Beranda blog Halaman 81

Pastikan Keamanan Warga, Polsek Manggala Terjunkan Personil Tinjau Banjir di Wilayah Pemukiman

0
Personil Polsek Manggala Terjun ke Kawasan Pemukiman Memastikan Keamanan Warga yang terdampak-Foto: Ist

Intens.id, Makassar – Curah hujan di Kota Makassar beberapa hari terakhir berada pada intensitas yang cukup tinggi. Mengakibatkan beberapa wilayah terendam air dan masyarakat mulai merasa was-was, sehingga Pihak Polsek Manggala bergerak cepat melakukan pemantauan dengan menerjunkan personilnya ke berbagai wilayahnya untuk memastikan keselamatan warga.

Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, S.H., M.H., M.Si., melalui keterangan tertulis yang diterima awak media, mengungkapkan bahwa banjir di Kelurahan Tamangapa dan Manggala merupakan fenomena berulang saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Pihaknya telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak lebih lanjut.

“Saya telah memerintahkan personel untuk meningkatkan patroli di wilayah rawan banjir, mendata warga yang terdampak, dan memastikan kebutuhan mereka di posko pengungsian terpenuhi. Kami juga aktif berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut,” ujar Kompol Semuel.

Personel Bhabinkamtibmas Polsek Manggala, Polrestabes Makassar, gencar melakukan patroli di wilayah binaan untuk memantau situasi banjir dan genangan air. Upaya ini dilakukan guna mengidentifikasi titik-titik genangan dan dampak luapan air drainase, Rabu (11/12/2024) sore.

Dari hasil patroli dilaporkannya, ditemukan dua kelurahan terdampak, yakni Kelurahan Manggala dan Kelurahan Tamangapa.

Menurut Bhabinkamtibmas Aiptu Alfaisal, S.Sos, genangan air setinggi 10–15 cm terpantau di Jl. Kecaping Raya Blok X, Perumnas Antang.

Akibatnya, akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Beberapa rumah warga juga ikut terendam, sehingga sejumlah warga terpaksa mengungsi ke posko darurat di Masjid Jabal Nur dan Masjid Makkah Al Mukarramah.

“Kami terus memantau situasi di lokasi ini dan membantu warga yang terdampak. Saat ini pengungsi mendapatkan perlindungan sementara di masjid,” ujar Aiptu Alfaisal.

Di Kelurahan Tamangapa, titik banjir teridentifikasi di Kampung Romangtangayya. Ketinggian air mencapai 1 meter, mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Mobilisasi warga sementara ini dilakukan menggunakan sampan atau perahu mesin.

“Meski banjir cukup tinggi, sebagian besar warga belum mengungsi karena sebagian besar rumah di kawasan ini berupa rumah panggung,” jelas Aiptu Muslimin Dg Naba, Bhabinkamtibmas setempat.

Patroli ini bukan hanya bertujuan untuk mengawasi situasi, tetapi juga memberikan laporan terkini kepada instansi terkait, seperti BPBD dan pemerintah setempat, untuk mempercepat respons darurat.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama di wilayah dengan potensi banjir dan genangan tinggi. Kesiapan personel Bhabinkamtibmas serta koordinasi lintas sektor diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana terhadap warga setempat.

Tips Merawat Mobil di Musim Hujan Agar Terhindar dari Korosi

0
Tips Merawat Mobil di Musim Hujan Agar Terhindar dari Korosi-Foto:Ilustrasi/intens.id

Intens.id – Musim hujan menjadi tantangan bagi para pemilik mobil. Air hujan yang mengandung zat asam dan kotoran dapat mempercepat proses korosi atau karat pada kendaraan. Oleh karena itu, perawatan ekstra sangat diperlukan. Berikut adalah beberapa tips penting untuk merawat mobil di musim hujan agar tetap terhindar dari risiko korosi.

1. Cuci Mobil Setelah Terkena Hujan

Air hujan mengandung partikel asam dan polutan yang dapat merusak lapisan cat mobil. Segera cuci mobil setelah terkena hujan untuk menghilangkan sisa air hujan dan kotoran. Gunakan shampo khusus mobil yang tidak merusak cat agar kendaraan tetap terjaga penampilannya.

2. Gunakan Wax atau Sealant

Melapisi bodi mobil dengan wax atau sealant adalah cara efektif untuk melindungi permukaan cat dari air dan kotoran. Lapisan pelindung ini mencegah air hujan langsung bersentuhan dengan cat mobil, sekaligus memberikan efek kilap yang tahan lama.

3. Perhatikan Bagian Kolong Mobil

Kolong mobil adalah bagian yang paling rentan terhadap karat karena sering terkena cipratan air hujan dan lumpur. Bersihkan bagian ini secara berkala menggunakan semprotan air bertekanan tinggi untuk mencegah penumpukan kotoran.

4. Cek dan Rawat Karet Pelindung

Pastikan karet pelindung di sekitar pintu, kaca, dan bagasi dalam kondisi baik. Karet yang rusak atau longgar bisa menyebabkan air masuk ke dalam mobil, meningkatkan kelembapan, dan memicu korosi pada bagian logam dalam kabin.

5. Keringkan Mobil dengan Benar

Setelah mencuci atau terkena hujan, segera keringkan mobil dengan kain microfiber. Jangan biarkan air mengering dengan sendirinya karena dapat meninggalkan noda dan mempercepat proses korosi, terutama pada bagian yang tersembunyi.

6. Aplikasikan Cairan Antikarat

Gunakan cairan antikarat pada bagian bawah mobil, engsel pintu, dan bagian lain yang rentan karat. Produk ini membentuk lapisan pelindung yang efektif melindungi logam dari kelembapan dan oksidasi.

7. Parkir di Tempat yang Aman

Selalu parkir mobil di tempat yang terlindung, seperti garasi atau area beratap, selama musim hujan. Jika tidak memungkinkan, gunakan cover mobil berkualitas untuk melindungi kendaraan dari hujan langsung dan kelembapan.

8. Lakukan Inspeksi Rutin

Periksa bodi mobil secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda awal korosi, seperti bintik-bintik karat atau cat yang mulai mengelupas. Dengan deteksi dini, Anda bisa segera mengambil tindakan perbaikan sebelum masalah bertambah parah.

Merawat mobil di musim hujan membutuhkan perhatian lebih untuk menjaga performa dan estetika kendaraan. Dengan langkah-langkah sederhana ini, Anda dapat mencegah korosi dan memperpanjang umur mobil Anda. Perawatan yang konsisten tidak hanya melindungi kendaraan dari kerusakan tetapi juga menjaga nilai jualnya tetap tinggi.

JK dan Istri Gunakan Hak Pilih di Pilkada Jakarta 2024

0

Intens.id, Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), didampingi istrinya, Mufidah Kalla, hadir di TPS 02 SMA Pangudi Luhur, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2024), untuk memberikan suara pada Pilkada Jakarta 2024. JK dan keluarga, termasuk anak dan cucu, tiba di TPS yang berlokasi di belakang kediamannya sekitar pukul 09.30 WIB.

Dengan didampingi Mufidah Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu berjalan kaki menuju TPS. Setelah memberikan suara, JK menyatakan rasa syukurnya dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada serentak tahun ini.

“Saya bersyukur dapat mencoblos berdasarkan hati nurani. Semoga Pilkada kali ini berlangsung demokratis dan aman,” ujar JK kepada awak media.

Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), JK juga menyampaikan harapannya agar pemimpin Jakarta ke depan dapat menghadirkan keseimbangan pembangunan di seluruh wilayah kota.

Menurut JK, perhatian terhadap daerah kumuh, banjir, dan kemacetan harus menjadi prioritas utama pemimpin yang terpilih.

 

“Misalnya, Kampung Melayu, Tanjung Priok, dan daerah-daerah yang rawan banjir harus dibangun terlebih dahulu. Pemimpin Jakarta harus memastikan semua wilayah mendapat perhatian yang sama,” tegasnya.

Dengan gaya khasnya yang tenang namun tegas, JK berharap pemimpin yang terpilih nanti mampu membawa perubahan positif bagi ibu kota.

Pilkada serentak tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang tidak hanya kompeten tetapi juga berpihak pada rakyat kecil.

Ketua SEMMI Pangkep Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas di Masa Tenang Pilkada 2024

0

Intens.id, Pangkep – Sebagai bagian dari tanggung jawab kita dalam membangun demokrasi yang sehat, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Pangkep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana kondusif selama masa tenang Pilkada.

Ketua Umum SEMMI Cabang Pangkep, Abang Akbar, menegaskan pentingnya memanfaatkan masa tenang ini untuk refleksi dan evaluasi memilih pemimpin yang terbaik bagi daerah kita.

“Masa tenang ini, mari kita manfaatkan sebaik mungkin, menjaga kondusifitas, menahan diri provokasi atau tindakan yang dapat memecah belah masyarakat dan merusak demokrasi,” ujarnya pada hari Senin (25/11/2024).

Akbar juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menahan diri dari penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya serta memastikan Pilkada berjalan secara damai, jujur, dan adil.

“Peran aktif pemuda cukup sentral dalam menjaga integritas demokrasi kita. Jadilah generasi yang hebat, menginspirasi, mengedukasi melalui tindakan nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Akbar menekankan bahwa menjaga ketertiban selama masa tenang bukan hanya tanggung jawab penyelenggara Pemilu, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Kolaborasi antara masyarakat, aparat, pemerintah, dan penyelenggara Pemilu menjadi kunci terciptanya suasana yang kondusif. Di momentum Pilkada 2024 ini, mari tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang dewasa dalam berdemokrasi,” tambah Akbar.

Akbar juga menghimbau kepada seluruh pihak, termasuk para kandidat dan tim sukses, untuk menjaga adab dan menghormati aturan selama masa tenang ini. Hentikan segala bentuk kampanye yang melanggar aturan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dengan melaporkan jika menemukan pelanggaran selama masa tenang.

“Mari bersama-sama kita tunjukkan bahwa masyarakat kabupaten Pangkep mampu menjalankan proses Pilkada dengan damai dan beradab. Kesuksesan Pilkada 2024 ini adalah bentuk kecintaan kita bersama khususnya di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan,”(*)

Pasar Tradisional: Nadi Ekonomi yang Menghidupkan Desa

0

Intens.id – Gemuruh pasar modern dan platform daring (online), pasar tradisional tetap menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat desa.

Kehadiran pasar tradisional bukan sekadar ruang jual beli, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial, budaya, dan ekonomi.

Meski kerap dianggap kuno, pasar tradisional justru memiliki peran strategis dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Bagaimana pasar tradisional ini terus bertahan dan apa saja langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian lokal?

Pasar Tradisional: Lebih dari Sekadar Tempat Transaksi
Pasar tradisional adalah representasi sederhana dari aktivitas ekonomi yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Di pasar-pasar ini, penjual dan pembeli saling bertemu, bertukar barang, dan membangun hubungan sosial. Menurut Hermawan Kartajaya dalam Marketing in Venus (2003), pasar tradisional mencerminkan sistem ekonomi berbasis relasi, di mana kepercayaan dan keterikatan sosial memainkan peran penting dalam keberlangsungannya.

Di banyak desa, pasar tradisional menjadi pusat perekonomian lokal. Petani menjual hasil panennya, pengrajin menawarkan produk kerajinan, dan pedagang kecil menyediakan kebutuhan sehari-hari.

Kehadiran pasar tradisional memungkinkan uang berputar di dalam desa itu sendiri, sehingga meminimalkan ketergantungan pada pihak luar.

Dalam skala yang lebih besar, pasar ini menjadi jembatan yang menghubungkan desa dengan kota melalui rantai distribusi.

Pasar Tradisional sebagai Penggerak Ekonomi Desa
Pasar tradisional bukan hanya memberikan manfaat ekonomi langsung bagi pedagang, tetapi juga menciptakan efek domino yang menggerakkan sektor-sektor lain.

Contohnya, petani yang menjual hasil panennya di pasar lokal mendapatkan pendapatan lebih cepat dibanding menjualnya melalui tengkulak.

Selain itu, pasar tradisional membuka peluang usaha baru, seperti jasa transportasi, pengolahan makanan, atau produksi kerajinan tangan.

Menurut Suparlan dalam bukunya Pasar Tradisional dan Kehidupan Ekonomi Rakyat (1984), pasar tradisional juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan.

Banyak perempuan di desa yang menjadi pedagang kecil, menghasilkan pendapatan untuk mendukung perekonomian keluarga.

Selain itu, kegiatan di pasar ini memungkinkan munculnya solidaritas sosial, di mana para pedagang saling membantu dalam situasi sulit, seperti ketika barang dagangan tidak laku.

Tantangan yang Menghadang Pasar Tradisional
Meski memiliki banyak manfaat, pasar tradisional menghadapi berbagai tantangan. Salah satu yang paling nyata adalah persaingan dengan pasar modern dan minimarket yang kini menjamur hingga ke pelosok desa.

Minimarket menawarkan kenyamanan berbelanja dengan tempat yang bersih, produk yang lengkap, dan sistem pembayaran modern, yang sulit ditandingi oleh pasar tradisional.

Selain itu, infrastruktur yang buruk juga menjadi masalah. Banyak pasar tradisional yang tidak memiliki fasilitas memadai, seperti tempat yang bersih, sanitasi yang layak, atau akses jalan yang baik. Hal ini seringkali membuat pasar tradisional terkesan kumuh dan tidak menarik bagi generasi muda.

Menurut penelitian yang dimuat dalam buku Modernisasi dan Pasar Tradisiona oleh Suroso (2010), masalah manajemen juga menjadi kendala besar.

Pasar tradisional sering kali dikelola secara tradisional pula, tanpa strategi bisnis yang jelas. Tidak ada upaya untuk meningkatkan daya tarik atau memperbaiki sistem distribusi, sehingga pasar ini sulit bersaing dengan pasar modern.

Strategi Menghidupkan Pasar Tradisional
Agar pasar tradisional tetap relevan dan dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi masyarakat desa, diperlukan berbagai langkah strategis. Beberapa langkah yang bisa dilakukan diantaranya:

1. Revitalisasi Infrastruktur
Pasar tradisional harus diperbaiki agar lebih menarik bagi pembeli. Pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki fasilitas pasar, seperti membuat kios yang lebih tertata, menyediakan tempat parkir, dan memperbaiki sanitasi. Dengan pasar yang bersih dan nyaman, pembeli akan lebih tertarik untuk berbelanja di sana.

2. Digitalisasi Pasar Tradisional
Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pasar tradisional. Salah satu contohnya adalah dengan membangun platform daring (online) khusus pasar tradisional.

Platform ini dapat digunakan untuk mempromosikan produk lokal, mencatat transaksi, atau bahkan sebagai sarana pembayaran nontunai.

3. Edukasi Pedagang dan Pembeli
Pedagang di pasar tradisional perlu mendapatkan pelatihan tentang manajemen usaha, strategi pemasaran, dan penggunaan teknologi.

Dengan pengetahuan ini, mereka dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi bisnis. Selain itu, pembeli juga perlu diedukasi untuk lebih menghargai produk lokal dan mendukung ekonomi desa dengan berbelanja di pasar tradisional.

4. Promosi Produk Lokal
Pasar tradisional dapat menjadi sarana untuk mempromosikan produk-produk khas desa, seperti kerajinan tangan, makanan tradisional, atau hasil pertanian organik.

Pemerintah desa dapat mengadakan acara khusus, seperti festival pasar, untuk menarik minat pembeli dari luar desa.

5. Pemberdayaan Kelompok Marginal
Pasar tradisional dapat menjadi alat untuk memberdayakan kelompok marginal, seperti perempuan, pemuda pengangguran, atau lansia.

Dengan memberikan akses modal atau pelatihan, kelompok-kelompok ini dapat terlibat aktif dalam aktivitas ekonomi di pasar.

Peran Pemerintah dan Masyarakat
Keberhasilan pasar tradisional dalam meningkatkan ekonomi desa sangat bergantung pada dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah harus memberikan perhatian khusus, tidak hanya dalam bentuk regulasi, tetapi juga investasi nyata untuk memperbaiki infrastruktur dan mengembangkan kapasitas pedagang.

Di sisi lain, masyarakat desa perlu mengambil peran aktif dengan mendukung pasar tradisional. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti memilih untuk berbelanja di pasar lokal daripada di minimarket atau supermarket.

Selain itu, kelompok masyarakat seperti karang taruna dapat menginisiasi program-program kreatif untuk mendukung pasar tradisional, seperti membuat kampanye pemasaran atau mengadakan kegiatan sosial di sekitar pasar.

Pasar tradisional adalah cerminan kehidupan ekonomi masyarakat desa yang sarat nilai sosial dan budaya. Meski menghadapi berbagai tantangan, pasar ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa jika dikelola dengan baik.

Revitalisasi pasar tradisional tidak hanya membutuhkan perbaikan fisik, tetapi juga perubahan cara pandang masyarakat terhadap pentingnya mendukung ekonomi lokal.

Dengan kerja sama antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, pasar tradisional dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan.

Strategi Digitalisasi untuk Tingkatkan PAD Kabupaten Bulukumba: Kolaborasi Bapenda, Bank Indonesia, dan Bank Sulselbar

0
Strategi Digitalisasi untuk Tingkatkan PAD Kabupaten Bulukumba: Kolaborasi Bapenda, Bank Indonesia, dan Bank Sulselbar-Foto:Ist

Intens.id, Bulukumba – Kabupaten berjuluk Bumi Panrita Kembali kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi digital. Senin, 18 November 2024.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar High Level Meeting Percepatan Digitalisasi Pendapatan di ruang Lemo-Lemo, Gedung Pinisi.

Acara ini menggandeng Bank Indonesia (BI) dan Bank Sulselbar selaku Bank RKUD (Rekening Kas Umum Daerah), dengan fokus utama memperluas kanal pembayaran non-tunai guna mengoptimalkan pengelolaan potensi penerimaan daerah.

Potensi Besar PAD Bulukumba di Era Digital
Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Edy Kristianto, dalam pemaparannya menyoroti potensi besar PAD Kabupaten Bulukumba.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci keberhasilan dalam menggali dan mengelola potensi tersebut.

“Bulukumba memiliki peluang besar dalam meningkatkan PAD. Salah satu langkah strategis adalah memperluas kanal pembayaran secara non-tunai melalui aplikasi seperti QRIS, mobile banking, dan platform e-commerce,” ungkap Edy.

Namun, ia juga mencatat bahwa tingkat adopsi digital di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih rendah.

“Dari data yang kami terima, baru sekitar 50% ASN di Kabupaten Bulukumba yang menggunakan mobile banking Bank Sulselbar,” tambahnya.

Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk mendorong transformasi digital di lingkup pemerintahan.

Inspirasi dari Bapenda Provinsi Sulawesi Selatan
Kepala Bapenda Sulsel, Dr. Reza Faizal Saleh, hadir sebagai narasumber dan membagikan pengalaman sukses pengelolaan pendapatan di tingkat provinsi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target optimalisasi PAD.

“Pemanfaatan kanal pembayaran digital seperti QRIS dan e-commerce terbukti sangat efektif. Bapenda Sulsel bahkan berhasil menjadi juara tiga tahun berturut-turut dalam penilaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah,” ujar Reza dengan penuh semangat.

Reza juga mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik unik yang memerlukan pendekatan adaptif.

“Tidak ada yang sulit selama ada komitmen dan strategi yang tepat. Tinggal bagaimana penerapan ini diadaptasi dengan kebutuhan Kabupaten Bulukumba,” tambahnya.

Langkah Nyata: Pekan ASN Digital
Dalam upaya memacu adopsi digital, pekan lalu, Bapenda bersama Bank Sulselbar menggelar kegiatan Pekan ASN Digital.

Acara ini dirancang untuk mendorong transaksi non-tunai di kalangan ASN, termasuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta transaksi digital lainnya.

Untuk menarik partisipasi, acara tersebut menawarkan hadiah doorprize menarik bagi ASN yang bertransaksi secara digital.

Langkah ini tak hanya mendorong transformasi digital tetapi juga meningkatkan kesadaran akan manfaat transaksi elektronik, baik dari segi efisiensi maupun transparansi.

Mengoptimalkan Digitalisasi untuk Masa Depan Bulukumba
Percepatan digitalisasi pendapatan daerah di Bulukumba menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan era modern.

Dengan dukungan Bank Indonesia, Bank Sulselbar, dan inspirasi dari keberhasilan Bapenda Sulsel, Kabupaten Bulukumba diharapkan mampu meningkatkan PAD secara signifikan.

Kolaborasi dan komitmen lintas sektor akan menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa transformasi digital ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

IMSAK Jakarta Gelar Pelantikan dan Diskusi: Fokus Inovasi dan Produktivitas

0
Pelantikan dan Diskusi Publik Ikatan Mahasiswa Sasak NTB. Ist.
Pelantikan dan Diskusi Publik Ikatan Mahasiswa Sasak NTB. Ist.

Intens.id, Tangerang Selatan – Ikatan Mahasiswa Sasak NTB Jakarta menggelar Pelantikan dan Diskusi Publik dengan tema “Revitalisasi Kepengurusan IMSAK yang Aktif, Inovatif, dan Produktif Menuju IMSAK yang Progresif” pada tanggal 17 November 2024 di Aula Nur Kholis Majid Training Center, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

 

 

Acara pelantikan dan diskusi publik ini dihadiri oleh para dewan pembina dan H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si, yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari daerah pemilihan Pulau Lombok.

Dalam kesempatan tersebut, H. Fauzan Khalid mengatakan, “Uang nomor sekian, yang utama adalah jejaring.” Beliau juga berpesan bahwa mahasiswa harus berpegang teguh pada idealismenya dan tidak boleh tergoyahkan. Mahasiswa harus terus eksis untuk mencari peluang dan mengembangkan potensi diri.

 

 

Nuzulul Akbar, Ketua Umum IMSAK, berharap dengan kehadiran H. Fauzan Khalid sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari daerah pemilihan Pulau Lombok, menjadi langkah yang baik untuk terus semangat dalam menjalankan roda organisasi dengan baik. Harapannya, IMSAK selalu ada dan mampu memberikan wadah bagi teman-teman untuk terus berproses serta mengembangkan minat dan bakat dalam pengemban

Ketua Umum juga melihat berbagai event internasional yang relevan dengan pembahasan IMSAK saat ini, seperti melestarikan dan melestarikan budaya Sasak, serta mampu mensosialisasikan budaya dan wisata Sasak di kancah nasional bahkan internasional untuk menjadi daya tarik bagi para wisatawan mancanegara(*).

PT AHB Kabaena Disinyalir Lakukan Penambangan Ilegal, LSM Lingkar Tambang (FPR, GMPS Sultra) Angkat Suara

0

INTENS.ID, KABAENA – MINGGU,10/11/ 2024, Kelompok Mahasiswa dan Masyarakat Talaga Raya, menduduki beberapa ruas jalan menuju tempat penambangan. Hal ini dilakukan warga terkait lahan yang belum di bayar lunas oleh pihak perusahaan.

“Lahan kami diambil, tapi semua ganti rugi belum terselesaikan dan yang kami dengar justru menguap begitu saja tanpa ada solusi yang jelas,” Ucap Gusnawan selaku pemilik lahan,

Koordinator lapangan GMPS SULTRA Riswan, menambahkan bahwa PT AHB KABAENA sampai saat ini polemik tentang pembebasan lahan masyarakat belum terselesaikan.

“Sementara dalam UU MINERBA No 3 tahun 2020 pasal 1 dan 2 menjelaskan bahwa pihak perusahaan tambang dalam melakukan proses eksplorasi dan eksploitasi wajib menyelesaikan hak atas tanah kepada yang berhak, Namun pada faktanya pihak perusahaan belum menyelesaikan kompensasi pembebasan lahan secara menyeluruh kepada kelompok masyarakat Talaga Raya” Ungkapnya

Tak hanya itu, hal ini ikut di suarakan oleh salah satu Aktivis Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muslim Buton, selaku koordinator lapangan

“Aktivitas pertambangan yang di lakukan oleh PT AHB KABAENA kami sinyalir beroperasi di luar IUP, hal ini jelas sekali bisa kita lihat menggunakan aplikasi Minerba One Maps (Momi),” Ucap Masfandi

Foto lokasi tambang

Kemudian dari itu Mahasiswa serta masyarakat dalam waktu dekat akan melakukan aksi di depan Polda, GAKUM serta KLHK apabila hal ini tidak di tindak lanjuti dengan segera

“Dalam waktu dekat kami memastikan diri akan melakukan aksi di depan Polda serta Kejaksaan tinggi untuk meminta APH segera menindaklanjuti terkait dugaan pelanggaran ini sebagai di atur dalam, UU MINERBA NOMOR 03 TAHUN 2020.pasal 35 dan pasal 158 tentang ketentuan pidana bagi setiap perusahaan yang melakukan penambangan di luar IUP,” Tambahnya

Sampai dengan berita ini dirilis belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan ketika di hubungi via WhatsApp.(*)

Jusuf Kalla Sambut Positif Kehadiran Rumah Sakit Bertaraf Internasional

0
Jusuf Kalla Sambut Positif Kehadiran Rumah Sakit Bertaraf Internasional-foto: Ist

Intens.id, Bali –  Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla atau JK, menyambut positif kehadiran rumah sakit (RS) bertaraf internasional di Indonesia.

JK menilai, hal tersebut bisa memanfaatkan kondisi yang saat ini sedang trend, yakni medical health tourism.

Hal tersebut diungkapkan di sela-sela kegiatan Kongres Kedua World Council of Preventive, Regenerative and Anti-aging Medicine (WOCPM) yang diselenggarakan di Bali.

“Sekarang ini dikenal istilah medical health tourism dan Singapura sangat maju dengan konsep tersebut,” kata JK kepada wartawan di Bali, Minggu, 10 November 2024.

Bali adalah daerah wisata yang paling banyak digandrungi oleh wisatawan baik lokal maupun internasional.

Dengan demikian, konsep health medical tourism sangat cocok dengan Bali.

“Jadi kita datang dengan tujuan untuk memeriksakan soal kondisi kesehatan tapi sambil menikmati keindahan Bali,” kata JK lagi.

Namun demikian, JK mengingatkan beberapa hal yang membuat sebuah rumah sakit bisa maju. Yakni fasilitas yang baik, dokter dan perawat yang baik serta teknologi yang baik.

“Terakhir adalah hospitality atau pelayanan yang profesional,” pungkas JK.

Sementara itu, Bali dipercaya menjadi tuan rumah Dewan Dunia Kedokteran Pencegahan, Regeneratif, dan Anti-penuaan atau World Council of Preventive, Regenerative and Anti-aging Medicine (WOCPM)

WOCPM ke-2 ini merupakan lanjutan pertemuan International Health Conference (15t IHC) tahun lalu., yang juga digelar di Bali.

Agenda kongres WOCPM ke-2 di antaranya mendorong Indonesia menjadi tujuan wisata medis anti-aging serta untuk mendukung kemajuan wisata kesehatan medis di Indonesia.

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Gelar Webinar Mengenalkan Beasiswa Bank Indonesia

0

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar kembali melaksanakan webinar “RANUM” pada Kamis (7/11/2024). Kegiatan yang diselenggarakan melalui zoom meeting tersebut membahas mengenai Beasiswa Bank Indonesia.

Andi Zahrah, selaku narasumber menjelaskan jika tujuan dari Beasiswa Bank Indonesia untuk meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi, indeks pembangunan manusia dan daya saing bangsa.

Selain itu tujuannya lainnya adalah meningkatkan prestasi mahasiswa baik dalam bidang akademik dan non akademik sehingga mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Jadi Beasiswa Bank Indonesia memberikan penerimanya ruang yang besar untuk dapat kreatif, mandiri, produktif serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” jelas Aya, yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Makassar.

Terdapat dua kategori Beasiswa Bank Indonesia yakni unggulan dan reguler. Untuk unggulan sendiri, terang Aya hanya terdapat di Universitas Hasanuddin untuk Sulawesi Selatan. Sedangkan beasiswa reguler sendiri di Sulawesi Selatan terdapat di tiga kampus yakni Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar dan UIN Alauddin Makassar.

“Yang membedakan beasiswa unggulan dan reguler adalah dari segi jumlah pendanaan yang kita dapatkan. Unggulan mendapatkan 18 juta per tahun sedangkan reguler mendapatkan 12 juta per tahunnya,” ujarnya.

Kriteria calon penerima Beasiswa Bank Indonesia. (Sumber: Bank Indonesia)

Aktif Berkegiatan

Beasiswa Bank Indonesia sendiri mensyaratkan penerimanya tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia atau biasa disingkat dengan genBI yaitu komunitas para penerima beasiswanya.

“GenBI adalah komunitas penerima Beasiswa Bank Indonesia yang berfokus dalam peningkatan SDM yang kreatif mandiri dan produktif,” terang Aya.

Salah satu yang membuat Beasiswa Bank Indonesia menarik adalah manfaat langsung yang dirasakan oleh penerimanya melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh genBI. Sehingga menurutnya hal itu membuat kapasitas diri dan kualitas individu semakin meningkat.

“Beasiswa ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya, tetapi memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas,” ujarnya.

Selain itu keaktifan di genBI juga memungkinkan peluang untuk mendapatkan kembali beasiswa di tahun berikutnya. Beasiswa Bank Indonesia sendiri didapatkan per tahun dan bisa mendapatkan diri lagi untuk tahun kedua.

“Setiap kampus dalam setiap 1 periode akan memberikan rekomendasi. Teman-teman dianggap aktif dan memungkinkan akan aktif lagi dalam bergabung di GENBI adalah salah satu penentu untuk bisa diterima tahun berikutnya,” terangnya.

Terakhir, ia mendorong para siswa yang hadir untuk aktif berkontribusi terhadap masyarakat. Melalui kegiatan sosial dapat menumbuhkan jiwa kepedulian dan berdampak nyata.

“Seberapa besar kita peduli dengan lingkungan sekitar akan menjadi pertimbangan dalam mendapatkan Beasiswa Bank Indonesia,” tandasnya.