Beranda blog Halaman 105

Cerita Tito Ungkap Alasan Pilih Bulukumba Jadi Lokasi Puncak Pembagian 10 Juta Bendera

0
(Tito Karnavian di Lokasi Puncak Pembagian 10 Juta Bendera, Kabupaten Bulukumba)

Intens.id, Bulukumba – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Prof. H. Muhammad Tito Karnavian berbicara di hadapan puluhan ribu peserta dan tamu undangan Gerakan Nasional Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih di lapangan hitam pantai Bira Bulukumba, Jumat, 11 Agustus 2023.

Saat sambutan, Tito Karnavian mengungkapkan alasan dipilihnya Bulukumba sebagai tuan rumah puncak pembagian 10 juta bendera merah putih tahun 2023.

“Ini tahun kedua dilaksanakan gerakan nasional pembagian 10 juta bendera. Tahun lalu kita sukses melebih target mencapai target 12 juta bendera yang dibagi di seluruh jajaran pemerintah pusat, lembaga hingga pemerintah daerah,” katanya.

Mantan orang nomor satu di instansi Polri ini, menjelaskan bahwa gerakan nasional pembagian 10 juta bendera merupakan kegiatan reguler yang dilaksanakan setiap tahun, khususnya pada bulan Agustus.

“Tahun lalu di Kota Banda Aceh dilaunching oleh Bapak Jhon Wempi Watipo yang orang Papua. Sedangkan acara puncaknya, saya memimpin di Merauke Papua. Saya ini orang Sumatra. Sehingga menggambarkan keindonesiaan,” ujarnya disambut tepuk tangan.

(Cerita Tito Ungkap Alasan Pilih Bulukumba Jadi Lokasi Puncak Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih)

Tito menceritakan awal mula dipilihnya Bulukumba sebagai acara puncak gerakan nasional pembagian 10 juta bendera. Ia menyebutkan di tahun 2023 ini, launching kembali sudah dilaksanakan di Lhokseumawe.

Hanya saja, kata dia, penentuan lokasi puncak tak begitu instan. Terjadi diskusi mendalam antara ia dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar.

“Saya bilang puncaknya mau dilaksanakan di mana ini?. Pak Bahtiar sampaikan, bagaimana kalau daerah tengah saja. Kan dulu di daerah timur dan barat,” kata Tito.

“Saya bilang lagi, kira-kira di mana daerah tengahnya?. Ia bilang Sulsel. Saya bilang coba cek di Sulsel daerah mana yang siap,” sambungnya.

Bahtiar kemudian menyampaikan ke Mendagri bahwa Pemkab Bulukumba siap menyukseskan even nasional ini. Ia menyebut sedikit bercanda, salah satunya karena bupatinya kawan mancing dengan Mendagri.

“Saya tahun 2002 sampai 2003 dinas di Sulsel. Memang Pak Muchtar ini, kawan saya mancing gitu loh. Semenjak istri saya hobi diving, saya juga hobi diving, tolong jangan nangkap ikan banyak-banyak,” jelasnya dengan nada canda, disambut lagi tepuk tangan.

Tak berselang lama, Bupati Bulukumba bertandang ke Kemendagri dan bertemu langsung dengan Tito Karnavian. Di Kemendagri itulah, Bupati Bulukumba menegaskan kesiapannya.

“Dia bilang, kita siap pak melaksanakan acara puncak pembagian 10 juta bendera seluruh Indonesia. Acara besarnya di Bulukumba,” kata Tito.

“Nah saya berpikir Pak Bupati kita ini, orangnya sangat nasionalis. Sangat cinta dengan Indonesia. Kedua mungkin karena kawan saya gitukan. Ketiga mungkin karena kawannya Pak Bahtiar,” jelasnya menambahkan.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyampaikan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Pemkab dan masyarakat Bulukumba karena ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan nasional yang dihadiri oleh para tamu undangan dari seluruh Indonesia.

Momentum ini, katanya, juga sangat bersejarah bagi Kabupaten Bulukumba. Sebab sejak Indonesia Merdeka 78 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya pejabat Menteri Dalam Negeri dapat berkunjung di daerah ini.

“Alhamdulillah tadi pagi Bapak Menteri bertemu langsung dengan pemimpin dan pemangku adat di Kajang, dan kini pak Menteri sudah dianggap sebagai orang Bulukumba setelah diberi gelar adat Puto Tito Daeng Manai.” bebernya.

Di acara puncak ini, juga dihadiri oleh Wakil Ketua BPIP Karjono, Gubenur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, pejabat eselon 1 dan 2 Kemendagri, beberapa perwakilan menteri, Gubernur, Bupati dan Wali Kota se Indonesia.(*)

Penuh Antusias Ratusan Warga Bulukumba Sambut Mendagri di Ammatoa Kajang

0
(Penuh Antusia Ratusan Warga Bulukumba Sambut Mendagri di Ammatoa Kajang)

Intens.id, Bulukumba – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian mengunjungi pemangku adat Ammatoa Kajang di Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Jumat, 11 Agustus 2023.

Mantan Kapolri ini, disambut oleh ratusan warga. “Alhamdulillah warga sangat antusias menyambut kedatangan Pak Menteri. Kita memang mengimbau 17 kepala desa di Kajang untuk ikut berpartisipasi,” kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bulukumba, Andi Ukhe Indah Permatasari di pintu gerbang kawasan adat Ammatoa Kajang.

Tokoh masyarakat Kajang, Abdul Kahar Muslim menyampaikan atas nama masyarakat Ammatoa menyambut Mendagri dengan riang gembira.

Kedatangan Mendagri Tito Karnavian di kawasan adat Ammatoa Kajang, kata Kahar Muslim, sebagai bukti kepeduliannya atas pelestarian hukum adat.

“Pak Menteri diberikan gelar adat sebagai gelar kehormatan” jelas mantan calon Bupati Bulukumba tersebut.

Sekadar diketahui, Mendagri bersama Nyonya Tri Suswati Tito Karnavian tiba di Bulukumba, sejak Kamis sore, 10 Agustus 2023. Ia didampingi oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf.

Pada Kamis malam, Tito Karnavian bersama Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan tamu undangan lainnya menikmati gala dinner di Paduppa Resort.

Ia juga dijadwalkan akan membuka gerakan nasional pembagian 10 juta bendera merah putih di lapangan hitam pantai tanjung Bira Bulukumba.(*)

Wabup Selayar Terima 60 Mahasiswa Unifa yang akan Disebar ke 12 Desa

0
(Wabup Selayar Terima 60 Mahasiswa Unifa yang akan Disebar ke 12 Desa )

Intens.id, Kepulauan Selayar – Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, SH didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra M. Yunan Krg. Tompobulu, menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Fajar, Kamis (10/8/2023) Siang.

Penerimaan tersebut di gelar di Pendopo Kantor Dekranasda Kabupaten Kepulauan Selayar, yang dihadiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Dewan pembimbing dan Pendamping Universitas Fajar, para Camat terkait, serta sejumlah Kepala Desa.

Tercatat sebanyak 60 mahasiswa Universitas Fajar yang berorientasi pada bidang budaya, wisata dan digital dengan lokus yang telah ditentukan di 3 Kecamatan dan 12 Desa yaitu Kecamatan Bontomanai, Buki dan Kecamatan Bontosikuyu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dan pribadi mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kepercayaan Bapak Rektor Universitas Fajar yang telah memilih Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai tempat KKNT bagi para Mahasiswa,” kata Saiful Arif dalam sambutannya.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Selayar itu, menaruh harapan kepada mahasiswa untuk menyalurkan yang menjadi poin penting masyarakat kampus dan menyerap kekayaan pengetahuan yang ada di masyarakat.

“Saatnya bagi adik – adik mahasiswa untuk mengimplementasikan kewajiban perguruan tinggi yang melekat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat,” lanjutnya.

Disamping itu mahasiswa diharapkan pula dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat dengan melakukan pemberdayaan potensi masyarakat desa setempat menuju peningkatan kesejahteraan yang lebih baik.

Lebih jauh dikatakannya, mahasiswa sebagai agen pembaharuan harus mampu memposisikan dan menyesuaikan diri dengan masyarakat selama mengikuti KKN. Selain itu kata dia, mahasiswa diharapkan juga dapat ikut mendukung program pemerintah daerah.

“Ilmu keterampilan dan pengetahuan yang didapatkan di bangku perguruan tinggi dapat diterapkan di sini dan sharing serta menyerap informasi yang baik kemudian dikembangkan di tempat lain,” pungkas Saiful Arif.

Kepada mahasiswa peserta KKNT Wabup berpesan, agar sesuatu yang dianggap kurang atau yang tidak baik katakan kepada kami dan kalau ada yang baik katakan kepada orang lain.

Sementara itu koordinator mahasiswa KKNT, Irfan Palippui, saat diterima mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Kami dari universitas berharap mahasiswa kami dapat belajar lewat pengetahuan yang ada di Selayar. Konsep KKN kami itu bukan konsep yang reguler tapi ini konsep merdeka belajar kampus merdeka, selama 4 bulan akan mengimplementasikan program yang sudah dirancang dari kampus,” terang Irfan.

Dikemukakan, para mahasiswa KKN sudah punya kerangka acuan kerja yang akan dilaporkan secara perhari melalui sistem yang telah disiapkan, sehingga Mahasiswa bisa mengirim dokumentasi mengenai kegiatannya sehingga di kampus dapat memonitoring aktifitas pembelajaran.(*)

Terasi Udang Khas Selayar Jadi Primadona di Expo Dekranasda Sulsel 2023

0
(Produk Lokal Selayar Laris Manis di Expo Dekranasda Sulsel Kreatif Andalan 2023)

Intens.id, Wajo – Kerajinan dan Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ditampilkan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Selayar di Kota Sengkang Wajo sukses menyita perhatian pengunjung Expo Dekranasda Sulsel Kreatif Andalan 2023.

Terpantau sejak dibuka stand pameran Dekrnasda Kepulauan Selayar termasuk salah satu stand yang ramai dikunjungi, sejumlah produk kerajinan dari UMKM Selayar banyak diminati oleh para pengunjung pameran tersebut.

Bahkan produk terasi udang yang sudah dikenal mempunyai citarasa khas itu menjadi salah satu produk primadona dan incaran dievent yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman pada Rabu (9/8) di kawasan Ruang Terbuka Hijau Callaccu Sengkang.

“Stand Pameran kita ramai dikunjungi dan produk kita laris di beli oleh para pengunjung. Mereka sangat tertarik dengan produk yang kita bawa dari Selayar, seperti terasi udang, voc, kunyit dan produk lainnya,” Kata Ketua Dekranasda Selayar Andi Dwiyanti Musrifah Basli

Sebelumnya Andi Musrifah mengungkapkan komitmennya selaku Ketua Dekranasda akan terus berupaya mendorong dan membantu perluasan akses pasar bagi produk- produk kerajinan lokal masyarakat selayar.

Maka dari itu ia berpesan kepada seluruh masyarakat pelaku UMKM untuk terus bangkit dan berinovasi, dalam menciptakan produk yang berkualitas.

Danny Pomanto Dorong ASN Pemkot Makassar Pahami Manajemen Keprotokoleran

0
(Danny Pomanto Dorong ASN Pemkot Makassar Pahami Manajemen Keprotokoleran)

Intens.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara dalam Manajemen Keprotokoleran di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Rabu (9/08/2023).

Kegiatan yang diselenggarakan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Makassar ini menghadirkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI Agus Fatoni sebagai keynote speaker.

Sebagai daerah yang sering ditunjuk menjadi tuan rumah berbagai event nasional hingga internasional, Danny Pomanto mendorong ASN Pemkot Makassar khususnya Kepala OPD, Camat, hingga Lurah agar memahami ilmu manajemen keprotokoleran.

“Keprotokoleran itu adalah kedisiplinan tata aturan, tata tempat, tata waktu. Maka kalau Lurah-Camat mengerti protokol, tidak ada yang malas,” kata Danny Pomanto.

Danny Pomanto menilai protokoler bukan hanya sekedar pengaturan acara, tapi penyelenggaraan pemerintahan. Sehingga ia berharap ASN Pemkot Makassar bisa memahami ilmu keprotokoleran.

Ia juga meminta Camat, Lurah, hingga Kepala OPD mencari orang-orang yang memiliki potensi menjadi seorang protokoler sebagai bekal bagi mereka untuk bisa menjamu tamu-tamu dari luar, baik nasional maupun internasional.

“Insya Allah ini menjadi tekad kita untuk memperbaiki Kota Makassar. Semoga dengan capacity building ini membuat kota kita semakin nyaman dan semakin dipercaya,” tuturnya.

Sementara, Kepala Bagian Prokopim Kota Makassar Zuhur Dg Ranca menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala OPD, Camat, dan Lurah se-Kota Makassar.

Menurutnya, ilmu manajemen keprotokoleran perlu untuk meningkatkan kapasitas ASN khususnya dalam menjaga marwah kenegaraan. Terutama tentang kedudukan masing-masing pejabat.

“Jadi ini juga untuk menjaga etika dalam perilaku menjalankan pemerintahan setiap harinya. Jadi OPD lebih memahami apa itu keprotokoleran,” ujar Zuhur Dg Ranca.

Ia mengatakan, kegiatan ini menghadirkan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI Agus Fatoni dalam kapasitasnya sebagai Ketua Keprotokoleran Seluruh Indonesia.

“Kalau di Lurah mungkin banyak yang belum paham, makanya ini kesempatan kita untuk memberikan pemahaman,” ujarnya.

Pada periode pertama Wali Kota Danny Pomanto, lanjut Zuhur, telah dibentuk kehumasan dan saat ini sudah berjalan di semua kecamatan, kelurahan, dan OPD.

“Nah tahun ini pak wali kota mencanangkan untuk dibentuk keprotokoleran di setiap OPD. Jadi yang mengatur kegiatan di dinas sudah ada protokolnya masing-masing,” tutupnya.(*)

Mahasiswa Teknik Kimia Unifa Mengunjungi Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, Melihat Lebih Dekat Bahaya Narkoba

0
Mahasiswa Teknik Kimia Unifa Makassar kunjungi Balai Rehabilitasi BNN Baddoka

Intens.id, Makassar – Puluhan Mahasiswa program studi Teknik Kimia Universitas Fajar (Unifa) Makassar kunjungi Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka, satu satunya tempat rehabilitasi narkoba milik BNN RI di bagian timur Indonesia, di jalan Batara Bira P.A.I Biring Kanaya Makasar, Sulawesi Selatan. Selasa, (8/8/2023).

Dosen Teknik Kimia Unifa Makassar, A. Sri Iryani dan Sinardi, turut hadir mendampingi mahasiswanya dalam kunjungan tersebut, dirinya menyampaikan terima kasih kepada pihak Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, telah menerima rombongan mahasiswa Teknik Kimia Unifa.

“Tujuan kami datang langsung kesini selain bersilaturahmi langsung dengan pihak BNN Baddoka juga ingin memperlihatkan secara langsung kepada mahasiswa-mahasiswi untuk terus menyuarakan bahaya narkotika dan pentingnya tempat rehabilitasi yang berkualitas,” ujar Sry, sapaan akrabnya saat memberikan penyampaian dihadapan pihak mahasiswa yang berlangsung di Ruang Aula BNN Badokka.

Mahasiswa yang akan melakukan visit ke berbagai area BNN Badokka, dibekali pemahaman mengenai profil dari BNN Badokka, bahaya Narkotika yang dipandu lansung oleh dr. Eka.

“Balai Rehabilitasi Badokka Makassar telah mampu membantu banyak para pecandu dan korban penyalahguna narkoba yang ingin pulih dan dapat menjadi tempat rujukan layanan rehabilitasi yang berkualitas dengan melakukan layanan yang berorientasi sesuai kebutuhan klien di wilayah Indonesia,” tegas dr. Eka

(Mahasiswa Teknik Kimia Unifa diberikan gambaran profile BNN Baddoka)

Tak hanya itu, mereka juga diberikan gambaran proses rehabilitasi klien BNN Badokka, dari berbagai Fasilitas yang tersedia seperti tempat kerajinan, Fasilitas Kesehatan, Laboratorium, fasilitas budidaya tumbuhan Hidroponik, Fasilitas agama, fasilitas olahraga, dan asrama sehingga klien tetap memiliki kesibukan dan aktivitas yang produktif.

(Mahasiswa dibawa melihat hasil karya klien yang menjalani rehabilitasi di BNN Baddoka)

Setelah melalui pemberian pemahaman di dalam kelas, mahasiswa melakukan visit dengan berkeliling dipandu oleh Pihak BNN Badokka. Di sepanjang perjalanan pemandu menjelaskan fungsi dari beberapa fasilitas yang dilalui, serta mengitari area BNN Badokka.

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Unifa, Yuliana Andriani Adut menyampaikan terimakasih kepada rekan pengurus dan panitia Kunjungan Industri.

“Ini merupakan salah satu program kerja yang ada setiap tahun di HMTK, dan kali ini dari beberapa hari persiapan panitia telah melakukan yang terbaik sehingga kegiatan ini terlaksana dan tentu tidak terlepas dari dukungan dosen dan Unifa sendiri, maka saya berharap kepada teman-teman pengurus untuk tetap merawat semangat berorganisasi melalui pelaksanaan program kerja,” kunci Yuliana .(*)

Ide Inovatif Mendorong Multipihak Mendukung Upaya untuk Mencapai Bulukumba Zero Kusta

0
(Ide Inovatif Mendorong Multipihak Mendukung Upaya untuk Mencapai Bulukumba Zero Kusta)

Intens.id, Bulukumba – Penyakit kusta yang diseebabkan oleh Mycrobacterium leprae bukan hanya isu kesehatan, namun juga memiliki dampak sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan.

Pada tahun 2022, terdapat 63 kasus yang diidentifikasi dan diobati, di mana 10% diantaranya adalah anak-anak. angka tersebut menunjukkan tingkat penularan yang masih tinggi di masyarakat.

Hingga Juni 2023, telah teridentifikasi 24 kasus dengan prevalensi 1,7/10.000 penduduk. Kabupaten Bulukumba masih menjadi salah satu dari tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan yang melaporkan prevalensi di atas target nasional <1/10.000 penduduk.

Meski telah dilakukan berbagai upaya penanganan, kasus masih belum berhasil ditekan. Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, mengembangkan strategi pemberian kemoprofilaksis dengan Rifampisin Satu Dosis, didukung oleh WHO melalui dana dari Kementerian Kesehatan. Tujuannya adalah mengurangi risiko kusta aktif pada orang yang kontak dengan penderita, termasuk kontak serumah, tetangga, dan sosial.

Awal bulan Agustus lalu, Tim Kemoprofilaksis yang terdiri dari Tim Kemenkes dan Tim Provinsi mengunjungi berbagai lokasi pelaksanaan. Tim diterima oleh Sekretaris Dinas Kesehatan dr. Muh. Amrullah dan didampingi Kabid Kefarmasian Abbas Gani.

Dalam sambutannya, dr. Amrullah berharap agar semua pihak, termasuk lintas program di Dinas Kesehatan, lintas sektor terkait, ormas, dan masyarakat, dapat mendukung penuh upaya ini untuk mencapai Bulukumba Zero Kusta.

Ridwan, ketua tim yang didampingi oleh Konsultan Kusta Indonesia dr. Riby, berharap adanya dukungan kebijakan dan anggaran untuk kelanjutan program pencegahan. Dukungan dari WHO adalah stimulan, tetapi perlu penguatan kebijakan dan anggaran di tingkat daerah agar program ini berkelanjutan dalam jangka panjang.

Sekdinkes dr. Amrullah berkomitmen untuk mengawal penyusunan RUK puskesmas guna memastikan kegiatan pengobatan pencegahan kusta terakomodir dalam rencana tersebut dengan memaksimalkan dana BOK dan ADD.

“Tim melakukan pendampingan dan pemantauan selama 2 hari di Desa Anrang dan Desa Salassae,” ungkap dr Amrullah, Selasa 8 Agustus 2023.

Wasor Kusta Dinas Kesehatan Ahmad melaporkan bahwa di Desa Anrang, pemberian obat pencegahan berjalan lancar dan bahkan melebihi target yang semula 75 orang menjadi 83 orang.

Ahmad juga menyampaikan ide inovatif “BERESKAN SOTTA” untuk mengurangi stigma buruk terhadap kusta, demikian masyarakat akan membantu penanganan dan pengobatan sehingga lebih mudah mencapai Bulukumba Zero Kusta 2030.

Sebelumnya, sejumlah kegiatan juga telah dilakukan, termasuk pertemuan persiapan daring, pendataan sasaran oleh Tim Puskesmas dengan melibatkan kelompok potensial desa, bimbingan teknis cluster, sosialisasi lintas sektor yang dihadiri oleh berbagai pihak termasuk kepala OPD, ketua TP PKK Kabupaten Bulukumba, camat, ormas, dan media di Hotel Agri.(*)

Buku, Kuda, Nirwan Arsuka

0
(Nirwan Ahmad Arsuka/ Foto:https://www.facebook.com/hamid.basyaib)
BUKU, KUDA, NIRWAN ARSUKA
Oleh Hamid Basyaib
Intens.id – Tiba-tiba suatu sore Nirwan Arsuka muncul di kantor saya di Mampang, dengan sepeda motor yang warna dan modelnya kontan mengingatkan saya pada motor tukang pos yang tiap bulan mengantarkan wesel dari kampung. Dua lapis pakaiannya terbungkus jaket kulit hitam. Kerapatan sapu tangan penutup mulutnya memastikan ia mustahil ditembus debu Jakarta.
Tak jelas ia tinggal di mana, lebih tak jelas lagi pekerjaannya. Maka saya, di pertengahan 1990an itu, mengajaknya tinggal bersama di bedeng kontrakan seluas 5 x 7 m2 yang saya tempati sendirian di kawasan Jagakarsa.
Kami lalu mendirikan PT Paradigma Internasional, menjual ringkasan buku-buku manajemen dan kepemimpinan dari Soundview, Amerika, yang menyeleksi ketat buku-buku bergenre itu, yang terbit 1.500 judul per tahun.
Berkantor di lantai 11 gedung mentereng di Rasuna Said Kuningan, pemberian seorang kenalan yang baik hati, sebentar saja terbukti ia bukan direktur yang mahir mengelola bisnis; dan saya komisaris yang lebih buruk dari penjaga pintu kereta.
Tak sampai setahun, ikhtisar Soundview yang bagus itu, dan diterjemahkan dengan baik pula, lenyap tak bersisa. Kami hanya bisa tertawa pahit dan diam-diam sama mengakui bahwa kami memang tak berbakat dagang.
Kami menempati pondok di sisi selatan di deretan tiga rumah itu. Ketika setahun kemudian rumah di ujung utara kosong, ia mengontraknya — dan baru keluar 15 tahun kemudian. Ia sedih karena tiba-tiba pemilik menyatakan ingin memakai rumah itu buat dirinya sendiri. Ia kesal karena baginya rumah dan kampung itu telah membuatnya nyaman. Suasana tenangnya ia nikmati nyaris 24 jam. Lokasinya mudah dicapai, dan yang terpenting: biaya kontraknya murah.
Para tetangga terdekat selalu heran. Hampir tiap minggu ada paket buku dari Amazon datang ke alamatnya. Ia seakan tak membutuhkan apapun di dunia ini selain buku, yang harganya rata-rata mahal. Ruang kerjanya di kamar depan penuh dengan rak buku yang doyong keberatan muatan. Ruang tamunya yang kecil disesaki rak-rak buku yang sama doyongnya. Ia tetap memilih menambah rak untuk buku-buku yang pasti datang nanti, daripada memasang meja-kursi.
***
Para tamunya tak kurang bahagia berbincang dengannya meski harus bersila di lantai bertikar seadanya. Beberapa tamu tak jarang datang dengan membawa aneka minuman mahal, yang harus ditampung di gelas dan cangkir yang warna-warnanya sesuai jumlahnya. Ia konsisten, rupanya. Anti keseragaman, apalagi penyeragaman. Tak boleh ada gelas-cangkir yang sama.
Tetangga makin heran karena dengan situasi seperti itu, tamunya ada yang datang dengan sedan Mercedes terbaru atau jip Lexus. Saya tak pernah bisa memberi jawaban yang memuaskan setiap tetangga bertanya apa pekerjaan warga pengontrak bedeng yang selalu membungkuk di depan layar komputer itu.
Kami, apalagi kalau seluruh peserta obrolan adalah geng lama Jogja, lebih sering memilih kongko di teras kecilnya. Sebab kondisinya lumayan: ada sofa rotan dengan kemiringan 30 derajat, yang jok busa tipisnya pasti dulu berwarna putih. Plus cahaya bohlam 5 watt.
Tiada yang peduli pada ironi besar bahwa dengan fasilitas semacam itu bahan obrolan adalah soal jatuh dan bangunnya peradaban-peradaban besar dunia, state of the art kesastraan Indonesia, alasan-alasan Seamus Heaney memenangkan Nobel Sastra tahun ini, film-film artistik-filosofis karya sineas Zhang Yimou dan Abbas Kiarostami, buku-buku yang memotret perkembangan mutakhir sains dan teknologi.
***
Ia mungkin tak selalu setia pada semua hal lain, tapi tidak pada buku. Di kampung halamannya di Dusun Leppe’e, Kabupaten Barru, atau di Makasar setelah ia di masa SD pindah ke sana, ia tersihir oleh serial-serial karya Kho Ping Ho yang tak pernah tamat. Ia memilih membeli atau menyewa buku daripada menggunakan uang jajannya untuk es cendol dan gorengan yang dijajakan di dekat sekolahannya.
Ia mencuri rokok pamannya dan menjualnya untuk membeli buku. Ketika uangnya habis, dan ia melihat buku yang digilainya di toko buku, ia mencurinya. Dan tertangkap. “Sejak itu saya bersumpah akan membalasnya,” katanya. “Saya harus membalasnya dengan cara menyediakan buku-buku kepada anak-anak tak mampu agar mereka bisa membaca buku,” Dan sumpah itulah yang diwujudkannya, puluhan tahun kemudian, ketika ia rasa sudah bisa bergerak dengan lebih leluasa; meski ia tak pernah benar-benar lapang dalam soal pemilikan uang.
Ia yakin, jaringan teman-temannya, yang rata-rata menaruh minat besar pada perbukuan, juga para sukarelawan yang ia percaya akan datang sendiri untuk membantu ikhtiarnya, akan bisa membantunya menggerakkan organisasi langka yang tak ada orang yang berani memulainya: Kuda Pustaka, kemudian dibakukan menjadi Pustaka Bergerak.
“Jika anak-anak tak mampu itu kesulitan mendatangi pusat-pusat perbukuan di perkotaan,” katanya, “maka bukulah yang harus mendatangi mereka.”
Dan ia benar-benar menyodorkan buku-buku itu kepada anak-anak di tempat-tempat paling terpencil. Di lereng gunung di pedalaman Jawa Barat, di perkampungan nelayan di Sulawesi Selatan, di pedalaman Sumatera Utara. Anak-anak itu tak bisa lolos. Di mana pun mereka berada, buku-buku Nirwan akan mengejar mereka.
Ia mengerahkan semua sarana transportasi yang tersedia: kuda, perahu, sepeda, juga pundak manusia. Keyakinannya terbukti. Begitu banyak orang yang dengan sukarela membantu mengantarkan buku-buku itu, termasuk dengan memanggulnya sambil berjalan kaki, mendaki lereng pegunungan.
“Yang paling mengharukan,” tuturnya, “adalah setiap relawan Pustaka Bergerak mendatangi kampung-kampung terpencil, anak-anak yang sedang bermain langsung berhamburan ingin segera mendapatkan pasokan buku terbaru.”
Ia jengkel setiap mendengar keluhan lama bahwa minat baca anak-anak kita, juga kalangan dewasa, sangat rendah. Baginya masalahnya adalah ketersediaan buku. Jika buku tersedia, seperti yang dibuktikannya dengan kegigihan Pustaka Bergerak, anak-anak maupun orang dewasa di kampung-kampung suka membacanya.
Soal lain, katanya, harus diakui bahwa mutu buku kita — penulisan, ilustrasi dan keseluruhan tampilannya — memang harus terus dibenahi. Ia sendiri di masa kecil menggandrungi seri Time Life, yang mematri minatnya seumur hidup pada sains dan teknologi.
Sampai dua tahun lalu Pustaka Bergerak telah menyalurkan lebih dari 300 ton buku. Dugaannya kembali terbukti. PT Pos Indonesia menggratiskan biaya pengiriman buku-buku itu ke mana pun buku dialamatkan. Di tiap alamat, sudah ada barisan relawan yang siaga menunggu untuk segera menyalurkannya ke banyak titik. Para anggota polisi dengan suka rela mengawal para relawan itu sampai tujuan.
Dengan semua itu Keluarga Besar Alumni Universitas Gadjah Mada tahun lalu menganugerahinya Penghargaan Alumni Berprestasi. Ini melengkapi penghargaan oleh Presiden Joko Widodo yang ia terima sebelumnya.
***
Sejak lima belasan tahun terakhir, ia meminati kuda dan perkudaan — kuda pula yang ia kawinkan dengan kegairahannya menyebarkan buku, dengan memanfaatkan punggungnya untuk menggendong ratusan buku menapaki jalan-jalan kecil di pedalaman. Terdengar kabar bahwa ia membeli seekor kuda dan menyimpannya di suatu tempat di luar Jakarta. Saya hanya pernah melihat beberapa aksesori untuk keperluan penunggangan kuda, khususnya cambuk kulit yang artistik.
Terdengar pula kabar bahwa ia sedang menulis novel dengan tema kuda. Saya tak pernah berani menanyakan perkembangan penulisannya; tapi saya duga keras novel itu akan lama selesai. Sebagai penulis esai yang hebat, ia menulis dengan sepenuh kesungguhan dan sangat cermat memilih diksi. Untuk karya fiksi, kesungguhan dan kecermatannya pasti digandakannya tiga kali.
Sejak lama ia juga meminati kesastraan. Di sini pun ia mencoba mengawinkannya dengan minat-minatnya yang lain. Ia menyoroti langkanya puisi dan prosa fiksi Indonesia dalam menggarap tema sains.
Ia menyebut, satu-satunya novel , atau yang pertama dalam sastra Indonesia, yang cukup apresiatif terhadap manfaat sains adalah “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer.
Juga sebaris singgungan atas aspek ini dalam sebuah puisi Sapardi Djoko Damono. Ia cukup gembira dan menghargai penyinggungan ini, betapapun sangat minim; jauh lebih sedikit daripada yang ia harapkan. Ia menulis kritik yang kuat terhadap sisi sains yang dikisahkan oleh sebuah novel Dewi Lestari.
***
Ia sendiri lebih memilih peran sebagai pemerhati dan sekali-sekali menjalankan fungsi kritikus sastra. Sebagai penulis esai-esai kebudayaan dan dampak sosial-budaya dari perkembangan sains, ia tak bisa disebut tak produktif. Ia menghasilkan tiga jilid kumpulan tulisan, salah satunya hampir seribu halaman.
Fokusnya tetap: keajaiban manusia, yang sering disebutnya “maha manusia.” Sejak mahasiswa ia memang mengagumi Prof. Teuku Jakob, ahli antropologi ragawi bereputasi internasional yang pernah menjabat rektor UGM.
Meski ia tak pernah bekerja sesuai keahliannya sebagai sarjana Teknik Nuklir, minatnya pada sains tak pernah surut. Setahun lalu kami bersama tujuh kawan lain mendirikan ForSains, untuk menyebarkan semacam scientific culture, sebagai pengimbang kecil bagi maraknya religious culture. Sejauh ini buahnya lumayan, berupa media online berisi berita, ide dan temuan-temuan terbaru sains.
Perbukuan dan penulisan selalu lekat di hatinya yang terdalam. Pekan ini, dua tulisannya terbit, sebuah kolom di Kompas, sebuah lagi di majalah Tempo. Ia menulis keduanya dalam kesendiriannya yang hening di lantai 5 apartemen pinjaman dari sahabat lamanya.
Ia tak sempat menyaksikan terbitnya dua kolomnya itu. Saya akan membacakannya untukmu, Nirwan Ahmad Arsuka, Barru 1966 – Jakarta 2023. *

Ikuti Diklat Kapasitas Personil Damkar Bulukumba Ditingkatkan

0
(Peserta sebanyak 20 orang dari personil pemadam kebakaran Bulukumba)

Intens.id, Bulukumba – Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Satuan Polisi Polisi Pamong Praja Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bekerjasama dengan Politeknik Penerbangan Makassar menggelar dua kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) teknik pencegahan dan pemadaman api dan Diklat kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

Panitia penyelenggara Tri Agung Widayat melaporkan bahwa jumlah jam pelajaran diklat teknik pencegahan dan pemadaman api dan pendidikan dan pelatihan kesehatan dan  keselamatan selama 48 jam yang berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 7 sampai 11 Agustus 2023.

“Peserta sebanyak 20 orang dari personil pemadam kebakaran,” ungkap Tri Agung saat pembukaan Diklat di aula Bappelitbangda, Senin 7 Agustus 2023.

Direktur Politeknik Penerbangan Makassar Saptandri Widyanto menyampaikan Diklat ini merupakan diklat pemberdayaan masyarakat Politeknik Penerbangan Makassar, di mana seluruh biaya ditanggung oleh Politeknik Penerbangan Makassar tahun anggaran 2023.

Dikatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata Politeknik Penerbangan Makassar dalam meningkatkan kualitas masyarakat khususnya SDM aparat Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

“Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada kami khususnya untuk mengadakan diklat ini. Diharapkan kerjasama ini dapat memberikan hasil positif bagi kedua belah pihak,” pintanya.

Menurutnya, aspek keselamatan dan keamanan masyarakat memegang peran yang sangat penting, sehingga peningkatan keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan hal yang menjadi prioritas utama.

Olehnya itu pihaknya melakukan peningkatan kualitas masyarakat khususnya personil pemadam kebakaran.

“Dengan adanya pelatihan semacam ini, personil pemadam kebakaran dapat bertambah ilmu pengetahuan baru yang berkaitan dengan teknik pemadaman api dan K3,” bebernya.

Di dalam diklat ini tambahnya, peserta akan diberikan pelatihan secara teori dan praktikum tentang tata cara menghadapi situasi bahaya yang terjadi secara tiba – tiba.

Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengapresiasi kerjasama ini, sehingga ada upaya peningkatan kapasitas bagi personil pemadan kebakaran yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Andi Utta sapaan akrab bupati mengatakan peran anggota Satpol PP Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan diharapkan dapat mempersiapkan diri secara mental dan teknis dalam melaksanakan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan, melalui berbagai pelatihan peningkatan kapasitas SDM seperti ini.

“Melalui pelatihan peningkatan SDM ini, diharapkan personil Pemadam Kebakaran mampu memahami tupoksinya, dan dapat mengaplikasikannya di lapangan,” ungkapnya.

Dengan melihat pada kewenangan yang diberikan kepada SatPol PP, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan Satpol PP sangat penting dan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, terkait perlindungan masyarakat, termasuk bagaimana lebih cepat tanggap dalam melaksanakan fungsi pemadam kebakaran.

“Olehnya itu penting petugas Damkar dibekali dengan ilmu dan Teknik Kesehatan dan Keselamatan Kerja,” imbuhnya.

Turut hadir dalam pembukaan Diklat Peningkatan SDM ini, Wakil Bupati Andi Edy Manaf, dan Kasatpol PP Damkar dan Penyelamatan, Haerul Nurdin.(*)

Nirwan Ahmad Arsuka Meninggal: Pegiat Literasi Indonesia Berduka

0
(Nirwan Ahmad Arsuka bersama Najwa Shihab/ Foto: @https://www.instagram.com/arsuka1/)

Intens.id, Jakarta – Kabar duka menyelimuti Indonesia dengan kabar meninggalnya seorang penulis, Nirwan Ahmad Arsuka pendiri Pustaka Bergerak Indonesia sebuah platform yang memberikan dampak besar terhadap dunia literasi Indonesia.

Kabar duka tersebut dibeberkan Komisaris Bank Syariah Indonesia, Arief Rosyied melalui akun instagramnya yang mendapatkan kabar dari rekannya. Senin, 7 Agustus 2023.

“SELAMAT JALAN NIRWAN ARSUKA innalillahi wa innailaihi rajiun,” tulis Arief, membuka belasungkawanya.

Melalui postingannya, Arief mengatakan Mendengar kabar dari Bro Mushollin Pustaka Bergerak kalau kanda Nirwan Ahmad Arsuka, inisiator Pustaka Bergerak Indonesia, meninggal dunia. Saya belum percaya, lalu saya menanyakan sumbernya yakni Kanda Wamen Nezar Patria, katanya dapat kabar masih di RSCM.

“Saya bergegas menuju kamar jenazah, saya temukan namanya di papan “Daftar Jenazah Yang Masih Ada”. Almarhum ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di apartemennya Minggu, 6 Agustus 2023, jam 22.45 lalu diantar ke RSCM. Semoga almarhum husnul khatimah,” sambungnya.

“Nb. Jika ada informasi terkait keluarga almarhum mohon dikabari ke Kamar Jenazah RSCM, berhubung masih belum bisa diambil keputusan terkait jenazah,” tambah alumnus Unhas itu.

Berselang dua jam Arief kembali memberkan kabar, perihal keputusan atas persetujuan keluarga Nirwan.

“Berangkat menuju ke Polsek Setiabudi untuk mengurus berkas2 almarhum Nirwan Arsuka agar segera bisa kembali ke keluarganya di Makassar. Saya sudah terhubung kepada adik, keponakan, dan keluarga almarhum. Terimakasih,” tulis Arief dalam keterangan fotonya saat menuju Polsek.

Melaui Pustaka Bergerak Indonesia memberikan kontribusi terbaiknya kepada negeri, mendistribusikan buku dengan kuda, perahu, motor, bah­kan berjalan kaki. Hal tersebut membuat Nirwan dekat dengan para pegiat literasi Indonesia, hingga ke pelosok dan pulau kecil. Sehingga kabar duka kepulangannya ke pangkuan pencipta menjadi kabar duka  bagi para penggerak literasi. (*)