Beranda blog Halaman 22

Aktivis GMPS SULTRA Kritisi Pertambangan Ilegal di Kaisabu Baru: Diduga Tanpa IUP dan WIUP

0

Baubau, 24 Oktober 2024 RISWAN, seorang mahasiswa atau Aktivis dari Organisasi GMPS SULTRA (Gerakan Militansi Pemuda Sosialis Sulawesi Tenggara) mengkritisi aktivitas pertambangan di wilayah Kaisabu Baru yang diduga beroperasi tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Ia menyoroti kejanggalan dalam operasi pertambangan tersebut, yang dinilai melanggar hukum dan berpotensi merusak lingkungan sekitar.

Dalam keterangannya, RISWAN menyebutkan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin merupakan ancaman serius, baik dari sisi hukum maupun dampaknya terhadap lingkungan. “Jika benar perusahaan ini tidak memiliki IUP dan WIUP, ini adalah pelanggaran yang harus segera dihentikan. Kami sebagai mahasiswa merasa terpanggil untuk mengawal isu ini dan mendesak penegakan hukum,” tegas RISWAN.

Merujuk pada Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, RISWAN menekankan bahwa setiap perusahaan tambang wajib memiliki izin operasional yang sah. Tanpa adanya IUP dan WIUP, perusahaan tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem lokal. Pasal 35 dalam undang-undang tersebut menegaskan bahwa perusahaan yang beroperasi tanpa izin bisa dikenakan sanksi berat, termasuk hukuman pidana dan denda.

RISWAN juga mengkritik lambatnya respons dari pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan terkait dugaan tambang ilegal ini. “Kami berharap pemerintah lebih sigap dalam mengawasi hal-hal seperti ini”. Jika tidak, kerusakan lingkungan akan semakin parah, dan masyarakat yang akan menanggung akibatnya,” tambahnya.

Kami dan rekan-rekan GMPS SULTRA meminta agar ada tindakan cepat dari pihak APH untuk menyelidiki dan menghentikan aktivitas pertambangan yang diduga ilegal tersebut. RISWAN menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal kasus ini dan melakukan kampanye serta aksi untuk memastikan hukum ditegakkan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini bukan hanya masalah legalitas, tapi juga tentang keberlangsungan hidup dan dampak yang dirasakan serta kelestarian alam,” pungkas RISWAN.

Sementara itu, belum ada klarifikasi dari Pihak terkait. Saat dihubungi melalui whatsapp yang ditujukan kepada kepala desa terkait belum ada tanggapan sampai dengan berita ini terbit.(*)

Rumah BUMN Bantaeng Gelar TTG, Sentuh Semua Sektor Usaha

0
Rumah BUMN Bantaeng Gelar Pengenalan TTG

Bantaeng, – Rumah Badan Usaha Milik Negara (RB) Bantaeng kembali menggelar Pelatihan untuk UKM lokal dengan tajuk Pengenalan Teknologi Tepat Guna (TTG) di RB Bantaeng pada Kamis, 17 Oktober 2024.

Pelatihan dengan bahasan fungsinya untuk peningkatan efektifitas dan efesiensi produksi usaha berbasis bahan baku dihadiri 40 pelaku usaha. Fakhruddin Maula, Koordinator RB Bantaeng menerangkan selain meningkatkan produktifitas, juga memperbaiki kualitas produksi UKM Bantaeng.

“Di samping untuk meningkatkan produktifitas, jua untuk memperbaiki kualitas produksita. Karena beberapa yang kami dapati di lapangan bahwa banyak dari kita ketika tidak menggunakan teknologi, maka hasil yang kita dapat dari produk itu berbeda-bedaki,” ujar Fakhruddin.

Sementara itu Muhammad Taufiq Tahir, Dosen AKOM Bantaeng dalam materinya menjelaskan TTG mampu menjawab permasalahan yang ada di masyarakat serta memiliki nilai tambah.

“Bagi masyarakat khususnya kita di sini selaku UKM Bantaeng, teknologi tepat sasaran itu sangat berguna di tengah- tengah kita karena dapat menjawab permasalahanta. Selain itu bisaki manfaatkan teknologi yang dipakai,” dedah Taufiq.

Ia mengungkapkan UKM Bantaeng akan lebih maju dalam mengaplikasikan TTG dengan syarat, “Ketersediaan, kesesuaian, kehandalan, dan kemampuan,” jelasnya.

Empat syarat tersebut dari bahan teknologi seperti Stainless Steel FG dan Non FG, serta bahan plastik baginya sangat penting untuk tetap memerhatikan di antaranya bahan pangan dan lingkungan.

Terpisah, Mirnayati Azis, Penyuluh Pertanian Ahli Madya Bantaeng menerangkan pengaplikasian TTG dapat berlaku di beberapa sektor usaha.

“Di Bantaeng ini ada penerapan TTG menurut sektor. Di antaranya itu ada di sektor perikanan dan kelautan, pertanian pada sub sektor tanaman pangan, sektor Hortikultura, sektor perkebunan, dan peternakan,” terang Penyuluh Pertanian ini.

Usai menerima materi, para pelaku usaha tertarik ingin membentuk kelompok di UKMnya masing-masing untuk membuat hasil olahan yang lebih maju dengan menggunakan Teknologi Tepat Guna.

Atas Nama Hubungan Seks Halal

0
Normalisasi pernikahan dini oleh orang tua-Foto:Ilustrasi/Intens.id

Atas Nama Hubungan Seks Halal

Saya akan ikut bersuara mengenai kelakuan si paling Bunda itu terkait kegemaran menikahkan anaknya dibawah umur. Pun yang membaca sekiranya tidak menjadi orang tua seperti Bunda itu.

Pertama, perihal pernikahan dibawah umur yang dinormalisasi dengan alibi hubungan seks (ngewe), perempuan selalu menjadi subjek yang paling membawa pengaruh besar. Perempuan adalah subjek yang akan menjadi partner segala hal termasuk ngewe (konon namanya ngewe halal). Perempuan secara fase kematangan seksual di usia 28 tahun, sekaligus menjadi usia dengan kematangan reproduksi yang baik.

Dibawah usia tersebut adalah usia yang rentan. Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu karakteristik biologis ibu yang memiliki peran meningkatkan risiko BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah) adalah usia ginekologi yang muda.

Sehingga jelas, hubungan kematangan reproduksi dan usia ibu saat melahirkan dengan kejadian BBLR sangat besar. Sedangkan setiap bayi  yang lahir memiliki hak hidup dan tumbuh menjadi manusia yang produktif.

Nah sekarang, kalau terlalu cepat nikah, terlalu cepat ngewe halal, terlalu cepat hamil, apa nggak dzolim sama tubuh perempuan dan kondisi bayi?. Data tersebut masih berbicara soal BL (Berat Lahir), belum berbicara bagaimana fase pembentukan otak anak dalam kondisi ibu yang kematangan reproduksinya masih muda, belum soal tumbuh kembang anak, belum soal mortalitas anak.

Terlalu tolol dan konyol karena alasan menghindari zina seenak jidat mengorbankan banyak hal. Remaja kok dinikahkan. Remaja itu main, explore kegiatan, sekolah, mencari minat bakat, bukan diberi solusi ngewe halal dengan menikah dibawa umur.

Ngewe halal… ngewe halal… ngewe halal ndasmu.

Ngewe habis crot beres, yang gk beres si subjek crotmu (perempuan remaja), mikir kok impulsive, nggak mikir yang memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupannya di masa depan.

Kalau data soal BL bayi belum cukup, mari kita research bersama, berapa persen tingkat kematian dari anak yang lahir prematur dengan ibu yang kematangan reproduksinya masih muda. Bahkan data paling tidak valid sekalipun menunjukkan 30 kali resiko kematian dari bayi yang lahir normal dengan ibu reproduksi matang.

Tolong jangan lupa bahwa dibawah 21 tahun adalah remaja. Masa remaja awal (early adolescence) umur 11–13 tahun. Masa remaja middle adolescence umur 14 -16 tahun. Masa late adolescence umur 17–21 tahun. Bahkan setelah umur 21 tahun sekalipun perempuan belumlah layak untuk fase kematangan reproduksi.

Kedua, pernikahan dibawah umur jika boleh-boleh saja sekiranya, untuk apa  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merekomendasikan target setelah tahun 2015 perihal khusus tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menghapus perkawinan usia anak dan didukung oleh 116 negara anggota? Jawaban karena pernikahan dibawah umur beresiko menghasilkan putus sekolah dan tingginya tingkat kematian ibu ketika melahirkan.

Bahkan data menunjukkan sekitar 71 % perempuan pernah mengalami kekerasan dan terbesar adalah kekerasan dalam rumah tangga. Data tersebut masih seperti fenomena puncak gunung es, lebih banyak data yang belum diketahui.

Perempuan memilih diam ketika menjadi korban KDRT alih2 menempuh jalur hukum. Hanya sekitar 15 % perempuan yang mengalami KDRT yang mampu menempuh jalur hukum. Dan penyumbang KDRT terbesar adalah dari hasil pernikahan dibawah umur.

Pasca membaca semua itu, bunda masih ngomong, saya menikahkan anak karena kondisi ekonomi sudah mapan. Bundaaaaaa, pernikahan bukan hanya perihal ekonomi, pernikahan juga perihal kematangan intelektual dan kematangan emosional.

Seberapa hebat bunda  bisa menjadikan anak dibawah 21 tahun nggak mudah tantrum? Bahkan jika hendak ditrack usia 25 tahun lebih pun, masih pada gampang ngamukam tah lagi anak yang 14-15-16-17-18-19 tahun bundaaa.

Dan sekitarnya bunda pasti tahu jika kekerasan itu, bukan hanya perihal  anak digampar atau tonjok doang. Tapi juga perihal kekerasan non verbal, berupa tekanan emosi, manipulasi pilihan, bahkan hingga kekerasan melalui cara perempuan dibuat memilih kesenangannya.

Bundaaa, tolong berhenti membawa kisah Aisyah r.a dalam kasus pernikahan dibawah umur, pertama zaman sudah sangat jauh berbeda, kedua perempuan tidak pada urgensi harus dinikahkan cepat/harus menerima pernikahan dengan cepat/harus menjalani pernikahan dengan cepat (kita tidak pada zaman ancaman yang dialami perempuan segila zaman itu sehingga harus menikah segera).

Ketiga nggak ada seutuhnya Rasulullah ditubuh laki-laki lain selain Rasulullah sendiri, keempat seharusnya sebagai influencer identitas religius dan etnis “dicairkan” untuk mengarahkan diri pada asas-asas moral dan prinsip universal yang lebih luas dan dapat dipastikan bahwa asas moral dan prinsip itu ialah dengan TIDAK menikahkan anak dibawah umur.

Bunda, sekali lagi, sebagai influencer bunda tidak boleh gagal dalam menemukan nilai agama. Karena bunda akan menjadi refleksi terhadap bunda-bunda lain. Sebagai bentuk kemurahan hati saya, maka berikut saya sampaikan mengapa kegagalan bisa terjadi dalam menemukan nilai agama, sekiranya dengan membaca ini bunda dapat terang pikirannya.

“Doktrin agama yang sempit dan kaku yang tidak memberi ruang kepada nilai yang lebih luas, yaitu nilai kehidupan bersama secara universal, nilai hak2 asasi manusia, nilai memperdayakan perempuan”

Demikian misuh-misuh ini diketik dengan cepat bunda, secepat bunda menikahkan anaknya, secepat bunda hendak anaknya ngewe halal alih-alih memfasilitasi anak eksplor kematangan: emosi, intelektual, hingga kematangan pengalaman dengan claim duit bunda yang banyak itu.

Ngewe halal… Ngewe halal… Ngewe halal. Aarrgggthhhh

Ngewe itu bukan cuman soal halal doang, tapi juga soal kebaikan, kemanfaatan, kemaslahatan. Ngewe sifatnya bukan hanya sebatas given yang ujug-ujug diberikan begitu saja, tapi ngewe itu bisa didiskusikan, bisa dikontrol, bisa konsensual, bisa cair, bahkan bisa ngewe halal setelah usia 28 tahun. Fuckkkkk

Teruntuk perempuan hiduplah lebih berdaya, jika dihalangi maka rampaslah, rebut, memberontaklah. Sungguh kita semua tah ubahnya manusia yang punya kesempatan untuk mengambil pilihan-pilihan hidup yang lebih berdaya.

Di Bawah Bayang-Bayang PT AHB: Kehilangan Lahan dan Janji yang Tak Terpenuhi untuk Rakyat Talaga Raya

0

Intens.id, Buton – Konflik antara masyarakat Kelurahan Talaga Raya dengan PT. Anugrah Harisma Barakah (PT. AHB), sebuah perusahaan tambang yang beroperasi di lahan masyarakat tersebut, kian memanas. Warga mengeluhkan perampasan lahan tanpa adanya kompensasi/ Ganti Rugi lahan yang sesuai dan pelanggaran janji-janji yang disampaikan oleh perusahaan saat awal pembebasan lahan.

Salah satu warga terdampak, Gusnawan, menyampaikan kekecewaannya setelah lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupannya diGarap. Dulu mereka (PT AHB) menggarap lahan masyarakat dan hanya menyelesaikan kurang lebih setengahnya dari jumlah lahan yang di garap dan oleh karena itu hari ini kami melakukan pemasangan kembali untuk menuntut perusahaan tambang tersebut aga segera menyelesaikan pembayaran yang belum terselesaikan. “ungkap Gusnawan dengan nada Marah dan kecewa”

Selain itu, warga lainnya juga merasa hak-hak mereka diabaikan. Banyak yang kehilangan lahan pertanian, yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga mereka. “Lahan kami diambil, tapi semua belum terselesaikan da yang kami dengar justru menguap begitu saja. Tidak ada kompensasi, tidak ada solusi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Saat ini, warga Talaga dibantu oleh sejumlah aktivis Dari lembaga GMPS SULTRA ( Gerakan Militansi Pemuda Sosialis Sulawesi Tenggara dan FPR SULTRA ( Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Tenggara). Mereka menuntut agar PT AHB segera menyelesaikan ganti rugi lahan masyarakat.

Konflik ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat lokal seringkali menjadi pihak yang terpinggirkan ketika berhadapan dengan kekuatan industri besar. Di bawah bayang-bayang PT AHB, lahan terenggut, janji-janji menguap, dan rakyat Talaga semakin terabaikan.(*)

Heboh! Oknum Anggota DPRD Fraksi PKS Wakatobi diduga Terlibat Skandal Amoral

0

Intens.id, Wakatobi – Masyarakat Wakatobi geger setelah terungkapnya skandal memalukan yang diduga melibatkan seorang oknum anggota DPRD Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Oknum tersebut diduga kuat melakukan tindakan Amoral yang mencoreng integritas lembaga legislatif dan partai yang seharusnya menjadi panutan moral masyarakat

Kasus ini pertama kali mencuat setelah beredarnya sejumlah bukti di media sosial yang mengindikasikan keterlibatan oknum tersebut dalam aktivitas tidak senonoh.

Kabar tersebut menyebar memicu kemarahan masyarakat yang merasa dikhianati oleh wakil mereka di DPRD

Tidak hanya masyarakat, Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Tenggara turut mengambil langkah tegas untuk mengawal kasus ini hingga selesai.

Dalam pernyataan resminya, Jendral Lapangan (FPR) menegaskan bawah mereka akan terus mengawasi jalannya proses hukum dan memastikan tidak ada intervensi politik dalam penanganan kasus ini

“Kami, Front Perjuangan rakyat Sulawesi tenggara, tidak akan tinggal diam. Skandal ini mencoreng nilai-nilai keadilan dan moral yang harusnya di junjung tinggi oleh para wakil rakyat. Kami akan terus melakukan aksi dan pengawalan, baik di ranah hukum maupun di DPRD, untuk memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” Tegas Jenderal Lapangan FPR dalam pernyataannya kepada awak media.

FPR juga berencana menggelar aksi besar – besaran di depan kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS serta mendesak Partai PKS untuk bertanggung jawab penuh terhadap tindakan anggotanya. Mereka menuntut agar partai segera mengambil langkah tegas dengan memecat oknum tersebut, serta memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa ada tekanan atau upaya yang melindungi pelaku

“Kasus ini adalah ujian bagi integritas lembaga legislatif dan partai politik. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden yang buruk bagi penegakan moralitas di kalangan pejabat publik. Kami siap bergerak kapan pun jika ada indikasi kasus ini akan ditutup-tutupi,” tambah Idris selaku Demisioner PB Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia

Keterlibatan FPR dalam mengawal kasus ini menunjukkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap penegakan moralitas dan keadilan di kalangan pejabat publik. Aksi ini mereka perkirakan akan memicu gelombang solidaritas yang lebih luas lagi.(*)

Rumah BUMN Bantaeng Beri Gambaran Akses Bahan Baku Lokal Bagi UKM

0
Rumah BUMN Bantaeng Beri Gambaran Akses Bahan Baku Lokal Bagi UKM

Bantaeng – Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar pelatihan Kualifikasi, Identifikasi, dan Akses Bahan Baku pada, Senin (30/9/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 40 pelaku usaha lokal.P

elatihan bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam menemukan bahan baku berkualitas. Rumah BUMN berkomitmen mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bantaeng.

Kordinator Rumah BUMN Bantaeng, Fakhruddin Maula, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini berfokus pada bahan baku, mencakup kualifikasi, identifikasi, hingga akses. Langkah ini penting agar pelaku usaha lebih teliti dan memahami posisi pasar produk para pemilik UMKM.

“Pelatihan saat ini berfokus pada bahan baku, mulai dari kualifikasi, identifikasi, hingga aksesnya, agar usaha lebih teliti dan jelas posisi pasarnya,” ujar Fakhruddin. Ia memaparkan kue pastel, jika adonan luar tebal maka terasa lembut, sedangkan jika tipis akan lebih renyah, begitu pula dengan usaha lain yang harus diukur posisi pasarnya.

Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Pertanian Ahli Madya Mirnayanti Aziz, dan Owner UKM Assiddiqah, Erniwati.

Sementara itu, Narasumber lain, Madya Mirnayanti Aziz, menekankan potensi besar bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi produk unggulan. Menurutnya, banyak bahan baku di Bantaeng yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Banyak sebenarnya potensi bahan baku yang bisa kita olah di beberapa kecamatan di Bantaeng kemudian dijadikan produk unggulan, jadi saya berharap inovasi yang didapatkan pada forum ini bisa diimplementasikan juga,” ujar Mirnayanti.

Berikut Bahan baku industri berbasis cluster Kecamatan di Kabupaten Bantaeng :

1. Kecamatan Bissappu :

-Pertanian : Padi, jagung, tomat, cabai, ayam kampung, ayam petelur, kambing, kuda, sapi, kapuk dan lontar.

– ⁠Non Pertanian : Rumput laut, ikan (laut/tambak), udang dan batu gunung.

2. Kecamatan Bantaeng :

• Pertanian : Padi, jagung, terong, itik, kambing, kuda dan sapi.

• ⁠Non Pertanian : Rumput laut dan ikan laut.

3. Kecamatan Sinoa :

• Pertanian : Padi, jagung, tomat, cabai, bawang merah, terong, mentimun, ayam kampung, ayam petelur, kambing, kuda, sapi, cengkeh, kakao, kopi dan kemiri.

• ⁠Non Petani : Kayu, air, dan batu gunung.

4. Kecamatan Uluere

• Pertanian : Kentang, bawang merah, wortel, kubis, sawi putih, alpokat, padi, jagung, cabai, tomat, kopi, cengkeh, sapi dan kuda.

• ⁠Non Pertanian : Getah pinus dan kayu.

5. Kecamatan Eremerasa

• Pertanian : Padi, jagung, cabai, terong, durian, rambutan, sapi, kuda, kambing, kakao, kopi, ayam kampung dan itik.

• ⁠Non Pertanian : Air dan kayu.

6. Kecamatan Pa’jukukang

• Pertanian : Padi, jagung, kacang hijau, cabai, terong, ayam kampung, kambing, kuda dan sapi.

• ⁠Non Pertanian : Ikan laut, kerang, rumput laut dan batu merah.

7. Kecamatan Tompobulu

• Pertanian : Cangkeh, kakao, kambing, kopi, nenas dan burung puyuh.

• ⁠ Non Pertanian : Air dan kayu.

8. Kecamatan Gantarangkeke

• Pertanian : Padi, jagung, pisang, nenas, jahe, cabai, terong, cengkeh, kakao, sapi, kambing dan kuda.

• ⁠Non Pertanian : Kayu

Dinamisnya Politik Pilkada di Kabupaten Buton: Tantangan Ekonomi dan Solusi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

0
Mahasiswa Pascasarjana universitas Haluoleo

Intens.id, Buton – Tantangan ekonomi di Kabupaten Buton saat ini berpotensi semakin berat di tengah dinamika politik Pilkada yang semakin kompleks. Ketika perhatian pemerintah daerah terpecah antara stabilitas politik dan pembangunan ekonomi, berbagai sektor ekonomi strategis Buton, seperti perikanan, pertanian, dan pariwisata, mengalami stagnasi.

Salah satu tantangan utama adalah ketidakpastian kebijakan, di mana program-program pembangunan ekonomi terhambat oleh prioritas politik. Ketika politik menjadi fokus utama, kebijakan yang seharusnya mendukung UMKM, infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat, sering kali tertunda. Pelaku ekonomi, baik lokal maupun luar, menunda investasi karena ketidakpastian situasi politik. Dampak dari ketidakpastian ini semakin terasa bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang bergantung pada stabilitas ekonomi dan program bantuan sosial.

Selain itu, polarisasi politik akibat Pilkada dapat memperburuk kondisi sosial-ekonomi. Ketegangan politik dan persaingan tajam antar kubu menyebabkan pembelahan masyarakat yang dapat menghambat kerja sama dalam komunitas. Konflik politik bisa memunculkan ketidakstabilan sosial yang memperburuk iklim usaha, menurunkan produktivitas, dan merusak ikatan sosial yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Di sisi lain, masalah infrastruktur di Kabupaten Buton masih menjadi hambatan besar. Kurangnya akses jalan yang memadai, distribusi energi yang terbatas, dan fasilitas publik yang tidak merata memperlambat pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor pariwisata yang memiliki potensi besar. Tanpa adanya perbaikan signifikan dalam infrastruktur, daya tarik investasi akan tetap rendah, dan masyarakat lokal tidak bisa memaksimalkan peluang ekonomi yang ada.

Solusi yang Bisa Diambil:

1. Kepastian Kebijakan dan Komitmen Ekonomi dalam Kampanye Pilkada: Para calon kepala daerah harus memprioritaskan isu-isu ekonomi dalam kampanye mereka. Komitmen terhadap program pembangunan ekonomi yang jelas dan terukur harus menjadi bagian dari visi misi mereka. Rencana yang mencakup peningkatan infrastruktur, akses pasar untuk UMKM, dan diversifikasi ekonomi akan membantu mengatasi ketidakpastian ekonomi.

2. Kolaborasi antara Pemerintah dan Sektor Swasta: Untuk menghadapi ketidakpastian selama Pilkada, pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan sektor swasta dalam mendorong investasi, terutama di sektor-sektor unggulan Buton seperti pariwisata dan perikanan. Mendorong investasi berbasis komunitas dan usaha kecil dapat menjaga ekonomi tetap bergerak di tengah dinamika politik.

3. Penguatan Infrastruktur: Pemerintah daerah harus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pelabuhan untuk mendukung akses ke pasar dan meningkatkan daya tarik investasi. Infrastruktur yang lebih baik akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perikanan, serta mengurangi biaya logistik bagi para pelaku usaha lokal.

4. Menjaga Stabilitas Sosial dan Politik: Penting bagi semua pihak, baik calon pemimpin maupun pendukungnya, untuk mengutamakan stabilitas sosial selama Pilkada. Dengan mencegah polarisasi yang ekstrem dan menjaga kohesi sosial, masyarakat bisa tetap fokus pada pengembangan ekonomi bersama tanpa terganggu oleh konflik politik.

5. Program Ekonomi Berkelanjutan dan Inklusif: Solusi ekonomi yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, seperti pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana dan program-program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan, perlu digalakkan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan juga akan mendukung perekonomian yang tangguh di masa depan.

Dengan solusi yang tepat, Kabupaten Buton dapat mengatasi tantangan ekonomi yang muncul di tengah dinamika Pilkada, dan masyarakat dapat merasakan manfaat dari kebijakan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kepemimpinan yang bijaksana, kebijakan yang pro-rakyat, serta kerja sama yang solid antara pemerintah, swasta, dan masyarakat akan menjadi kunci sukses.(*)

Kemenparekraf Perkuat Ekosistem Gim Lewat Masterclass IC Fest 2024

0
Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf, Iman Santosa saat mengisi masterclass yang merupakan side event dari International Creative Industry Conference & Festival 2024 di Yogyakarta, Sabtu (28/9/2024).
Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf, Iman Santosa saat mengisi masterclass yang merupakan side event dari International Creative Industry Conference & Festival 2024 di Yogyakarta, Sabtu (28/9/2024).

Intens.id, Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) terus berupaya memperkuat ekosistem gim salah satunya dengan mempertemukan pemerintah, industri usaha, hingga komunitas dalam sesi masterclass yang merupakan side event International Creative Industry Coference & Festival 2024 (IC Fest 2024).

Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf/Baparekraf, Iman Santosa, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada, Sabtu (28/9/2024), menyampaikan masterclass mengusung tema “Designing Intuitive UI/UX for Games” dan “Building a Stronger Gaming Ecosystem: Collaboration and Competition.”

“Kami meyakini bahwa para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan insight dari sumber yang tepat. Dengan adanya diskusi ini tentunya sejalan dalam mendukung pencapaian program yang diamanahkan oleh Perpres No. 19 Tahun 2024 tentang percepatan pengembangan industri gim nasional,” kata Iman.

Iman mengatakan target yang harus dicapai di tahun 2024 ini adalah tersedianya 3.000 talenta pengembang gim.

“Maka salah satu materi yang diperlukan dalam penciptaan talenta ini adalah kita UI/UX design dalam gim. Dengan demikian dukungan yang diberikan oleh Garena Indonesia (pemberi materi), seiring dengan program pemerintah untuk percepatan pengembangan industri gim nasional,” kata Imam.

Iman berharap melalui masterclass para peserta dapat menggali lebih dalam tentang progres pengembangan gim yang telah dicapai, hingga tantangannya yang dihadapi.

“Dan melalui masterclass ini kita bisa berdiskusi bersama menemukan solusi apa yang perlu kita rumuskan bersama demi masa depan industri gim nasional yang lebih baik,” kata Iman.

Special Project Team Lead (AI & Game Development) Garena Indonesia, Dharmawan Santosa, menyampaikan materi pentingnya desain yang intuitif.

“Kenapa desain yang intuitif ini penting? karena bisa meningkatkan user experience. Pemain dapat dengan mudah mempelajari dan menikmati permainan tanpa perlu tutorial yang panjang,”.(*)

Mahasiswa Teknik Kimia Mengenal PT. Semen Bosowa melalui Kunjungan Industri

0
Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Fajar Makassar

Mahasiswa program studi Teknik Kimia Universitas Fajar (Unifa) Makassar kunjungi PT Semen Bosowa Maros, sebagai grup semen terbesar keempat di Indonesia dan satu-satunya perusahaan semen swasta nasional. Yang berada di Desa Baruga Kecamatan Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan. Rabu, (8/8/2024).

Kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan dalam rangka menjembatani mahasiswa Teknik Kimia dengan dunia industri.

Plt. Ketua Program Studi Teknik Kimia Unifa, A. Sry Iryani, turut hadir mendampingi mahasiswanya dalam kunjungan tersebut, dirinya menyampaikan terima kasih kepada pihak PT. Semen Bosowa Maros, telah menerima rombongan mahasiswa Teknik Kimia Unifa, berharap agar kegiatan ini bisa membuka peluang kepada mahasiswa Teknik Kimia UNIFA. Salah satunya sebagai sumber daya manusia di bidang Teknik Kimia.

“Tujuan kami datang langsung kesini selain bersilaturahmi langsung dengan pihak Semen Bosowa juga ingin memperlihatkan secara langsung kepada adek-adek mahasiswa bagaimana dunia industri secara langsung, sehingga ada pembanding bahwa keadaan proses belajar di dunia akademik itu berbeda di dunia industri,” ujar Irham sapaan akrabnya saat memberikan penyampaian dihadapan pihak Semen Bosowa yang berlangsung di Ruang Training” .

Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan PT Semen Bosowa Bapak Basri. Dalam sambutannya beliau memberikan gambaran sejarah berdirinya PT Semen Bosowa. Dan tentu saja memberikan gambaran tentang kesempatan bekerja alumni Teknik Kimia UNIFA.

Mahasiswa yang akan melakukan visit ke berbagai area perusahaan, dibekali pemahaman Safety Induction yang dipandu oleh Zaenal HJ dari Departemen Safety.

“Telah menjadi kewajiban dan komitmen Semen Bosowa Maros untuk menerapkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3), dengan melakukan safety induction,” tegas Zaenal.

Tak hanya itu, mereka juga diberikan gambaran proses produksi semen oleh Bahtiar selaku staff Quality, dari bahan baku hingga menjadi semen yang siap digunakan.

Setelah melalui pemberian pemahaman di dalam ruang Pertemuan, mahasiswa melakukan visit dengan berkeliling dipandu oleh Zaenal HJ. Di sepanjang perjalanan pemandu menjelaskan fungsi dari beberapa unit industry yang dilalui.

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Unifa, Melsandro Parende Kayang menyampaikan terimakasih kepada rekan pengurus dan panitia Kunjungan Industri.

“Ini merupakan salah satu program kerja yang ada setiap tahun di HMTK, dan kali ini dari beberapa hari persiapan panitia telah melakukan yang terbaik sehingga kegiatan ini terlaksana dan tentu tidak terlepas dari dukungan dosen dan Unifa sendiri, maka saya berharap kepada teman-teman pengurus untuk tetap merawat semangat berorganisasi melalui pelaksanaan program kerja,” harap Melsandro.(*)

Gabriela Yulintin Mahasiswa Teknik Kimia Unifa terpilih Masuk Paduan Suara Istana Merdeka pada HUT RI Ke-79

0

 

Gabriela Yulintin Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia di Universitas Fajar, telah mengahrumkan nama Unifa dan Provinsi Sulawesi Barat dengan tampil sebagai salah satu anggota Paduan Suara Gita Bahana Nusantara 2024, di Istana Merdeka Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2024 pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia.

Mahasiwa Prodi Tekim UNIFA angkatan Tahun 2021 ini menjadi bagian dari utusan terpilih yang tampil di Istana Kepresidenan RI pada HUT RI Ke-79 melalui audisi yang ketat, dilaksanakan sebnayak dua kali yaitu tingkat kabupaten dan provinsi serta juri di datangkan langsung dari pusat, sehingga diharapkan kemampuan para juara sesuai dengan standar Juri pusat. Jadi dipastikan dipilih yang terbaik.

Plt. Ketua Prodi Teknik Kimia A.Sry Iryani menyambut baik keterpilihan Gabriela sebagai Paduan Suara Gita Bahana Nusantara 2024.

Sry bangga salah seorang mahasiswanya tampil pada upacara HUT ke-79 RI di Istana Merdeka, menyanyi di hadapan para tamu dari dalam dan luar negeri.

“Hal ini merupakan suatu prestasi yang patut diapresiasi karena bisa mewakili Provinsi Sul-Bar dan Unifa dan saya berharap agar prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya di bidang seni dan budaya” kata Sry.


Dalam Wawancara sebelumnya, Gabriela mengucapkan terima kasih kepada para pihak serta ini merupakan Pengalaman luar biasa , dan ini adalah bagian terbaik dalam sejarah perjalanan kehidupannya, karena menjadi bagian dari talenta berbakat, hanya di perbolehkan sekali seumur hidup tampil di Istana Merdeka.

“Di sini saya bertemu orang dari seluruh Indonesia (kami di sebut Indonesia Mini, karena utusan masing” provinsi se Indonesia) belajar bahasa dan dialek masing” daerah di Indonesia, bertemu orang hebat yang memiliki muslikalitas yang hebat, jadi saya bisa belajar banyak hal baru dari orang hebat”. Ujar Gabriela.