Wabup Selle KS Dalle Dorong Peningkatan Mutu Literasi Guru di Kabupaten Soppeng

Intens.id, Soppeng – Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, memberikan perhatian serius terhadap potret literasi di Kabupaten Soppeng. Di hadapan ratusan pendidik, ia mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi daerahnya dalam skala regional Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Karya Tulis Ilmiah yang diikuti oleh lebih dari 300 guru di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Senin (18/5/2026), di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng.

Selle memaparkan, secara nasional minat baca di Kabupaten Soppeng sebenarnya masuk dalam kategori sedang. Namun, jika indikator tersebut dikomparasikan antar-kabupaten/kota di lingkup Provinsi Sulawesi Selatan, posisi Soppeng justru berada di barisan bawah.

“Melalui kegiatan seperti ini, saya harapkan dapat meningkatkan literasi dan minat baca kita, agar ke depannya Soppeng tidak lagi menempati posisi barisan bawah,” ujar Selle memberikan motivasi kepada para peserta.

Ia menegaskan optimismenya bahwa kualitas literasi daerah dapat dipacu secara bertahap melalui peran aktif para guru.

“Saya yakin dan percaya kita mampu naik, baik di skala regional Sulsel maupun nasional,” tambahnya.

Sinergi Peningkatan Kualitas Guru

Bimtek yang mengusung tema “Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Karya Tulis Ilmiah” ini terlaksana atas kerja sama antara Kantor Kemenag Soppeng dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (LP2KS). Peserta yang hadir mencakup guru dari jenjang RA/TK, MI/SD, MTs/SMP, hingga MA/SMA se-Kabupaten Soppeng.

Senada dengan Wakil Bupati, Kepala Kantor Kemenag Soppeng, Afdal, S.Ag, MM, menekankan pentingnya adaptasi guru di tengah pesatnya perkembangan teknologi modern, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, tantangan digital saat ini mengharuskan guru untuk selangkah lebih maju dari peserta didik.

“Murid-murid kita sekarang luar biasa karena pengaruh AI. Maka guru dituntut membimbing agar peserta didik mampu memahami bacaan, mengambil inti sari, serta menganalisis apa yang mereka baca,” jelas Afdal.

Ia juga menambahkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengikis karakter siswa, sehingga peran guru tetap menjadi instrumen utama dalam membentuk generasi menuju Indonesia Emas.

Wadah Karya dan Perspektif Multipihak

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Farid, MA, PhD, menggarisbawahi peran strategis para guru, khususnya guru yang berstatus Dipekerjakan (DPK), sebagai representasi wajah Kementerian Agama di lapangan. Untuk memfasilitasi kompetensi menulis para guru, Seksi Pendidikan Madrasah telah menyiapkan Buletin Madrasah sebagai media internal penampung karya ilmiah.

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, penyelenggara menghadirkan tiga narasumber dari rumpun keahlian yang berbeda:

  • Abd. Jalil Nasruddin, SE (Kanwil Kemenag Sulsel) dari perspektif birokrasi,
  • Prof. Dr. Sukardi Weda, M.Hum, M.Pd, M.Si, S.Sos, M.A.A (Akademisi) dari perspektif teoretis dan metodologi, serta
  • Jamal Hasan Basri (Praktisi Jurnalistik) dari perspektif teknik penulisan populer dan komunikasi publik.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, para guru diharapkan mampu melahirkan karya tulis ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik untuk kenaikan pangkat, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan indeks literasi di Kabupaten Soppeng

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru