Beranda blog Halaman 18

Bonto Daeng Gelar Musdesus Kopdes Merah Putih Pertama di Kabupaten Bantaeng

0

Bantaeng, Intens.id Kepala Desa Bonto Daeng, Rahman menjelaskan kehadiran Koperasi Desa akan memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat. Hal tersebut beliau sampaikan dalam Musyawarah Desa Khusus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Aula Kantor Desa Bonto Daeng, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng.

Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih dibentuk dengan prinsip kepemilikan desa bukan pemerintah. “Kedepannya, koperasi ini akan dikembangkan untuk menunjang ekosistem ekonomi desa,” ujar Rahman dalam sambutannya. Kamis (2/5/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas PMD PP dan PA mengungkapkan bahwa Bonto Daeng merupakan Desa pertama yang melaksanakan Musyawarah Desa Khusus terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bantaeng.

“Alhamdulillah, semangat membangun Desa yang tumbuh di Desa Bonto Daeng selalu menjadi penanda bahwa SDMnya sangat luar biasa,” ungkap Harianto.

Lebih lanjut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng, Muhammad Tafsir menegaskan Koperasi Desa Merah Putih sudah searah dengan visi asta cita Presiden Republik Indonesia, begitupun dengan visi Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

“Jadi kehadiran kami disini tentunya merupakan suatu bentuk komitmen untuk mendukung program-program yang digagas oleh Pemerintah,” tutupnya.

 

Ratusan Massa Akan Turun, BALAPATISIA Soroti 10 Masalah Kritis Pekanbaru

0

Intens.id, Pekanbaru – Barisan Lantang Para Aktivis Indonesia (BALAPATISIA) akan kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid 2 pada Kamis, 15 Mei 2025, di depan Gedung DPRD Kota Pekanbaru. Aksi ini diklaim akan melibatkan ratusan massa, lebih besar dari aksi Jilid 1 yang digelar dua pekan lalu.

Ketua Umum BALAPATISIA, Cep Permana Galih, menyampaikan bahwa aksi Jilid 2 merupakan bentuk akumulasi keresahan rakyat terhadap kondisi Kota Pekanbaru yang dinilai semakin jauh dari asas keadilan dan kepentingan publik.

“Kota ini sedang tidak baik-baik saja. Mulai dari infrastruktur jalan rusak, pemborosan anggaran untuk fasilitas pejabat, hingga polemik kebijakan yang merugikan masyarakat kecil. BALAPATISIA akan berdiri di garis depan bersama rakyat untuk menyuarakan kebenaran,” tegas Cep Permana Galih, yang juga dikenal sebagai orator dan aktivis senior Riau serta mantan Presiden Mahasiswa dari kampus ternama di provinsi ini.

Sepuluh poin tuntutan utama yang akan disuarakan BALAPATISIA dalam aksi Jilid 2 meliputi:

  1. Perbaiki 459 KM Jalan Rusak di Kota Pekanbaru.
    BALAPATISIA menuntut Pemerintah Kota Pekanbaru segera memperbaiki total 459 kilometer ruas jalan rusak yang dinilai membahayakan keselamatan warga dan menurunkan kualitas ekonomi masyarakat.
  2. Evaluasi Pembelian Mobil Dinas Wali Kota senilai Rp1,7 Miliar.
    Pembelian kendaraan mewah tersebut dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran di tengah kondisi infrastruktur kota yang memprihatinkan.
  3. Hapus Fasilitas Mewah untuk Pimpinan DPRD: Mobil Dinas Rp3,5 Miliar.
    BALAPATISIA mendesak agar DPRD tidak memaksakan gaya hidup elitis di tengah krisis pelayanan dasar masyarakat.
  4. Tuntaskan 350 Titik Rawan Banjir di Pekanbaru.
    Penanganan banjir dinilai tidak terstruktur dan minim dampak nyata. Mereka mendesak penataan drainase dan normalisasi sungai secara sistemik.
  5. Atasi Penumpukan Sampah di TPS Legal dan Ilegal.
    BALAPATISIA mengecam lemahnya pengelolaan sampah yang membuat TPS-TPS dipenuhi limbah tanpa solusi jangka panjang.
  6. Tegakkan Perda Soal Tarif Parkir: Tolak Perwako yang Kontraproduktif.
    Dalam Peraturan Daerah (Perda), tarif parkir kendaraan roda dua ditetapkan Rp2.000, namun dalam Perwako turun menjadi Rp1.000. BALAPATISIA menilai ini bertentangan dengan hierarki peraturan dan merugikan PAD.
    “Kami minta tarif parkir dihapus, gratiskan seluruh parkir di Kota Pekanbaru,” tegas Cep.
  7. Batasi Penyebaran Retail Modern: Maksimal 1 Indomaret dan 1 Alfamart per Kecamatan.
    BALAPATISIA menilai menjamurnya retail modern hingga ribuan titik telah mematikan UMKM dan warung lokal.
  8. Turunkan Harga Semua Produk di Indomaret dan Alfamart.
    Mereka meminta adanya intervensi harga atau regulasi pemerintah terhadap produk kebutuhan pokok yang dijual di jaringan ritel modern.
  9. Tunda Bayar Pemko Pekanbaru Tahun 2024 Senilai Rp347 Miliar Harus Ditransparansi dan Ditertibkan.
    Cep Permana Galih mengingatkan bahwa tunda bayar pada 2024 tersebut menyulitkan rekanan dan mengganggu kredibilitas keuangan daerah.
  10. Selesaikan Tunda Bayar 2017–2022 Senilai Rp122 Miliar, Segera Bayar Kontraktor!
    BALAPATISIA mendesak Pemko menuntaskan hak-hak kontraktor dan rekanan yang belum dibayar agar tidak ada lagi jeritan pelaku usaha lokal yang dikorbankan.

“Aksi ini bukan hanya perlawanan, tapi bentuk cinta kami terhadap Kota Pekanbaru. Kami ingin kota ini adil, bersih, dan berpihak pada rakyat,” tegas Cep.

Ia juga menghimbau seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan organisasi sipil untuk bergabung dalam aksi damai tersebut demi masa depan kota yang lebih baik. BALAPATISIA memastikan aksi akan digelar secara tertib dan tetap dalam koridor hukum dan etika publik.

GEMPUR Sultra Soroti Dugaan Penyelewengan Distribusi Minyak Tanah di Desa Laeya, Wakorumba Utara

0

Intens.id, Kendari – Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR Sultra) menyoroti dugaan penyelewengan dalam pendistribusian minyak tanah bersubsidi di Kecamatan Wakorumba Utara, tepatnya di Desa Laeya. Pangkalan minyak tanah milik salah satu warga desa tersebut diduga kuat menyalurkan minyak tanah tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam aturan Menteri ESDM, pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa: “Pengaturan sistem pendistribusian tertutup jenis minyak tanah untuk konsumen rumah tangga dan usaha kecil meliputi penetapan pengguna dan titik serah minyak tanah dengan menggunakan kartu kendali.” Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa distribusi di pangkalan Desa Laeya tidak dilakukan sesuai ketentuan tersebut.

Menurut GEMPUR Sultra, distribusi minyak tanah di pangkalan tersebut tidak tepat sasaran. Minyak tanah bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kecil justru didistribusikan keluar kabupaten. Hal ini dinilai sangat merugikan masyarakat setempat yang semestinya menjadi penerima manfaat utama dari program subsidi tersebut.

“Kami melihat adanya indikasi kuat bahwa distribusi tidak dilakukan secara tertutup sebagaimana mestinya. Distribusi ini justru mengarah ke penyalahgunaan yang merugikan masyarakat dan melanggar peraturan,” denil koordinator lapangan GEMPUR Sultra dalam keterangannya.

Lebih lanjut, GEMPUR Sultra mempertanyakan lemahnya pengawasan dari aparat terkait. Berdasarkan ketentuan dalam peraturan Kementerian ESDM, pengawasan terhadap distribusi minyak tanah bersubsidi seharusnya melibatkan aparat kepolisian. Dalam kasus ini, GEMPUR menduga adanya pembiaran oleh oknum aparat di Polsek Wakorumba Utara.

“Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami, mengapa praktik ini bisa berlangsung begitu lama? Kami menduga adanya keterlibatan pihak kepolisian yang seharusnya bertugas mengawasi distribusi tertutup ini,” tegasnya.

Atas dasar dugaan tersebut, GEMPUR Sultra berencana melaporkan Kapolsek Wakorumba Utara ke Polda Sulawesi Tenggara dan mendesak agar yang bersangkutan dicopot dari jabatannya.

“Kami akan mengajukan laporan resmi ke Polda Sultra agar dilakukan evaluasi serta pencopotan terhadap Kapolsek Wakorumba Utara apabila terbukti turut membiarkan praktik penyelewengan ini terjadi,” tutup pernyataan mereka. (*)

GEMPUR Sultra menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga masyarakat mendapatkan haknya atas distribusi minyak tanah bersubsidi secara adil dan sesuai aturan

Lomba Tangkap Gurita: Lanjukang-Langkai Ukir Sukses Kelola Gurita Berkelanjutan Melalui Sistem Buka Tutup

0
Setiap hasil tangkapan diukur dan dicatat berat serta dinilai grade guritanya. (Foto: Riszky/Intens.id)

Intens.id, Makassar – Deburan ombak Pulau Lanjukang dan Langkai seolah menjadi saksi bisu kegembiraan para nelayan pada Rabu, 16 April 2025 pagi. Hari itu bukan sekadar hari melaut biasa, melainkan panggung perayaan keberhasilan pengelolaan sumber daya laut yang mereka inisiasi. Lomba tangkap gurita menjadi penanda dibukanya kembali area penangkapan yang telah “beristirahat” di bawah skema sistem buka tutup.

Di tengah riuh rendah nelayan yang bersemangat, sosok Taswin mencuri perhatian. Wajahnya merekah, senyumnya tak bisa disembunyikan saat jarum timbangan berhenti di angka yang memuaskan. Dalam waktu kurang dari dua jam, tepatnya 1 jam 30 menit, tangannya berhasil menjerat tiga ekor gurita.

Bukan gurita sembarangan, salah satunya bahkan menyandang gelar “Grade A” dengan bobot 2,5 kg! Dua rekannya yang lain, meski berukuran lebih kecil (0,8 kg dan 0,5 kg dengan Grade C), turut menambah pundi-pundi rezekinya hari itu.

Tak ayal, Taswin dinobatkan sebagai kampiun di antara 24 nelayan yang ambil bagian dalam lomba unik ini. Sebuah apresiasi atas hasil kerja keras dan pemahaman akan pentingnya keberlanjutan. Lomba ini sendiri dihelat oleh Forum Pengelola Sistem Buka dan Tutup Gurita Lanjukang dan Langkai (Forum Pasibuntuluki), sebuah wadah inisiatif nelayan yang didukung oleh Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia dan Turning Tides.

Lebih dari sekadar kompetisi, lomba ini adalah simbol keberhasilan sistem buka tutup penangkapan gurita yang telah mereka jalankan sejak 2021.

Bayangkan, hanya dalam waktu singkat, 24 nelayan berhasil “memanen” 52 ekor gurita dengan total berat mencapai 54 kg! Rata-rata per ekornya menyentuh angka 1,04 kg, sebuah indikasi kualitas gurita yang terjaga. Adi, salah satu panitia, merinci kualitas tangkapan hari itu: 5 ekor Grade A, 17 ekor Grade B, 25 ekor Grade C, serta masing-masing 1 ekor untuk Grade D dan E.

Nirwan Dessibali, Direktur YKL Indonesia, dalam sambutannya tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menuturkan bahwa sistem buka tutup yang digagas oleh para nelayan ini bukan hanya berdampak positif pada dompet mereka, tetapi juga pada kesehatan ekosistem laut.

“Harapannya, sistem ini tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga melestarikan spesies yang terancam punah dan menjaga terumbu karang agar tetap lestari,” ujarnya penuh harap.

Kearifan Lokal Berbuah Manis: Penguatan Tata Kelola Laut

Aktivitas menangkap gurita di Lanjukang dan Langkai kini bertransformasi menjadi praktik yang ramah lingkungan namun tetap menguntungkan. YKL Indonesia sejak awal setia mendampingi para nelayan dalam mengimplementasikan sistem buka tutup ini. Lebih dari sekadar membuka dan menutup area, YKL berupaya memperkuat aturan yang melindungi wilayah tangkap nelayan.

Kabar baiknya, upaya ini mendapat respons positif dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Laut (BPSPL). Nirwan mengungkapkan adanya kesepakatan untuk mengintegrasikan kawasan buka tutup gurita ke dalam wilayah pencadangan kawasan konservasi. Proses ini tentu membutuhkan tahapan yang panjang, mulai dari koordinasi hingga penetapan sebagai Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD). Namun, ini adalah langkah maju yang signifikan.

Berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2022, wilayah pencadangan konservasi di Pulau Lanjukang mencapai 1.654,38 hektar. Saat ini, Forum Pasibuntuluki mengelola area buka tutup seluas 400 hektar yang mencakup tiga lokasi. Integrasi area kelola forum ke dalam aturan yang lebih tinggi diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi ekosistem, terutama terumbu karang dan padang lamun, serta biota laut lainnya.

Menjadi Inspirasi: Model Pengelolaan yang Patut Ditiru

Ishak Yusma, perwakilan BPSPL Makassar, memberikan pujian atas konsistensi nelayan dalam menjaga keberlanjutan hasil tangkapan. Ia menilai sistem buka tutup ini menyentuh tiga aspek krusial: ekologi, ekonomi, dan sosial.

“Dengan adanya buka tutup ini, terumbu karang menjadi lebih baik. Selain itu, memberikan kesempatan bagi gurita untuk berkembang serta mempertahankan keanekaragaman hayati,” jelasnya.

Ia bahkan melihat inisiatif di Lanjukang dan Langkai ini sebagai role model yang dapat diadaptasi oleh daerah lain, khususnya dalam pengelolaan penangkapan gurita. BPSPL Makassar pun berkomitmen untuk terus mengupayakan integrasi seluruh area buka tutup ke dalam kawasan konservasi.

Dari segi ekonomi, sistem ini terbukti meningkatkan hasil tangkapan, baik dari segi berat maupun kualitas gurita, yang secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan nelayan. Efisiensi waktu melaut pun menjadi bonus tambahan.

Nelayan sudah banyak dapat gurita dan jenis ikan lainnya. Dulu bisa sampai jam dua siang baru dapat, tapi hari ini dengan waktu yang lebih singkat sudah berhasil,” pungkas Ishak.

Penerapan sistem buka tutup ini juga mengedepankan musyawarah dan mufakat antar nelayan, sebuah kunci penting untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan aturan yang diterapkan. Asni, Penyuluh Perikanan Kota Makassar, mengamini dampak positif ini.

“Sebelum ada sistem buka tutup, sekali menangkap hanya dapat sekitar 1 kg, itupun Grade A sangat jarang. Setelah diterapkan, terjadi peningkatan signifikan. Ini harusnya jadi motivasi, ekonomi otomatis meningkat,” ujarnya.

Harapan di Tengah Tantangan: Penguatan Pengawasan Jadi Prioritas

Forum Pasibuntuluki, sebagai motor penggerak sistem ini, terus berbenah. Erwin, sang ketua, menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi, terutama terkait pengawasan. Dengan tiga lokasi yang dikelola, pengawasan menjadi krusial.

“Kami berharap dari Cabang Dinas Kelautan (CDK) Mamminasata dapat melakukan sosialisasi kepada CDK daerah lain agar nelayan dari daerah lain mengetahui lokasi buka tutup yang diterapkan,” harapnya.

Masalah hilangnya pelampung batas area buka tutup juga menjadi perhatian serius. “Ada enam pelampung yang hilang dalam sebulan. Kami tidak bisa melakukan pengawasan 24 jam penuh, sehingga perlunya komunikasi terhadap nelayan lain yang menangkap di sekitar kawasan yang kami kelola,” tambah Erwin.

Meski demikian, Usman, seorang nelayan yang ikut merasakan langsung panen gurita di hari pembukaan, mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan penghasilan.

“Kami menangkap hanya sebentar saja sudah mendapatkan gurita dengan kualitas yang bagus. Selain gurita, ada juga sotong, ikan pari, dan biota laut lainnya yang bertambah,” ungkapnya dengan nada gembira.

Kisah sukses Taswin dan para nelayan Lanjukang-Langkai ini adalah secercah harapan di tengah tantangan pengelolaan sumber daya laut. Inisiatif lokal yang didukung oleh kolaborasi berbagai pihak membuktikan bahwa kearifan tradisional yang dipadukan dengan kesadaran akan keberlanjutan dapat menghasilkan dampak positif yang nyata, baik bagi ekosistem maupun kesejahteraan masyarakat pesisir. Semoga model ini terus berkembang dan menginspirasi daerah lain untuk menjaga lautan demi masa depan yang lebih baik.

Verifikasi Tempat Uji Kompetensi Keahlian Kesehatan oleh SMK Mega Rezky Makassar, Dukung SDM Unggul

0
Sambutan dari Hambran, KASI Pembinaan SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan pada Verifikasi Tempat UKK. (foto: Istimewa)

Intens.id, Makassar – SMK Kesehatan Terpadu Makassar melakukan verifikasi tempat Uji Kompetensi Keahlian (UKK) pada Senin (14/04/2025). Kegiatan ini menghadirkan berbagai stakeholder yang terkait.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Hamran, S.Pd., M.M selaku KASI Pembinaan SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Sabirin, M.M selaku Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu turut hadir perwakilan Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI), perwakilan dari RSUD Syekh Yusuf, perwakilan dari Asesor Tim Penguji Kompetensi, perwakilan dari RSUD Haji, dan perwakilan dari RSUD Labuang Baji.

Kepala SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar, Taufieq dalam sambutannya menerangkan sebanyak 94 siswa akan mengikuti UKK yang terdiri dari 4 program keahlian yakni Keperawatan, Farmasi, dan Teknologi Laboratorium Medik. Menurutnya, sebelum sampai pada tahapan UKK, para siswa telah melakukan praktik di berbagai instansi kesehatan.

“Para siswa telah mengikuti PKL selama 6 bulan untuk menerapkan teori dan ilmu yang didapatkan. Mulai dari klinik, puskesmas, rumah sakit, dan tempat magang yang sesuai  jurusan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menekankan selain peningkatan kompetensi keilmuan, para siswa juga dibekali dengan berbagai program yang bertujuan agar sikap dan perilakunya menjadi lebih baik. Karena menurutnya, hal itu akan menjadi bekal para siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan dunia kerja.

“Kami mendidik dengan berbagai pendekatan untuk mencegah hal-hal negatif yang bisa berdampak terhadap sekolah. Dengan menguatkan komunikasi antar keluarga, pihak sekolah dan masyarakat,” terang Taufieq.

Ia juga berharap kepada tim verifikasi agar mampu melihat semua kelebihan dan kekurangan dari fasilitas yang akan digunakan untuk UKK agar menjadi bahan evaluasi bagi sekolah.

“Semoga tim verifikasi dapat memberi masukan untuk memaksimalkan fasilitas laboratorium yang ada di sekolah kami,” pungkasnya.

Foto bersama pada pembukaan Verifikasi Tempat UKK. (foto: Istimewa)

Peningkatan Kompetensi untuk Bersaing

Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan,  Drs. Sabirin, M.M menjelaskan bahwa pentingnya kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa SMK untuk bersaing dalam dunia kerja. Melalui ujian kompetensi maka standar yang dibuat oleh sekolah harus dicapai oleh siswa.

“Apa yang dipelajari oleh siswa selama kurang lebih 3 tahun akan dinilai melalui UKK. Siswa punya modal yang besar untuk melalui UKK ini karena telah belajar secara teori dan melakukan praktik pada berbagai instansi,” terangnya.

Senada dengan hal tersebut, Hamran, S.Pd., M.M selaku KASI Pembinaan SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan turut menyampaikan UKK menjadi pembuktian dari harapan siswa selama bersekolah di SMK.

“Dari awal kita masuk tentu harapan kita ingin mendapatkan ilmu, pengetahuan dan kompetensi di sekolah,” ujarnya.

“Saya tidak pernah meragukan kemampuan dan kompetensi siswa di SMK. Yang kita inginkan dari siswa, selain punya softskill dan hardskill, juga kompetensi dalam bersaing di dunia kerja,” tambahnya.

Ia juga menerangkan jika profil lulusan SMK ada 3 yakni terserap dunia, berwirausaha, dan melanjutkan studi di pendidikan tinggi.

“Jangan ada dari siswa yang tidak masuk dalam 3 kategori itu,” imbuh Hamran.

Sementara itu salah satu perwakilan dari tim penguji, Harniati, S.Kep. Ns., M. Kep menekankan agar siswa untuk fokus dalam UKK. Sebagai ujian keahlian yang terakhir di SMK, siswa akan membuktikan dirinya mampu dan memenuhi standar sebagai lulusan di SMK bidang kesehatan.

“Ini adalah akhir dari perjuangan selama 3 tahun. Tentu ini bukan pengalaman pertama. Sebelumnya siswa sudah melewati berbagai kegiatan seperti praktik lapangan dan teori yang telah didapatkan,” ujarnya.

“Silahkan perlihatkan kompetensinya, karena kalau kita bekerja yang utama adalah kompetensi dan skill yang didapatkan selama menempuh pendidikan,” terangnya kepada siswa yang juga turut hadir dalam kegiatan pembukaan Verifikasi UKK.

Menjadi Role Model

Apresiasi terhadap persiapan menuju UKK SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar datang dari Sabirin. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan pihak sekolah menuju proses akhir UKK siswa telah maksimal dilakukan.

“Perkembangan sekolah sangat luar biasa. Pendidikan karakter sangat diperhatikan di sekolah ini. Kompetensi yang diberikan harus dibarengi dengan penguatan karakter,” ujarnya.

“Semoga sekolah ini tetap mengoptimalkan potensi serta terus meningkatkan kualitas dan kapasitasnya sebagai sekolah kesehatan,” tambah Sabirin.

Hamran juga mengapresiasi persiapan yang dilakukan oleh SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. Kesiapan sekolah untuk melakukan UKK terlihat dari pelaksanaan verifikasi yang disiapkan dan menghadirkan berbagai stakeholder terkait termasuk unsur tenaga kesehatan, dinas pendidikan dan dunia industri kesehatan.

“Kita mau pelaksanaan UKK bukan sekedar menggugurkan kewajiban, tapi kita inginkan adalah ini menjadi sarana dalam melihat kemampuan siswa selamat belajar di sekolah. Dan sekolah ini telah melakukan persiapan dengan sangat baik,” terangnya.

Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Apresiasi Kegiatan SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar dalam Kunjungannya

0

Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Sabirin, M.M melakukan kunjungan di SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar. Kunjungan ini berlangsung pada Rabu (19/3/2025).

Dalam kunjungannya, ia melihat kegiatan yang sedang dijalankan yakni Lentera Ramadhan atau pesantren kilat dan Seminar Hasil PKL I dan II untuk kelas XI. Ia mengapresiasi program yang dijalankan di SMK di tengah suasana ramadhan dengan tetap produktif dalam kegiatan akademik dan kegiatan keagamaan.

“Saya melihat kegiatan di SMK Mega Rezky Makassar sangat bermanfaat di tengah puasa yang sedang dijalankan. Kegiatan Lentera Ramadhan menjadi salah satu langkah untuk mendapatkan pahala,” ujarnya.

“Apa yang dilakukan di sekolah ini harus dimanfaatkan, karena disini pembentukan nilai-nilai dan karakter,” tambahnya.

Sementara itu, Taufieq, Kepala SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar mengapresiasi kedatangan pengawas. Menurutnya, kunjungan ini merupakan bukti komitmen pengawas dalam melihat perkembangan sekolah secara langsung.

“Kehadiran Bapak Sabirin hari ini membuktikan kerja nyata untuk mengetahui kondisi sekolah secara langsung. Di tengah kondisi cuaca yang kurang kondusif namun tidak menyurutkan pengawas untuk melakukan kunjungan ke sekolah kami,” jelasnya.

Manfaatkan Momen Puasa

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, ia turut menyampaikan nasihat kepada siswa-siswi dalam kegiatan Lentera Ramadhan.

Ia menekankan pentingnya untuk menghormati orang tua sebagai bagian yang tidak terlepas dari kehidupan menuju kesuksesan. Selain itu sholat menjadi hal fundamental yang harus dijalankan sebagai umat muslim.

“Kalau mau sukses, jaga orang tuanya. Kedua adalah menjaga shalatnya,” imbuhnya.

“Jangan mengabaikan panggilan orang tua dan panggilan shalat. Sholat adalah tiang agama. Kalau sholatnya bagus, insyaallah yang lain bagus,” tambahnya.

Menurutnya, kedua hal tersebut penting agar kehidupan selama masa sekolah dapat berjalan dengan baik. Tak lupa, ia berpesan kepada siswa untuk terus memanjatkan doa kepada Allah SWT.

“Kalau anda mau sukses di (SMK) Mega Rezky harus perbanyak berdoa. Doa di dalam shalat langsung kepada Allah SWT,” tutupnya.

Skandal Anggaran Reses Oknum DPRD Buton Utara: Rp425 Juta Diduga ‘Raib’, Mahasiswa Tuntut Transparansi!

0

Intens.id, Kendari – 14 Maret 2025, Pusat Studi Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (PUSAKA SULTRA) melakukan aksi terkait dugaan penyimpangan anggaran reses yang dilakukan oleh oknum Anggota DPRD Buton Utara TA 2023 Senilai Rp. 425.950.144,00.

Dalam tuntutannya, Dugaan ketidaksesuaian ini mencakup:

  1.  Anggaran Perjalanan dinas oknum anggota DPRD dalam kegiatan reses
  2. Belanja makan minum, uang saku, dan jasa penyelenggaraan acara DPRD

Andi mahasiswa yang tergabung dalam aksi unjuk rasa ini, dalam orasinya meminta DPRD untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik. Menurutnya, dugaan penyimpangan ini mencederai kepercayaan rakyat dan harus diusut tuntas.

“Pihak DPRD harus segera memberikan klarifikasi karena dugaan penyimpangan ini mencoreng kepercayaan publik. Sebagai pejabat yang dipilih rakyat, mereka seharusnya transparan dan bertanggung jawab, bukan justru terlibat dalam hal yang memalukan seperti ini”. ujar Andi Selaku Koordinator lapangan

Selain itu, Pusaka Sultra juga turut menyuarakan desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan. Andi, perwakilan dari Pusaka Sultra, menegaskan bahwa temuan ini bukan sekadar kesalahan administrasi, tetapi berpotensi merugikan keuangan daerah dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap DPRD. Pihaknya mendesak adanya penyelidikan lebih lanjut serta transparansi dalam pengelolaan anggaran publik.

“Kami menemukan adanya dugaan markup, dugaan pembayaran fiktif laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya”. Tambahnya

Pusat Studi Anti Korupsi ( PUSAKA) Sultra berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah tegas guna memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran daerah.

“Dalam waktu dekat, sembari mengumpulkan bukti lebih lanjut, kami akan segera membuat laporan resmi agar dugaan ini bisa dibuktikan dengan jelas”. Tambahnya. (*)

Karang Taruna Wacukamboy Gelar Aksi Bersih-Bersih di Pelabuhan Lasalimu

0

INTENS.ID BUTON, 14 Maret 2025 – Karang Taruna Wacukamboy kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dengan menggelar aksi bersih-bersih di Pelabuhan Lasalimu. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat Sore ini melibatkan puluhan anggota Karang Taruna bersama masyarakat sekitar, yang bahu-membahu membersihkan area pelabuhan dari sampah plastik dan limbah lainnya.

Ketua Karang Taruna Wacukamboy, guntar menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pelabuhan yang menjadi pintu gerbang transportasi laut.

“Kami ingin memberikan contoh nyata bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pelabuhan Lasalimu memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat, sehingga harus tetap bersih dan nyaman bagi semua pengguna,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari tokoh – tokoh pemuda, Lan yang turut hadir dalam kegiatan ini, mengungkapkan dukungannya terhadap inisiatif pemuda dalam menjaga lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian Karang Taruna Wacukamboy. Aksi seperti ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar kebersihan pelabuhan tetap terjaga,” kata Lan.

Sementara itu Babinsa lasalimu mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan-kegiatan positif ini selalu di bangun oleh teman- teman pemuda

” Kami sangat mengapresiasi hal ini serta berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini selalu di gaungkan ” ujar Bambang

Selain membersihkan sampah, para peserta juga memberikan edukasi kepada pengunjung dan pedagang di sekitar pelabuhan mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan apresiasi terhadap seluruh peserta yang telah berpartisipasi.

Karang Taruna Wacukamboy berharap aksi ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan akan terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang.(*)

Karang Taruna Desa Lasalimu Sukses Gelar Musyawarah Besar (Mubes)

0

INTENS.id, Buton – Karang Taruna Desa Lasalimu sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) pada Senin, 10 Maret 2025, yang berlangsung di Balai Desa Lasalimu, yang mengangkat tema kolaborasi pemuda dalam mewujudkan karang taruna yang kreatif dan inovatif Acara ini dihadiri oleh para pemuda-pemudi desa, pengurus Karang Taruna periode sebelumnya, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Agenda utama Mubes pemilihan ketua serta pengurus baru untuk periode 2025-2028. Proses pemilihan berlangsung dengan lancar dan demokratis. Dalam pemilihan tersebut, Guntar terpilih sebagai Ketua Karang Taruna yang baru setelah berhasil meraih suara terbanyak dari para peserta Mubes.

Dalam sambutannya, Guntar menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen untuk memajukan Karang Taruna dengan semangat kolaborasi, serta berupaya mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Lasalimu.

“Karang taruna bukan milik saya pribadi tetapi milik kita bersama olehnya itu kolaborasi pemuda dalam menyampaikan ide serta gagasan tentunya akan menjadi senjata yang ampun untuk mencapai nawaitu kita bersama” Ujar Guntar

Pemerintah Desa Lasalimu turut hadir dalam acara ini dan mengajak para pemuda untuk terus berkolaborasi dalam membangun desa. Kepala Desa Lasalimu berharap, di bawah kepemimpinan Guntar, Karang Taruna akan semakin aktif dalam kegiatan sosial, serta mampu membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap karang taruna serta pemuda bisa berkolaborasi dalam rangka memajukan desa kita”.Ujar Hanudin selaku kepala desa lasalimu

Dengan kepengurusan yang baru, diharapkan Karang Taruna Desa Lasalimu semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempererat persatuan di desa.(*)

Amara Sultra Desak Polda Sultra Copot Kapolsek Batu Putih Terkait Dugaan Pembiaran Pemuatan Ore Nikel Ilegal”

0

Intens.id, Kolaka Utara – Maraknya dugaan Aktivitas Bongkar Muat Ore Nikel Ilegal di Wilayah Tersus PT. Kasmar Tiar Raya, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Namun terkesan dibiarkan oleh pihak Kepolisian Sektor (Pterkaitpole Batu Putih. Tentunya hal ini menuai banyak tanya dipublik, mengapa dapat dibiarkan terjadi ???

Dugaan Pembongkaran Ore Nikel Ilegal di Wilayah Tersus PT. KTR ini diketahui setelah Tim Subdit 3 Tipiter Bareskrim Mabes Polri melakukan Sidak proses pemuatan Ore Nikel Ilegal di Tersus PT. KTR di wilayah Kecamatan Batu Puti, Kabupaten Kolaka Utara. Setelah dilakukannya Sidak, ditemuka sejumlah barang bukti di antaranya Kapal tongkang, Alat Berat Excavator dan Dump Truk yang telah di Polici Line.

Tentunya Dugaan Aktivitas Pembongkaran Ore Nikel Ilegal yang terjadi di Wilayah Batu Putih ini sudah lama berlangsung. Namun ironisnya, Kapolsek Batu Putih Ipda Muhammad Aris, S.H. diduga kuat membiarkan aktivitas Ilegal yang berpotensi merugikan keuangan Negara tersebut terjadi.

Hal ini mendapat sorotan dari Lembaga Asosiasi Mahasiswa Radikal Sulawesi Tenggara (Amara Sultra). Melalui Ketua Umumnya, Sdr Malik Botom menyampaikan bahwa polemik yang terjadi di wilayah Tersus PT. ATR merupakan dugaan melawan hukum. Tentunya hal tersebut harus mendapat atensi serius, khususnya dari Aparat Penegak Hukum.

” Dugaan Pembongkaran Ore Nikel Ilegal tersebut merupakan tindakan melawan hukum. Jadi hal tersebut hrus di tindak sesuai peraturan yang berlaku ” Tegas Malik

Malik juga menyoroti kinerja dari Pihak Polsek Batu Putih selaku penegak hukum wilayah Batu Putih yang terkesan membiarkan aktivitas Ilegal tersebut berlangsung lama terjadi.

” Hal Hasil Investigasi Kami di lapangan ada dugaan Kapolsek Baru Putih mengetahui sejak lama adanya pemuatan Ore Nikel Di beberapa Jetty yg ada kecamatan Batu Putih namun tidak melakukan tindakan Hukum. ”

Poda Sultra diharapkan dapat mengambil sikap tegas dan tidak tebang pilih terhadap dugaan keterlibatan bawahaannya pada dugaan aktivitas Pembongkaran Ore Nikel Ilegal di Wilayah Tersus PT. KTR tersebut

” Hal ini merupakan tindakan melawan hukum sehingga kami menantang Polda Sultra untuk menindak tegas Kapolsek Batu Putih tanpa tebang pilih.” Tegas Malik

Terakhir dalam konferensi persnya, Amara Sultra menyampaikan akan segera melakukan Gerakan Demonstrasi di Markas Polda Sultra bersama lembaga lainnya.

” Saya sudah berkomunikasi dengan teman teman Lembaga lain untuk melakukan aksi unjuk rasa dalam waktu dekat ini di Polda Sultra. Tentunya hal ini adalah komitmen untuk mengawal permasalahaan tersebut ” Tutup Malik