Beranda blog Halaman 17

MAPHAN Gelar Sidang Pleno, Bahas Capaian dan Tantangan Kepengurusan

0
Sidang Pleno UKM MAPHAN UNM yang digelar pada 24-25 Mei 2025. (Foto: Istimewa)

Unit Kegiatan Mahasiswa Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan NAPZA (UKM MAPHAN) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sidang Pleno ke-XXII pada tanggal 24–25 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Adat Bulukumba, Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, dengan mengusung tema “Evaluasi Kinerja Kepengurusan Menuju Lembaga yang Progresif.”

UKM MAPHAN UNM merupakan organisasi tingkat universitas yang bergerak di bidang sosial, khususnya dalam penyebaran informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS. Sidang Pleno ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengurus selama setengah periode kepengurusan 2024–2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Idham Irwansyah Idrus, S.Sos., M.Pd., selaku Dewan Pembina UKM MAPHAN UNM, dan dihadiri oleh seluruh pengurus UKM MAPHAN UNM serta Dewan Pendamping.

Ketua Panitia Sidang Pleno XXII, Muhammad Zulfikran, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah panitia sebanyak 45 orang, namun yang hadir hanya 32 orang karena beberapa panitia berhalangan hadir akibat sakit dan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS). Ia juga menambahkan bahwa pendanaan kegiatan berasal dari internal kepengurusan serta hasil kegiatan galang dana yang dilakukan secara kreatif oleh panitia.

Sementara itu, Ketua Umum UKM MAPHAN UNM, Wahyudi Rahasni, menyampaikan bahwa Sidang Pleno bukanlah ajang interogasi atau pembantaian, melainkan forum untuk refleksi dan evaluasi kinerja.

“Saya harap teman-teman dapat merefleksikan diri baik dari bidang, sekretaris umum, bendahara umum, maupun ketua umum agar kita bersama-sama memperbaiki kinerja ke depannya,” ungkapnya.

Dr. Idham Irwansyah Idrus dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi terhadap kinerja kepengurusan. Ia menegaskan bahwa evaluasi ini bukan hanya untuk pengurus, tetapi juga untuk seluruh bagian organisasi agar masing-masing individu dapat merefleksikan tanggung jawabnya.

Dengan dilaksanakannya Sidang Pleno ini, diharapkan UKM MAPHAN UNM dapat mengidentifikasi kekurangan dan menemukan solusi untuk meningkatkan kinerja organisasi secara progresif di masa yang akan datang.

Konser Amal HIPMMA Sukses Galang Dana untuk Korban Kebakaran di Batulo

0

Intens.id, Baubau – Himpunan Pelajar Mahasiswa Maluku Satu Rasa Kota Baubau (HIPMMA) sukses menggelar konser amal pada Minggu, 18 Mei 2025, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kebakaran di Kelurahan Batulo, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan amal ini dilangsungkan di Pantai Kamali, Kelurahan Wale, mulai pukul 08.00 hingga 11.20 WITA, dan mendapat pengawalan langsung dari pihak kepolisian Kota Baubau demi memastikan kelancaran dan keamanan acara.

Konser ini diwarnai dengan penampilan istimewa dari musisi asal Ambon dan penyanyi daerah yang turut ambil bagian dalam aksi solidaritas ini, di antaranya Ihziva Salsabila, Marvey Kaya, Izzat Devoice, dan Waode Heny. Kehadiran mereka memberikan semangat dan hiburan yang membangkitkan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Ketua Umum HIPMMA, Muhammad Naim Fardhan, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan konser amal ini.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian, para musisi, dan masyarakat Kota Baubau yang telah menunjukkan solidaritasnya. Kegiatan ini bukan hanya bentuk empati, tetapi juga bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat di tengah kita,” ujar Naim.

Seluruh hasil donasi yang terkumpul dari konser amal ini telah disalurkan langsung kepada keluarga korban kebakaran pada 22 Mei 2025 pukul 22.22 WITA.

HIPMMA berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan sosial, terutama yang menyangkut kemanusiaan dan solidaritas. (*)

Seminar Dunia Kerja Internasional, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Dorong Siswa Raih Peluang Kerja Global

0
SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menggelar seminar pada Rabu (21/05/2025).

Era globalisasi dan perkembangan industri dan teknologi yang pesat, dunia kerja tidak sebatas pada lingkup lokal maupun nasional. Peluang kerja sekarang telah merambah hingga pada lingkup internasional.

Peluang bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang secara materi diajarkan keterampilan dan kompetensi untuk bersaing. Menyadari pentingnya kesiapan siswa menghadapi tantangan dan peluang kerja global, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar turut berkomitmen untuk memperkuat pemahaman dan wawasan siswa terkait dengan dunia kerja luar negeri.

Melihat hal tersebut SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar bekerja sama dengan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan serta pihak PT YAIJ Solusi Internasional mengadakan seminar yang membahas peluang dan tantangan dunia kerja di luar negeri. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa (21/05/2025) di sekolah.

Dalam sambutannya, Taufieq selaku kepala sekolah menekankan pentingnya kegiatan ini bagi siswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga kesiapan mental dan informasi praktis yang dibutuhkan berkaitan dengan informasi peluang kerja di luar negeri.

“Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya, dari pihak sekolah terus menunjukkan komitmen dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional dan siap bersaing secara global,” jelasnya.

Ia menambahkan jika pengalaman bekerja di luar negeri menjadi pelajaran penting sekalipun bukan pilihan yang selamanya akan dijalankan.

“Tidak harus menunggu usia dewasa untuk bisa bekerja di luar negeri, yang perlu diperhatikan adalah informasi yang jelas untuk memastikan skill calon tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan,’ tambahnya.

Sementara itu Masayu Yulin Vinanda, General Manager PT. YAIJ Solusi Internasional memotivasi para siswa untuk bercita-cita bekerja hingga luar negeri. Ia menekankan jika hidup bukan hanya terkait penghasilan, melainkan jika memberikan manfaat bagi orang lain.

Menurutnya, melalui pekerjaan yang bisa didapatkan di luar negeri, dapat menjadi inspirasi dan harapan bagi orang lain untuk mengikuti jejaknya.

“Tujuan hidup saya adalah memberi dampak positif kepada dunia, bermanfaat dan membantu orang lain melalui pekerjaan yang kita tekuni,” ujarnya.

Program yang ditawarkan guna membantu orang lain untuk meningkatkan pengalamannya bukan hanya tingkat lokal melainkan hingga ke luar negeri. Hal itu tentu mengarah terhadap peningkatan karir dan mendapatkan kehidupan yang bermakna.

“Kesempatan hanya datang untuk orang yang mau berusaha dan tidak datang dua kali,” pungkasnya.

Pauline Yonathan, salah satu siswa dari SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, informasi peluang kerja di luar negeri menjadi hal baru yang ia dapatkan terlebih informasinya langsung didapatkan di sekolah.

“Apa yang kami dapatkan sungguh informasi yang sangat berguna. Sekolah memfasilitasi siswa untuk mendapatkan informasi secara langsung. Jadi kami bisa berinteraksi secara langsung jika ada hal yang belum dimengerti,” ujar Pauline yang merupakan jurusan Farmasi.

Ia juga mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini banyak dilakukan oleh sekolah secara rutin dengan tujuan-tujuan negara yang lebih beragam khususnya di bidang kesehatan.

“Semoga kegiatan ini terus dilakukan, bukan hanya untuk siswa, tetapi juga alumni terutama kami yang tahun ini lulus untuk dilibatkan, sebab dapat menjadi pilihan dalam menentukan masa depan,” harapnya.

PMII, LMND, GMNI, GMPS Siap Geruduk Bank Mandiri BauBau: Usut Dugaan KKN dan Pelecahan!

0

Intens.id Baubau, 20 Mei 2025 – Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang terdiri dari PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), dan GMPS (Gerakan Militansi pemuda sosialis) akan melakukan aksi bersama sebagai bentuk komitmen kolektif untuk mengawal sejumlah kasus yang terjadi di Bank Mandiri Kantor Cabang Kota Baubau.

Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap berbagai dugaan pelanggaran hukum dan ketidakadilan yang terjadi di lingkungan Bank Mandiri, yang hingga kini dinilai masih mandek dalam proses penanganan oleh aparat penegak hukum (APH).

Dalam pernyataan bersama, para ketua organisasi menekankan pentingnya menyatukan visi perjuangan dalam melawan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan rakyat. Mereka menilai bahwa sudah saatnya masyarakat, khususnya generasi muda, mengambil peran aktif dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas di institusi perbankan milik negara.

Beberapa kasus yang menjadi fokus pengawalan antara lain:
1. Kasus dugaan Pelecehan Verbal di Lingkungan Kerja Bank Mandiri Baubau
Hingga kini belum ada kejelasan atau tindak lanjut resmi baik dari pihak bank maupun aparat hukum terkait dugaan pelecehan verbal yang terjadi di lingkungan kantor cabang. Hal ini menimbulkan keresahan publik dan kesan bahwa kasus ini diabaikan atau ditutup-tutupi.
2. Kasus dugaan Penggelapan Dana Pensiunan (Takspen) Senilai Rp 360 Juta
Kasus yang melibatkan dugaan penggelapan dana pensiunan nasabah dinilai sebagai bentuk kelalaian serius dan mencoreng citra institusi bank. Dugaan keterlibatan oknum internal menandakan adanya praktik KKN yang terstruktur dan harus diusut hingga tuntas.
3. Kredit Bermasalah dan Dugaan Penyimpangan Prosedur
Bank Mandiri diduga telah meloloskan pengajuan kredit konstruksi senilai Rp 5 miliar menggunakan agunan yang bukan milik pemohon atau perusahaan yang bersangkutan. Kasus ini menyoroti dugaan pelanggaran SOP dan potensi penyalahgunaan wewenang dalam pemberian kredit.

Melalui aksi ini, keempat organisasi menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal dan menyuarakan aspirasi rakyat hingga kasus-kasus tersebut mendapat penanganan hukum yang adil dan transparan. Mereka menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum muda dan mahasiswa, untuk tidak diam dalam menghadapi ketidakadilan.

“Kami tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan. Bank Mandiri adalah institusi publik milik negara, bukan milik segelintir oknum yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat,” tegas pernyataan bersama yang dibacakan Koordinator Lapangan .

Adapun pihak Polres Bau – Bau membenarkan hal ini, melalui kasat intelkam ketika di konfirmasi

“ ia kami baru saja menerima surat pemberitahuan aksi tersebut, rencananya aksi akan di laksanakan pada hari Senin nanti” ujar bustan, S.H.,M.H ajun komisaris polisi.  (*)

HMPS Manajemen UM Palopo Sukses Gelar Program “Manajemen Mengabdi” di Dusun Terpencil Luwu Utara

0

Intens.id, Luwu Utara – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Universitas Muhammadiyah Palopo kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan bertajuk “Manajemen Mengabdi”. Kegiatan ini sukses dilaksanakan selama 7 hari, dari tanggal 12 hingga 18 Mei 2025, di Desa Lantang Tallang, Dusun Balakala, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Dengan mengusung tema “Mendedikasikan Diri kepada Masyarakat Guna Meningkatkan Semangat Belajar dan Membangun Jiwa Kreativitas”, kegiatan ini bertujuan untuk meretas kesenjangan pendidikan yang masih dirasakan di berbagai wilayah terpencil, khususnya di Luwu Utara.

Selama pelaksanaan, HMPS Manajemen melaksanakan berbagai agenda penting, antara lain:
• Manajemen Mengajar, dengan berbagai metode pembelajaran kreatif,
• Bakti Sosial, sebagai upaya pembentukan karakter anak-anak,
• Seminar Ekonomi dan Literasi Keuangan, untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat,
• Serta sejumlah kegiatan pemberdayaan yang dirancang untuk menggali dan mengembangkan potensi lokal desa.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh aparat desa, yang diwakili oleh Kepala Dusun Balakala. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar terhadap peran aktif mahasiswa dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) desa, khususnya dalam mendampingi proses pendidikan anak-anak di SDN 119 Balakala. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan potensi pariwisata sebagai salah satu pendorong utama kemajuan desa.

Ketua Umum HMPS Manajemen, Nurfadillah R., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar program jangka pendek. “Kami berharap Manajemen Mengabdi dapat menjadi cikal bakal terjalinnya hubungan jangka panjang antara universitas dan masyarakat, khususnya dalam bentuk desa binaan. Pendampingan berkelanjutan terhadap siswa dan masyarakat akan memberikan dampak yang lebih signifikan dalam pembangunan karakter dan literasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama dalam menciptakan sistem yang mendukung pengembangan pendidikan dan potensi desa secara menyeluruh. “Kesadaran kolektif dari seluruh pemangku kebijakan sangat diharapkan demi terwujudnya pembangunan SDM yang merata di Luwu Utara,” tegas Nurfadillah.

Kegiatan Manajemen Mengabdi ini menjadi bukti nyata dedikasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palopo dalam mengambil peran aktif dalam pembangunan sosial dan pendidikan, terutama di wilayah-wilayah yang masih tertinggal. (*)

Miris! Gaji Tak Dibayar, Upah di Bawah UMR – Nasib 69 Karyawan PDAM Buton Selatan Terabaikan

0

Intens.Id,Buton Selatan, 16 Mei 2025 —Sebanyak 69 karyawan aktif PDAM Tirta Lamaindo Kabupaten Buton Selatan akhirnya angkat suara setelah selama lebih dari empat tahun tidak menerima gaji secara layak. Perusahaan daerah yang semestinya menjadi penyedia lapangan kerja justru diduga telah menelantarkan para pegawainya.

Hingga saat ini, baru 31 orang karyawan yang secara resmi memberikan kuasa hukum kepada Arwah Rakmin, advokat dari Kantor Hukum ARP, untuk mewakili mereka dalam proses penyelesaian perkara.

“Kami masih menunggu 38 karyawan lainnya yang juga akan segera memberikan kuasa. Total ada 69 orang yang menjadi korban penelantaran oleh PDAM ini,” ungkap Arwah dalam keterangannya kepada media.

Arwah menambahkan bahwa para karyawan telah menempuh jalur bipartit, namun belum mendapat tanggapan serius dari pihak manajemen PDAM Tirta Lamaindo maupun dari pihak Perusahaan Daerah (Perusda) selaku pemilik badan usaha tersebut.

“Saat ini kami mengambil langkah tripartit dan akan melanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) sebagai bentuk ikhtiar hukum,” tegasnya.

Selain tunggakan gaji yang telah berjalan selama 51 bulan, para karyawan juga disebut mendapatkan upah di bawah Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku, sehingga menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan oleh PDAM Tirta Lamaindo.

“Kami berharap ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Perusda seharusnya hadir sebagai solusi bagi kesejahteraan masyarakat, bukan menjadi beban yang menelantarkan para pekerjanya,” pungkas Arwah.

Kantor Hukum ARP menegaskan bahwa langkah hukum ini akan terus dikawal hingga para karyawan mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Banjir Parah di Sumenep, DEM Madura Kecam Pemerintah dan DPRD yang Dinilai Abai Tangani Tambang Galian C Ilegal

0

Intens.id, Sumenep — Derita warga akibat banjir yang terus terjadi di Kabupaten Sumenep belum mendapat tanggapan serius dari pemerintah daerah. Aktivitas tambang galian C ilegal yang diduga kuat sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan terus dibiarkan tanpa penindakan, memicu kritik tajam dari Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Madura.

Fajar, aktivis lingkungan dari DEM Madura, menyebut bahwa bencana banjir yang melanda wilayah Manding, Batuan, Lenteng, Pragaan, hingga pusat Kota Sumenep bukan lagi sekadar persoalan cuaca, melainkan konsekuensi nyata dari kelalaian sistematis pemerintah dalam menjaga daya dukung lingkungan.

“Puluhan rumah tergenang, jalan rusak, dan warga yang selama ini tidak pernah terdampak kini harus mengungsi. Tapi pemda dan DPRD justru diam. Ini bukan ketidaktahuan, ini pembiaran,” tegas Fajar, Selasa (14/5).
Menurutnya, janji Ketua DPRD Sumenep untuk memanggil para pemilik tambang ilegal tak lebih dari omong kosong. Padahal, tekanan publik sudah muncul sejak lama, terutama setelah media mengungkap dugaan keterlibatan aktor-aktor politik dalam melindungi aktivitas tambang ilegal.

“Ketua DPRD sempat berjanji akan memanggil pemilik tambang ilegal. Tapi sampai sekarang, tidak ada langkah konkret. Jangan-jangan, ada kompromi politik di balik diamnya lembaga legislatif,” sindirnya.
DEM Madura menyoroti bahwa kerusakan lingkungan akibat galian C telah menyebabkan alih fungsi lahan, sedimentasi parah di aliran sungai, dan hilangnya daerah tangkapan air. Situasi ini mempercepat terjadinya banjir meski hanya dengan intensitas hujan sedang.

“Ketika negara dan lembaga legislatif bungkam di tengah penderitaan rakyat, maka demokrasi dan keadilan lingkungan telah gagal total,” ucap Fajar dengan nada geram.
Ia mendesak agar audit menyeluruh terhadap aktivitas tambang dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat sipil. Selain itu, DEM Madura meminta agar DPRD tidak sekadar menyampaikan statemen politik, tetapi benar-benar menggunakan hak pengawasan dan interpelasi terhadap kebijakan pemerintah daerah yang gagal melindungi lingkungan.

“Kami khawatir, penindakan baru akan dilakukan setelah ada korban jiwa. Apakah harus ada yang meninggal dulu agar negara mau hadir?” tutupnya.
Banjir yang melanda empat wilayah tersebut tercatat telah merendam puluhan rumah dan merusak infrastruktur penting. Beberapa warga bahkan mengaku baru kali ini daerah mereka dilanda banjir, menandakan bahwa kerusakan lingkungan telah memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Sang Gembala Sejati; Dari Roma Klasik Menuju Amerika Yang Dinamis

0
Bantaeng, Intens.id – Habemus Papam! Langit Roma sejenak menahan nafas ketika Lapangan Santo Petrus di Vatikan bergemuruh menyambut hasil dari dua hari masa konklaf, Kamis 8 Mei 2025.
Kepulan asap putih keluar dari cerobong Kapel Sistina menandai deklarasi kosmi. Pemimpin baru Vatikan dan 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia sudah resmi.
Kali ini pemimpin itu tidak berasal dari Negeri Matador, bukan pula dari Negeri Biało-Czerwoni apalagi dari Negeri Bel Paese, tapi dari Negeri Paman Sam.
Lahir di Chicago, Illonis, menjadi Paus ke-267 dalam sejarah perjalanan panjang Gereja Katolik. Umat Katolik sekarang berdiri dengan penuh rasa bangga sambil berkata dalam hati, “Akhirnya Tuhan ngerti logat midwest”.
Orang-orang akan memanggilnya, Paus Leo XIV. Sebuah sebutan yang menggema bak genderang perang di kalbu para kardinal, para frater, dan para umat yang belum move on dari pendahulunya, Paus Fransiskus.
Paus Leo XIV bukan hanya sekadar penerus dari warisan jubah putih itu, ia adalah simbol zaman baru. Terlatih secara intelektual, dikenal rendah hati dan uniknya ia menguasai lima bahasa aktif serta dua bahas pasif (termasuk latin dan Jerman).
Ya, Robert Francis Prevost pilihan yang tidak asal. Ia adalah Paus yang mampu menjawab email dalam 3 bahasa, membaca dokumen Vatikan tanpa bantuan google translate, dan menyampaikan khotbah sembari menghitung probabilitas dosa dengan akurasi matematis.
Lahir dari ayah berdarah Prancis-Italia serta ibu keturunan Spanyol pada 14 September 1955, Paus Leo XIV nyaris merupakan ringkasan etnis Katolik itu sendiri. Masa mudanya tidak dihabiskan dengan bermain bola atau membuat band rock katolik, tapi justru menekuni matematika di Universitas Villanova.
Sebelum mengurus jiwa, terlebih dahulu mengurus angka. Namun angka belum cukup untuk dijadikan jaminan dalam misi menyelamatkan dunia, itulah sebab ia kembali menempuh studi teologi di Chicago, selanjutnya menyelesaikan lisensiat dan doktor hukum kanonik di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas, Roma.
Ditahbiskan 19 Juni 1982, ia lalu hijrah ke Peru. Bukan untuk berwisata kuliner atau ziarah zelfie, tapi benar-benar menjadi misionaris. Berada di tengah-tengah dan hidup bersama umat yang miskin, mendidik dan melayani dengan cinta tanpa pamrih.
Dua dekade di Peru membuatnya tumbuh dari segi pengalaman lintas budaya sekaligus menjadikannya sebagai warga ganda, Amerika-Peru.
Jabatan demi jabatan datang, mengantarnya sampai pada Prefek Dekasteri untuk Uskup. Tepat 30 September 2023 ia dipercaya sebagai Kardinal, kurang dari dua tahun 133 suara dalam konklaf memunculkan nama yang sangat mengejutkan, ia terpilih menjadi Paus. Geopolitik Gereja Katolik pasti akan berubah, dari Roma yang klasik menuju Amerika yang dinamis.
Saat dunia menyambutnya dengan rasa penasaran, ia berjalan ke balkon utama Basilika lalu mulai berbicara soal bahasa gereja yang universal, persatuan, harapan dan keberanian.
Ia memuji sang penduhulunya, Paus Fransiskus dan berikrar meneruskan agenda reformasi, sinodalitas, keterbukaan, pelayanan kepada mereka yang miskin dan terpinggirkan. Disela dunia yang makin nyinyir, Paus Leo tampil sebagai simbol kesabaran surgawi.
Sepanjang 600 tahun sejarah kepausan, pertama kalinya Paus berasal dari Negeri Cheseburger. Jangan salah tafsir: dibalik senyum Amerika itu, tesirat kebijaksanaan Andes, keteguhan Roma dan kelembutan seorang gembala sejati. Umat Katolik di seluruh dunia kini memiliki Paus yang bisa memahami mereka, baik dalam bahasa manusia maupun bahasa algoritma.
Mungkin Tuhan tidak punya paspor, tapi umatnya kini punya Paus yang paham cara naik kereta di Lima, pakai taksi di Roma dan menyapa umat di Chicago dengan “Peace beat you all”. Hambemus Papam, ia datang dengan senyum, doa, dan kredesial akademik yang membikin Harvard ikut Novena.
Selamat dan sukses kepada seluruh umat Katolik telah menemukan pemimpin barunya dari kami saudara-suudari muslim.

SMAN 1 Lasalimu: Pelepasan Siswa Kelas XII Angkatan “Gemilang 23” Raih Kelulusan 100%

0

Intens.id Buton, 7 Mei 2025 — Suasana haru dan bahagia bercampur menjadi satu saat SMA Negeri 1 Lasalimu menggelar acara pelepasan siswa kelas XII Angkatan “Gemilang 23” di Lapangan Basket SMAN 1 Lasalimu. Dari total 75 peserta didik, seluruhnya dinyatakan lulus 100%, menandai keberhasilan gemilang bagi sekolah dan para siswa.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah, Syahrul, S.Pd., M.Pd., yang mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian siswa Angkatan “Gemilang 23”. “Angkatan Gemilang 23 telah menunjukkan semangat belajar dan dedikasi yang luar biasa, terbukti dengan keberhasilan kalian lulus seratus persen. Kami berharap bekal ilmu dan karakter yang telah ditanamkan di sekolah ini dapat menjadi landasan yang kokoh bagi kesuksesan kalian di masa depan,” ujarnya penuh harap.

Selanjutnya, perwakilan siswa kelas XII, Wa Ode Resky Dwi Purnama, menyampaikan pesan dan kesan. Dengan suara bergetar, ia mengenang suka duka selama tiga tahun menimba ilmu di SMAN 1 Lasalimu. “SMA Negeri 1 Lasalimu bukan hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga rumah kedua bagi kami. Kenangan indah bersama teman-teman dan bapak ibu guru akan selalu kami simpan dalam hati,” tuturnya sambil menahan haru.

Suasana semakin semarak ketika siswa-siswi kelas X dan XI menampilkan tarian tradisional; gerakan gemulai mereka memukau seluruh hadirin.

Salah satu moment istimewa datang saat Kepala Sekolah menyerahkan penghargaan berupa piala dan sertifikat kepada Nazwa Suhartyn, yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Video Cerita Penerapan 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia jenjang SMA tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Tepuk tangan meriah menyambut momen istimewa ini, yang menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah.

Acara pelepasan diakhiri dengan sesi foto bersama dan saling bersalaman antara siswa, guru, dan orang tua. Momen ini menandai penutup masa pendidikan menengah dan sekaligus awal perjalanan baru bagi 75 alumni Angkatan “Gemilang 23”. (*)

Kopdes Merah Putih Desa Bonto Daeng Sejalan Dengan Visi Bupati Bantaeng

0
Bantaeng, Intens.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bantaeng, Harianto menekankan pentingnya bersinergi dengan semua pihak dalam menyukseskan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Harianto menyampaikan itu dalam sambutannya pada Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sekaligus dirangkaikan dengan pemilihan pengurusnya yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Bonto Daeng, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Kamis (1/5/2025).

“Tujuan utama dari pelaksanaan musyawarah ini, tidak lain dan tidak bukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Harianto.


“Tentunya kami selaku OPD terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap kehadiran koperasi desa merah putih ini menjadi langkah awal dan kunci dalam membangun desa yang mandiri dan mampu memberdayakan ekonomi lokal secara signifikan, itu harapan kami,” kata Harianto.

Selain itu, Harianto juga mengungkapkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu fokus utama pembangunan nasional, koperasi desa sebagai lembaga ekonomi rakyat memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional sehingga partisipasi aktif dari semua elemen sangat penting.

“Saat koperasi terbentuk nanti, koperasi tersebut benar-benar menjadi milik bersama yang didukung oleh seluruh warga desa,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Tafsir mengatakan, terkhusus di Kabupaten Bantaeng desa yang menjadi garda terdepan untuk implementasi Inpres Nomor 9 Tahun 2025 adalah Desa Bonto Daeng.

Sejalan dengan visi Bupati Bantaeng yang mengusung Bantaeng Bangkit. Dalam menyongsong visi itu, koperasi desa merah putih akan berkontribusi besar.

“Semoga komitmen yang kita bangun bersama menjadi semangat yang terus terjaga untuk kesejahteraan masyarakat desa kedepannya,” ucap Muhammad Tafsir.

Turut hadir membersamai Musyawarah, Amir Ali dan Ramlan selaku TAPM P3MD Kabupaten Bantaeng, Mirnawati, Pendamping Desa dan Taufik Qurrahman, Pendamping Lokal Desa.