyumbang terbesar, yakni sebesar Rp 2.490,9 triliun dari total penerimaan negara pada tahun depan.

Sejalan dengan hal ini, Adji Permana, Ketua Badan Pimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) periode 2024-2026, menyatakan bahwa pencapaian target pendapatan negara ini salah satunya dapat tercapai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. Menurutnya, banyak masyarakat yang enggan membayar pajak karena adanya stigma bahwa uang yang mereka bayarkan tidak digunakan dengan semestinya atau tidak kembali kepada rakyat.

“Untuk mengembalikkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah agar masyarakat patuh dalam membayar pajak ialah mengalokasikan dan mendistribusikan dana hasil pajak dengan tepat sasaran seperti meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan jaminan perlindungan sosial dan meningkatkan infrastruktur pembagunan.” ujarnya.

Pernyataan ini selaras dengan visi ISMEI sebagai wadah senat mahasiswa ekonomi Indonesia yang secara konsisten berperan dalam upaya perbaikan ekonomi bangsa, dengan berpihak pada kepentingan rakyat dalam kerangka keilmuan dan independensi.

Terakhir, Adji menegaskan bahwa ISMEI sebagai organisasi kemahasiswaan akan terus mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah di sektor perekonomian. “Jika terdapat kebijakan yang merugikan masyarakat, ISMEI akan menjadi garda terdepan dalam melawan kebijakan tersebut dan siap turun ke jalan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Jufri Rahman Jadi Ketua KORPRI Sulsel, Prof Zudan Dorong Persiapan Agenda Nasional

0
Jufri Rahman Jadi Ketua KORPRI Sulsel

Intens.id, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, resmi dikukuhkan sebagai Ketua KORPRI Provinsi Sulawesi Selatan periode 2024-2029.

Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum KORPRI Nasional, Bima Haria Wibisana, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (20/12/2024).

Pengukuhan ini disaksikan langsung oleh Ketua Umum KORPRI Nasional sekaligus Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh, usai digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) KORPRI Sulsel di lokasi yang sama.

Prof Zudan menyampaikan apresiasi atas pencapaian KORPRI Sulsel di bawah kepemimpinan Hasan Sijaya, termasuk keberhasilan meraih juara delapan pada MTQ Nasional KORPRI dari 81 kafilah.

Tak hanya itu, Sulsel juga ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ KORPRI 2026, mengalahkan Jawa Barat, Jawa Timur, dan Maluku Utara.

Fokus pada Agenda Nasional

Dalam arahannya, Prof Zudan meminta KORPRI Sulsel untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (Pornas) KORPRI 2025 yang akan digelar pada Oktober dengan maskot Si Bora (Kerbau Rawa) dan theme song yang telah diluncurkan.

“Kita harus mempersiapkan Sulawesi Selatan karena pesertanya banyak. Selain itu, ada banyak program nasional KORPRI yang bisa direplikasi, seperti penguatan organisasi, webinar mingguan, program Gampang Umroh Bareng KORPRI, hingga Gampang Holy Land ke Vatikan,” tutur Prof Zudan.

Visi dan Langkah Awal Ketua Baru

Setelah pengukuhan, Jufri Rahman menyatakan komitmennya untuk mengikuti program kerja KORPRI Pusat.

Beberapa agenda besar yang akan menjadi fokus KORPRI Sulsel antara lain Munas KORPRI Februari 2025, Pornas KORPRI 2025, serta persiapan menjadi tuan rumah MTQ KORPRI 2026.

“Tugas ini bukan hal yang mudah. Diperlukan sinergi dengan semua pihak, baik PNS maupun PPPK di berbagai instansi, bukan hanya pemerintah provinsi,” ujar Jufri.

Ia juga menjelaskan bahwa struktur pengurus KORPRI Sulsel sebagian besar merupakan pengurus lama yang melanjutkan tugas mereka di periode baru ini.

“Mereka sudah terbiasa berjalan, tinggal kita pacu untuk berlari lebih cepat. Saya hanya melanjutkan apa yang telah dirintis oleh Pak Hasan sebelumnya,” pungkasnya.

Dengan kepemimpinan baru ini, KORPRI Sulsel diharapkan mampu menjawab tantangan nasional dan terus berkontribusi dalam memajukan pelayanan publik serta memotivasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Selatan.

Krisis Hak Masyarakat Adat di Era Transisi Kekuasaan

0

Intens.id, Jakarta – Transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto tidak memberikan harapan baru bagi Masyarakat Adat.

Menurut Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, situasi justru semakin memburuk dengan meningkatnya perampasan wilayah adat, eskalasi kekerasan, dan kriminalisasi.

Dalam Catatan Akhir Tahun (Catahu) AMAN 2024 yang diluncurkan di Jakarta pada Kamis, 19 Desember 2024, Keterangan tertulis AMAN, Rukka mengungkapkan bahwa sebanyak 121 kasus kriminalisasi dan perampasan wilayah adat terjadi di 140 komunitas sepanjang tahun ini, mencakup wilayah seluas 2,8 juta hektar.

Beberapa kasus mencolok terjadi di wilayah adat Sihaporas, Poco Leok, dan Kepulauan Togean.

“Semua kekerasan ini berlangsung secara sistematis dan mencerminkan praktik penyangkalan negara terhadap eksistensi Masyarakat Adat,” kata Rukka.

Kebijakan Tak Berpihak

Rukka menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap abai terhadap hak Masyarakat Adat.

Diantaranya Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang KSDAHE, serta proyek pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi bukti lemahnya komitmen negara.

Rukka juga menyesalkan lambatnya pengesahan RUU Masyarakat Adat yang telah bertahun-tahun masuk Prolegnas tanpa kepastian.

“Pemerintah lebih memprioritaskan investasi dan bisnis daripada melindungi hak-hak konstitusional Masyarakat Adat,” tegas Rukka.

Proyek strategis nasional seperti pemindahan IKN dinilai menjadi ancaman langsung bagi lebih dari 20.000 warga adat di Kalimantan Timur.

Peraturan Menteri ATR/BPN No. 14 Tahun 2024 tentang tanah ulayat juga dituding mempercepat hilangnya wilayah adat.

Seruan Perubahan

Deputi II Sekjen AMAN, Erasmus Cahyadi, mendesak pemerintah mencabut kebijakan diskriminatif dan memberikan perlindungan hukum nyata bagi Masyarakat Adat.

Menurutnya, transisi kekuasaan harus menjadi momentum untuk mengubah paradigma pembangunan yang selama ini mengabaikan hak-hak masyarakat.

“Kami ingin pemerintahan Prabowo Subianto memastikan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan, bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi,” ujar Eras.

AMAN menyerukan tindakan konkret dari pemerintah untuk mengutamakan pengakuan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak Masyarakat Adat.

Tanpa langkah nyata, ancaman terhadap keberlangsungan hidup Masyarakat Adat akan terus berlanjut, mencerminkan lemahnya komitmen negara terhadap mandat konstitusional.

Akhiri Polemik, Pemerintah Sahkan Kepengurusan PMI Pimpinan Jusuf Kalla

0

Intens.id, Jakarta, – Kementerian Hukum Republik Indonesia (Kemenkum) mengesahkan kepengurusan Palang Merah Indonesia masa bakti 2024-2029 dibawah kepemimpinan Jusuf Kalla (JK).

Hal tersebut disampaikan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, di Kantor Kementerian Hukum Jakarta, Jumat, 20 Desember 2024.

“Setelah melakukan kajian, pemerintah melalui Kemenkum memberi pengakuan atas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sekaligus mengakui kepengurusan PMI hasil Munas XXII PMI tahun 2024 di bawah kepemimpinan Bapak HM Jusuf Kalla,” tegas Andi Agtas dalam keterangan persnya.

Setelah penyerahan surat pengesahan tersebut, JK langsung menyampaikan terima kasih kepada pemerintah.

“Kami dari pengurus pusat PMI menyampaikan
terima kasih atas pengakuan, baik AD/ART maupun kepenguruaan yang diketuai oleh saya bersama pengurus lainnya,” ujar JK.

Dengan pengakuan tersebut, Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 ini menganggap persoalan PMI telah selesai.

“Soal isu-isu tentang adanya pengurus baru itu sudah dijelaskan oleh pemerintah yang sah,” tegasnya lagi.

“Dan setelah diakui dan telah dijelaskan oleh pemerintah maka saya rasa persoalannya telah selesai,” imbuhnya.

Ia sekali lagi menjelaskan prinsip organisasi yang dimiliki oleh Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. JK menegaskan, bahwa hanya boleh ada satu Palang Merah atau Bulan Sabit Merah di suatu negara.

“Sehingga tentunya teman-teman yang ada dipihak lain, bisa jadikan organisasinya itu sebagai organisasi sosial, tapi tidak dengan atas nama PMI,” kata JK lagi.

Seperti diketahui, jelang Munas ke XXII PMI, terjadi polemik soal kepengurusan PMI. Selain Jusuf Kalla, nama Agung Laksono sempat mendeklarasikan kepengurusan PMI hasil Munas Tandingan. (*)

Gogol

0
Ilustrasi-Foto: ecopestcontrol.co.id

Intens.id – Manusia memang rumit, kita mempelajarinya sepanjang waktu namun tetap absurd. Tetapi demikian  tidak membuat kita berhenti untuk meraba kembali, mencari tahu apa dan bagaimana sebenarnya manusia.

Segala pencarian adalah jalan mengenal diri yang sejati. Ada: kebingungan, kekeliruan, blunder, afirmasi, anasir, taksa, yang selalu merengek dan menolak untuk tidak dininabobokkan.

Tunggu, apa yang kita bicarakan ini? Jika dilanjutkan sepertinya ini akan sedikit serius. Bukankah terlalu melelahkan segala keseriusan itu?

Baiklah mari kita coba mulai meraba manusia dengan sedikit ketidaktegangan, dengan bahasa yang membuat kita menapak bumi karena kita masih menolak menuju surga.

Begini…

Suatu waktu aku bertemu dengan Gogol, aku menyapanya…

“tu veux jouer avec moi?”

Gogol terbahak-bahak, ia tertawa merdeka, semacam kebahagiaan mengutuk kekasih yang meninggalkannya namun datang memohon kembali.

“Вы хотите поиграть со мной”?

Wahai Gogol, aku telah menyapamu dengan dua bahasa. Tentulah engkau mengerti bahasamu sendiri.

Gogol lantas mendekat, mencium bibirku. Melumat dua kali dengan napas yang tertahan namun begitu piawai. Aku melihatnya dengan jelas. Aku enggan menutup mata. Ini pelecehan. Bukan suatu hal yang harus aku nikmati.

Kamu tahu, kamu ini aneh! Seru Gogol.

Kita baru saja berpapasan lantas mengajakku bermain, dan bagaimana mungkin aku tidak tertawa dengan keadaan itu.

Kamu juga aneh Gogol, aku hanya mengajakmu bermain, objek permainan tidak aku tawarkan, kenapa engkau tetiba menggulung bibirku.

Bukankah ciuman juga permainan? Tanya Gogol.

Tidak Gogol, permainan hanya disebut permainan ketika dua subjek sepakat bahwa itu adalah permainan.

Kamu terlalu strukturalis. Pria tidak menyukai itu.

Aku tidak pernah menganggapmu sebagai pria Gogol!

Berarti ciuman tadi seharusnya tidak memberatkanmu. Tatap Gogol.

Keberatan itu tidak melekat pada subjek atau objeknya, tapi ketidakkonsensusan. Ah sialan kamu Gogol.

Jangan mengumpatiku, aku ini sastrawan, ini bukan maksud unjuk gigi. Tapi aku memintamu untuk hati-hati dengan ucapanmu. Aku takut namamu akan abadi hingga dibaca Dostoyevsky dan Tolstoy.

Maukah engkau menciumku kembali? Tanyaku.

(Gogol memutar wajahnya, tangan kanannya menyentuh dagu dan sisi atas leherku)

(Pada saat wajah Gogol mendekat aku memalingkan wajah lalu menghadapnya kembali),

Tidak Gogol, tawaran tadi guyonan. Aku tidak menawarimu ciuman. Aku hanya mengajakmu menyadari kembali bahwa kamu tak ubahnya laki-laki di luar sana, kamu bukan sastrawan Rusia, kamu hanya Gogol yang tidak tahu bahasa Prancis.

Gogol adakah engkau hendak mendengarku?

Sampaikanlah, meskipun guyonanmu tadi sempat membuatku hendak sedikit liar. Ucap Gogol.

Gogol, aku penasaran berapa banyak diantara kita yang gagal membersamai orang-orang yang kita cintai dikala kegagalan menggamit mereka.

Aku penasaran berapa banyak orang tua yang bangga dengan pencapaian anak-anaknya namun gagal memeluk anaknya ketika dunia sedang tidak berpihak.

Gogol, aku penasaran berapa banyak saudara yang menopang saudaranya yang lain namun gagal menopang ketika ketakramahan menolak berpihak.

Gogol, apakah penasaranku itu aneh. Aku begitu sedih, aku hendak marah.

Jika aku menjawab ini, kamu akan mengetahui bahwa betul aku bukan Gogol. Karena Gogol tidak mungkin mengutip Nietzsche. Nietzsche says, don’t judge life, don’t dare to judge life. He says it’s awful, who are all these guys who are judging life? What does that mean? By what right do you dare to judge life?

Tunggu, kenapa Gogol tidak mungkin mengutip Nietzsche?

Tanya Gogol, jangan tanya aku.

Kamu Gogol. Seruanku.

Bukan, aku bukan Gogol, sebagaimana maksudmu tadi, aku tak ubahanya laki-laki diluar sana.

Memang kenapa laki-laki diluar sana? Tanyaku.

Ia punya ipk 2.3 namun memimpin perempuan seperti dirimu.

Aarrghhtttt, sialan kamu Gogol.

Kamu yang sial.  Jamanmu yang pahit. Ucap Gogol dengan memelas.

Ingat ini, jika perahumu terbawa arus, mungkin akan terjadi tabrakan, namun tabrakan tersebut berfungsi untuk membatasi dan menyamakan kedudukan, namun tidak untuk menetralisir atau menentang. Karena netral ditengah jamanmu hari ini sama saja engkau telah berpihak kepada penyebab kekacauan. Sambungnya.

Ah sudahlah Gogol. Aku mulai membencimu. Ucapku sembari meninggalkannya.

Tunggu, dengar ini dulu

Kita semua dikelilingi oleh orang-orang yang membenci manusia. Namun kita juga bertemu mereka sepanjang waktu, dan sungguh menakjubkan, ini semacam wacana yang memadukan  sikap sinis dengan basa-basi yang begitu ekstrem.

Увидимся позже, Ева

Aku tahu Gogol, sampai jumpa.

“Man is a mystery: if you spend your entire life trying to puzzle it out, then do not say that you have wasted your time. I occupy myself with this mystery, because I want to be a man”. Dostoyevsky  

 

Fenomena Bakal Kenaikan Pajak 12% Hingga Rasionalitas Perempuan

0
Fenomena Bakal Kenaikan Pajak 12% Hingga Rasionalitas Perempuan-Foto:Ilustrasi/Intens.id

“Bagaimana jadinya jika visi misi karakter suatu bangsa menjadi bagian komoditas bisnis?”

Intens.id – Penghujung akhir tahun kita mendapatkan kado yang mencekik dengan bakal kenaikan pajak 12%. Mengapa  kado? Karena tentulah ini akan menjadi penghargaan, pemberian, hadiah kepada kelompok tertentu. Yah kelompok tertentu. Sedang mencekik inilah yang akan kita nikmati bersama.

Pajak 12% bukanlah hal yang besar ketika kita bandingkan dengan negara lain, tapi mengapa seolah ini akan besar nerakanya? Padahal jika research tujuan pajak digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum, yang outputnya kesejahteraan masyarakat.

Atau dengan kata lain semakin besar pajak maka kesejahteraan masyarakat akan semakin besar pula. Lantas mengapa kita semua menjerit dengan kenaikan ini? Ini menandakan lanskap gaungan atas nama kesejahteraan publik melalui pajak tidak kita rasakan.

Pendidikan kian mahal, akses kesehatan menjadi barang luxury, ruang publik seperti perpustakaan umum, ruang terbuka hijau, transportasi umum yang nyaman menjadi barang langka.

Pajak alih-alih digunakan untuk memperbanyak jalur kereta api justru pemerintah memilih memperbanyak jalan tol.  Pada akhirnya kepublikan yang dihasilkan bukan lewat solidaritas, ini hanyalah kepentingan yang berkedok kepublikan (seolah atas nama kepentingan umum) padahal hanya mengenyangkan kepentingan kelompok elit.  Yah misi karakter bangsa hari ini menjadi bagian komoditas bisnis.

Belum lagi garibnya keadilan. Bahkan hierarchy tertinggi hari ini ialah “No viral no justice”, tidakkah ini sangat konyol. Bahkan sesekali saya penasaran apakah orang-orang yang sedang dan pernah sekolah hukum bisa tidur nyenyak dengan pemerkosaan akses keadilan tersebut.

Tentulah kita semua telah kehilangan ‘muka’. Makanya sangat wajar dan normal ketika kita semua mengutuk kenaikan pajak tersebut yang notabenenya tidak lagi mampu  memberikan akses yang sama.  Kita dipunguti terlalu banyak namun hasilnya hanya naik anjing. Iya naik anjing.

***

“Bagaimana jadinya jika perempuan memutuskan tidak melahirkan bayi?”

Jumlah total perempuan di Indonesia menurut BPS ialah 136.384.845, dengan total usia 20-49 tahun sebanyak 43.271.378. Dari total tersebut jumlah perempuan yang menikah hanya sebanyak 4.393.039. Sekaligus ini merupakan persentase pernikahan yang terendah di 10 tahun terakhir.

Tren penurunan pernikahan sebagai reaksi perempuan terhadap ketidakpercayaan  melihat partner hidup, fatherless, konstruksi sosial, mahalnya biaya rumah tangga, besarnya biaya membesarkan anak.

Bahkan dari 4,3 juta pernikahan sebanyak 71 ribu perempuan memilih childfree. Kini negara seperti China, Korea, Jepang mengalami hal yang serupa dan  berupaya keras membujuk perempuan untuk menikah dan memiliki anak dengan menyediakan fasilitas yang sangat baik.

Indonesia mengalami fenomena yang sama meskipun dampaknya akan mulai besar di tahun 2050. Terbukti dengan angka kelahiran semakin menurun. Total Fertility Rate (TFR) tahun 1971 sebanyak 5,61 atau seorang perempuan melahirkan sekitar 5-6 anak selama masa reproduksinya.

Tahun 1990 TFR 3,1 atau seorang perempuan melahirkan tiga anak. Tahun 2023 TFR 2,18 setara seorang perempuan melahirkan 1 atau 2 anak. Dan  tahun 2050 TFR diproyeksikan akan turun menjadi 1,95 anak per perempuan. Negara hari ini belum mampu melihat akibat kekacauan tersebut terbukti dengan kebijakan kian konyol, termasuk menaikkan  pajak 12%.

KB hari ini bukan lagi crot di luar, dengan spiral atau IUD, tapi dengan melihat biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, biaya fun, food, fashion. Bahkan ketika memutuskan hendak menjadikan anak memiliki kualitas yang baik maka bayarannya akan jauh lebih fantastis.

Bayangin membesarkan anak perempuan saja hari ini akan menghabiskan berapa banyak coba? Saya sangat yakin perempuan kelas menengah hari ini setidaknya mengeluarkan biaya skincare perbulan paling sedikit 500 ribu (sebelum pajak 12%, setelah kenaikan akan lebih banyak lagi) belum biaya fashion, belum makan, belum healing, belum ngekafe, dan diantara semua itu paling sial ketika perempuan melek buku karena setidaknya akan mengeluarkan biaya 500-1 juta/bulan dengan tingkat adiksi yang jauh lebih besar.

Hal itu baru introduction, belum tetekbengek yang lain, belum ketika tiba-tiba ada trend labubu, trend fashion lari, fashion gunung, belum trend coklat dubai. Dan jangan berharap perempuan tidak mengikuti trend tersebut ketika perempuan tidak memiliki consciousness yang baik. Dan semua trend-trend tersebut dikenai pajak. Silahkan total sendiri butuh biaya berapa banyak untuk itu semua. Dan sepertinya akan semakin banyak pemuda/i yang enggan mengambil peran tersebut.

Perempuan memutuskan tidak mengambil peran untuk melahirkan anak adalah reaksi rasional terhadap apa yang terjadi. Keputusan tersebut sebagai reaksi setelah melihat akibat-akibat yang terjadi. Keputusan tersebut bukan sentimen belaka. Karena sentimen berupa reaksi dengan mereduksi terlebih dahulu kebenaran sebelum mencari, menetapkan, dan bereaksi terhadap kebenaran tersebut. Sedangkan keputusan perempuan ditetapkan setelah mencari kebenaran hingga sebab akibat yang terjadi.

Fenomena-fenomena demikian yang membuat perempuan enggan melahirkan anak. Jika dahulu apropriasi tubuh perempuan dimulai dari rahim maka, hari ini rahim digunakan untuk kembali merampas dan mengembalikan hak-hak sosial, termasuk hak publik melalui pajak.

 

 

Yusril Mahendra Resmi Terpilih Sebagai Ketua PERPANI Kabupaten Selayar

0
Yusril Mahendra Ketua Perpani Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan

Intens.id, Selayar– Yusril Mahendra resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kabupaten Selayar dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang berlangsung di Gedung Olahraga Selayar.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan atlet panahan, pengurus cabang olahraga, serta para pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Selayar.

Yusril terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan penuh dari mayoritas anggota PERPANI Selayar.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua, Yusril menyampaikan visi dan misinya untuk memajukan olahraga panahan di daerah tersebut.

“Kedepan, kami akan berusaha meningkatkan kualitas atlet panahan Selayar, baik dari segi teknis maupun mental,” ujarnya

Yusril juga berkomitmen untuk mendongkrak berbagai giat untuk mendukung para atlet kedepannya.

“Kami juga akan mengupayakan lebih banyak kompetisi, pelatihan, dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih baik,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet muda, peningkatan fasilitas latihan, dan memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga panahan.

Dalam kepemimpinannya, Yusril berharap dapat menjalin kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan olahraga ini.

“Semoga PERPANI kedepan bisa lebih baik dan mencetak atlet muda yang mampu mengangkat nama Selayar,” tutupnya.

Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) adalah organisasi induk cabang olahraga panahan di Indonesia yang didirikan pada tahun 1953.

Organisasi ini memiliki peran penting dalam pembinaan dan pengembangan olahraga panahan di tingkat nasional maupun daerah.

Sebagai anggota World Archery Federation (WA), PERPANI berkomitmen meningkatkan prestasi panahan Indonesia melalui kompetisi lokal, nasional, hingga internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, PERPANI terus mengembangkan program-program pembinaan, termasuk memperbanyak turnamen panahan, pelatihan bagi pelatih dan wasit, serta pengadaan sarana dan prasarana olahraga.

Dengan adanya kepemimpinan baru di tingkat daerah seperti di Selayar, diharapkan regenerasi atlet panahan semakin meningkat sehingga mampu membawa prestasi di kancah nasional maupun internasional.

Peringatan Dini BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sulsel 18-22 Desember 2024

0
Penampakan Banjir Makassar Sulawesi Selatan

Intens.id, Makassar – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Selatan.

Peringatan ini berlaku mulai tanggal 18 hingga 22 Desember 2024, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Dinamika Atmosfer dan Fenomena Cuaca
Berdasarkan analisis BMKG, fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase La Nina lemah.

Hal ini meningkatkan pembentukan awan di wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan. Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase 5 dan gelombang Kelvin yang aktif di wilayah Sulawesi bagian selatan turut memperbesar peluang hujan lebat.

Tekanan rendah yang terpantau di Australia bagian utara juga memicu pertemuan arus angin (konfluensi), penumpukan massa udara, serta peningkatan kecepatan angin.

Akibatnya, tinggi gelombang laut di beberapa wilayah perairan Sulawesi Selatan diperkirakan meningkat secara signifikan.

Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat akan mengguyur wilayah berikut:
– Kota Parepare
– Kabupaten Barru
– Pangkajene dan Kepulauan
– Kabupaten Maros
– Kota Makassar
– Kabupaten Gowa
– Kabupaten Takalar

Potensi angin kencang juga diprediksi terjadi di Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan.

Peringatan Gelombang Tinggi
Gelombang laut dengan kategori sedang (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di beberapa perairan Sulawesi Selatan, meliputi:
– Selat Makassar bagian selatan
– Perairan Sabalana
– Perairan Barat Kepulauan Selayar
– Laut Flores bagian barat dan timur
– Teluk Bone bagian selatan
– Perairan Bonerate-Kalaotoa

Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.

Gangguan pada transportasi darat, udara, dan laut juga perlu diantisipasi, termasuk keterlambatan jadwal penerbangan dan pelayaran.

Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG serta mengikuti arahan dari instansi terkait.

Langkah mitigasi yang baik sangat penting untuk mengurangi dampak bencana selama periode cuaca ekstrem ini.

Keterangan resmi ini dikeluarkan BMKG dengan nomor B/ME.02.04/121/KBB4/XII/2024 pada 16 Desember 2024 dan diterima tim redaksi.

Mari tetap waspada dan prioritaskan keselamatan bersama!

Teknik Kimia UMI: Menyiapkan Insinyur Kompeten di Era Industri 4.0

0
Teknik Kimia FTI UMI Menyiapkan Insinyur Kompeten

Intens.id, Makassar — Dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan kompeten di era Industri 4.0, Program Studi Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kuliah umum bertema “Strategi dan Inovasi untuk Insinyur Kimia”.

Acara ini berlangsung di Auditorium KH. Muhammad Ramli, Fakultas Teknologi Industri UMI, dengan menghadirkan Ir. H. Nasruddin Made, ST, MM, IPU, General Manager Procurement and Logistic PT. Semen Bosowa Maros, sebagai narasumber utama. Jumat, 14 Desember 2024.

Dalam pemaparannya, Nasruddin Made menyoroti pentingnya kesiapan insinyur kimia untuk menghadapi berbagai tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis energi. Ia menekankan bahwa teknologi harus dimanfaatkan secara strategis guna menciptakan solusi berkelanjutan.

“Pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan limbah ramah lingkungan adalah peluang besar yang hanya bisa diraih jika kita mampu beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang,” ujarnya di hadapan sekitar 200 mahasiswa S1 dan S2 Teknik Kimia.

Acara yang dimoderatori oleh Ir. Gusnawati, ST, MT ini mendapat apresiasi dari Ketua Program Studi Teknik Kimia UMI, Dr. Ir. Rismawati Rasyid, ST, MT, IPM, ASEAN Eng.

Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin diadakan untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait dunia industri.

“Kegiatan ini sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan peluang,” kata Rismawati.

Respon positif juga datang dari mahasiswa. Raehana Ramadhani Masda, mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2023, menyatakan bahwa sesi ini sangat inspiratif.

“Kami termotivasi untuk terus belajar dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Tantangan terbesar sering kali berasal dari diri sendiri, yaitu melawan rasa malas,” ungkapnya.

Kuliah umum ini menjadi jembatan penting untuk membangun sinergi antara dunia akademik dan industri.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan mahasiswa Teknik Kimia UMI tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mentalitas profesional yang dibutuhkan untuk bersaing di era global.

Dari Manyampa Bulukumba Menuju Sepakbola Nasional: Perjuangan Disfan dan Alifta Mewakili Sulsel Terkendala Biaya Pemberangkatan

0

Intens.id, Bulukumba – Dua anak berbakat asal pelosok Manyampa, Kabupaten Bulukumba, Disfan Ramadhan dan Alifta Nugraha, kini membawa harapan besar untuk Sulawesi Selatan.

Siswa kelas 6 SDN No. 19 Manyampa ini bukan hanya dikenal sebagai murid berprestasi, tetapi juga sebagai talenta muda sepak bola yang bersinar.

Nama mereka mencuat hingga ke panggung nasional setelah menerima undangan resmi untuk memperkuat tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Kasta Bantaeng U-12 dalam ajang bergengsi sepak bola nasional, Grassroots Indonesia  yang akan digelar di Stadion Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, pada 20-23 Desember 2024 mendatang.

Namun, langkah besar ini menghadapi kendala serius. Biaya pemberangkatan menjadi tantangan utama yang harus dihadapi Disfan dan Alifta.

Tantangan Biaya dan Harapan Dukungan  

Turnamen ini tidak menyediakan akomodasi bagi para pemain, sehingga kedua anak ini memerlukan dana untuk perjalanan dan pendampingan keluarga.

Alimin, pelatih tim SSB Manyampa U-12, menyampaikan bahwa kesempatan ini sangat langka bagi anak-anak Manyampa untuk unjuk gigi di tingkat nasional.

“Kami sangat berharap ada dukungan dari pemerintah, komunitas, maupun individu yang peduli terhadap pengembangan generasi muda, khususnya dalam olahraga,” ungkap Alimin kepada awak media di Manyampa Bulukumba, Jumat, 13 Desember 2024.

Untuk mewujudkan impian Disfan dan Alifta, tim SSB Manyampa telah membuka donasi melalui rekening resmi yang dikelola langsung oleh Alimin.

“Kami juga telah mengajukan permohonan bantuan kepada masyarakat dan berharap Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba dapat membantu,” sambungnya penuh harap.

Impian Mengharumkan Nama Daerah

Disfan dan Alifta adalah bukti nyata potensi besar anak-anak di pelosok daerah. Keterlibatan mereka di turnamen nasional tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Manyampa, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bulukumba dan Sulawesi Selatan.

“Mereka adalah contoh bahwa dengan dedikasi dan usaha, mimpi besar bisa dicapai. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukung mereka,” ujar Alimin.

Upaya Dukungan

Masyarakat yang ingin berkontribusi untuk mewujudkan mimpi mereka dapat menyalurkan donasi melalui rekening:  BRI 490601016463539 a.n. ALIMIN

Untuk informasi lebih lanjut, pihak tim Manyampa siap memberikan keterangan melalui kontak pelatih SSB Manyampa, Alimin 0852 4277 3024

Dengan dukungan bersama, Disfan dan Alifta dapat berlaga di Jakarta, membawa nama baik Sulawesi Selatan ke panggung nasional, dan menginspirasi generasi muda lainnya.

“Mari bersama kita wujudkan mimpi mereka!”