Intens.id, Pematangsiantar, – Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah 1 yang mencakup area Aceh dan Sumatera Utara resmi dilantik untuk periode 2025–2027. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Acara dimulai dengan rangkaian seremonial yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Pematangsiantar dan civitas akademika Universitas Simalungun. Suasana haru sempat menyelimuti ruangan saat penayangan dokumenter kondisi pasca-bencana yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara beberapa waktu lalu.
Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Lingga, yang hadir sekaligus membuka acara, memberikan apresiasi tinggi kepada para pengurus baru. Beliau berharap mahasiswa mampu menjadi motor penggerak di tengah masyarakat.
“Semoga pengurus yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi nyata dan tetap menjadi mitra kritis pemerintah serta menjalankan fungsi kontrol sosial dengan baik,” ujar Timbul Lingga dalam sambutannya.
Koordinator ISMEI Wilayah 1, Randa Wijaya, menegaskan bahwa momentum pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) kali ini mengusung tema besar: “Revitalisasi Ekonomi Pasca-Bencana di Sumatera Utara dan Aceh.”
Menurut Randa, kegiatan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan integritas mahasiswa ekonomi. ISMEI berkomitmen merumuskan langkah konkret untuk memulihkan ekonomi lokal di wilayah-wilayah terdampak bencana melalui forum internal.
“Momentum ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas mahasiswa ekonomi se-Sumut dan Aceh. Kami ingin terus memberikan pandangan-pandangan yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambah Randa.
Pihak ISMEI juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas atensi serta masukan konkret bagi kepengurusan periode ini. Semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam membangun ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Adji Permana selaku Badan Pimpinan PP ISMEI mengingatkan bahwa pelantikan ini adalah estafet kepemimpinan yang strategis. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjawab persoalan ekonomi bangsa.
“Pengurus Wilayah 1 harus mampu menjadi bagian dari solusi bagi negeri. Dengan kolaborasi dan dedikasi, ISMEI tidak hanya menjadi wadah akademik, tetapi juga ruang nyata untuk pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” pungkas Adji.





