ISMEI Soroti Isu “Bagi-Bagi Kursi” di OJK, Ingatkan Risiko Stabilitas Ekonomi

Intens.id, Jakarta – Gelombang mundurnya sejumlah pejabat strategis di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuai kritik tajam dari Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI). Pengosongan jabatan tersebut dicurigai bukan sekadar administrasi rutin, melainkan upaya transaksional untuk mengakomodasi kepentingan politik.

Badan Pimpinan ISMEI, Firman Fadirubun, menyatakan bahwa publik mencium adanya aroma persaingan pengaruh di balik layar “Menara Gading” regulator keuangan tersebut. Ia mengkhawatirkan adanya praktik bagi-bagi kursi yang dapat merusak independensi lembaga.

Firman menekankan bahwa kondisi ekonomi domestik saat ini tengah berada di titik rawan. Daya beli masyarakat yang merosot serta ketidakpastian global menuntut lembaga pengawas keuangan untuk tetap fokus pada fungsi pengawasan, bukan terjebak dalam politik internal.

“Jika posisi strategis di OJK diisi hanya karena faktor ‘titipan’ atau kedekatan kekuasaan, maka tamatlah independensi lembaga ini,” ujar Firman dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan, hilangnya independensi akan berdampak langsung pada runtuhnya kepercayaan investor dan stabilitas keuangan nasional.

ISMEI menilai pelemahan integritas di tubuh OJK sangat berbahaya bagi masyarakat akar rumput. Saat ini, publik masih dibayang-bayangi oleh skandal asuransi yang belum tuntas serta maraknya jeratan pinjaman daring (pinjol) ilegal.

Firman mempertanyakan kemampuan OJK dalam bertindak tegas sebagai “tangan besi” jika pimpinan di dalamnya disibukkan dengan agenda pengamanan posisi. Menurutnya, standar pengisian jabatan yang berbau “kado politik” hanya akan membuat pengawasan menjadi mandul.

Sebagai benteng terakhir kepercayaan rakyat dalam sektor keuangan, OJK didesak untuk menunjukkan bukti integritas ketimbang menyuguhkan drama suksesi jabatan. ISMEI memperingatkan agar OJK tidak menjadi “macan kertas” yang hanya garang di atas aturan namun rapuh dalam implementasi.

“OJK harus tegak lurus membela ekonomi rakyat, bukan mengakomodasi syahwat politik segelintir elit,” tegas Firman menutup pernyataannya.

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru