ISMEI Gandeng INDEF Perkuat Basis Riset dan Analisis Kebijakan Ekonomi Nasional

Pertemuan ini menyepakati kolaborasi dalam program pendampingan "Studi Riset Ekonomi".

Intens.id, Jakarta – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) melakukan langkah strategis guna memperkuat ekosistem riset ekonomi di kalangan mahasiswa. Hal ini ditandai dengan audiensi bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di Jakarta, Jumat (24/1/2025).

Pertemuan ini menyepakati kolaborasi dalam program pendampingan “Studi Riset Ekonomi”. Langkah ini dinilai krusial untuk mencetak mahasiswa yang mampu menghasilkan analisis kebijakan berbasis data empiris demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sekretaris Jenderal ISMEI, Firman Fadirubun, mengapresiasi keterbukaan INDEF dalam membimbing mahasiswa. Menurutnya, sinergi ini penting agar mahasiswa tidak hanya sekadar mengkritik, tetapi mampu mengawal isu strategis melalui pendekatan ilmiah.

“Kami mengapresiasi INDEF yang bersedia mendampingi ISMEI dalam riset dan analisis. Ini adalah upaya konkret kami untuk mengawal isu strategis ekonomi dengan basis keilmuan yang kuat,” ujar Firman.

Dorong Kebijakan Fiskal Berbasis Kesejahteraan

Dalam diskusi yang berlangsung, aspek kebijakan fiskal daerah penghasil Sumber Daya Alam (SDA) menjadi sorotan utama. Koordinator Wilayah II ISMEI (Sumbar-Riau-Kepri-Jambi), Farhan Abrar, menyoroti urgensi reformasi skema revenue sharing atau Dana Bagi Hasil (DBH).

Farhan menekankan bahwa perhitungan fiskal tidak boleh lagi hanya terpaku pada angka produksi migas semata. Ia mendorong adanya variabel makroekonomi lain yang lebih menyentuh aspek kesejahteraan.

“Skema ini tidak boleh hanya mempertimbangkan kontribusi migas, tetapi harus memasukkan indikator kemiskinan, dampak kerusakan lingkungan, dan keterbelakangan infrastruktur sebagai variabel utama dalam perhitungan,” tegas Farhan.

Pentingnya Data Empiris

Koordinator Wilayah ISMEI DKI Jakarta, Syahdan Ramanda, menambahkan bahwa kolaborasi dengan lembaga think tank sekelas INDEF akan menjamin program studi riset ISMEI berjalan di atas rel akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

“ISMEI memandang INDEF sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan program yang berbasis riset, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi perekonomian bangsa,” kata Syahdan.

Senada dengan hal tersebut, BPK ISMEI, Rhafli Anugrah Akbar menilai langkah Pimpinan Pusat ini menegaskan posisi ISMEI sebagai organisasi kemahasiswaan yang berbasis intelektual dan keilmuan ekonomi, bukan sekadar politik kampus.

Menanggapi inisiatif tersebut, Pendiri INDEF, Prof. Dr. Didik J. Rachbini menyambut positif gagasan ISMEI. Ia menilai penguatan kebijakan ekonomi memang membutuhkan kolaborasi lintas aktor, termasuk energi baru dari generasi muda.

“Gagasan ISMEI sejalan dengan upaya riset dan analisis kebijakan ekonomi. Penguatan ini membutuhkan peran mahasiswa ekonomi untuk memperkuat praktik pengembangan melalui data yang akurat,” pungkas Didik.

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru