Jeneponto – Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci strategis dalam percepatan penurunan angka stunting dan pemenuhan hak anak di Sulawesi Selatan. Hal ini dibuktikan melalui sinergi antara PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Punagaya dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan yang fokus memperkuat program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Kabupaten Jeneponto.
Komitmen bersama kedua lembaga ini mengemuka dalam program Obrolan Pojok Publik yang disiarkan langsung oleh Unhas TV, Selasa (9/12/2025). Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Manager PLN NP UP Punagaya, Tri Pria Nugraha, dan Ketua Tim Kerja Bina Ketahanan Keluarga Balita, Anak, dan Remaja BKKBN Sulsel, Nathalia Debora Sidabutar.
Dalam dialog tersebut, Manager PLN NP UP Punagaya, Tri Pria Nugraha, menegaskan bahwa peran korporasi tidak lagi terbatas pada aspek operasional bisnis semata, seperti penyediaan energi listrik yang andal. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi langsung pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.
“Fase 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah fondasi masa depan anak. Melalui kolaborasi dalam TAMASYA, kami di PLN Nusantara Power UP Punagaya ikut mendorong pengasuhan berkualitas dan peningkatan kesehatan anak di Jeneponto,” ujar Tri Pria.
Lebih lanjut, Tri Pria memaparkan bahwa intervensi yang dilakukan PLN mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari perbaikan sarana pendukung layanan, edukasi gizi bagi keluarga, hingga penguatan kapasitas kader kesehatan di tingkat desa.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kerja Bina Ketahanan Keluarga Balita, Anak, dan Remaja BKKBN Sulsel, Nathalia Debora Sidabutar, menyambut baik keterlibatan sektor swasta. Ia menekankan bahwa penanganan isu tumbuh kembang anak memerlukan skema pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat secara aktif.
Menurut Nathalia, program TAMASYA dirancang sebagai strategi edukatif dan partisipatif untuk membangun ketahanan keluarga yang kokoh.
“TAMASYA hadir sebagai wadah pembinaan keluarga agar setiap anak mendapatkan pengasuhan yang layak, perhatian yang cukup, dan stimulasi yang memadai. Kolaborasi dengan PLN Nusantara Power menjadi energi positif dalam memperluas dampak program ini,” jelas Nathalia.
Sinergi yang terjalin di Kabupaten Jeneponto ini diharapkan dapat menjadi model percontohan (role model) bagi daerah lain tentang bagaimana sektor korporasi dapat berintegrasi dengan program pemerintah dalam menuntaskan isu-isu strategis nasional. Langkah ini dinilai vital dalam upaya menciptakan generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan terlindungi.





