Intens.id, Makassar – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berhasil menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dengan fokus pada pembuatan sabun cair dari minyak jelantah. Pelatihan ini ditujukan bagi anggota Majelis Taklim Ismul A’zham Makassar dan diadakan di Masjid Ismul A’zham, Kompleks BTN Paropo, pada Sabtu (14/09/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program PkM UMI yang bertujuan memberdayakan masyarakat, khususnya dalam hal pengembangan ide bisnis skala rumahan. Sebanyak 30 peserta dari Majelis Taklim Ismul A’zham antusias mengikuti seluruh sesi yang diajarkan oleh tim UMI.
Selain mengajarkan teknik pembuatan sabun cair, pelatihan ini juga membekali para peserta dengan wawasan pengembangan ide bisnis. Hal ini diharapkan dapat mendorong peserta untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga memasarkan produk sabun mereka secara mandiri.
Dengan memanfaatkan minyak jelantah, program ini tidak hanya memberikan keterampilan wirausaha, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang cara mengelola limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis. Keberhasilan program ini menunjukkan komitmen UMI dalam berkontribusi langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Bertujuan membekali para ibu dengan keterampilan praktis dan pengetahuan bisnis untuk memulai usaha rumahan.
Acara dibuka oleh Ketua Pengurus Masjid Ismul A’zham, Prof. Dr. H. Syahruddin Nawi, S.H., M.H., yang mengapresiasi inisiatif UMI dalam memberdayakan masyarakat.
Tim pengabdi UMI, yang diketuai oleh Dr. Eng. Ir. Irma Nur Afiah, membawakan tiga materi utama yang saling terintegrasi. Sesi pertama, Ir. Muh. Arman, S.T., M.T. dan Syarwan Hamid, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Kimia, mendemonstrasikan proses mengubah minyak jelantah menjadi sabun cair melalui saponifikasi.
”Minyak jelantah yang biasanya terbuang dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat,” ujar Ir. Muh. Arman.
“Dengan formula yang tepat, sabun cair yang dihasilkan memiliki kualitas baik, ramah lingkungan, dan hemat biaya,” sambungnya.
Syarwan Hamid menambahkan bahwa pemanfaatan limbah ini juga berkontribusi langsung dalam mengurangi pencemaran lingkungan.
Setelah menguasai teknik pembuatan produk, peserta dibekali dengan materi bisnis. Dr. Ir. Nurul Chairany, S.T., M.T. menjelaskan secara detail cara menghitung harga pokok penjualan (HPP).
”Ibu-ibu majelis taklim perlu memahami bagaimana menentukan harga jual yang wajar,” katanya.
“Perhitungan HPP menjadi kunci agar usaha kecil dapat berkelanjutan dan menghasilkan keuntungan,” lanjutnya.
Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Eng. Ir. Irma Nur Afiah yang memotivasi peserta untuk membangun ide bisnis dari rumah. Beliau menekankan bahwa modal terbesar bukanlah uang, melainkan konsistensi, kreativitas, dan kemampuan melihat peluang.
”Membangun bisnis rumahan tidak selalu membutuhkan modal besar. Yang paling penting adalah konsistensi, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang pasar,” jelas Dr. Irma.
Peserta terlihat sangat antusias sepanjang pelatihan, terutama saat sesi demo langsung. Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif, kuis berhadiah, dan pengisian tes akhir untuk mengukur pemahaman.
Menurut Dr. Eng. Irma Nur Afiah, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi ibu-ibu majelis taklim untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual.
”Ini adalah wujud nyata komitmen UMI dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga,” tutupnya.
Pelatihan ini diketuai oleh Dr. Eng. Ir. Irma Nur Afiah, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. (Teknik Industri) dengan anggota dosen:
Dr. Ir. Nurul Chairany, S.T., M.T., IPM., CIISA., ASEAN Eng. (Teknik Industri)
Ir. Muh. Arman, S.T., M.T., IPP (Teknik Kimia)
Syarwan Hamid, S.T., M.T. (Teknik Kimia)
Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa dan alumni UMI:
Ibrahim Hasanuddin (Teknik Industri)
Yasmin Trisna Auliya (Teknik Kimia)
Fahrul Hidayat Bannya, S.T. (Alumni Teknik Industri)
Hadir pula salah satu mahasiswa asing dari USMB Perancis yang sedang melaksanakan internship di Teknik Industri UMI.





