Beranda blog Halaman 82

Ilham Hidayat: Generasi Muda Soppeng Harus Pilih Pemimpin Berdasarkan Visi, Bukan Popularitas

0

Intens.id, Soppeng – Debat perdana calon bupati dan wakil bupati Soppeng untuk periode 2024-2029 akan digelar pada Jumat, 8 November 2024, di Hotel Novotel Kota Makassar.

Momentum debat ini sangat dinanti oleh masyarakat Soppeng, terutama kalangan pemuda dari berbagai generasi, mulai dari Milenial hingga Generasi Z.

Menurut data KPU Kabupaten Soppeng, pemilih dari kalangan generasi muda mencapai 43%, yaitu sekitar 79.390 dari total 181.890 pemilih.

Alumni Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Makassar, Ilham Hidayat juga turut berkomentar pada momentum Pilkada tersebut. “Ini membuktikan bahwa generasi muda di Bumi Latemmamala sudah semakin melek politik dan sadar akan pentingnya demokrasi. Sebagai pemuda, kita harus menjadi garda terdepan dalam momentum Pilkada serentak ini, yang hanya dilaksanakan sekali dalam lima tahun. Sebagai anak muda, tentu kami tidak hanya melihat soal popularitas, tetapi juga visi dan program yang akan membawa perubahan”. Ujarnya dalam keteranganya pada Kamis, (7/11/2024)

Dalam debat nantinya, seluruh masyarakat Soppeng akan melihat kualitas serta program yang akan menjadi prioritas, visi, dan misi dari setiap calon bupati Soppeng. Apalagi, debat ini akan membahas isu kesejahteraan masyarakat, yang sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Soppeng saat ini, yang menduduki perintkat ke-13 dari 24 kabupaten/kota dengan angka pengangguran tertinggi di Sulawesi Selatan, yaitu sebanyak 4.936 orang.

Angka pengangguran tak luput menjadi sorotan Ilham, berdasarkan data terbaru yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel pada 31 Mei 2024, jumlah pengangguran di Soppeng saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan tiga tahun yang lalu.

“Jumlah pengangguran di Soppeng saat ini lebih tinggi dibandingkan tiga tahun lalu, berdasarkan data terbaru yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel pada 31 Mei 2024” Terang Ilham.

Menariknya, sebagian besar pengangguran di Soppeng didominasi oleh mereka yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi, yakni sebanyak 2.181 orang dari total 4.936 orang pengangguran.

Tantangan sosial dan ekonomi, seperti terbatasnya lapangan kerja dan tingginya tingkat pengangguran, menjadi catatan penting bagi para calon bupati Soppeng untuk lebih fokus pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terakhir, dalam debat nanti, Ilham berharap pasangan calon dapat mengedepankan kepentingan rakyat dengan cara yang bermartabat, tanpa hujatan, ujaran kebencian, isu SARA, politik uang, atau hoaks.(*)

PB SEMMI Mendesak Kapolri Turun Tangan untuk Mangusut Tambang Ilegal Kampung Jawa

0

Intens.id, Jakarta – Eksploitasi tambang batubara ilegal di kawasan Kampung Jawa, Sanga Sanga, terlihat jelas dari tumpukan batubara yang menggunung. Dalam video yang dilaporkan warga, terlihat sebuah alat berat ekskavator sedang beroperasi mengeruk tumpukan batubara yang tampak seperti tebing. Kegiatan ini berlangsung dekat dengan pemukiman warga, menyebabkan keretakan pada beberapa rumah dan menimbulkan longsoran.

Moch Fadhly Rifardi Putra, Ketua Bidang Industri dan Ketenagakerjaan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), menyampaikan bahwa tambang ilegal tersebut berlokasi di lahan milik salah satu perusahaan di Kalimantan Timur yang izinnya telah dicabut. Tambang batubara yang diduga ilegal ini juga telah menimbulkan keresahan di masyarakat sekitar, dan selain melanggar perizinan, kegiatan tersebut juga bertentangan dengan ketentuan dalam PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

“Setelah kami telusuri tambang ilegal itu ternyata Lahan Salah satu perusahaan di Kaltim yang diketahui Izinnya telah di Cabut. Dan Tambang batu bara yang notabennya ilegal dan meresahkan masyarakat sekitar, Tidak hanya Melanggar soal Perizinan PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara” Ujar Fadhly dalam keteranganya pada Selasa, (05/11/2024).

Tambang ilegal tersebut juga diduga telah melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 mengenai indikator ramah lingkungan untuk usaha atau kegiatan penambangan terbuka batubara, yang mengatur bahwa jarak minimal antara tepi galian lubang tambang dengan pemukiman warga adalah 500 meter. Selain itu, kegiatan ini berada di kawasan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah, yang sangat memprihatinkan. Aktivitas tambang ilegal tersebut juga diketahui menyebabkan longsoran, yang jika tidak segera ditangani dengan cepat dan sigap, dapat membahayakan rumah warga dan berisiko menimbulkan korban.

“Tambang tersebut juga Telah Melanggar Aturan  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batubara bahwa jarak minimal tepi galian lubang tambang dengan pemukiman warga adalah 500 meter, dan masuk dalam Kawasan pasilitas Pendidikan dan rumah ibadah, yang sangat menyedihkan dan juga Aktivitas tambang ilegal itu ternyata mengakibatkan Kelonsoran, Ini perlu Tindaki dengan sigap Cepat, agar tiada lagi Rumah warga yang menjadi korban, Jangan sampai ini Akan memakan Korban” tegasnya.

Fadhly juga mempertanyakan peran pemerintah dan aparat kepolisian dalam penegakan hukum, yang dinilai membiarkan eksploitasi ilegal terus berlangsung. Kegiatan ini sangat mengancam pemukiman masyarakat sekitar dan merugikan negara. Kawasan Kampung Jawa, yang merupakan objek vital negara, masih memiliki banyak sumur pompa minyak yang aktif, sehingga eksploitasi tambang ilegal tersebut dapat membahayakan nyawa dan menimbulkan risiko besar. Oleh karena itu, pertambangan ilegal ini perlu dihentikan secara kolektif, dan mereka berkomitmen untuk terus mengawasi hingga penutupan tambang tersebut.

Pernyataan sikap PB SEMMI:

1. Meminta kepada aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam hal ini KAPOLRI, untuk turun tangan dan membentuk tim satgas guna mengusut seluruh eksploitasi tambang ilegal di Kalimantan Timur, khususnya di Sanga Sanga, Kutai Kartanegara.

2. Meminta KAPOLRI untuk mengevaluasi kinerja KAPOLDA Kaltim terkait pembiaran eksploitasi tambang ilegal di Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang merugikan warga dan negara.

3. Meminta KAPOLRI agar lebih intensif dan cepat dalam menangani aktivitas eksploitasi tambang batubara ilegal di Kalimantan Timur yang dapat merugikan masyarakat.

4. Mendesak pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Kaltim maupun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk tidak tinggal diam melihat warganya yang terzolimi akibat maraknya aktivitas tambang ilegal.

5. Mendesak PT Pertamina untuk mengambil sikap tegas terkait kasus eksploitasi tambang batubara ilegal ini, mengingat kawasan Kampung Jawa merupakan objek vital negara yang masih memiliki banyak sumur pompa minyak aktif, yang dapat mengancam nyawa dan menimbulkan risiko berbahaya.

Untuk diketahui, PB SEMMI akan menggelar aksi unjuk rasa apabila hal tersebut tidak ditindak Dengan tegas. (*)

Proyek Konstruksi di SMAN 1 Baubau Dikritik Mahasiswa, Dinilai Abaikan Standar K3 dan Timbulkan Polusi Debu yang Ganggu Masyarakat

0

Intens.id, Baubau – Proyek konstruksi yang tengah berlangsung di area SMAN 1 Baubau mendapat sorotan tajam dari kalangan mahasiswa yang kritis terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mahasiswa menyoroti minimnya kepatuhan terhadap standar K3 pada proyek ini, yang tidak hanya mengabaikan keselamatan pekerja tetapi juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Material konstruksi diangkut tanpa penutup terpal, sehingga debu bertebaran dan mengganggu kenyamanan publik dan sebagainya.

Andi menyatakan keprihatinan atas sikap pengawas lapangan yang dianggap kurang peduli terhadap keselamatan publik, terutama mengingat proyek ini berada di lingkungan pendidikan. Mereka menegaskan bahwa pengawas lapangan harus bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan publik terkhususnya warga yang beraktivitas disekolah. “Proyek di dekat fasilitas pendidikan seharusnya memenuhi standar keamanan tertinggi. Debu dan polusi seperti ini menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi siswa, dan kami menilai pengawas lapangan lalai dalam tanggung jawabnya,” ungkap Andi salah satu perwakilan SATKAR Ulama Indonesia Kota Baubau

Kritik keras juga ditujukan kepada instansi pemerintah dan pihak terkait yang bertanggung jawab dalam pengawasan proyek ini. Andi menilai pengawasan K3 di lapangan tidak berjalan optimal, yang memungkinkan terjadinya pelanggaran seperti ini. Naim dari SATKAR Ulama Indonesia Kota Baubau, mengungkapkan bahwa pihak pengawas seharusnya berperan lebih aktif dalam memantau kepatuhan K3 di setiap proyek konstruksi, terlebih di lokasi yang berdampak langsung pada institusi pendidikan. “Pengawasan yang lemah hanya akan memicu pelanggaran berulang. Perlu ada tindakan tegas bagi yang mengabaikan standar K3,” tegas Naim.

Indikator yang Dapat Digunakan Mengukur Rasionalitas Visi dan Misi Calon Kepala Daerah

0
Indikator yang Dapat Digunakan Mengukur Rasionalitas Visi dan Misi Calon Kepala Daerah-Foto: Ilustrasi/intens.id

Intens.id, Makassar – Pemilihan kepala daerah, visi dan misi menjadi patokan penting yang menunjukkan arah dan kebijakan yang ingin dicapai oleh seorang calon.

Namun, untuk menilai apakah visi misi tersebut rasional atau sekadar janji, kita memerlukan indikator-indikator yang mampu mengukur kesesuaian dan kepraktisan visi misi tersebut.

Rasionalitas dalam visi misi tidak hanya terkait ide yang besar, tetapi juga dengan kejelasan strategi, data yang relevan, dan perencanaan yang terukur.

Berikut beberapa indikator yang bisa digunakan untuk menilai rasionalitas visi dan misi calon kepala daerah beserta keterangan sumber ilmiahnya.

Kesesuaian dengan Kondisi Sosial Ekonomi Wilayah

Visi misi yang rasional harus berlandaskan kondisi sosial ekonomi wilayah. Hal ini mencakup indikator seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, pendidikan, serta infrastruktur daerah.

Calon kepala daerah seharusnya mengacu pada data yang ada untuk memastikan program yang diajukan relevan dan dibutuhkan masyarakat.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Regional Science (2022), penjabaran visi misi yang berbasis data lokal meningkatkan kredibilitas program kerja calon karena program tersebut lebih selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat .

Keterukuran dan Realisasi Target

Indikator lain yang penting adalah keterukuran visi misi melalui target yang jelas dan realistis.

Visi misi yang rasional tidak hanya mencantumkan keinginan besar, tetapi juga mencantumkan indikator keberhasilan yang bisa dievaluasi secara berkala.

Misalnya, jika calon memiliki program peningkatan ekonomi, maka harus ada target angka seperti peningkatan lapangan pekerjaan atau persentase pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.

Menurut penelitian Public Administration Review (2021), indikator keberhasilan yang spesifik akan membantu masyarakat menilai seberapa realistis visi misi tersebut .

Keterlibatan dan Dukungan Pemangku Kepentingan

Calon kepala daerah harus mempertimbangkan dukungan pemangku kepentingan, seperti lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil dalam menyusun visi misi.

Program yang dirancang bersama-sama dengan pemangku kepentingan memiliki peluang lebih tinggi untuk berhasil karena mendapat dukungan sumber daya dan komitmen.

Artikel di Journal of Public Policy (2020) menyatakan bahwa keterlibatan stakeholder dalam penyusunan kebijakan dapat meningkatkan efektivitas implementasi program serta menurunkan risiko penolakan kebijakan .

Strategi Pelaksanaan dan Anggaran yang Jelas

Program yang rasional harus didukung oleh strategi pelaksanaan yang jelas dan anggaran yang realistis.

Banyak calon memiliki visi misi yang ambisius, tetapi tanpa alokasi anggaran dan strategi pelaksanaan yang konkret, program tersebut sulit terealisasi.

Menurut riset dalam Journal of Budgeting and Financial Management (2021), pengalokasian anggaran yang tepat adalah kunci keberhasilan pelaksanaan program pemerintahan, terutama jika program tersebut melibatkan banyak sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur .

Dampak Jangka Panjang dan Keberlanjutan Program

Visi misi yang baik bukan hanya tentang dampak sesaat, tetapi juga keberlanjutan program di masa depan.

Program yang memiliki dampak jangka panjang akan lebih berharga bagi masyarakat daripada program jangka pendek yang sekadar memberikan hasil cepat namun tidak bertahan.

Menurut penelitian di Sustainable Development Journal (2023), calon yang memasukkan aspek keberlanjutan dalam visinya cenderung lebih dipandang positif karena dianggap memiliki pandangan jangka panjang untuk membangun wilayah yang tangguh dan sejahtera .

Menilai visi misi calon kepala daerah memerlukan pendekatan yang objektif dan berbasis indikator-indikator tertentu.

Mulai dari kesesuaian dengan data sosial ekonomi, keterukuran target, dukungan pemangku kepentingan, kejelasan strategi dan anggaran, hingga dampak jangka panjang, semua aspek ini dapat membantu masyarakat dalam menilai apakah visi misi tersebut rasional dan dapat direalisasikan.

Dengan demikian, masyarakat bisa lebih bijak dalam memilih pemimpin yang tidak hanya berjanji tetapi mampu mewujudkan janji tersebut demi kemajuan bersama.

Kebakaran Rumah Warga Diduga Akibat Kelalaian Kompor Menyala

0

Intens.id, Buton – Satu unit rumah di Jalan Syekh Salim Desa lasalimu, Kecamatan Lasalimu Selatan, Buton, dilaporkan kebakaran, jumat (01/11/2024), siang.

Kebakaran tersebut diduga terjadi akibat kompor yang dibiarkan menyala dan tidak diawasi. Api dengan cepat membesar dan melalap sebagian besar bangunan sebelum akhirnya dapat dipadamkan oleh masyarakat setempat .

Menurut keterangan warga sekitar, kejadian bermula ketika pemilik rumah diduga meninggalkan kompor tunggku dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. Beberapa menit kemudian, api mulai menyebar ke bagian dapur dan merambat ke ruangan lain. Kobaran api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 16 : 00 WITA, setelah masyarakat dan pemerintah desa setempat berupaya memadamkan api dengan alat seandanya.

Salah satu korban, Melly, mengatakan bahwa api terlihat dari bagian dapur rumah pada sekitar pukul 13.00 WITA. “Saya melihat asap mengepul dari dapur rumah, dan tak lama kemudian api sudah mulai menjalar, saat itu saya langsung berlari keluar rumah sembari meminta pertolongan warga,” ujar Melly.

Akibat kebakaran ini, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun pemilik rumah mengalami syok ringan dan segera mendapatkan perawatan. (*)

Nobar Debat & Diskusi “Debat Kedua Pilgub Sultra 2024” Berhasil Digelar oleh DPD Pejuang Indonesia Maju (PENEMU) Sulawesi Tenggara

0

Kendari, 1 November 2024 – DPD Pejuang Indonesia Maju (PENEMU) Sulawesi Tenggara sukses mengadakan acara Nobar Debat dan Diskusi “Debat Kedua Pilgub Sultra 2024: Kesejahteraan, Peningkatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur Berkualitas” yang berlangsung di Universe Cafe pada hari Jumat, 1 November 2024. Acara ini dihadiri oleh berbagai panelis dan terbuka untuk umum, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam diskusi politik yang konstruktif.

Acara ini menarik perhatian banyak audiens, dengan penawaran gratis minuman untuk 40 peserta pertama. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang ramah dan inklusif bagi semua yang hadir. Dalam debat tersebut, setiap pasangan calon (paslon) menunjukkan penguasaan materi yang baik; namun, Matin sang Ketua DPD PENEMU Sultra, salah satu panelis, menyoroti bahwa terdapat isu penting yang tidak dibahas dalam debat tersebut. Ia menyatakan, “Secara umum setiap paslon menguasai materi debat, akan tetapi ada satu isu penting yang tidak diangkat yaitu mengenai BRICS. Padahal hal ini berkenaan dengan tema yaitu kesejahteraan.”

Matin menjelaskan lebih lanjut bahwa jika Indonesia resmi bergabung dengan BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa), hal ini dapat membuka peluang investasi baru, memperluas pasar internasional, dan menguatkan ekonomi domestik. Ini tentu saja akan berdampak positif bagi Provinsi Sulawesi Tenggara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Matin menekankan pentingnya memberdayakan masyarakat untuk menjadi pengusaha sebagai langkah strategis dalam mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran. Ia menegaskan bahwa DPD Pejuang Indonesia Maju (PENEMU) Sulawesi Tenggara berkomitmen untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan diadakannya kegiatan ini, DPD PENEMU Sultra berharap agar pemilih muda dapat lebih teredukasi mengenai calon-calon yang akan mereka pilih. Acara ini bukan dimaksudkan untuk memihak salah satu paslon tertentu; melainkan sebagai forum diskusi konstruktif untuk masa depan Sulawesi Tenggara tercinta.

DPD PENEMU Sultra mengajak seluruh masyarakat untuk terus aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi dan mendukung dialog terbuka demi kemajuan daerah.

Workshop Pengembangan Modul Digital di UNM, Dosen Dilatih Rancang Pembelajaran Berbasis Proyek

0
Pembukaan kegiatan workshop pengembangan modul berbasis Project Based/Case Method di Universitas Negeri Makassar. (Foto/Instimewa)

Universitas Negeri Makassar melanjutkan program kerjasama dengan SEAMOLEC. Di bawah Pusat Pengembangan Kurikulum, Pusat Sumber Belajar, Media dan Evaluasi Pembelajaran LP2MP UNM telah dilaksanakan kegiatan Wokshop Pengembangan Modul Digital Berbasis Cased Method / Project Based dengan melibatkan dosen sebanyak 113 peserta di Lt. 13 Menara Phinisi, Universitas Negeri Makassar.

Dosen yang turut serta merupakan utusan perwakilan masing-masing fakultas di Universitas Negeri Makassar. Workshop pengembangan modul itu dibuka pada 29 Oktober 2024 secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Dr. Aslinda, M.Si .

Kegiatan dilanjutkan dengan materi serta praktik hingga 31 Oktober 2024 didampingi Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum, PSB, Media dan Evaluasi Pembelajaran, Dr. Arnidah, S.Pd., M.Si bersama Prof. Dr. Arsad Bahri, M.Si (Ketua LP2MP UNM) dan Hartoto, M.Pd (Koordinator SYAM-OK UNM) mendampingi Tim SEAMOLEC yang kali ini mengutus Mr. Timbul, Mr. Sodikin, Mr. Ali dan Ms. Dania ke Universitas Negeri Makassar.

Wakil Rektor Bidang Akademik dalam sambutannya, menghimbau agar seluruh peserta dapat memanfaatkan peluang yang ada dengan baik dan memaksimalkan untuk merancang modul yang nantinya dapat dipergunakan sebagai acuan belajar mengajar di mata kuliah masing-masing dosen peserta. Selanjutnya dapat menjadi penyambung tongkat estafet untuk meneruskan pengetahuan ini di fakultas masing-masing.

Kapus Kurikulum LP2MP UNM  menambahkan “Sebagaimana anjuran WR1 UNM, Bapak dan Ibu dosen memilih satu mata kuliah yang akan dipilih untuk dikembangkan ke dalam bentuk modul. Memastikan satu RPS dan  SAP yang telah dipersiapkan. Selalu memperhatikan CPMK dengan turunannya yakni Sub-CPMK, hingga Indikator dan Tujuan Pembelajaran pada mata kuliah masing-masing,” terangnya.

“Dengan harapan agar modul lebih spesifik dan komponen yang diperlukan untuk melengkapi isi modul ajar lebih bernilai guna dan selaras, hingga menghasilkan luaran produk Modul Digtital Micro yang sesuai ketentuan dari SEAMOLEC sebagai prasyarat penerbitan sertifikat bagi peserta workshop ini,” tambahnya.

Kegiatan Workshop yang berlangsung luring selama tiga hari ini, dibersamai Tim SEAMOLEC memberikan pengarahan agar produk yang dihasilkan runut, dengan memanfaatkan aplikasi yang telah disediakan, seluruh peserta memiliki tantangan harian oleh narasumber yang perlu dipenuhi.

Diantaranya melakukan submitting RPS/CPMK serta SAP, implementasi  video dan penerapan gamifikasi sebagai upaya produksi modul yang lebih interaktif. Beberapa aplikasi dan software baru juga diperkenalkan oleh Tim SEAMOLEC bagi para Peserta untuk melengkapi komponen isi modul.

“Di luar ekspektasi bahwa peserta yang mengikuti workshop kali ini mencapai jumlah ratusan, harapannya peserta dapat benar-benar mengikuti seluruh rangkaian materi hingga akhir dan memahami dengan baik. Namun meski praktik dilaksanakan selama 3 hari, peserta dapat memaksimalkan produksi modul hingga sepekan kemudian untuk mengupload produk melalui etraining SEAMOLEC. Yang perlu dipastikan juga adalah CPMK yang dipilih ialah topic yang berbasis projek based/ case method,” ungkap Mr. Tim.

Seluruh peserta yang melakukan submitting link produk modul itu tidak serta merta automatis mendapatkan kesempatan diterbitkan sertifikatnya oleh pihak SEAMOLEC, melainkan kepatutan adanya revisi hingga kelayakan penerbitan sertifikat dikirimkan ke email peserta yang produk modulnya telah tervalidasi. Sebab tim SEAMOLEC juga telah mensosialisasikan skoring / poin pemenuhan komponen modul yang telah disepakati bersma para peserta di awal kegiatan workshop pengembangan modul yang berbasis PBL/Case method itu.

Antusiasme dan keseriusan peserta mengikuti kegiatan terlihat hingga hari ketiga, melalui penampilan presentasi produk oleh beberapa dosen. Peserta dan pelaksana dapat tetap melanjutkan diskusi dan komunikasi melalui fasilitas whatsapp group yang disediakan serta fitur konsultasi melalui laman etraining SEAMOLEC.

“Peserta yang berhasil menyelesaikan Draft Modul Digital Micro dan memperoleh sertifikat dari SEAMOLEC, kedepannya tidak menutup kemungkinan akan dilibatkan untuk menjadi fasilitator dalam program pelatihan/workshop Micromodul di Universitas Negeri Makassar,” ungkap Prof. Dr. Arsad selaku Ketua LP2MP UNM yang menutup kegiatan luring Workshop.

PB SEMMI: Eksploitasi Tambang Ilegal di Kampung Jawa Ancaman Kolusi terhadap Objek Vital Negara

0

Intens.id, Kutai Kartanegara – Indonesia kaya akan sumber daya alam, namun eksploitasi yang tidak teratur menyebabkan dampak serius yang merugikan. Salah satunya adalah masalah tambang ilegal di Kalimantan Timur, khususnya di Kelurahan Kampung Jawa dan sekitarnya.

Eksploitasi tambang batubara ilegal di kawasan Kampung Jawa, Sanga Sanga, terlihat jelas dari tumpukan batubara yang menggunung. Dalam video yang dilaporkan warga, terlihat sebuah alat berat ekskavator sedang beroperasi mengeruk tumpukan batubara yang tampak seperti tebing.

Kegiatan ini berlokasi dekat dengan pemukiman warga, yang mengakibatkan keretakan pada beberapa rumah dan menimbulkan keluhan tentang polusi udara.

Menurut informasi dari warga setempat, kawasan konsesi tambang ilegal tersebut dikelola oleh salah satu tokoh masyarakat lokal, CV Muliana Jaya. Tambang ini dinyatakan tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan tidak layak berproduksi karena mempertimbangkan keselamatan warga setempat. Selain itu, izin IOP pertambangan mereka telah berakhir.

Moch Fadhly Rifardi Putra, Ketua Bidang Industri dan Ketenagakerjaan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), mengungkapkan keprihatinan dan berencana mengusut aktivitas tambang ilegal tersebut.

“Setelah kami telusuri tambang ilegal itu ternyata Lahan Salah satu perusahaan di Kaltim yang diketahui Izinnya telah di Cabut. Dan Tambang batu bara yang notabennya ilegal dan meresahkan masyarakat sekitar, Tidak hanya Melanggar soal Perizinan PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Tetapi juga Telah Melanggar Aturan  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batubara bahwa jarak minimal tepi galian lubang tambang dengan pemukiman warga adalah 500 meter, dan masuk dalam Kawasan pasilitas Pendidikan dan rumah ibadah, yang sangat menyedihkan”. Ujar Fadhly.

Fadhly juga mencurigai bahwa terjadi kolusi antara pemerintah dan kepolisian setempat, karena mereka tampak membiarkan eksploitasi ilegal terus berlangsung. Selain itu, perlu dicatat bahwa kawasan Kampung Jawa merupakan objek vital negara, di mana masih terdapat banyak sumur pompa minyak yang aktif, yang menimbulkan risiko berbahaya.

”Kami juga mencurigai adanya Kongkali kong antara Pemerintah dan Kepolisian setempat karna tetap membiarkan hal tersebut terkesan membiarkan hal tersebut. Dan mirisnya area kampung jawa tersebut adalah objek pital negara yang dimana masih banyak sumur pomps minyak yang masih aktif sampai saat ini. Dan ini sangat membahayakan”. Kata Fadly pada haru Kamis, (31/10/2024).

Pertambangan ilegal ini perlu dihentikan secara kolektif, dan mereka berkomitmen untuk terus mengawasi hingga penutupan tambang tersebut.

“oleh sebab itu pertambangan ilegal ini harus di hentikan dengan secara bersama sama, maka Kami akan terus mengawal sampai ditutupnya tambang ilegal tersebut”.(*)

 

Bangkitkan Potensi UMKM Makassar, Jambore 2024 Hadirkan Inovasi dan Peluang Baru

0

Intens.id, Makassar – Dinas Koperasi dan UMKM Makassar, menggelar Jambore UMKM Enterpreneurship 2024, bagi wirausahawan yang ada di Kota Makassar. Kegiatan ini dimulai pada 25 hingga 27 Oktober, yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Makassar.

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar, Andi Arwin Azis, yang membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui inovasi terkini dan penerapan teknologi inovatif.

Andi Arwin menegaskan pentingnya acara ini dalam membantu pelaku UMKM untuk beradaptasi dan berkembang di era digital yang semakin kompetitif.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan kapastitasnya untuk bersaing di pasar yang semakin ketat. Kita ingin semua pelaku UMKM, terutama di Kota Makassar, dapat memanfaatkan inovasi dan teknologi dalam usaha mereka,” ujar Andi Arwin dalam sambutannya, Sabtu (26/10).

Andi Arwin juga mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, khususnya program inkubator UMKM yang telah membimbing pelaku UMKM.

“Inkubator UMKM ini sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas hingga pendapatan dari usaha yang dibina, sehingga mereka dapat berkembang lebih baik,” tambahnya.

Ia berharap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik agar mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang didapatkan.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan langsung dalam usaha mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 222 pelaku UMKM, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM dengan menghadirkan pemateri yang kompeten dan praktisi.

“Dengan kehadiran para pemateri yang ahli di bidangnya, kami berharap peserta dapat mendapatkan wawasan baru yang bermanfaat untuk mengembangkan usaha mereka dan dapat memberikan inspirasi dan pengetahuan yang berharga,” ungkapnya.

Selain itu, kata Rheza, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Makassar.

“Acara ini diharapkan mampu menciptakan peluang baru bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan berinovasi dalam usaha mereka,” jelasnya.

Tambahnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun jaringan antar pelaku UMKM di Kota Makassar agar dapat bersinergi dalam menghadapi tantangan di masa depan.

“Kami ingin menghubungkan para pelaku UMKM sehingga mereka dapat saling berbagi pengalaman dan menjalin relasi yang bermanfaat. Melalui kolaborasi dan sinergi, kami yakin UMKM di Makassar akan semakin kuat dan berdaya saing,” tutupnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Amirai yang juga sebagai ketua panitia mengatakan bahwa peserta yang mengikuti kegiatan ini telah lolos seleksi oleh tim inkubator dan Dinas Koperasi Makassar.

“Sebanyak 222 orang dari pendaftar secara keseluruhan berjumlah 515 orang. Yang ikut sekarang ini adalah peserta yang lolos selesksi. Dari hari Jumat sampai minggu tanggal 27 Oktober,” kata Amirai.

Amirai menyampaikan bahwa pemilihan peserta ini, ada dua kategori, yang pertama merupakan binaan Dinas Koperasi UMKM Kota Makassar, dan Telah memenuhi persyaratan yang dibuat oleh Tim.

“Itu sudah pasti lolos karena mereka sudah punya legalitas sudah punya NIB halal dan lain lain, yang sudah sesuai persyaratan ikut Jambore, yang kedua pelaku usaha yang secara umum kita buatkan link nya untuk ikut serta dalam Jambore ini,” jelasnya.

Amirai mengatakan bahwa semua peserta berasal dari para UMKM dan Usahwan kota Makassar karena menggunakan APBD Pemerintah Kota Makassar.

“Semua dari Makassar, usahawan, memang ada dari daerah ikut mendaftar tapi tidak lolos karena peruntukan untuk pelaku usaha kota Makassar, karena dibiayai oleh APBD kota Makassar,” bebernya.

Jambore UMKM ini digelar dengan berbagai kegiatan berupa workshop, talkshow, Games dan Outbond, serta pelantikan. Selain itu , juga menghadirkan narasumber nasional dan tiga narasumber dari kota Makassar.

“Harapannya semoga yang mengikuti tahun ini mereka bisa lebih inovatif, beriwira usaha baik dan lebih memiliki legalitas bagi yang belum punya legalitas dari usahanya, jadi mereka bisa dengan punya legalitas yang bagus sudah lengkap mereka bisa memasarkan produknya sampai keluar,” pungkasnya.

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Berbagi Pengetahuan Beasiswa Kepada Siswa Melalui Ranum

0

Pendidikan menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia menjadi berkualitas. Di tengah persaingan yang semakin ketat, menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan akademik dan keterampilan.

Melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi adalah langkah dalam meningkatkan kualitas generasi muda. Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk membiayai pendidikan tinggi, salah satunya melalui beasiswa.

Melihat pentingnya hal tersebut, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menggelar webinar RANUM “Rancang Aksi Untuk Masa Depan”. Kegiatan yang digelar pada Kamis (24/10/2024) ini mengangkat tema Tips Lulus Esai Beasiswa Unggulan.

Ummu’ Athiyah Sudirman, narasumber webinar menjelaskan jika beasiswa unggulan merupakan beasiswa yang diberikan oleh negara dengan memberikan kesempatan kepada individu terbaik untuk melanjutkan studi pendidikan tinggi dengan biaya negara.

“Jadi beasiswa unggulan ini salah satu jalan yang bisa kita tempuh untuk berkuliah dengan dibiayai negara,” ujar Ummu, yang merupakan peraih beasiswa unggulan tahun 2021.

Mahasiswa Pendidikan Matematika ICP UNM ini juga menjelaskan beberapa hal yang perlu disiapkan untuk mendapatkan beasiswa. Pertama adalah luruskan niat dan hilangkan keraguan. Lalu kemampuan untuk selalu bertanya serta potensi yang harus terus digali.

“Jangan ragu bertanya, ketika kita bertanya kita mau mencari hal baru dan kita mau menggali informasi. Setiap orang pasti dibekali ilmu pengetahuan dan punya kelebihan masing-masing.,” terangnya.

Selain itu ia juga menekankan untuk merealisasikan setiap upaya untuk mendapatkan beasiswa, bukan hanya sekadar kata-kata.

“Jangan sampai cuma terlalu besar omongannya, tapi ternyata tidak ada dilakukan,” tambah Ummu.

Tips Meraih Beasiswa

Beasiswa Unggulan sendiri memiliki 3 jenis beasiswa yakni masyarakat berprestasi, pegawai Kemendikbud-Ristek dan penyandang disabilitas. Ia menekankan pada jenis beasiswa masyarakat berprestasi.

Dari laman Beasiswa Unggulan sendiri dijelaskan jika beasiswa masyarakat berprestasi adalah beasiswa yang diberikan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang sarjana, magister, dan doktor yang diselenggarakan pada perguruan tinggi dalam negeri atau perguruan tinggi luar negeri.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2020, hingga 2023 tercatat sebanyak 6.384 orang sebagai penerima Beasiswa Unggulan. Jumlah mahasiswa penerima BU yang aktif sendiri sebanyak 4.259 orang.

“Sebanyak 2.275 penerima Beasiswa Unggulan pada jenjang S1/D4 yang aktif di tahun ajaran 2023-2024. Di Sulawesi Selatan sendiri sebanyak 446 penerima beasiswanya,” jelasnya.

Ia juga turut memberikan tips untuk mendapatkan beasiswa. Pertama adalah mempersiapkan kelengkapan berkas dengan baik. Lalu mencari lingkungan yang suportif dan jangan takut bertanya.

“Kita harus menjadi lingkungan yang mendukung kita untuk mendapatkan beasiswa,” tegasnya.

Selain itu penting untuk memperbaiki niat dan meningkatkan kepercayaan diri. Mengembangkan softskill khususnya komunikasi hingga penting adalah untuk berdoa dan meminta restu orang tua.

“Saat akan melamar pekerjaan, yang menjadi pertimbangan adalah pernah mendapatkan beasiswa atau tidak. Ketika kita dapat beasiswa ada cerita tersendiri yang kita punya,” pungkas Ummu.