PTI Kaltim Gelar Agro Leaders Summit 2026, Akbar Patompo: Pemuda Tani Harus Naik Kelas

Intens.id, Samarinda – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kalimantan Timur resmi membuka Agro Leaders Summit 2026. Forum strategis ini mempertemukan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, akademisi, hingga pelaku industri dan pemuda tani se-Kaltim.

Acara yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda II) ini menjadi momentum penguatan pangan hijau. Langkah ini dinilai krusial mengingat posisi Kalimantan Timur sebagai wilayah penopang utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Konsolidasi Menuju Transformasi Pangan

Ketua DPD PTI Kaltim, Akbar Patompo, menegaskan bahwa pemuda tani harus menjadi motor transformasi sektor pangan daerah. Ia berharap forum ini menjadi ruang konsolidasi nyata yang menghubungkan petani muda dengan kebijakan dan pasar.

“Agro Leaders Summit 2026 bukan sekadar forum diskusi, tetapi ruang komitmen bersama. Pemuda tani harus naik kelas, terhubung dengan kebijakan, industri, serta sistem distribusi yang kuat dan berkelanjutan,” tegas Akbar dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMD, sektor swasta, dan perguruan tinggi adalah fondasi utama dalam membangun sistem pangan modern berbasis desa.

Apresiasi dan Dukungan Pemerintah

Kepala Dinas Pangan Provinsi Kaltim, yang membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi atas inisiatif PTI dalam membangun ruang dialog lintas sektor. Menurutnya, ketahanan pangan melibatkan tata kelola dan stabilitas distribusi, bukan hanya soal produksi.

“Pemerintah Provinsi Kaltim mendukung penuh peran pemuda tani sebagai mitra strategis, terlebih dalam konteks Kaltim sebagai penopang IKN,” ujarnya.

Target Roadmap 2026–2030

Agro Leaders Summit 2026 menghadirkan diskusi interaktif mengenai berbagai isu strategis, mulai dari stabilitas harga, peran BULOG, hingga pengelolaan kawasan hutan produksi.

Melalui forum ini, PTI Kalimantan Timur menargetkan lahirnya Roadmap Gerakan Pangan Hijau 2026–2030. Agenda ini diharapkan menjadi tonggak pembangunan pangan di Kaltim yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru