Beranda blog Halaman 95

Meningkatkan Partisipasi dan Kesadaran Keluarga dalam Mencegah Kekambuhan Penderita Skizofrenia

0
(Isymiarni Syarif, Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin)
  1. Penulis: Isymiarni Syarif

(Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin)

Intens.id – Skizofrenia merupakan penyakit kronis dengan risiko kekambuhan yang cukup tinggi. Kekambuhan adalah suatu keadaan dimana penderita skizofrenia mengalami pengulangan gejala yang telah semula sembuh. Faktor risiko utama terjadinya kekambuhan yang berasal dari penderita adalah ketidakpatuhan minum obat dan faktor keluarga.

Faktor keluarga berperan penting terhadap kekambuhan, yaitu kurangnya dukungan keluarga, expressed emotion (EE) keluarga yang tinggi, pengetahuan tentang psikosis yang buruk, stigma dari masyarakat dan ketidakmampuan keluarga merawat penderita skizofrenia. Dampak kekambuhan pada keluarga berupa peningkatan tekanan emosional dan beban keluarga yang merawatnya

Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran keluarga penderita skizofrenia dalam upaya upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berkelanjutan. Rekomendasi kebijakan juga diberikan untuk mencapai tujuan ini, termasuk pendidikan dan informasi kepada masyarakat, pemberdayaan keluarga melalui pembentukan kelompok peduli skizofrenia dan pelatihan, pemberian insentif dan penghargaan kepada keluarga yang aktif terlibat, serta kerjasama dengan sektor swasta untuk mendukung upaya upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative pencegahan kekambuhan skizofrenia. Dengan implementasi kebijakan ini, diharapkan partisipasi dan kesadaran keluarga dalam mencegah kekambuhan skizofrenia akan meningkat, sehingga upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berkelanjutan dapat tercapai.

Menyorot Kebijakan Penanganan Gangguan Jiwa di Indonesia

Kebijakan penanganan gangguan jiwa saat ini di Indonesia terkait dengan undang-undang kesehatan No.17 tahun 2023. Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa upaya pelayanan Kesehatan meliputi upaya Kesehatan jiwa.

Upaya Kesehatan jiwa tersebut sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) (SDGs 3) yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia dengan menyasar semua tahapan kehidupan, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Orang dengan gangguan jiwa menurut Undang-Undang Kesehatan Jiwa No. 18 tahun 2014 adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

Upaya penanganan gangguan jiwa saat ini masih berfokus pada penanganan kuratif. Hal ini tidak sesuai dengan amanat Undang-Undang Kesehatan Jiwa No. 18 tahun 2014 dan undang-undang kesehatan No.17 tahun 2023 yang menjelaskan bahwa upaya penanganan gangguan jiwa harus dilakukan secara komprehensif diberikan secara menyeluruh melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Ketidaksesuaian penanganan yang terjadi dimasyarakat mengakibatkan terjadinya peningkatan penderita gangguan jiwa terutama gangguan jiwa berat dalam hal ini skizofrenia.

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis dan parah ditandai dengan distorsi pikiran, persepsi, emosi, bahasa, rasa diri, dan perilaku dengan penderita di dunia mencapai lebih dari 21 juta orang. Prevalensi penderita skizofrenia di Indonesia mengalami peningkatan. Prevalensi skizofrenia pada tahun 2013 yaitu sebanyak 1,7 permil penduduk dan meningkat menjadi 1,8 per mil pada tahun 2018. Skizofrenia merupakan penyakit kronis dengan risiko kekambuhan yang cukup tinggi. Kemungkinan kambuh pada penderita skizofrenia adalah 60% sampai 70% dalam beberapa tahun pertama setelah diagnosis. Penelitian menyebutkan bahwa 67,1% penderita mengalami kekambuhan dan 39,2% diantaranya membutuhkan rawat inap.

Kekambuhan dapat mengakibatkan meningkatnya biaya perawatan di rumah sakit dan bertambahnya lama hari rawatan. Penelitian membuktikan bahwa rata-rata lama rawatan di rumah sakit pada penderita skizofrenia yang mengalami kekambuhan adalah 138,9 hari, sedangkan biaya perawatan yang dibutuhkan lebih dari 450 juta rupiah. Kekambuhan juga dapat meningkatkan beban klien dan keluarga yang merawatnya. Kekambuhan juga berdampak terhadap bertambah parahnya gejala, penurunan kognitif, gangguan fungsi dan penurunan kualitas hidup. Dampak kekambuhan pada keluarga berupa peningkatan tekanan emosional dan beban keuangan.

Faktor risiko utama terjadinya kekambuhan yang berasal dari penderita adalah ketidakpatuhan minum obat dan faktor keluarga. (6,9,10) Faktor lainnya adalah ketidakmampuan mengidentifikasi dan mengontrol tanda dan gejala kambuh. Faktor keluarga juga berperan penting terhadap kekambuhan, yaitu kurangnya dukungan keluarga, expressed emotion (EE) keluarga yang tinggi, pengetahuan tentang psikosis yang buruk, stigma dari masyarakat dan ketidakmampuan keluarga merawat penderita skizofrenia. (12–16). Dampak kekambuhan pada keluarga berupa peningkatan tekanan emosional dan beban keluarga yang merawatnya (17, 18).

Peran keluarga sebagai caregiver sangat penting dalam menghadapi dan mencegah gejala kambuh karena keluarga bertanggung jawab memberikan perawatan langsung kepada penderita skizofrenia dalam segala situasi (kelanjutan perawatan) (19, 20).Peran caregiver dilakukan oleh orang tua, anak, atau pasangan yang secara ikatan moral memiliki kewajiban dalam memberikan perawatan yang  memiliki tugas yang berat dalam memberikan perawatan yang berkesinambungan, pengawasan minum obat, memberdayakan orang dengan skizofrenia dan dukungan untuk keluarga  yang menderita skizofrenia (20,21).

Dengan demikian, pencegahan kekambuhan skizofrenia dilakukan dengan mengintervensi faktor penyebab kekambuhan skizofrenia dalam hal ini keluarga. Intervensi keluarga merupakan salah satu bentuk intervensi psikososial yang direkomendasikan oleh perhimpunan dokter spesialis jiwa dalam pencegahan kekambuhan skizofrenia. Hal ini sejalan dengan amanat undang-undang kesehatan No.17 tahun 2023 bahwa upaya Kesehatan jiwa dilaksanakan dengan mengedepankan peran keluarga dan masyarakat.

Implikasi kebijakan pelayanan Kesehatan jiwa dalam hal ini skizofrenia sebagai tatanan kesehatan dan kesejahteraan menyoroti perlunya pendekatan yang lebih strategis untuk mengimplementasikan undang-undang kesehatan No.17 tahun 2023 dengan mengedepankan peran keluarga dan masyarakat serta komprehensif melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative sehingga dapat meminimalkan terjadinya kekambuhan pada penderita skizofrenia.

Kebijakan yang Bertujuan Meningkatkan Partisipasi dan Kesadaran Keluarga dalam Upaya Pencegahan Kekambuhan Penderita Skizofrenia.

  1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan: Undang-undang ini menyediakan kerangka hukum untuk upaya pelayanan Kesehatan jiwa. Undang-undang ini mengatur tentang upaya pelayanan Kesehatan jiwa secara komprehensif melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative dengan mengedepankan peran keluarga dan masyarakat dalam pelayanan Kesehatan jiwa.

  2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan jiwa: Undang-undang ini menyediakan kerangka hukum untuk upaya Kesehatan jiwa. Undang-undang ini mengatur tentang kegiatan untuk mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi setiap individu, keluarga, dan masyarakat dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat

  3. Program Indonesia Sehat pendekatan keluarga (PIS PK): Indonesia memiliki program PIS-PK yang didalamnya mencakup gangguan jiwa berat (skizofrenia) diobati dan tidak diterlantarkan.

  4. Indikator dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang didalamnya mencakup pelayanan Kesehatan dengan gangguan jiwa berat (skizofrenia)

Rekomendasi Kebijakan

1. Pendidikan dan Informasi:

a. Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye pendidikan dan informasi tentang stigma penderita skizofrenia dan pencegahan kekambuhan skizofrenia.

b. Mengintegrasikan isu pencegahan kekambuhan penderita skizofrenia ke dalam kurikulum sekolah untuk memastikan pemahaman sejak dini yang lebih baik tentang pencegahan kekambuhan.

c. Mengembangkan dan mendistribusikan materi edukatif yang mudah diakses dan dapat dipahami oleh masyarakat, seperti brosur, poster, dan video pendek.

2. Pemberdayaan keluarga:

a. Mendorong pembentukan kelompok-kelompok keluarga lokal yang peduli terhadap penderita skizofrenia, seperti kelompok relawan skizofrenia, atau komunitas peduli skizofrenia.

b. Memberikan pelatihan dan bantuan teknis kepada keluarga dalam hal pengelolaan pencegahan kekambuhan penderita skizofrenia, dan praktik prawatan penderita skizofrenia berkelanjutan.

c. Mendorong partisipasi keluarga dalam pengambilan keputusan terkait pencegahan kekambuhan skizofrenia melalui forum dialog publik, konsultasi, dan mekanisme partisipatif lainnya.

3. Insentif dan Penghargaan:

a. Memberikan insentif kepada keluarga yang aktif terlibat dalam upaya pencegahan kekambuah skizofrenia, seperti insentif fiskal, bantuan teknis, atau pengakuan publik.

b. Mengadakan penghargaan atau kompetisi untuk mendorong inovasi dan partisipasi keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan kekambuhan skizofrenia.

4. Kerjasama dengan Pihak Swasta:

a. Mendorong keterlibatan sektor swasta dalam mendukung upaya pencegahan kekambuhan skizofrenia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau kemitraan dengan komunitas peduli skizofrenia di sekitar penderita skizofrenia .

b. Memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam proyek-proyek upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative pencegahan kekambuhan skizofrenia.

Kesimpulan yang Diperoleh

Keterlibatan aktif dan kesadaran keluarga dalam pencegahan kekambuhan skizofrenia merupakan faktor penting dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative dalam pencegahan kekambuhan skizofrenia yang berkelanjutan.

Dengan melibatkan keluarga dan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, memberikan pendidikan dan informasi yang tepat, memberdayakan keluarga dan masyarakat, serta memberikan insentif dan penghargaan, kita dapat mencapai tujuan pencegahan kekambuhan penderita skizofrenia secara efektif.

Pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta perlu bekerja sama dalam mengimplementasikan kebijakan ini untuk mencapai keberhasilan yang maksimal dalam upaya pencegahan kekambuhan skizofrenia.

Mahasiswa Teknik Industri UMI Menginspirasi Solidaritas dan Kebajikan di Bulan Penuh Berkah dengan Gebyar Ramadhan

0
(Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UMI menyelenggarakan Gebyar Ramadan 1445 H yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Indusri)

Intens.id, Makassar – Cahaya bulan Ramadan yang mulia, para mahasiswa Teknik Industri dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) telah menunjukkan contoh yang luar biasa dalam mendukung kegiatan itikaf di masjid. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, mereka telah mengambil inisiatif untuk menyediakan air minum bagi mereka yang menjalani itikaf untuk sahur.

Dalam sebuah upaya untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan, mahasiswa Teknik Industri UMI bergotong-royong untuk memastikan bahwa mereka yang berada dalam ibadah itikaf di masjid dapat menjalankan sahur dengan tenang dan kenyamanan. Tindakan ini tidak hanya mencerminkan semangat gotong-royong yang kuat di kalangan mahasiswa, tetapi juga menunjukkan komitmen mereka terhadap nilai-nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui gerakan “Gebyar Ramadan 1445 H” Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UMI bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Indusri (HMTI) FTI UMI menjajaki berbagai titik menyalurkan dukungan dan semangat.

Kegiatan yang dimulai pada hari Senin 1 April 2024, diawali dengan penyerahan Paket Sembako di 2 Panti Asuhan yakni Panti Asuhan Nurul Ichsan dan Panti Asuhan Al Khaerat. Kemudian ditutup dengan Buka Puasa Bersama dengan Anak Asuh Panti Asuhan Al Khaerat yang diikuti oleh Pembina Panti Asuhan, Perwakilan Prodi Teknik Industri, dan juga pengurus HMTI.

Ketua Prodi Teknik Industri UMI, Dr. Irma Nur Afiah, mengungkapkan kegiatan ini berjalan lancar yang tak terlepas dari dukungan beberapa pihak.

“Selanjutnya dilaksanakan pembagian 200 Takjil Gratis di area Boulevard Panakkukang pasa hari Kamis 4 April 2024. Alhamdulillah pembagian Takjil berjalan dengan baik, agenda ketiga pada Gebyar Ramadan 1445 H ini adalah program Air Minum Gratis untuk Masjid ke beberapa Masjid di sekitar kampus UMI,” kata Irma, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi, Jumat, 5 April 2024.

Ada 5 Masjid dikunjungi dan diserahkan 10 dos air mineral untuk masing-masing Masjid, antara lain: Masjid Umar bin Khattab UMI, Masjid Nurul Hasanah Jalan Haji Kalla Panaikang, Masjid Ismul ‘Azham Kompleks BTN Paropo, Masjid Sultan Alaudin Jalan Prof. Dr. H. Abdurrahman A. Basalamah, dan Masjid Baiturrahman Panaikang.

Penyerahan tersebut dipimpin langsung oleh Kaprodi Teknik Industri yang didampingi oleh Ketua HMTI, Ketua Bidang Kerohanian HMTI, dan beberapa Pengurus. Dr Irma menjelaskan bahwa penyerahan bantuan air mineral ini semoga bermanfaat untuk kegiatan Buka Puasa Bersama dan Itikaf di masjid-masjid tersebut.

Dekan Fakultas Teknologi Industri, Prof. Lamatinulu, menyampaikan bahwa rangkaian Gebyar Ramadan 1445 H ini dilaksanakan di 10 hari terakhir di bulan Ramadan sebagai bentuk ikhtiar agar FTI UMI mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

“Penyerahan Bantuan ke beberapa masjid hari ini dilaksanakan tepat di hari Jum’at 25 Ramadan 1445 H, semoga keberkahan Lailatul Qadr diberikan untuk seluruh civitas akademika UMI,” pungkas Lamatinulu.

Beberapa pihak juga terlibat dalam kegiatan ini sebagai donatur, antara lain, para dosen, Alumni Teknik Industri, mahasiswa, dan juga pengurus HMTI.

Kordinator Kemahasiswaan Prodi Teknik Industri FTI UMI, Nur Ihwan Safutra, menjelaskan bahwa insyaAllah Gebyar Ramadan akan tetap dilaksanakan di tahun-tahun ke depan.

“Jangkauan penerima bantuan diupayakan lebih luas lagi untuk tahun berikutnya,” tutup Ihwan.

Analisis Risiko Kesehatan Akibat Deposisi Nikel dan Cobalt Disekitar Pertambangan Nikel Menggunakan Simulasi Monte Carlo

0
Sherly Wulandari
Sherly Wulandari, Mahasiswa Program Doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin
Penulis: Sherly Wulandari
(Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin)

Intens.id – Masalah terkait polusi udara merupakan salah satu faktor risiko utama terhadap munculnya penyakit secara global (Shaddick et al., 2018). Dampak negatif terhadap kesehatan yang disebabkan oleh paparan polusi udara yaitu penyakit pernapasan, kardiovaskuler, kanker paru-paru bahkan meningkatkan potensi kematian dini (Li et al., 2016).

Terdapat berbagai jalur di mana polutan udara dapat mencapai atmosfer dan salah satunya adalah aktivitas antropogenik (Ghosh et al., 2023). Aktivitas antropogenik merujuk pada beragam kegiatan manusia yang mencakup sejumlah sektor yang berpotensi melepaskan polutan ke lingkungan meliputi kegiatan pertambangan, aktivitas industri, aktivitas rumah tangga dan pertanian serta penggunaan senyawa yang mengandung logam berat (Haque & Singh, 2017; Perera, 2017; Usman Farid et al., 2023). WHO memperkirakan sekitar 9 juta kematian per tahun diakibatkan dari polusi udara antropogenik (Manisalidis et al., 2020).

World Health Organization (WHO)

Peningkatan kematian kemungkinan disebabkan oleh meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang disebabkan oleh polusi udara (WHO, 2013). diperkirakan bahwa 24% kematian global disebabkan oleh penyakit yang dapat dimodifikasi faktor lingkungan, termasuk paparan bahan kimia beracun (WHO, 2019), dimana logam berat timbal berkontribusi sebesar 2,5% pada beban penyakit kardiovaskuler dan 1,7% penyakit ginjal kronis (IPCS WHO, 2021; WHO, 2018).

Pertambangan merupakan industry terkemuka yang menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan partikulat dan gas di atmosfer yang menyebabkan terjadinya polusi udara di sekitar wilayah pertambangan (Pandey et al., 2014). Partikel debu memiliki kemampuan untuk berpindah dari tanah ke tubuh manusia melalui mekanisme konsumsi tanah yang tidak disengaja serta melalui rantai makanan yang melibatkan tanaman dan manusia sebagai elemen kunci dalam proses perpindahan debu dari aktivitas pertambangan dari lingkungan ke tubuh manusia (Jane A. Entwistle, 2019).

Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya alam pertambangan utamanya nikel sebesar 97,4 milyar wet metrik ton. Sehingga, berkontribusi pada menurunnya kualitas lingkungan sekitarnya (Mustika et al., 2016).

Investigasi dan penilaian risiko kesehatan pada lokasi yang terkontaminasi merupakan dasar untuk mengendalikan risiko lokasi yang terkontaminasi. Sebelumnya beberapa penelitian telah mengarahkan pada penilaian risiko menggunakan model. Misalnya Adaptive Risk Assessments Modeling System (ARAMS) adalah alat yang berguna, efisien, hemat biaya, dan waktu untuk mensimulasikan risiko kesehatan manusia akibat pajajan logam berat. Pemodelan ini membantu para pengambil keputusan dalam mengembangkan program respons untuk mengatasi risiko kesehatan manusia akibat kontaminasi logam berat (Hoang et al., 2021).

Di penelitian berbeda, simulasi Monte Carlo diterapkan untuk mengevaluasi dampak polutan terhadap kesehatan manusia di lokasi yang terkontaminasi di Beijing, Tiongkok. Dalam penelitian ini, total sampel tanah yang dikumpulkan sebanyak 429 sampel. Hasil penelitian ini dapat membantu meningkatkan tindakan pengendalian risiko tanah dan keputusan remediasi pada lokasi yang terkontaminasi guna mengurangi risiko lingkungan di area yang terkontaminasi. Model simulasi Monte Carlo merupakan model penilaian risiko kesehatan yang direkomendasikan oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS 200 (US-EPA, 2009). Mengingat ketidakpastian konsentrasi polutan dan parameter paparan, maka diadopsi model penilaian risiko probabilistic (Guo et al., 2021).

Model Monte Carlo

Model Monte Carlo merupakan penilaian risiko probabilistik, yang lebih berkembang dan akurat dibandingkan model penilaian risiko kesehatan yang digunakan dalam beberapa dekade terakhir. Model Monte Carlo menyelidiki distribusi variabel yang dipilih dengan mensimulasikan angka acak. Data spesifik lokasi dari kuesioner dan wawancara menunjukkan kondisi aktual dan hasil yang sesuai dari sudut pandang analisis risiko (Mallongi, Rauf, et al., 2022). Sehingga pendekatan model tersebut dilakukan untuk mengetahui perilaku logam berat dalam kaitannya dengan risiko kesehatan melalui distribusi interval parameter.

Tujuan; Menganalisis risiko kesehatan akibat deposisi nikel dan cobalt disekitar pertambangan serta simulasi probabilistic dan sensitivitas menggunakan Aplikasi Simulasi Monte Carlo.

Sumber Literature Review

Referensi literatur dalam penelitian utamanya diperoleh dari basis data jurnal daring yang menyajikan artikel jurnal secara gratis, khususnya beberapa artikel yang dapat diakses tanpa biaya mencakup jurnal-jurnal seperti science of total environment, International Journal of Environmental Research and Public Health, Journal of Hazardous Materials, Chemosphere, Journal of Environmental.

Management, water environment federation, Environmental Pollution, Ecotoxicology and Environmental Safety, Marine Pollution Bulletin dan lain-lain. Referensi lain berasal dari peraturan pemerintah, tesis dan disertasi yang sesuai. Untuk mendapatkan data yang up to date, referensi yang menjadi sumber kajian diambil dari periode 10 tahun terakhir (2013-2023). Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa informasi yang digunakan dalam penelitian mencerminkan perkembangan terkini dan relevan.

Metode Literature Review

Metode yang digunakan dalam literature review yaitu menggunakan “Prisma Flow Diagram”. Sehingga didapatkan hasil sebanyak 27 Artikel yang memenuhi inklusi yaitu : 1) tipe penelitian kuantitatif maupun kualitatif dan penelitian lain yang relevan dengan tujuan literatur review; 2) populasi target adalah logam berat nikel dan Cobalt; 3) dipublikasikan antara tahun 2013-2023; 4) artikel menggunakan Bahasa Inggirs; dan 5) artikel dalam bentuk fulltext. Kombinasi kata berikut digunakan dalam pencarian:

  1. Pathways of exposure AND nickel
  2. Impact of exposure to nickel AND humans AND air
  3. Impact of exposure to nickel AND air AND the environment
  4. Impact of nickel AND human exposure
  5. Risk analysis due to nickel exposure on humans
  6. Pathways of exposure AND cobalt
  7. Impact of exposure to cobalt AND humans AND air
  8. Impact of exposure to cobalt AND air AND the environment
  9. Impact of cobalt AND human exposure
  10. Risk analysis due to cobalt exposure on humans
Kebijakan yang sudah ada;
  • Kebijakan pemerintah terkait regulasi lingkungan dan Kesehatan yang menetapkan batas emisi untuk logam berat seperti nikel dan cobalt mencakup konsentrasi logam berat di udara, air dan tanah khususnya disekitar pertambangan.
  • Program pengawasan kesehatan masyarakat guna melindungi masyarakat yang tinggal di lokasi pertambangan serta kampanye penyuluhan terkait bahaya dari logam berat
Kekurangan;
  • Meskipun ada regulasi yang menetapkan batas emisi untuk logam berat seperti nikel dan kobalt, seringkali penegakan kebijakan ini kurang efektif. Kurangnya sumber daya, infrastruktur, dan kemampuan pengawasan pemerintah dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap regulasi tersebut oleh industri pertambangan.
  • Kebijakan yang ada mungkin kurang mengintegrasikan peran masyarakat dalam pengawasan dan perlindungan lingkungan. Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pemantauan lingkungan dan partisipasi dalam pengambilan keputusan dapat mengurangi efektivitas kebijakan dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Kekurangan;

Pembentukan Kebijakan Regulasi yang Ketat:

  • Mengadopsi batas emisi yang ketat untuk nikel dan kobalt dari lokasi pertambangan berdasarkan temuan analisis risiko kesehatan.
  • Menetapkan standar kualitas udara yang lebih ketat di sekitar pertambangan untuk mengurangi risiko eksposur manusia terhadap logam-logam berat tersebut.

Monitoring dan Pengawasan Rutin:

  • Menerapkan program pemantauan rutin untuk memantau konsentrasi nikel dan kobalt di udara, air, dan tanah di sekitar pertambangan.

Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat:

  • Melakukan kampanye penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat tentang risiko kesehatan yang terkait dengan deposisi nikel dan kobalt di sekitar pertambangan serta Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan lingkungan dan pelaporan masalah terkait kesehatan.

Kolaborasi Antar Sektor:

  • Mendorong kerja sama antara pemerintah, industri pertambangan, dan masyarakat dalam mengidentifikasi solusi terbaik untuk mengelola risiko kesehatan yang terkait dengan deposisi nikel dan kobalt khususnya di sekitar pertambangan.

Aktivis Lingkungan Desak Konjen Jepang Hentikan Pengiriman Sampah Plastik ke Indonesia

0
(Aktivis Lingkungan Desak Konjen Jepang Hentikan Pengiriman Sampah Plastik ke Indonesia)

Intens.id, Surabaya – Sekelompok aktivis lingkungan yang berjumlah 20 orang, aksi
kolaboratif dari Ecoton dan gabungan mahasiswa Universitas Brawijaya, Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya
melakukan aksi teatrikal di depan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya. Aksi
teatrikal ini bertujuan untuk mendorong pemerintah Jepang agar menghentikan
pengiriman sampah plastik ke Indonesia. Kamis, 4 Maret 2024

Para aktivis muda tersebut membawa tumpukan sampah plastik impor dari jepang
yang digelar di depan pintu gerbang sebagai bentuk protes atas masuknya sampah
jepang di Indonesia. Faktanya, Jepang menjadi negara eksportir sampah plastik
terbesar kedua di dunia setelah Jerman.

Koordinator Aksi kolaboratif, Alaika Rahmatullah menyampaikan masuknya sampah
plastik ini melalui penyelundupan pada aktivitas impor kertas. Berdasarkan data dari
UN Comtrade mulai dari tahun 2020 sampai 2023 menyatakan Jepang telah mengirimkan sampah plastik ke Indonesia dengan rata-rata 1,5 juta kilogram perbulannya. Temuan sampah impor ini juga terdapat di kecamatan Pagak Kabupaten Malang dan di 2 desa Kabupaten Sidoarjo yang dijadikan dumpsite sampah, yaitu desa Gedangrowo dan desa Bangun.

Data Statista mengungkapkan Jepang telah mengirimkan 12,46 juta kilogram sampah
plastik sepanjang tahun 2023, jumlah ini dinilai mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 10,67 juta kilogram sampah plastik.

“Pengiriman sampah plastik ke negara-negara berkembang seperti Indonesia ini tidak
hanya merupakan tindakan tidak etis, tetapi juga menciptakan dampak serius bagi ekosistem sungai dan kesehatan,” ujar Alaika yang sekaligus menjabat sebagai Divisi
Edukasi Ecoton.

Celah Masuknya Sampah Impor
Di sisi lain, investigasi Ecoton mengungkap celah masuknya sampah ini melalui aktivitas impor kebutuhan bahan baku kertas bekas di Jawa Timur. Ternyata disusupi sampah plastik dan sampah rumah tangga dengan persentase sebesar 30%. Data dari UN Comtrade terkait Paper Waste Exporters to Indonesia 2022, jepang mengirimkan 235.203 ton sampah kertas ke Indonesia. Ini menjadi salah satu dari 6 negara pengirim sampah kertas terbesar di Indonesia.

Sampah Impor Meracuni Sungai dengan Mikroplastik dan Dioksin di Jawa Timur Sampah plastik impor ini membawa petaka buruk bagi lingkungan, khususnya ekosistem sungai di Indonesia dalam ancaman kontaminasi mikroplastik. Khususnya di Jawa Timur terdapat Sungai Brantas, yang fungsinya sebagai sumber air baku PDAM di Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo.

Rafika Aprilianti Kepala Laboratorium Ecoton mengungkapkan mikroplastik ini termasuk remahan plastik yang berukuran kurang dari 5 mm, ini sangat berbahaya karena secara kimia memiliki rantai ikatan kimia terbuka yang dapat mengikat polutan di sekitarnya seperti logam berat, pestisida, deterjen.

Bahkan bahan penyusun plastiknya juga berbahaya karena mengandung senyawa kimia pengganggu hormon termasuk ftalat, BPA dan senyawa perfluorinasi yang berpotensi menyebabkan kanker pada manusia.

Sementara itu, penelitian Ekspedisi Sungai Nusantara 2022 menyatakan bahwasanya
Sungai Brantas menjadi sungai yang paling terkontaminasi mikroplastik diantara 68
Sungai Strategis Nasional di seluruh Indonesia.

“Sampah impor ini masuk karena pabrik kertas, ada 12 pabrik kertas yang memanfaatkan bahan baku sampah impor. Pabrik itu membuang limbah cair bercampur mikroplastik ke Sungai Brantas” tegas Rafika Aprilianti.

Sampah plastik impor ini ternyata ada yang berakhir di pabrik pembuatan tahu Tropodo. Penelitian Ecoton 2023, air, udara, tahu di daerah Tropodo positif terkontaminasi mikroplastik. Belum lagi, asap dari pembakaran sampah plastik juga dapat memicu terlepasnya senyawa dioksin dan furan. Keduanya merupakan senyawa karsinogen yang memicu kanker dan paru-paru.

Desak Konsulat Jenderal Jepang Hentikan Pengiriman Sampah Plastik ke Indonesia, Jepang Harus Mampu Mengolah Sendiri Sampahnya Melihat petaka buruk tersebut bagi lingkungan Jawa Timur. Ecoton mendesak Pemerintah Jepang untuk menghentikan pengiriman sampah plastik ke Indonesia.

Jepang juga harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh sampah-sampah plastik, sampah domestik yang telah mencemari air, dan udara di Jawa Timur.

“Jepang sebagai negara maju memiliki tanggung jawab moral untuk memperlakukan sampahnya secara bertanggung jawab dan menghormati hak asasi manusia, karena masyarakat Jawa Timur juga butuh akses air bersih dan sehat bebas dari mikroplastik,”
Kata Azis.

Selain itu Dr. Daru Setyorini, M.Si. Direktur Eksekutif Ecoton menyatakan Jepang
sebagai negara kaya dan maju, harusnya memiliki kemampuan lebih baik dalam
mengolah dan mendaur ulang sampah plastik.

Jepang harus mendaur ulang sendiri sampah plastiknya dan stop ekspor sampah ke negara lain khususnya Indonesia yang tidak mampu mengolah sampah domestiknya sendiri. Jepang harus menjadi pelopor negara maju yang bertanggung jawab atas pengolahan sampah negaranya dan menghentikan penjajahan pencemaran plastik ke negera berkembang.

Jepang harus berhenti mengirim sampah plastik untuk daur ulang, karena daur ulang plastik tidak dilakukan secara aman dan mengorbankan kesehatan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Daur ulang melepas emisi karbon yang sangat besar karena plastik dibuat dari minyak bumi dan mengandung bahan aditif kimia yang sangat toksik, mengganggu hormon dan memicu kanker yang mengancam kehidupan dan meracuni ekosistem di Indonesia.

Lulusan Ma’had Aly Bisa Jadi PNS, Menag: Rekognisi Pemerintah atas Kualitas Pesantren

0
Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas dan Menterti Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Intens.id, Jakarta – Pemerintah membuka kesempatan bagi lulusan Ma’had Aly mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada formasi penyuluh agama. Kebijakan ini telah dibahas dan disepakati antara Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas.

“Kami bersepakat untuk memberi kesempatan alumni Ma’had Aly bisa mendaftar CPNS. Ini merupakan rekognisi pemerintah atas kualitas dan kompetensi lulusan pesantren,” kata Menag Yaqut di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Ma’had Aly merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) berbasis pesantren. Ma’had Aly menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Ijazah sarjana Ma’had Aly diakui negara. Statusnya juga disamakan sehingga bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama nomor 32 tahun 2020 tentang Ma’had Aly. Saat ini terdapat 78 Ma’had Aly di Indonesia.

Menurut Gus Men, sapaan akrab Menag, secara teknis, kebijakan ini akan dibahas bersama dengan Majelis Masyayikh. Majelis Masyayikh dikukuhkan pada Desember 2021 oleh Gus Men. Keberadaannya juga sebagai bentuk dari rekognisi negara terhadap kekhasan pendidikan pesantren melalui proses penjaminan mutu yang dilakukan dari, oleh, dan untuk pesantren. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Majelis Masyayikh akan terus kita perkuat. Penguatan kelembagaan Majelis Masyayikh sangat penting karena keberadaannya seperti BAN-PT-nya Mahad Ali,” tegas Menag.

Hal senada disampaikan Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, terobosan ini sebagai langkah rekognisi pemerintah. Sebab, selama ini, klasifikasi rekrutmen penyuluh hanya dari lulusan perguruan tinggi keagamaan seperti UIN atau IAIN.

Ada ribuan formasi penyuluh agama yang akan dibuka pada seleksi CPNS 2024. Untuk seleksi CPNS penyuluh agama tahun ini, lulusan Mahad Aly bisa mengikutinya. Untuk klasifikasi teknisnya diatur oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Alhamdulillah, setelah diskusi detil, kami menyepakati bahwa lulusan Mahad Aly dari berbagai pesantren di Tanah Air bisa mengikuti seleksi CPNS penyuluh agama. Ini bentuk negara hadir merekognisi sistem pendidikan pesantren,” ujar Menteri PANRB Anas.

“Maka tadi saya sampaikan ke teman-teman Kementerian PANRB dan BKN, rekognisi diperlukan sebagai apresiasi kepada lembaga-lembaga pendidikan yang berperan penting bagi kemajuan bangsa, termasuk di dalamnya adalah pesantren yang telah hadir jauh sebelum Indonesia merdeka,”(*).

Merayakan Tradisi Mudik 2024: Kiat Aman dan Bijak dalam Perjalanan Pulang Kampung

0
(Arus Lalu Lintas di Kota Makassar)

Intens.id – Tradisi mudik telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia, dalam peristiwa tahunan yang ditunggu-tunggu, jutaan orang di seluruh pelosok Indonesia bersiap-siap untuk memulai perjalanan pulang kampung yang penuh makna. Dengan hati penuh harap dan senyum di bibir, mereka memasuki zaman yang dinanti-nantikan: musim mudik.

Di antara sorot matahari yang cerah dan embun pagi yang meresap, jalan raya dipenuhi oleh gerakan yang tak henti, seolah aliran sungai yang tak pernah lelah berjalan menuju muara. Setiap kendaraan membawa beban harapan, cinta, dan kerinduan yang membara. Di belakang setiap kemudi, terdapat sebuah cerita, sebuah kisah hidup yang tak pernah lekang oleh waktu.

Selamat menikmati perjalanan kepada para pejalan yang meniti langkah mereka menuju pelukan keluarga. Semoga setiap detik perjalanan membawa keberkahan dan perlindungan, melewati bukit-bukit dan lembah-lembah yang berderap dengan keindahan alamnya.

Untuk mereka yang memilih terbang dengan sayap impian, langit senantiasa menjadi tempat yang aman untuk melayang, membawa pesan cinta dari jauh. Tiupan angin dalam pengharapannya membawa kabar baik, dan awan-awan berlapis-lapis menjadi saksi setia perjalanan.

Saat matahari terbenam di ufuk barat, keluarga menanti kepulangan dengan hati yang penuh kerinduan. Di tiap sudut kampung halaman, terdapat senyum-senyum yang tak terhitung jumlahnya, menunggu untuk dipertemukan kembali dengan yang terkasih.

Jua kepada para pelaut yang berlayar di lautan rindu. Pulanglah dengan selamat, dan ceritakanlah kisah perjalananmu dengan kehangatan di hati.

Semarak momen bersama keluarga, perjalanan mudik juga seringkali diwarnai dengan berbagai tantangan dan risiko. Di tahun 2024 ini, sementara kita merayakan kehangatan pertemuan dengan orang-orang terkasih, penting bagi kita untuk juga memperhatikan kiat-kiat yang dapat menjadikan perjalanan mudik lebih aman dan nyaman.

Merujuk anjuran Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum dan saat melakukan perjalanan dalam laju arus mudik.

  • Pentingnya Persiapan Matang
    Sebelum memulai perjalanan mudik, persiapkan segala sesuatu dengan matang. Pastikan kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi prima, cek keamanan dan kelaikan jalannya. Periksa juga dokumen-dokumen penting seperti SIM, STNK, dan surat-surat kendaraan lainnya.
  • Rencanakan Waktu Perjalanan dengan Bijak
    Kiat selanjutnya adalah merencanakan waktu perjalanan dengan bijak. Pilihlah waktu yang tepat untuk berangkat, hindari jam-jam padat lalu lintas atau hari libur nasional yang rawan kecelakaan. Jika memungkinkan, berangkatlah saat pagi hari untuk menghindari kemacetan di jalan.
  • Istirahat Secukupnya
    Perjalanan jauh selama mudik dapat menguras energi, oleh karena itu penting untuk istirahat secukupnya. Berhenti sejenak untuk istirahat, minum dan makan yang cukup, serta menghindari kelelahan yang berlebihan.
  • Patuhi Aturan Lalu Lintas
    Aturan lalu lintas adalah pedoman utama dalam menjaga keamanan di jalan raya. Patuhi batas kecepatan, gunakan sabuk pengaman, dan hindari penggunaan gadget saat mengemudi. Selalu perhatikan tanda-tanda lalu lintas dan berikan prioritas kepada pejalan kaki dan pengendara lainnya.
  • Siapkan Alternatif Rute
    Di musim mudik, jalan-jalan utama seringkali dipadati oleh kendaraan, sehingga kemacetan menjadi tak terhindarkan. Siapkan alternatif rute sebagai cadangan jika terjadi kemacetan parah di jalan utama.
  • Persiapan Mental dan Emosional
    Terakhir, persiapkan juga kondisi mental dan emosional untuk menghadapi perjalanan mudik. Bersabarlah dalam menghadapi berbagai tantangan di jalan, dan tetaplah tenang meskipun terjadi kejadian yang tidak terduga.

Kita tentu menyaksikan jalan raya yang terbentang luas di depan mata, mengajak pada sebuah perjalanan yang tak hanya fisik, tetapi juga spiritual dan emosional. Dengan setiap langkah membawa harapan, kerinduan, dan cinta yang membara menuju pelukan kampung halaman. Perjalanan mudik tentu bukan sekadar tentang tiba di tujuan, melainkan tentang prosesnya, tentang cerita-cerita yang ditemui di sepanjang jalan.

Kiat-kiat untuk mudik aman bukanlah semata sebuah himpunan aturan, tetapi cerminan dari kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang-orang terkasih. Dalam keramaian jalan raya berbagi doa dan harapan, mengingatkan satu sama lain untuk berhati-hati.

Saat mengikuti arus perjalanan menuju kampung halaman, mari kita selalu mengingat pesan ini: bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama.

 

Mari Salurkan Sumbangan Terbaik Kita untuk Pembangunan Renovasi Masjid Miftahuddin Manyampa

0
(Masjid Miftahuddin)

Intens.id, Bulukumba – Waktu terus berjalan beriringan dengan berbagai hal yang turut tergerus dan termakan waktu, sehingga memerlukan penyegaran atau peremajaan demikianlah Masjid Miftahuddin Manyampa yang kini tengah proses renovasi, yang tentu memerlukan banyak dukungan demi kelancarannya.

Masjid Miftahuddin telah berdiri puluhan tahun di Dusun Dongi Desa Manyampa Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Panitia pelaksana sangat terbuka, untuk siapapun dapat berkontribusi terhadap pembangunan tersebut, dengan menyumbang untuk pembangunan masjid, kita tidak hanya berpartisipasi dalam proyek fisik, tetapi juga memberikan kontribusi spiritual yang besar. Setiap langkah yang kita ambil untuk memperkuat masjid adalah langkah dalam mendekatkan diri kepada Allah dan memperluas manfaat bagi umat, memperkokoh ikatan sosial.

Masjid yang bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan yang mempererat jalinan komunitas. Dengan menyumbang untuk pembangunan masjid, kita turut serta dalam memperkuat infrastruktur keagamaan yang menjadi pijakan bagi kemajuan spiritual umat. Setiap sumbangan yang kita berikan tidak hanya berarti memberikan materi, tetapi juga membangun keberkahan yang akan mengalir kepada kita dan generasi mendatang.

Ajakan ini bukan sekadar mengajak untuk berbagi harta, tetapi juga untuk berbagi kebahagiaan, cinta, dan semangat kebersamaan. Saat kita memberikan sebagian dari rezeki yang telah diberikan kepada kita, kita juga membuka pintu bagi berkah yang melimpah dari Yang Maha Kuasa.

Mari kita satukan langkah dalam memberikan yang terbaik bagi masa depan umat. Ayo, mari kita bersedekah dan menyumbang untuk pembangunan masjid, karena setiap kontribusi kita akan menjadi bekal yang abadi di dunia dan di akhirat. Bersama-sama, kita mampu menciptakan perubahan positif dan memberikan dampak yang besar bagi kehidupan beragama dan sosial di sekitar kita

Partisipasi para dermawan dapat disalurkan langsung melalui rekening, BRI atas nama Masjid Miftahuddin : 4906 01 037528 53 2 .

Untuk mengkonfirmasi partisipasi dapat menghubungi panitia melalui telepon dan kontak whatsapp, Abbas Madda ( 085299768443 ), Hj. Hamrina A. Muri ( 082396769999 ).

Proposal dapat diakses klik https://ln.run/_9ktl

Mahasiswa Teknik Kimia FTI-UMI Menyapa Hati Kehidupan Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindroma Down

0
( Mahasiswa Teknik Kimia FTI-UMI Lakukan Pengabdian Masyarakat pada Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindroma Down di Jl. Bonto Mangape No.3, Mannuruki, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan )

Intens.id, Makassar – Di sebuah sudut kota yang jarang terjamah, diantara gemerlapnya pusat kegiatan perkotaan, terdapat sebuah kehidupan yang memancarkan keberanian dan cinta. Di sinilah rumah bagi komunitas orang tua yang mengasuh anak-anak mereka dengan kasih sayang yang tiada batas, meskipun sering kali terhadang oleh tantangan yang berat.

Namun, pada hari yang cerah ini, sinar harapan menyinari mereka dari arah yang tak terduga, kedatangan sekelompok mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI-UMI) Makassar.

Tepat hari ke-19 ramadhan Himpunan Mahasiswa Teknik kimia melakukan kegiatan pelatihan bagi Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindroma Down (KOADS) di sekretariat yang berada di jalan Bonto Mangape Mannuruki, Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berupa pembuatan biohandsanitizer. Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sabtu, 30 Maret 2024.

Dengan langkah-langkah yang penuh semangat dan hati yang penuh kasih, mahasiswa-mahasiswa ini melangkah masuk ke dalam kehidupan mereka yang penuh perjuangan. Mereka bukan hanya membawa semangat tersendiri, tetapi juga menyuguhkan senyum dan kehangatan yang tulus.

Dalam sebuah perbincangan santai dengan Ketua Prodi Teknik Kimia, Dr. Rismawati Rasyid, mengatakan kegiatan ini sangat berguna untuk memberikan pengalaman dan pelajaran tersendiri bagi mahasiswa agar mampu mengaplikasikan keterampilan dan pengetahuan ditenga-tengah masyarakat, khususnya anak-anak dengan sindroma down.

“Pelatihan ini mencakup pembuatan handsanitizer dari bahan sangat mudah didadapatkan, dengan komposisi alkohol 70%, ekstrak aloevera gel, dan essens beraroma maka prodak handsanitizer ini dapat langsung digunakan,” urai Risma, dengan senyum berbinar melihat keceriaan anak-anak.

Kegiatan ini tidak hanya membawa keceriaan bagi anak-anak yang berjuang melawan sindrom ini, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi para orang tua untuk tetap membekali keterampilan bagi mereka dengan penuh kepercayaan.

“Kegiatan ini nantinya diharapkan dapat membekali anak-anak dengan sindroma down ini ilmu yang dapat mereka manfaatkan nantinya, dengan memproduksi lebih banyak handsanitizer untuk bisa mereka gunakan sendiri ataupun menjualnya,” jelas Risma.

Melalui langkah kecil, kegiatan ini dihadiri sekitar 20 orang anak down sidrome yang didampingi oleh orang tua masing-masing. Mahasiswa Teknik Kimia FTI-UMI telah membuktikan bahwa kebaikan tidak mengenal batas dan bahwa cinta serta kepedulian adalah bahasa universal yang dapat menyatukan hati dalam satu ikatan kasih.

“Kami sangat berterima kasih dengan kegiatan adik-adik mahasiswa dengan kegiatan ini bisa memberikan semangat bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus dan bisa memberikan keterampilan yang bisa menambah wawasan dikemudian hari,” ujar salah Satu orang tua siswa yang tak disebutkan namanya.

Ridwan Sau Nyanyi Bareng Masyarakat Bulukumba di Malam Puncak Kegiatan Peluncuran Desa Digital

0
(Ribuan orang memadati menyaksikan Launching Desa Digital dan Literasi Digital)

Intens.id, Bulukumba – Peluncuran Desa Digital di Bulukumba berhasil menggaet masyarakat dengan menghadirkan Ridwan Sau penyanyi ternama Sulawesi Selatan, seketika Lapangan Pemuda Bulukumba dibanjiri penonton. Senin, 25 Maret 2024 (malam).

Kehadiran Penyanyi Dangdut Pria Terbaik dalam ajang AMI Award 2023 tampak sangat antusias, disambut masyarakat penuh kebahagiaan dengan turut bernyanyi mengikuti lirik dalam setiap lagu yang dibawakan Ridwan Sau.

Perhelatan nasional yang terlaksana atas kerjasama Kementerian Kominfo dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Bulukumba.

Menggaungkan tema “Desa Digital: Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan” dalam gerakan Literasi Digital Makin Cakap Digital 2024 menghadirkan narasumber praktisi yang berkompeten, diantaranya Relawan TIK Indonesia, Andi Asy’hary J Arsyad, Key Opinion Leader (KOL) dan Dosen Ilmu Komunikasi, Syamsu Rizal MI, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Hamrina A. Muri yang dipandu langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Bulukumba, Daud Kahal.

Ketua PPDI Bulukumba sekaligus sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan, Sappewali Kutong mengaku memiliki kebanggaan tersendiri atas suksesnya kegiatan ini di kabupaten yang Berjuluk Butta Panrita Lopi.

“Alhamdulillah, sangat puas dengan kemeriahan terselenggaranya kegiatan ini, tentu ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah kabupaten yang sangat besar,” kata Sappewali.

Sappewali menyampaikan rasa bangga dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf yang juga mendukung penuh kegiatan ini, serta Para Kepala Desa yang hadir.

“Semoga semangat masyarakat yang terpancar malam ini bisa terus berlanjut kedepannya, khususnya saling mengedukasi melek digital dan memiliki kemampuan memanfaatkan berbagai platform digital dalam menunjang aktivitas masyarakat serta mampu saling menjaga dan menangkal berbagai ancaman dan bahaya yang mengintai di ruang cyber,” harapnya.

Hal lain yang diluar perkiraan panitia pelaksana dari target peserta yang ditargetkan, melebihi ekspektasi awal.

“Kami pun tidak menyangka bisa se meriah ini, pas ada info dari bagian registrasi mengkonfirmasi bahwa sistem pendaftaran peserta yang overload sampai-sampai gangguan saat diakses,” pungkasnya.

Hal ini tentu membawa banyak dampak, lanjut Sappewali. Yang utama adalah upaya kita memaksimalkan desa digital, juga lebih meluaskan kampanye kita dengan Peluncuran Desa Digital.

“Tentu juga berdampak pada pelaku usaha, dan ini searah dengan misi digital yang salah satunya tentu menyokong peluang digitalisasi UMKM,” terangnya.

Tak hanya itu, menurutnya masih banyak dampak positif yang tentu setiap masyarakat memiliki persepsi sendiri.

“Yah masyarakat tentu memiliki kesimpulan tersendiri khususnya yang mengikuti serangkaian kegiatan ini,” lanjut Sappewali.

“Kerjasama dari Kementrian Kominfo juga tentu kita harapkan bisa berlanjut untuk terus mensupport kegiatan yang berkenaan dengan digitalisasi di Kabupaten Bulukumba, sekali lagi tentu terimakasih kepada seluruh yang mendukung kegiatan ini,” kuncinya.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, hadir sebagai keynote speaker menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia atas inisiasi kegiatan di Kabupaten Bulukumba.

Menurutnya, hal tersebut sebagai sebuah langkah awal dalam upaya mewujudkan Digitalisasi Desa di seluruh pelosok Kabupaten Bulukumba.

Saat ini kata Andi Utta, pihaknya bersama Pj Gubernur Sulawesi Selatan telah mengajukan permohonan kepala Menteri Kominfo untuk pembangunan BTS-BTS pada titik titik area Blankspot yang masih ada di wilayah Bulukumba.

Digitalisasi Desa lanjutnya, sesuai dengan semangat pelaksanaan Misi Pemerintah Daerah yaitu Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan dan Layanan Publik.

Selaku Pemerintah Daerah, pihaknya terus mendorong pelaksanaan Digitalisasi Pemerintahan atau E-Government, khususnya bagi instansi-instansi yang bersentuhan dengan pelayanan publik seperti rumah sakit- puskesmas, Dinas Dukcapil dan perizinan.

“Selain menghemat biaya karena lebih efektif dan efisien, Digitalisasi juga mencegah terjadinya percaloan, pungutan liar serta lebih transparan dan akuntabel,” imbuhnya.

Olehnya itu, saya terus mendorong, bagaimana instansi pemerintah dan pemerintah desa ke depan menerapkan Pemerintahan Digital.

Era ekonomi digital saat ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah untuk menembus pasar dengan memotong jalur distribusi produk hingga ke konsumen.

“Lewat teknologi digital, pelaku UMKM di desa dapat meningkatkan akses ke pelanggan baru, meningkatkan penjualan dan pendapatan, serta dapat membuka akses baru ke pasar di mana saja,” urainya.

Juga diharapkan UMKM dan Ekonomi kreatif berbasis digital menjadi penunjang dalam mewujudkan Kabupaten Bulukumba menjadi tujuan wisata Nasional dan mancanegara.(*)

Mahasiswa Lintas Gerakan Meminta Kapolri Mencopot Kapolres Metro Jakarta Selatan

0

Jakarta– Mahasiswa Lintas Gerakan (MALIGE) menganggap tak kunjung ada perkembangan penyelidikan terhadap kasus pengoroyokan, sehingga meminta Kapolri mencopot Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Alamsah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di Amora Kemang Jakarta Selatan. Pengeroyokan tersebut terjadi tanggal 25 Juli 2023.

Alamsah kemudian membuat Laporan Polisi di Polres Metro Jakarta Selatan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/2236/VII/2023/SPKT/RJS. Namun sampai hari ini belum ada kejelasan terkait LP tersebut.

Penyidik Brigadir Fernando Krisna Jaya Sinaga, S.H, M.H yang menangani kasus tersebut sudah melakukan interogasi terhadap korban dan dua orang saksi. Kemudian penyidik Brigadir Fernando sudah melakukan pemanggilan dan interogasi kepada karyawan Amora Kemang yang diduga ikut terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Alamsah juga beberapa kali berinisiatif bertemu penyidik Brigadir Fernando namun hanya diberi SP2HP Lidik Nomor : B/6718/XI/2023/ReskimJaksel tanggal 22 November 2023.

Kemudian sampai hari ini belum ada kepastian terkait kasus tersebut, maka Mahasiswa Lintas Gerakan (MALIGE) akan menempuh langkah menyampaikan pendapat di Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri untuk mempertanyakan terkait kasus tersebut.

Mahasiswa Lintas Gerakan (Malige) juga akan meminta Kapolri untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan karena dianggap tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut padahal sudah ada bukti permulaan yang cukup, ada keterangan saksi-saksi, korban sudah melakukan visum dan ada bukti vidio pengeroyokan di Amora Kemang.

Alamsah menambahkan bahwa keadilan dan kepastian hukum mesti ditegakkan sebagaimana amanat UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tugas dan Tanggungjawab Polri memberi perlindungan, pengayom, serta pelayanan kepada masyakat. Polres Metro Jakarta Selatan mesti profesional dalam menjalankan tugas sebagaimana amanat Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi.