Intens.id, Makassar — Tim dosen dari Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) berkolaborasi dengan Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng (AK-Manufaktur Bantaeng) dalam sebuah program pengabdian masyarakat.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas panen udang Vaname melalui transfer teknologi nano bubble kepada Kelompok Usaha Kallang Bayang di Kota Makassar.
Solusi untuk Kualitas Air Tambak
Selama ini, pembudidaya udang dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga kualitas air tambak yang memengaruhi hasil panen. Teknologi nano bubble hadir sebagai solusi inovatif.
Menurut Ketua Pelaksana program, Suriyanto Bakri dari ITH, teknologi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas panen, tetapi juga memberikan pembudidaya keterampilan baru dalam mengelola tambak secara modern.
“Kami berharap teknologi ini dapat membantu pembudidaya mengelola tambak dengan lebih berkelanjutan,” ujar Suriyanto, Kamis, 4 September 2025.
Dampak Positif dan Dukungan Pembudidaya
Respon positif datang dari para pembudidaya. Jumari, Ketua Kelompok Usaha Kallang Bayang, menyampaikan apresiasinya.
“Dengan teknologi nano bubble ini, kami melihat peluang panen yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar. Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dari tim kampus,” katanya.
Program ini dimulai pada Juli 2025 dengan survei awal, dilanjutkan dengan pembuatan alat pada Agustus, dan sosialisasi serta pendampingan langsung pada September.
Ika Reskiana Adriani dari ITH menambahkan bahwa pendampingan ini juga berfokus pada manajemen tambak yang rapi, termasuk pendokumentasian kualitas air secara berkala. Hal ini membantu pembudidaya mengambil tindakan cepat saat terjadi masalah dan menekan risiko kerugian.
Sinergi Akademisi dan Masyarakat
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi dua mahasiswa ITH untuk terlibat langsung, mendapatkan pengalaman nyata dalam implementasi teknologi di lapangan.
Program ini terlaksana berkat dukungan dan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM-PM) ITH dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong inovasi teknologi tepat guna, khususnya di sektor perikanan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya udang di seluruh Indonesia.





