Beranda blog Halaman 19

Perkuat Sumber Daya Manusia, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar dan Pemkot Makassar Teken MoU

0
Riszky (kedua dari kiri) mewakili SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar pada penyerahan MoU dengan pihak pemerintah Kota Makassar pada Rabu (26/02/2025). (Foto: Istimewa)

Intens.id, Makassar – SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar dan Pemerintah Kota Makassar Teken MoU untuk perkuat sumber daya manusia khususnya dalam bidang kesehatan. MoU tersebut diterbitkan pada Senin (20/01/2025).

MoU yang dibuat ini menjadi dasar hukum bagi kedua pihak dalam melaksanakan kerja sama guna meningkatkan kualitas tugas dan fungsi khususnya bagi pihak sekolah. Adapun ruang lingkungan MoU yang dibuat yakni pengembangan riset dan inovasi melalui pemanfaatan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat untuk pembangunan.

Selain itu terdapat pemberdayaan, pemanfaatan dan penyediaan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan dalam berbagai jenjang dan bidang yang relevan. MoU juga ini berkaitan Praktik Kerja Lapangan bagi peserta didik yang berorientasi pada masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Taufieq, kepala SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menjelaskan jika MoU ini menunjukkan komitmen dari sekolah untuk mewujudkan kualitas pendidikan kesehatan khususnya di sekolah.

“MoU ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk peningkatan kompetensi siswa melalui program magang, pelatihan, serta pertukaran pengetahuan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya MoU yang diteken bersama Pemerintah Kota Makassar sebagai upaya meningkatkan daya saing sekolah. MoU juga ini akan membuka peluang bagi sekolah untuk memperluas wawasan khususnya siswa mengenai perkembangan di bidang kesehatan.

“Selain itu, kerja sama ini menjadi upaya strategis untuk memastikan lulusan SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi,” terangnya.

MoU ini juga menjadi landasan bagi pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi juga soft skills yang dibutuhkan. 

“Dengan adanya sinergi antara sekolah dan mitra kerja sama, diharapkan kualitas pendidikan kesehatan dapat terus meningkat yang harapan kedepannya mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkas Taufieq.

PLN UP2D Makassar Gelar Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan untuk Tingkatkan Kepedulian Siswa di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar

0
Sosialisasi yang dilakukan oleh PLN UP2D Makassar di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar pada Selasa (18/02/2025)

PLN UP2D Makassar rutin melaksanakan Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan, salah satunya Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di lingkungan sekolah SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar yang berlangsung pada Selasa (18/02/2025).

Program edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang potensi risiko listrik dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, terutama di lingkungan sekolah dan rumah serta untuk meminimalkan angka kecelakaan pada masyarakat umum yang diakibatkan oleh jaringan listrik.

Melalui edukasi sejak dini, diharapkan siswa-siswi dapat lebih memahami pentingnya berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan akibat listrik, serta dapat memanfaatkan PLN Mobile untuk melaporkan bahaya listrik.

Sosialisasi ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian PLN terhadap siswa agar terhindar dari bahaya listrik dengan harapan siswa/siswi yang berada di sekitar jaringan listrik aman dan paham mengenai bahaya listrik sehingga kecelakaan akibat listrik dapat dicegah.

Pauline, salah satu siswa yang menjadi peserta mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan. Menururutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi siswa yang selama ini kurang memberikan perhatian terhadap isu kelistrikan.

“Kegiatan Sosialisasi yang diadakan oleh PLN kemarin sangat membantu kami para siswa untuk mengetahui terkait bahaya yang ditimbulkan dari listrik jika terdapat kesalahan,” terangnya.

“Selain edukasi yang diberikan, di akhir sesi kami juga diberi kesempatan mengikuti kuis online yang seru untuk memastikan pemahaman kami terkait edukasi yang diberikan dan tak lupa pihak PLN menyediakan hadiah untuk pemenang kuis sehingga kami bersemangat mengikuti kegiatan,” tambah Pauline, yang juga merupakan Ketua Osis SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar.

PLN UP2D Makassar, berkomitmen untuk terus menggiatkan kegiatan Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan di berbagai sekolah,komunitas, Instansi Pemerintahan, Desa/Kelurahan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Gelar Sosialisasi Deep Learning

0
Sabirin menjelaskan mengenai pembelajaran mendalam pada Kamis (20/02/2025). (Foto: SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar)

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menggelar sosialisasi pembelajaran mendalam (deep learning) pada Kamis (20/02/2025). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para guru untuk mengintegrasikan deep learning ke dalam proses pembelajaran.

Taufieq, kepala SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar dalam sambutannya menekankan pentingnya untuk terus melakukan inovasi dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan yang ada di sekolah.

“Kami harap adanya inovasi yang bisa dilakukan agar dapat membantu masyarakat untuk menemukan lapangan kerja khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar sendiri saat ini membina tiga program keahlian yakni keperawatan, farmasi klinik dan komunitas serta teknologi laboratorium medik.

“Khusus program keahlian keperawatan ditambahkan penambahan skill yaitu keperawatan kebidanan untuk menjawab tantangan kebutuhan pekerjaan di bidang kesehatan sekarang ini,” jelas Taufieq kepada pengawas pendamping, Drs. Sabirin, M.M.

Inovasi yang terus tumbuh

Drs. Sabirin, narasumber kegiatan tersebut menjelaskan jika saat ini perkembangan dunia yang semakin pesat harus diikuti oleh pembelajaran di sekolah. Ia menilai jika pendidikan bermutu harus melihat perkembangan teknologi yang diintegrasikan ke dalam metode pengajaran.

“Masa depan pendidikan di Indonesia sangat sulit diprediksi. Sehingga pembelajaran mendalam hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan pendidikan bermutu untuk semua,” terangnya.

Kegiatan sosialisasi pembelajaran mendalam yang diselengkaran oleh SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar pada Kamis (20/02/2025). (Foto: Istimewa)

Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan tingkat literasi di Indonesia masih rendah. Indonesia sendiri berada pada peringkat ke-74 dengan tiga indikator utama yakni membaca, matematika, dan sains.

Data tersebut kata dia menunjukkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami, menganalisis dan merefleksikan pengetahuan yang didapatkan secara efektif.

“Tentu ini menjadi perhatian serius bagi pendidikan kita hari ini. Pembelajaran mendalam ingin mengatasi tantangan dan hambatan itu agar siswa mendapatkan pengetahuan yang bermakna,” jelasnya.

Dalam paparannya ia menjelaskan jika pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olahraga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.

“Betapa pentingnya pengalaman belajar yang diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran mendalam akan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah,” pungkasnya.

Luwu Utara : Antara potensi besar dan Realistas kemiskinan

0

Intens.id Pesimisme terhadap kondisi Luwu Utara telah menjadi hal yang lazim di kalangan masyarakat. Faktanya, pada tahun 2024, kabupaten ini masih menyandang predikat sebagai daerah termiskin di Provinsi Sulawesi Selatan. Keadaan ini tentu menjadi kegelisahan bagi setiap masyarakat yang peduli terhadap kemajuan daerah. Padahal, Luwu Utara memiliki berbagai potensi yang seharusnya mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor pertanian.

Berbagai hasil pertanian, seperti padi dan kakao, telah menjadi komoditas unggulan. Bahkan, sejak tahun 2020, Luwu Utara tercatat sebagai pemasok durian terbesar di Sulawesi Selatan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, dengan segala potensi tersebut, mengapa Luwu Utara masih masuk dalam kategori daerah tertinggal?

Menjelang pelantikan kepala daerah baru, pertanyaan besar muncul di kalangan masyarakat: Apakah Andi Rahim dan wakilnya mampu membangkitkan Luwu Utara dari keterpurukan? Pasalnya, kabupaten ini meninggalkan banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan demi menciptakan efisiensi kebijakan yang baik untuk mencapai kemakmuran. Harapan besar kini bertumpu pada kepemimpinan mereka, karena setiap kebijakan yang diambil akan menentukan arah masa depan daerah ini.

Sebagai pemuda yang peduli terhadap pembangunan daerah, Olgar mengucapkan selamat atas pelantikan Opu Andi Rahim dan Jumail Mappile sebagai Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara. Jika melihat latar belakang mereka, kombinasi ini dinilai cukup mumpuni. Andi Rahim memiliki pengalaman sebagai pengusaha dan politisi, sementara Jumail Mappile, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, memiliki pengalaman di bidang pemerintahan. Dengan kolaborasi ini, masyarakat berharap kepemimpinan mereka mampu membawa perubahan nyata bagi Luwu Utara dalam satu periode ke depan.

Secara geografis, Sulawesi Selatan memiliki posisi yang strategis dalam perputaran ekonomi. Luwu Utara, sebagai daerah yang berada di tengah poros lintas provinsi, seharusnya bisa memanfaatkan letaknya sebagai faktor pendukung pembangunan. Namun, potensi ini belum mendapatkan perhatian yang maksimal.

Salah satu permasalahan utama di Luwu Utara adalah minimnya perhatian terhadap pemberdayaan pemuda. Data tahun 2019 menunjukkan bahwa sekitar 65,25% lulusan S1 dan 2,92% lulusan S2 berasal dari kabupaten ini. Angka tersebut seharusnya menjadi modal besar dalam menyerap ilmu pengetahuan demi kemajuan daerah. Sayangnya, hingga kini, belum ada kebijakan konkret yang mendukung pemanfaatan SDM secara optimal.

Selain itu, ada dosa besar yang ditinggalkan oleh pemimpin terdahulu, yakni lemahnya perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia. Salah satu contohnya adalah perpustakaan daerah yang hingga kini belum menjadi prioritas. Padahal, kemajuan suatu daerah bergantung pada tingkat kualitas SDM-nya. Jika perpustakaan sebagai pusat literasi dan pengetahuan saja tidak mendapatkan perhatian, bagaimana mungkin masyarakat bisa berkembang dan bersaing?

Tak hanya itu, fasilitas penunjang bakat anak-anak di Luwu Utara juga nyaris tidak tersedia. Gedung Olahraga (GOR) yang ada saat ini hanya menjadi bangunan yang terbengkalai dan tidak diberdayakan dengan baik. Padahal, sarana olahraga dan kreativitas sangat penting untuk membangun generasi muda yang produktif dan kompetitif.

Membangun daerah bukanlah tugas yang mudah, begitu pula dalam meyakinkan seluruh masyarakat akan kebijakan yang diambil. Seperti dalam teori kebijakan, tidak semua keputusan akan diterima oleh semua pihak. Oleh karena itu, peran para unsur pembantu bupati dalam mengelola kebijakan sangatlah penting. Selain itu, transparansi dalam pelayanan publik sangat dibutuhkan. Pemerintah daerah harus membuka ruang diskusi bagi para intelektual agar dapat menyerap gagasan yang konstruktif demi kemajuan daerah.

Kini, harapan masyarakat terletak di tangan Bupati dan Wakil Bupati yang baru, Andi Rahim dan Jumail Mappile. Semoga mereka mampu membawa Luwu Utara keluar dari keterpurukan dan menuju kemakmuran. Sekali lagi, selamat atas pelantikan mereka, semoga kepemimpinan mereka dapat memberikan perubahan nyata bagi Luwu Utara.(*)

FPK Desak Kementerian ESDM Cabut Izin PT. Diamond Alfa Propertindo, Aksi Parlemen Jalanan di Jakarta

0

Intens.id, jakarta 18 Februari 2025 FPK front pemerhati kebijakan sultra- jakarta
Koalisi yang terdiri dari beberapa perwakilan mahasiswa sultra di beberapa kampus dan universitas di jakarta.

Mereka akan melakukan aksi terkait persoalan tambang batu gamping di buton Tengah yang berada di desa watorumbe dan watorumbe bata. Salah satu poin penting yang di berikan oleh FPK yaitu mendesak kementrian ESDM untuk mencabut Izin usaha pertambangan (IUP) PT Diamond Alfa propertindo

Kami bersama kawan- kawan disini menyatukan gagasan dan menyatakan sikap akan segera bergerak untuk mendesak kementrian ESDM agar segera mencabut izin usaha pertambangan ( IUP) PT. Diamond Alfa Propertindo sebab memiliki permasalahan pengrusakan lingkungan yang berdampak kepada masyarakat yang berdomisili di wilayah IUP yakni di kecamatan Buton tengah, desa watorumbe dan watorumbe bata. Ujar Fandri selaku kordinator FPK beserta kawan- kawan dalam pernyataan sikapnya

Dalam pendapatnya fandri menambahkan kami prihatin atas apa yang di lakukan oleh PT. Diamond Alfa Propertindo, karena semakin besar dampak kerusakan lingkungan. Akibatnya banyak dampak yang di alami oleh masayarakat setempat, berbagai macam dampak diantaranya:

  • Pertama, penambangan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti perubahan betuk lahan dan pencemaran air.
  • Kedua, aktifitas penambangan dapat menyebabkan pencemaran udara oleh debu dan gas berbahaya
  • Ketiga, penambangan dapat menganggu kehidupan liar dan habitatnya.
  • Keempat, penambangan yang tidak terkendali dapat menyebabkan pengurasan sumber daya alam.
  • Kelima, pencemaran udara dan air dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar.
  • Keenam, penambangan dapat menyebabkan konflik sosial antara masyarakat dan perusahaan
  • Ketujuh, dilokasi penambangan batu gamping banyak memiliki situs budaya.

FPK dalam pernyataan rilisnya aksinya mendesak kementrian ESDM untuk segera mencabut Izin usaha pertambangan ( IUP)

Tuntutannya dalam pernyatan rilisnya tersebut, mendesak kementrian ESDM cabut izin pertambangan dan memberikan sanksi serius kepada PT Diamond Alfa Propertindo.
Kedua, meminta kementrian lingkungan hidup dan kehutanan agar mendesak dinas lingkungan hidup dan kehutanan provinsi Sulawesi Tenggara ( sultra ) Untuk melakukan study kelayakan lingkungan di kabupaten buton Tengah.

Dalam penutupanya fandri mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk bersatu dalam Parlemen jalanan (Aksi) gerakan ini

Seabagai bentuk perlawanan terhadap pemerintah dan para penambang di Sulawesi Tenggara ( SULTRA) yang tak berpihak pada masyarakat, maka kami akan akan menggelar aksi pada Rabu, 21 Februari 2025. Dalam menjalankan ritme pergerakan kami akan trun aksi kejalan dan menduduki kantor kementrian ESDM agar mencabut izin usaha pertambangan (IUP) PT. Diamond Alfa Propertindo.(*)

Buton : Warisan yang terlupakan

0

Intens.id Dalam panggung sejarah Nusantara, Buton bukan sekadar sebuah entitas geografis, melainkan episentrum peradaban yang menyimpan jejak intelektual luar biasa. Kesultanan Buton, dengan sistem politik dan sosialnya yang kompleks, mencerminkan satu bentuk kedaulatan berbasis pengetahuan yang lahir dari interaksi antara tradisi lokal, Islam, dan pengaruh global. Sayangnya, warisan ini semakin terpinggirkan dalam narasi besar historiografi nasional yang cenderung berpusat pada kerajaan-kerajaan dominan di Jawa dan Sumatra.

Epistemologi Buton: Dialektika antara Lokalitas dan Universalitas

Salah satu konsep paling progresif dalam pemikiran Buton adalah Martabat Tujuh, sebuah sistem pemerintahan yang melampaui feodalisme konvensional. Ini bukan sekadar struktur hierarkis, tetapi sebuah epistemologi politik yang menjembatani spiritualitas, rasionalitas, dan kolektivitas. Dalam kerangka ini, kekuasaan tidak berpusat pada individu, melainkan pada prinsip-prinsip moral dan intelektual yang harus dijalankan oleh pemimpin.

Jika dikaji dalam perspektif filsafat politik, Martabat Tujuh merepresentasikan hibridisasi antara Islam, adat lokal, dan rasionalitas politik yang telah berkembang sebelum kolonialisme Eropa memperkenalkan konsep negara modern. Buton telah membangun gagasan kedaulatannya sendiri, jauh sebelum demokrasi Barat menjadi standar universal.

Namun, bagaimana mungkin epistemologi sekaya ini tidak mendapat tempat dalam diskursus intelektual pemuda Buton? Mengapa pemuda hari ini lebih mengenal gagasan Locke, Rousseau, atau Montesquieu, tetapi tidak pernah diajak untuk memahami bagaimana Buton telah merumuskan konsep kedaulatannya sendiri?

Ketika modernisasi sering diartikan sebagai imitasi terhadap model luar, Buton justru telah lama membangun modernitasnya sendiri. Sayangnya, dalam pusaran globalisasi yang semakin mendikte arah kebudayaan, masyarakat Buton sendiri tampak menjauh dari warisannya. Padahal, dalam era di mana diskursus tentang decolonization of knowledge semakin relevan, Buton seharusnya menjadi salah satu model dalam membangun paradigma keilmuan berbasis kearifan lokal.

Krisis Identitas Pemuda: Ketidaksadaran akan Warisan Intelektual

Pemuda adalah aktor utama dalam membentuk arah peradaban. Namun, tanpa kesadaran epistemik terhadap akar intelektualnya, mereka hanya akan menjadi subjek dari sistem yang diciptakan oleh orang lain. Modernitas bukanlah tentang meninggalkan tradisi, melainkan tentang bagaimana mengkontekstualisasikan warisan intelektual dalam realitas kontemporer.

Kebangkitan intelektual tidak terjadi dengan sendirinya. Warisan yang tidak dipelajari adalah peradaban yang perlahan mati. Buton bukan hanya sejarah yang tertulis dalam arsip, melainkan sebuah narasi yang menunggu untuk diartikulasikan ulang oleh generasi yang sadar akan tanggung jawabnya.

Sejarah tidak menunggu. Entah kita menulisnya, atau kita akan dihapus darinya. Tulisan ini saya tutup bersama secangkir kopi dan sebatang rokok di tangan kiri saya.(*)

FKSMI lakukan Parlemen Jalanan; Beri Rapor Merah 100 Hari kerja Prabowo-Gibran pada Institusi Polri

0

Intens.id, Kendari- Front Koalisi Serikat Mahasiswa Indonesia (FKSMI) melakukan Aksi Rapor Merah KAPOLRI yang di hadiri oleh perwakilan kampus – kampus pada Senin, 10/02/2025.

Koalisi yang terdiri dari perwakilan mahasiswa yang berasal dari kampus Institut STIAMI, Universitas Esa Unggul, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, STEBANK, Universitas Negeri Jakarta, Universitas MH Thamrin, Universitas Krisnadwipayana,Uhamka, dan Universitas Dharma Persada.

Mereka akan melakukan aksi sebagai bentuk menyikapi dalam 100 hari pertama pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Salah satu poin penting yang diberikan oleh FKSMI yaitu pemberian Rapor Merah kepada Listyo Sigit Prabowo selaku Kepala institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (KAPOLRI) yang memiliki banyak permasalahan selama seratus hari kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Rafi selaku koordinator FKSMI mengatakan mereka berkumpul untuk menyatakan sikap.

“Kami bersama kawan-kawan berkumpul disini untuk menyatukan ide dan menyatakan sikap akan segera bergerak untuk menuntut Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia saat ini Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka segera mencopot Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya serta segera melakukan reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kami memberikan RAPOR MERAH kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebab berbagai permasalahan yang ada dalam institusi POLRI selama masa jabatannya” tuturnya.

Dalam pendapatnya Rafi menambahkan kami memberikan RAPOR MERAH kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo, karena semakin bergesernya citra Institusi Polri dalam kacamata masyarakat, mereka (Polri) sendiri lupa akan entitasnya di Indonesia sebagai Lembaga Penegak Hukum.

“Akibatnya, banyak permasalahan didalam Polri sendiri, berbagai macam permasalahan diantaranya: pertama, Transparansi dan akuntabilitas anggaran Polri masih dipertanyakan. Dana yang dialokasikan untuk pengadaan barang, pembangunan infrastruktur, serta program-program keamanan yang masih menyisakan banyak kejanggalan. Dugaan penyalahgunaan anggaran dan potensi kebocoran dana operasional, termasuk dalam pengadaan alat dan proyek strategis Polri,” sambungnya.

Kedua, lanjut Rafi, terkait berbagai kasus dugaan kekerasan berlebihan oleh aparat, lemahnya mekanisme pengawasan internal, dan kurangnya tindakan tegas terhadap pelanggaran etik anggota kepolisian.

“Ketiga, kasus-kasus besar yang melibatkan anggota kepolisian tidak atau belum ditangani dengan transparan dan akuntabel,” tambahnya.

FKSMI dalam pernyataan rilis aksinya menyatakan mendesak Presiden untuk segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo karena gagal membawa citra Intitusi Polri menjadi institusi yang profesional, transparan, dan dipercaya publik. Serta menuntut untuk segera dilakukannya audit investigasi dan publikasi laporan keuangan atau penggunaan anggaran yang digunakan oleh instansi POLRI.

Tuntutannya dalam pernyataan rilis tersebut; Pertama, Mendesak pemerintah Prabowo-Gibran untuk mengimplementasikan reformasi total kepolisian, dengan memberikan perhatian serius pada peningkatan transparansi, penguatan kode etik, serta peningkatan kualitas SDM dalam kepolisian untuk mewujudkan institusi yang lebih profesional, modern, dan manusiawi.

Kedua, Evaluasi terhadap kinerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang tidak mampu menyelesaikan masalah utama terkait keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum. Menuntut agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo diberhentikan atau dicopot karena dianggap gagal dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, merespons dengan cepat insiden kekerasan, serta tidak transparan dalam penanganan kasus-kasus besar.

Ketiga, Kami mendesak Prabowo dan Gibran, memberikan rapor merah terhadap kinerja kepolisian pada 100 hari kerja pertama pemerintahan mereka, sebagai bentuk evaluasi terhadap aparat penegak hukum yang gagal dalam banyak aspek.

Dalam penutupnya Rafi mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk bersatu dalam membersamai parlemen jalanan (aksi) dan gerakan ini.

“Sebagai bentuk perlawanan terhadap kegagalan dalam menjalankan reformasi pada aparat kepolisian dan penegakan hukum yang tak berpihak pada rakyat, maka kami akan menggelar Aksi pada Kamis, 13 Februari 2025. Dalam menjalankan ritme pergerakan kami akan turun aksi ke jalan dan mengepung Istana Negara RI agar segera mencopot Listyo Sigit Prabowo dan melakukan reformasi di tubuh instansi POLRI,” tutupnya.

Mahasiswa Akan Gelar Aksi Terkait Dugaan Bongkar Muat Ilegal di Pelabuhan Lasalimu

0
Mahasiswa Akan Gelar Aksi Terkait Dugaan Bongkar Muat Ilegal di Pelabuhan Lasalimu

Intens.id, Buton – Sejumlah mahasiswa Kabupaten Buton berencana menggelar aksi unjuk rasa terkait dugaan aktivitas bongkar muat ilegal di Pelabuhan Lasalimu Selatan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kurangnya transparansi dan dugaan penyalahgunaan wewenang yang melibatkan Dinas Perhubungan setempat. Senin 10 Februari 2025.

Para mahasiswa menuntut klarifikasi dari pihak berwenang serta meminta agar investigasi segera dilakukan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kitap Undang – Undang Hukum pidana jelas mengatakan pada Pasal 263, 374, 55 & 56 secara tersirat jelas mengatakan bahwa Jika terdapat pemalsuan dokumen izin bongkar muat, pelaku dapat dipidana & Pihak yang turut membantu atau memfasilitasi kegiatan ilegal juga dapat dikenai pidana yang sama dengan pelaku utama.

Serta tidak hanya itu dalam undang – undang Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran Pasal 307: Setiap orang yang melakukan kegiatan kepelabuhanan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda maksimal Rp600 juta

Mereka juga mendesak agar regulasi kepelabuhanan ditegakkan dengan ketat demi mencegah potensi pelanggaran yang dapat merugikan daerah.

“Berdasarkan dugaan surat edaran persetujuan rute kapal dimna jelas didalamnya kapal Sentosa Jaya SBS tertanggal 9 Februari memiliki rute pelabuhan Bau – Bau namun anehnya kapal tersebut malah sandar di pelabuhan lasalimu selatan, tentu hal ini menjadi pertanyaan bagi kita secara bersama.” ujar Iwan selaku Jendral lapangan.

Salah satu perwakilan mahasiswa menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk menuntut keadilan dan memastikan bahwa aturan yang berlaku ditegakkan tanpa pengecualian.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada praktik ilegal yang dibiarkan begitu saja. Pelabuhan adalah aset penting bagi daerah, dan kami tidak ingin ada kepentingan tertentu yang merugikan masyarakat,” Ujarnya.

Rencananya, aksi ini akan digelar dalam beberapa hari ke depan dengan titik kumpul di sekitar kantor Dinas Perhubungan perhubungan Provinsi – Kejaksaan Tinggi & Polda Sultra. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai rencana aksi tersebut.

Berbagi Seni Mengelola Emosi Bersama Psikolog dalam Diskusi RANUM SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar

0

Intens.id, Makassar – Masa remaja menjadi salah satu tahapan perkembangan yang penuh dinamika. Remaja sebagai individu yang tumbuh dan berkembang memiliki semangat dan keinginan yang tinggi dan meluap-luap sehingga terkadang mengakibatkan masalah emosi

Masalah emosi pada remaja merupakan hal yang sering didapatkan. Namun beberapa masalah emosi dapat menyebabkan dampak buruk, seperti gangguan pola komunikasi dengan keluarga dan teman sebaya, penurunan prestasi di sekolah hingga tindak kenakalan.

Nurul Awaliah Arwing, psikolog klinis dalam kegiatan RANUM SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menjelaskan jika pergolakan emosi yang labil pada remaja dikarenakan memasuki fase transisi. Menurutnya, fase transisi tersebut memiliki ciri khas berupa egosentrisme.

“Egosentrisme itu ketika kita merasa bahwa kita yang paling tau diri sendiri dan orang lain tidak tahu. Tapi dari sini muncul ketertarikan orang lain untuk mencari tahu diri kita sehingga hal tersebut terkadang terjadi ketidakstabilan emosi,” ujarnya dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (6/02/2025).

Ia menjelaskan jika masa remaja menjadi masa penuh badai karena menghadapi berbagai perubahan dalam dirinya yang berdampak pada kehidupan sehari-hari, menyangkut fisik, psikologis dan sosial.

“Remaja juga sudah mulai berpikir lebih logis dan idealis, tetapi seringkali memiliki harapan yang tidak realistis,” jelasnya.

“Jadi remaja ketika mengalami masalah, harus ada usaha untuk menjadi pribadi lebih baik untuk bisa menyelesaikan masalahnya,” tambah Nurul, yang juga merupakan psikolog di Yayasan Asa Timur Indonesia.

Cara Mengelola Emosi

Tanpa kemampuan mengelola emosi yang baik, remaja berisiko mengalami stres berlebih, konflik interpersonal, bahkan gangguan kesehatan mental. Sehingga penting bagi remaja untuk mengelola emosinya menjadi sebuah keterampilan.

Nurul juga memberikan beberapa tips dalam mengelola emosi secara tepat pada usia remaja. Ia menekankan perlunya mengubah pola pikir menjadi lebih positif.

“Kita mengubah pikiran negatif menjadi lebih positif. Kita harus mengakui perasaan kita. Kebiasaan berpikir positif akan mengarahkan kita ke hal positif juga,” ujar Nurul.

“Ciri remaja yang baik adalah ketika mampu menahan emosinya tidak meledak. Ketika ada masalah dia mampu tahu mengetahui emosinya. Emosinya disalurkan ke hal-hal yang positif,” tambahnya.

Selain itu ia mendorong kepada remaja untuk membicarakan masalahnya kepada orang yang dipercaya seperti orang tua, sahabat, guru atau guru BK.

“Jadi remaja ketika mengalami masalah, harus ada usaha untuk menjadi pribadi lebih baik untuk bisa menyelesaikan masalahnya,” terangnya.

Dengan memahami dan mengendalikan emosi, remaja mampu menghadapi berbagai situasi dengan tenang, membangun kesejahteraan psikologis yang lebih baik hingga hubungan sosial yang meningkat.

“Untuk para remaja kita harus paham, masa remaja sesuatu yang indah dan menyenangkan dan penuh tantangan. Masa ini tidak bisa diulang, harus diisi dengan sesuatu yang bermanfaat,” pungkas Nurul.

Asosiasi Mahasiswa Radikal Sulawesi Tenggara Resmi Melaporkan PT. Hoffmen Energi Perkasa dan CV. Ilyas Karya ke Polda Sultra

0

Intens.id, Kendari – Asosiasi Mahasiswa Radikal Sulawesi Tenggara Resmi Melaporkan PT. Hoffmen Energi Perkasa dan CV. Ilyas Karya ke Polda Sultra, laporan tersebut diajukan setelah mahasiswa yang tergabung dalam Asosiasi Mahasiswa Radikal Sulawesi Tenggara, mendapati adanya pertambangan yang belum membayar Iuran PNPN ke negera.

Denil selaku jendral lapangan, menyatakan bahwa kegiatan pertambangan batuan yang berlokasi di moramo utara ini tidak bisa dibiarkan berlanjut, mengingat memberikan dampak negatif yang merugikaan keuangan negara yang lebih besar.

Dalam laporan yang disampaikan ke Dirkrimsus Polda Sultra, Kendari, Kamis 5 Februari itu, Asosiasi Mahasiswa Radikal Sulawesi Tenggara meminta Polda Sultra menelusuri dugaan adanya beberapa Aktivitas pertambangan yang disinyalir Oleh PT. Hoffmen Energi Perkasa dan CV. Ilyas Karya belum memenuhi kewajibannya dalam hal ini belum membayar iuran PNPB.

Secara kelembagaan kami mempunyai data tersebut dan setelah kami kaji lebih jauh benar bahwa ada dugaan PT. Hoffmen Energi Perkasa dan CV. Ilyas Karya belum memenuhi kewajibannya diantaranya belum membayar iuran PNPB” jelas Denil

Tentu hal tersebut merupakan tindakan yang sangat merugikan Negara serta melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia Khusus tentang PNPB. Undang Undang No 9 Tahun 2018 Pasal 26 Huruf (c) Wajib Bayar.

Untuk itu, kami meminta dan mendesak Polda Sultra untuk Memanggil dan memeriksa Pimpinan PT. Hoffmen Energi Perkasa dan CV. Ilyas Karya. Sebagai bentuk tindak lanjut dari laporan kami.

Dirkrimsus Polda Sultra menerima laporan Asosiasi Mahasiswa Radikal Sultra mengenai Dugaan Tambang batuan yang belum membayar Iuran PNPB ke negara Yang disinyalir oleh PT. Hoffman Energi Perkasa dan CV. Ilyas Karya

Laporan dari teman-teman massa aksi akan kami terima dan ditindaklanjuti. Sebelumnya, akan kami periksa dan telusuri lebih lanjut mengenai dugaan pertambangan PT. Hoffmen Energi Perkasa di Desa Wawatu dan CV. Ilyas Karya di Desa Lamokula kecamatan moramo utara Kabupaten Konawe Selatan terkait dugaan belum membayar iuran PNPB.

Sampai dengan berita ini terbit belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan ketiga dihubungi melalui via WhatsApp.(*)