Intens.id, Makassar – Rencana peluncuran 200 unit taksi listrik di Makassar pada 31 Agustus 2025 oleh PT XANHSM Green and Smart Mobility Indonesia bersama PT Anugrah Volt Nusantara mendapat sorotan dari DPRD Kota Makassar.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Hartono, menilai hadirnya taksi listrik tidak cukup hanya dipandang sebagai upaya menambah armada transportasi atau membuka lapangan kerja baru.
Menurutnya, persoalan transportasi di Makassar sangat terkait dengan kepadatan lalu lintas, kondisi jalan, hingga daya serap pasar transportasi yang sudah ada.
“Kami mendukung terobosan menuju transportasi ramah lingkungan. Tapi jangan abaikan dampak sosial dan lalu lintas. Jangan sampai justru menambah beban jalan yang sudah macet, atau memicu persaingan tidak sehat dengan sopir konvensional,” tegas Hartono, Kamis (28/8/2025).
Hartono menekankan pentingnya kajian proporsional sebelum program itu dijalankan. Setiap kebijakan transportasi, kata dia, harus mengutamakan keseimbangan antara kebutuhan mobilitas warga, kenyamanan kota, dan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Pertanyaannya, apakah benar kehadiran armada baru ini membawa manfaat nyata? Baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai inovasi positif justru melahirkan masalah baru,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik rencana pengoperasian taksi listrik tersebut.
Ia menyebut langkah ini sejalan dengan target pemerintah mengurangi emisi karbon sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Munafri menegaskan implementasi taksi listrik harus melibatkan masyarakat lokal, khususnya generasi muda.
“Rekrutmen pengemudi sebaiknya diprioritaskan untuk anak-anak muda Makassar agar manfaat ekonominya langsung dirasakan warga. Sosialisasi juga penting, termasuk melibatkan asosiasi pengemudi, supaya tidak terjadi kesalahpahaman dengan sopir yang sudah ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar kini menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Jakarta untuk memperluas ekosistem kendaraan listrik.
Bahkan, ia mendorong camat, kepala dinas, hingga aparat lapangan menggunakan kendaraan berbasis listrik sebagai bagian dari perubahan budaya transportasi.
“Ke depan, kita ingin masyarakat lebih terbiasa dengan kendaraan ramah lingkungan. Saya sendiri sudah mulai beralih ke kendaraan listrik, dan ini akan terus kita dorong agar semakin meluas,” ujar Munafri.
Rencana peluncuran taksi listrik ini dinilai bukan hanya menguji kesiapan infrastruktur transportasi di Makassar, tetapi juga sejauh mana kebijakan tersebut mampu menjaga keseimbangan antara inovasi, kenyamanan kota, dan keberpihakan terhadap masyarakat lokal.





