Beranda blog Halaman 10

Demo 28 Agustus 2025 di Sulsel, Pimpinan Ponpes DDI Mattoanging Apresiasi Kinerja Polri

0
Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoanging Kabupaten Bantaeng (Foto: Pribadi)

Intens.id, Bantaeng – Ledakan demonstrasi sejak 28 Agustus 2025 menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. Ribuan masyarakat turun ke jalan untuk menyalurkan aspirasi mereka terkait kondisi sosial yang kian menekan.

Suara lantang, spanduk tuntutan, hingga orasi berapi-api mewarnai jalannya aksi demonstrasi. Namun, semangat demokrasi itu ternodai oleh ulah sebagian oknum yang melakukan aksi perusakan dan tindakan tidak terpuji.

Di sisi lain, Kepolisian Republik Indonesia yang ditugaskan menjaga keamanan jalannya aksi, pada umumnya berhasil mengawal kegiatan agar tetap kondusif.

Meski begitu, disayangkan, terdapat pula sejumlah kesalahan yang dilakukan oleh oknum aparat di lapangan. Peristiwa tersebut sempat menambah sorotan publik terhadap profesionalitas aparat penegak hukum.

Namun, sebagai bentuk tanggung jawab institusi, kepolisian langsung melakukan pemeriksaan internal dan menindak tegas aparat yang terbukti bersalah. Sanksi pun dijatuhkan, menandakan bahwa kesalahan tidak bisa ditoleransi, bahkan oleh mereka yang seharusnya menjaga keamanan.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoanging Kabupaten Bantaeng mengingatkan bahwa demonstrasi adalah hak rakyat, tetapi tidak boleh keluar dari nilai moral, etika, dan aturan hukum.

Beliau menekankan pentingnya menyalurkan aspirasi dengan cara yang bermartabat, serta mengajak aparat agar lebih bijak dan profesional dalam menjalankan tugas.

Lebih jauh, pimpinan pesantren itu juga mendoakan agar jajaran Polri senantiasa diberi kesehatan dalam menjalankan tugasnya. Ia memberikan apresiasi atas kinerja Polri yang telah melakukan pengamanan aksi demonstrasi di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

“Kami berharap masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dengan tertib, menjauhi tindakan anarkis yang justru merugikan diri sendiri dan banyak pihak. Aspirasi yang disampaikan dengan baik akan lebih mudah didengar dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Demonstrasi adalah ruang demokrasi, namun harus dijalankan dengan damai dan bertanggung jawab. Aparat keamanan pun dituntut untuk bertugas dengan profesional, menjaga netralitas, dan mengedepankan etika dalam menjalankan fungsi negara.

Masyarakat berharap insiden pada 28 Agustus tidak terulang kembali. Semoga semua elemen bangsa, dari rakyat hingga aparat, mampu lebih bijak dalam mengemban peran, sehingga ruang demokrasi tetap terjaga dan suara rakyat benar-benar bisa didengar tanpa harus ternodai oleh tindakan destruktif maupun kesalahan aparat.

Bekali Pengalaman Dunia Kerja, SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar Gelar Pelepasan PKL dan Magang Mandiri

0
Pelepasan Praktek Kerja Lapangan (PKL) III, IV dan Magang Mandiri SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar (20/09/2025)

SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menggelar Pelepasan Praktek Kerja Lapangan (PKL) III, IV dan Magang Mandiri. Kegiatan yang diikuti kelas XII ini diselenggarakan pada Sabtu (20/09/2025).

Sebanyak 86 siswa kelas XII dari jurusan Keperawatan Medis, Keperawatan Kebidanan, Farmasi dan Teknologi Laboratorium Medik dilepas secara resmi oleh pihak sekolah.

Kegiatan PKL dan Magang Mandiri merupakan salah satu bentuk pengalaman belajar langsung setelah mendapatkan materi di sekolah. Kegiatan ini akan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan yang ditempatkan di rumah sakit dan juga instansi kesehatan lainnya.

Dalam sambutannya, Taufieq, S.Si., M.Pd, Kepala SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar menerangkan bahwa kegiatan PKL dan Magang Mandiri merupakan bagian penting dari proses untuk mendapatkan pengalaman di dunia kerja dengan berbagai manfaat.

“Kami berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan PKL dan Magang Mandiri untuk belajar, mengembangkan keterampilan serta mempersiapkan diri di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menyebut jika beberapa manfaat yang akan didapatkan siswa yaitu meningkatkan kompetensi siswa sesuai dengan bidang keahliannya. Kedua adalah memberikan pengalaman langsung di lapangan. Terakhir adalah menumbuhkan etika kerja, kemandirian serta tak kalah penting adalah kemampuan adaptasi di lingkungan kerja.

“Tunjukkan sikap profesional kalian, menerapkan apa yang telah dipelajari di sekolah dan tetap menunjukkan sikap belajar di tempat PKL dan magangnya,” harap Taufieq.

Marni, S.Kep., Ners, Ketua Panitia PKL dan Magang Mandiri menjelaskan penting untuk memastikan aturan sebelum turun harus segera dituntaskan sebagai syarat utama. Selain itu ia juga berpesan kepada siswa untuk memastikan menaati aturan dan tata tertib yang berlaku.

“Banyak yang harus diperhatikan oleh siswa terkait dengan tata tertib dan aturan sekolah harus diikuti, bukan hanya disekolah tapi juga di rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu Achmad Zaky Al Fikri, siswa kelas XII mengatakan jika kegiatan PKL dan Magang Mandiri yang dilaksanakan menjadi ruang untuk menambah pengetahuan dan pengalaman khususnya di rumah sakit.

“Saya sangat senang dengan PKL yang akan kami lakukan karena menambah pengalaman dan keseruan bertemu pasien di rumah sakit, perawat dan dokter profesional,” ujarnya.

“Harapan saya selama menjalani PKL dan Magang Mandiri semoga saya bisa mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang kesehatan terutama di keperawatan yang lebih luas dan mendalam,” pungkas Zaky, siswa jurusan Keperawatan Medis.

Pihak sekolah juga telah membentuk tim evaluasi dan monitoring untuk memastikan kegiatan PKL dan Magang Mandiri belajar dengan lancar sesuai dengan tujuan dan capaian pembelajaran di masing-masing jurusan.

PKL dan Magang Mandiri menjadi bukti komitmen dari SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar untuk mencetak lulusan yang profesional, terampil dan siap bersaing di dunia kerja khususnya dalam bidang kesehatan.

AMPH-SULTRA Siap Gelar Aksi Terkait Dugaan Penyalahgunaan Penyaluran BBM Subsidi di Kota Baubau

0

Intens.id Baubau, 18 September 2025 – Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum Sulawesi Tenggara (AMPH-SULTRA) akan menggelar aksi demonstrasi damai pada Senin, 22 September 2025, sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi di SPBN Wameo, Kota Baubau.

Berdasarkan hasil observasi dan investigasi yang dilakukan, AMPH-SULTRA menemukan adanya indikasi pengalihan fungsi penyaluran BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat, namun diduga tidak tepat sasaran. Dugaan pelanggaran tersebut dinilai tidak sesuai dengan SOP dan aturan yang berlaku, termasuk UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Perpres No. 191 Tahun 2014, serta peraturan Menteri ESDM terkait distribusi BBM.

“Aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap praktik-praktik yang merugikan rakyat kecil. Kami menuntut agar aparat penegak hukum segera bertindak dan melakukan audit menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan ini,” tegas Andre, Jenderal Lapangan aksi AMPH-SULTRA.

Aksi akan dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga selesai, dengan titik kumpul di Stadion Kota Baubau. Rute aksi meliputi Kantor Polres Baubau dan Kantor TBBM Topa. Peserta aksi diperkirakan berjumlah 30–50 orang, dengan alat peraga berupa megaphone, sound system, bendera, spanduk, dan selebaran.

AMPH-SULTRA menegaskan bahwa aksi ini akan dilakukan secara tertib dan damai sebagai bentuk implementasi hak menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan UU No. 9 Tahun 1998.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat mengawal jalannya aksi ini agar tetap kondusif. Tuntutan kami jelas, yaitu menghentikan segala bentuk penyimpangan distribusi BBM subsidi dan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat,” tambah Andre.(*)

Mahasiswa PUSAKA-Sultra Akan Gelar Aksi dan Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa Sumber Agung ke Kejari Buton

0

Intens.id Buton – Mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Studi Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (PUSAKA-Sultra) menyatakan akan melakukan aksi sekaligus melaporkan dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Sumber Agung, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, ke Kejaksaan Negeri Buton.

Berdasarkan hasil kajian dan investigasi yang dilakukan, PUSAKA-Sultra menemukan sejumlah dugaan penyimpangan dalam penggunaan Dana Desa sejak tahun 2019 hingga 2023. Beberapa di antaranya berupa dugaan mark up maupun dugaan proyek fiktif, seperti pengadaan deuker senilai Rp154 juta yang tidak diketahui masyarakat, pengadaan alat kesehatan Rp25 juta yang disebut tidak pernah ada barangnya, serta pengadaan bibit sapi Rp292 juta yang diduga tidak terealisasi.

“Cukup sudah masyarakat desa dirugikan. Kami dari PUSAKA-Sultra akan turun aksi sekaligus menyerahkan laporan resmi ke Kejari Buton. Dugaan korupsi dana desa ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Direktur Eksekutif masfandi

Ia menambahkan bahwa aksi mahasiswa ini merupakan bagian dari upaya mengawal akuntabilitas dana publik. “Kalau aparat penegak hukum lamban, kami siap terus mengawal sampai tuntas. Dana desa itu milik rakyat, bukan untuk memperkaya elit desa,” ujarnya.

Mahasiswa PUSAKA-Sultra menegaskan, aksi dan pelaporan dugaan korupsi ini dilakukan demi mewujudkan pengelolaan dana desa yang transparan, bersih, dan berpihak pada masyarakat.

Sampai dengan berita ini di terbitkan belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah desa ketika di konfirmasi melalui Via WhatsApp. (*)

Kuasa Hukum Bantah Status DPO Litao: “Tunjukkan Bukti, Jangan Asal Tuduh”

0

Intens.id Kendari Kuasa Hukum Litao, Tony Hasibuan, dalam sebuah podcast berjudul “Apa yang Tony Hasibuan Tahu tentang DPO Litao?” menyoroti dugaan kesalahan aparat kepolisian terkait penetapan status Daftar Pencarian Orang (DPO) dan penggunaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Ia menilai, klaim polisi tentang status DPO yang disematkan kepada Litao tidak pernah secara resmi ada.

Tony meminta kepolisian segera mengklarifikasi keputusan mereka terkait penetapan status DPO kliennya. Ia menantang aparat penegak hukum untuk menunjukkan bukti nyata yang bisa membuktikan tuduhan pembunuhan terhadap Litao. “Kalau memang ada, tunjukkan bukti. Faktanya, sampai hari ini tidak ada satupun hasil visum yang menunjukkan adanya korban pembunuhan,” tegas Tony.

Ia juga menyoroti persoalan SKCK. Dokumen yang seharusnya menjadi alat administratif untuk menunjukkan catatan kriminal seseorang, menurut Tony, justru digunakan secara keliru oleh polisi untuk memperkuat tuduhan. Hal ini dinilai berbahaya karena dapat menyesatkan opini publik.

“SKCK seharusnya obyektif, bukan dijadikan alat untuk membangun tuduhan. Kalau dipakai secara salah, itu bisa menyesatkan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tony menegaskan pentingnya menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah. Ia menyebut, setiap tuduhan hukum harus melewati proses resmi yang transparan dan sesuai KUHAP. Menjatuhkan status DPO tanpa bukti sah, apalagi tanpa adanya hasil visum, bisa melanggar hak asasi manusia serta merusak reputasi seseorang.

Sebagai informasi, Litao adalah Anggota DPRD Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dari Fraksi Hanura. Tony meminta kepolisian untuk segera memberikan klarifikasi terbuka agar publik mendapatkan kejelasan hukum. “Institusi hukum harus menjaga integritas, bukan membuat keputusan tanpa dasar bukti,” tutupnya.(*)

KKN Universitas PGRI Sumenep Posko 1 Desa Lobuk Ciptakan Inovasi Tungku Pembakaran Sampah Minim Asap

0
Oleh: Tim KKN Universitas PGRI Sumenep Posko 1 Desa Lobuk Kabupaten Sumenep

Intens.id – Sumenep, Pengelolaan sampah hingga hari ini masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, Indonesia sendiri menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, dengan total volume timbulan sampah nasional pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai 56,6 juta ton. Data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, dari 34,2 juta ton sampah yang tercatat dari 317 kabupaten/kota, hanya 59,74% (20,4 juta ton) yang terkelola, sementara 40,26% (13,8 juta ton) tidak terkelola dan mencemari lingkungan. Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa Indonesia merupakan produsen sampah terbesar kelima di dunia dengan menghasilkan 65,2 juta ton sampah pada tahun 2020 menurut laporan Bank Dunia. Proyeksi kedepannya mengindikasikan bahwa tanpa intervensi signifikan, volume sampah nasional dapat melonjak hingga 82,2 juta ton pada tahun 2045 . Sampah rumah tangga konsisten menjadi penyumbang terbesar, mencapai 53,74% dari total timbulan sampah nasional pada tahun 2024, dan sekitar 48% rumah tangga di Indonesia masih membakar sampahnya secara terbuka meskipun praktik ini dilarang karena melepaskan dioksin dan black carbon yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Tantangan ini tidak hanya tentang penumpukan sampah, tetapi juga metode pengolahannya yang seringkali menimbulkan dampak lanjutan, seperti polusi asap akibat pembakaran terbuka. Di Desa Lobuk, Kec.Bluto, Kab.Sumenep, Prov. Jawa Timur misalnya, kondisi geografis daerah pantai yang berbentuk cekung menyebabkan sampah—mulai dari plastik hingga material organik—terkumpul dan mengotori kawasan Pantai Matahari. Selama ini, satu-satunya cara yang digunakan untuk mengatasi tumpukan sampah tersebut adalah dengan membakarnya secara langsung. Namun, cara tersebut justru menimbulkan masalah baru: asap yang dihasilkan sangat pekat dan mencemari lingkungan.

Merespons keluhan tersebut, kami dari kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 1 Desa Lobuk tergerak untuk menawarkan solusi teknologi sederhana yang ramah lingkungan: sebuah tungku pembakaran sampah (incinerator) yang dirancang untuk meminimalkan produksi asap.

Tungku ini didesain dengan memerhatikan prinsip dasar pembakaran sempurna. Kunci
utamanya terletak pada sistem sirkulasi udara yang diatur melalui penempatan lubang-lubang secara sistematis pada body tungku. Desain ini memungkinkan oksigen—yang merupakan elemen penting dalam proses pembakaran—mengalir secara optimal sehingga material sampah terbakar lebih sempurna. Hasilnya, asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit bahkan hampir tidak terlihat, berbeda signifikan dengan pembakaran terbuka yang masih banyak dilakukan.

Uji coba alat ini dilakukan di Pantai Matahari dan disaksikan langsung oleh perangkat desa,
petugas kebersihan, serta masyarakat setempat. Respons yang didapat sangat positif. Mereka mengapresiasi keefektifan tungku dalam mengurangi asap sekaligus mempercepat proses pengolahan sampah. Bahkan, beberapa perangkat desa menyatakan harapannya agar inovasi seperti ini dapat diterapkan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Inovasi teknologi tepat guna semacam ini membuktikan bahwa solusi atas persoalan
lingkungan tidak selalu harus rumit dan mahal. Dengan pemahaman sains yang aplikatif dan kemauan untuk terlibat langsung, siapa pun dapat berkontribusi menciptakan
perubahan—sekalipun dimulai dari hal sederhana seperti sebuah tungku.

Bagi daerah pesisir seperti Lobuk, di mana sampah mudah terakumulasi dan sistem pengelolaan masih terbatas, kehadiran incinerator minim asap dapat menjadi jawaban praktis dan berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat, diharapkan inisiatif semacam ini tidak berhenti sebagai proyek percobaan, tetapi dapat diadopsi dan dikembangkan menjadi program jangka panjang.

Kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah lokal memang seringkali melahirkan terobosan yang bermanfaat. Seperti dalam kasus ini, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan tugas pengabdian, tetapi juga meninggalkan nilai manfaat yang nyata—sebuah legacy kecil yang turut menjaga kelestarian alam dan kualitas hidup masyarakat pesisir.

DPK GMNI UNSULTRA Desak Presiden Copot Kapolri dan DPR Batalkan Kenaikan Tunjangan Dewan

0

Intens.id Kendari – Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Sulawesi Tenggara (UNSULTRA) melayangkan pernyataan sikap tegas terkait berbagai persoalan hukum, politik, dan kebijakan publik yang tengah menjadi sorotan.

Ketua DPK GMNI UNSULTRA, Muhamad Al Al Amin Baada, menyoroti tindakan aparat kepolisian yang dinilai melanggar prosedur dalam penggunaan kekuatan. Ia merujuk pada Perkapolri No. 16 Tahun 2006, Peraturan Kapolri No. 1 Tahun 2009, dan Perkap No. 8 Tahun 2009, yang secara tegas mengatur penggunaan kekuatan oleh anggota Polri, termasuk penggunaan kendaraan taktis maupun senjata api.

Menurutnya, aturan tersebut menyebutkan bahwa penggunaan kekuatan hanya dibenarkan jika tidak ada alternatif lain yang masuk akal untuk menghentikan tindak kejahatan. Namun, dalam kasus terbaru, korban justru tidak melakukan perlawanan dan malah menjadi sasaran penggunaan kekuatan berlebihan.

“Ini jelas pelanggaran prosedur. Presiden RI dan Kapolri harus bertanggung jawab penuh, tidak bisa hanya menyerahkan perkara ke internal Polri melalui Divisi Propam. Penyelidikan independen dari Komnas HAM mutlak diperlukan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas,” tegas Muhamad Al Amin.

Selain itu, ia juga menyoroti perilaku sejumlah anggota DPR RI, seperti Uya Kuya, Sahroni, dan Eko Patrio, yang dinilai tidak mencerminkan sikap negarawan. Pernyataan kontroversial, aksi berjoget di ruang sidang, hingga pemutaran musik DJ di parlemen dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi tantangan ekonomi. GMNI UNSULTRA pun mendesak Partai PAN dan Nasdem segera melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap ketiga legislator tersebut.

Adapun pernyataan sikap resmi DPK GMNI UNSULTRA yang disampaikan meliputi:

1. Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Kapolri.

2. Mendesak Presiden dan DPR RI mereformasi total institusi Polri menyusul rentetan pelanggaran.

3. Meminta Presiden melakukan evaluasi dan reshuffle kabinet.

4. Mendesak Presiden mengganti Menteri dan Wakil Menteri yang diduga rangkap jabatan, sesuai Pasal 23 UU No. 3 Tahun 2008 dan Putusan MK.

5. Mendesak Presiden melakukan penertiban izin usaha pertambangan (IUP) di Sulawesi Tenggara.

6. Mendesak DPR RI menunda pengesahan RUU Perampasan Aset hingga penegakan hukum oleh Polri dan Kejaksaan diperbaiki, agar tidak menjadi alat politik kekuasaan.

7. Mengecam kebijakan DPR RI menaikkan tunjangan anggota dewan.

8. Mendesak pimpinan DPR RI membatalkan kebijakan kenaikan tunjangan tersebut.

9. Mendesak DPR RI memanggil serta mengevaluasi aplikator ojek online.

Pernyataan sikap ini, menurut Muhamad Al  Amin, merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam mengawal demokrasi, menegakkan hukum, dan memperjuangkan kepentingan rakyat.(*)

Mahasiswa Bongkar Dugaan Penyelewengan Dana BOSP di SMK 7 Buton: 50% Anggaran Dihabiskan untuk Honor, Siswa Jadi Korban

0

Intens.id Buton, 2 September 2025 – Mahasiswa di Kabupaten Buton bersiap menggelar aksi protes besar-besaran menyikapi dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di SMK 7 Buton. Dana yang semestinya menopang fasilitas dan mutu pendidikan justru diduga diselewengkan oleh oknum kepala sekolah demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Berdasarkan laporan pertanggungjawaban resmi yang dikantongi mahasiswa, lebih dari setengah (50%) anggaran dana BOSP dialokasikan untuk pembayaran honorarium. Alokasi ini jelas bertentangan dengan aturan penggunaan BOSP yang mengharuskan distribusi anggaran proporsional untuk berbagai kebutuhan sekolah, termasuk peningkatan fasilitas belajar dan penunjang siswa.

“Ini bentuk pengkhianatan terhadap dunia pendidikan. Bagaimana mungkin dana yang seharusnya dipakai untuk kepentingan siswa malah dibelokkan untuk pos honor yang melebihi batas wajar? Fakta ini bukan sekadar salah kelola, tapi indikasi kuat penyalahgunaan anggaran,” tegas [Nama Koordinator Aksi], salah satu pimpinan mahasiswa.

Mahasiswa menilai praktik tersebut bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga merampas hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka menuntut langkah cepat dan tegas dari pihak berwenang:

1. Dinas Pendidikan provinsi segera melakukan audit terhadap laporan penggunaan dana BOSP SMK 7 Buton.

2. Aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki dugaan penyelewengan dan menyeret pihak yang terlibat ke ranah hukum.

3. Pemerintah daerah memperkuat sistem pengawasan agar dana pendidikan tidak lagi dijadikan bancakan oknum tak bertanggung jawab.

Rencananya, aksi akan digelar dalam waktu dekat di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Buton. Mahasiswa menegaskan bahwa gerakan ini adalah perlawanan moral untuk memastikan dana BOSP kembali pada tujuan utamanya: meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa, bukan memperkaya segelintir pejabat sekolah.

Pihak kepala sekolah enggan berkomentar banyak setelah di hubungi via WhatsApp. (*)

Puisi-Puisi Mahafira

0

Alam Semesta yang Luas

Di tengah kegelapan malam yang sunyi
Bintang-bintang berkelap-kelip dengan indahnya
Alam semesta yang luas dan misterius
Mengembangkan sayapnya dengan bebas

 

Bintang-bintang di Langit

Bintang-bintang di langit begitu indah
Berkelap-kelip dengan cahayanya
Mereka menari di atas kepala kita
Dengan keindahan yang tak terhingga

 

Matahari yang Terang

Matahari yang terang menyinari bumi
Dengan hangatnya yang tak terhingga
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Bumi yang Kita Tinggali

Bumi yang kita tinggali ini begitu kecil
Dibandingkan dengan luasnya alam semesta
Tapi kita harus menjaga dan melindunginya
Karena bumi adalah rumah kita yang satu-satunya

 

Alam Semesta yang Misterius

Alam semesta yang misterius ini
Mengajarkan kita tentang keindahan dan kekuatan
Mari kita hargai dan jaga keindahan alam
Agar keajaiban alam semesta tetap bersinar

 

Langit yang Biru

Langit yang biru begitu indah
Dengan awan putih yang berarak
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Bintang Jatuh

Bintang jatuh di langit malam
Dengan keindahan yang tak terhingga
Mari kita buat permohonan
Agar keajaiban alam semesta tetap bersinar

 

Malam yang Sunyi

Malam yang sunyi begitu indah
Dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Alam Semesta yang Indah

Alam semesta yang indah ini
Mengajarkan kita tentang keindahan dan kekuatan
Mari kita hargai dan jaga keindahan alam
Agar keajaiban alam semesta tetap bersinar

 

Bumi yang Berputar

Bumi yang berputar di ruang angkasa
Dengan keindahan yang tak terhingga
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Langit yang Berwarna

Langit yang berwarna begitu indah
Dengan keindahan yang tak terhingga
Mari kita hargai dan jaga keindahan alam
Agar keajaiban alam semesta tetap bersinar

 

Bintang-bintang yang Berkelap-kelip

Bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit
Dengan keindahan yang tak terhingga
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Matahari yang Bersinar

Matahari yang bersinar di siang hari
Dengan hangatnya yang tak terhingga
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Alam Semesta yang Luas dan Misterius

Alam semesta yang luas dan misterius ini
Mengajarkan kita tentang keindahan dan kekuatan
Mari kita hargai dan jaga keindahan alam
Agar keajaiban alam semesta tetap bersinar

 

Bumi yang Kita Cintai

Bumi yang kita cintai ini begitu indah
Dengan keindahan yang tak terhingga
Mari kita jaga dan lindungi bumi
Agar keajaiban alam semesta tetap bersinar

 

Langit yang Tak Terbatas

Langit yang tak terbatas begitu indah
Dengan keindahan yang tak terhingga
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Bintang-bintang yang Berbicara

Bintang-bintang yang berbicara di langit
Dengan keindahan yang tak terhingga
Mari kita dengarkan cerita mereka
Agar keajaiban alam semesta tetap bersinar

 

Malam yang Indah

Malam yang indah begitu indah
Dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Alam Semesta yang Berwarna

Alam semesta yang berwarna begitu indah
Dengan keindahan yang tak terhingga
Mari kita hargai dan jaga keindahan alam
Agar keajaiban alam semesta tetap bersinar

 

Bumi yang Berotasi

Bumi yang berotasi di ruang angkasa
Dengan keindahan yang tak terhingga
Hidup di alam semesta ini begitu indah
Penuh dengan keajaiban dan misteri

 

Penulis: Mahafira, merupakan siswa Keperawatan Medis SMK Kesehatan Terpadu Mega Rezky Makassar

Organisasi Mahasiswa Cipayung Plus Sumenep Gelar Aksi Solidaritas ke Mapolres, Desak Keadilan untuk Affan

0
Screenshot

Intens.id – Sumenep, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus Sumenep (PMII, HMI, GMNI, dan IMM) bersama elemen BEM Sumenep menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Sumenep, Senin (1/9/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas insiden meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online di Jakarta, yang diduga akibat tindakan aparat Brimob.

Massa aksi memulai pergerakan dari kawasan Taman Bunga (alun-alun kota Sumenep) menuju Mapolres dengan membawa spanduk, poster, dan pengeras suara. Sejumlah tulisan bernada sindiran terlihat dibawa massa, salah satunya berbunyi, “Cipayung Plus Sumenep Bersama Rakyat, Yang Baik Cuma Polisi Tidur. Belajar Ya Dek Biar Tidak Jadi Polisi dan Nyawa Dibalas Kata Maaf.”

Setibanya di Mapolres, massa langsung menggelar orasi secara bergantian. Mereka menuntut agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tewasnya Affan dan mendesak adanya reformasi di tubuh Polri.

“Kebenaran harus selalu disuarakan. Jangan sampai ada pembungkaman dan tindakan anarkis aparat kepolisian kepada massa aksi, karena menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi undang-undang,” tegas Khoirus Sholeh, koordinator lapangan aksi. Ia menambahkan, “Jangan sampai hal demikian terjadi di Kota Keris ini. Kapolres harus berkomitmen tidak ada tindakan represif kepada rakyat. Sumenep sebagai Kota Keris harus dijaga martabatnya, bukan dinodai dengan kekerasan aparat.”

Untuk menjaga kondusifitas, Polres Sumenep menurunkan sebanyak 318 personel gabungan. Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Meski sempat menunggu, akhirnya Kapolres Sumenep AKBP Rivanda menemui massa aksi. Dengan naik ke atas mobil komando, Rivanda berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa. “Saya sepakat dan setuju bagaimana penindakan tegas terhadap aparat yang melakukan hal demikian untuk diadili seadil-adilnya berdasarkan konstitusi, dan kami keluarga besar Polres Sumenep turut berduka cita atas kejadian tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rivanda menegaskan bahwa pihaknya menerima tuntutan mahasiswa. “Saya terima seluruh tuntutan daripada aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus ini, dan kami akan sampaikan aspirasi kalian ke tingkatan di atas, mulai dari Polda hingga ke Mabes Polri,” imbuhnya.

Aksi Cipayung Plus Sumenep ini menjadi bagian dari gelombang solidaritas nasional atas gugurnya Affan Kurniawan. Para mahasiswa menyebut, tragedi ini bukan sekadar kasus individu, melainkan potret persoalan serius dalam kultur aparat yang harus segera dibenahi demi keadilan rakyat.