Aktivis Riau Cep Permana Galih Desak KPK Periksa Wali Kota Pekanbaru, Tuding Dugaan Korupsi APBD

Intens.id, Pekanbaru – Hujan yang turun di Kota Pekanbaru, awal September ini, kembali meninggalkan cerita lama. Jalanan berubah menjadi kubangan, air menggenang di lubang-lubang yang tak kunjung diperbaiki. Di sudut lain, tumpukan sampah mengeluarkan bau menyengat, menjadi pemandangan sehari-hari warga kota.

Keluhan pun bermunculan. Pedagang kecil mengeluh dagangan sepi, warga resah dengan akses jalan yang rusak, bahkan tukang parkir kerap berseteru dengan konsumen karena aturan yang tidak jelas. Di tengah situasi itu, nama Wali Kota Agung Nugroho justru lebih sering terdengar di acara seremoni peresmian.

Sport Center hingga Taman Labuai City Walk menjadi panggung kehadiran Agung. Namun, proyek tersebut sejatinya merupakan warisan dari Penjabat Wali Kota sebelumnya, Muflihun. “Bukannya menciptakan karya baru, justru menjiplak dan meresmikan seolah hasil tangannya sendiri,” kritik aktivis Riau, Cep Permana Galih, Senin (15/9/2025).

Menurut Cep, kondisi itu sangat kontras dengan nilai APBD Kota Pekanbaru 2025 yang mencapai Rp3,2 triliun, meningkat dari Rp2,8 triliun pada tahun sebelumnya. “APBD sebesar ini jangan lagi ditutup-tutupi dengan dalih efisiensi. Apalagi ini sudah mau di penghujung tahun, bukti nyata yang dirasakan rakyat tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Ia menegaskan, transparansi anggaran harus ditegakkan. Jika tidak, lanjut Cep, Wali Kota Agung Nugroho perlu diperiksa oleh aparat penegak hukum mulai dari Kejari hingga KPK. “Kekuasaan tanpa kinerja hanyalah istana pasir. Kami mendesak penegak hukum menjemputnya untuk diaudit habis-habisan, agar rakyat tahu kebenaran,” tegasnya.

Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih dari Rp1,3 triliun ditambah transfer pusat Rp1,6 triliun, Cep menilai seharusnya Pekanbaru mampu menghadirkan perubahan signifikan. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya: banjir masih terjadi, jalan rusak masih menganga, dan sampah tetap menumpuk.

Hingga kini, Pemerintah Kota Pekanbaru belum memberikan klarifikasi resmi atas kritik tersebut. Sementara warga menanti, apakah kepemimpinan Agung Nugroho akan meninggalkan jejak baru, atau sekadar seremoni tanpa perubahan nyata.

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru