17 Tahun jalan Lasalimu Dibiarkan Rusak, Warga: Pemerintah Hanya Ada Saat Kampanye

Intens.id, Buton — Warga Desa Lasalimu kembali meluapkan kekecewaannya. Jalan utama desa yang sudah rusak selama 17 tahun hingga kini belum juga disentuh pembangunan. Alih-alih mendapat perhatian, warga justru dipaksa hidup dalam kepungan debu setiap hari. Karena tak tahan lagi, masyarakat pun bergotong royong memperbaiki jalan dengan peralatan seadanya. Lubang-lubang besar ditimbun tanah dan batu, sekadar agar kendaraan bisa lewat.

“Sejak dulu jalan ini rusak, sampai sekarang tidak pernah diperbaiki. Pemerintah hanya pandai berjanji waktu kampanye, tapi setelah itu menghilang. Kami sudah bosan dibohongi,” ujar Zulfiki, warga Lasalimu

Warga lainnya, mengaku kesal karena dampaknya langsung dirasakan keluarga.

“Setiap hari kami hirup debu. Anak-anak batuk, tapi pemerintah seperti tidak peduli. Kami ini juga rakyat, kami punya hak untuk dapat jalan yang layak,” tambahnya.

Tokoh pemuda setempat menilai abainya pemerintah adalah bentuk nyata ketidakadilan.

“Kalau jalan di kota bisa mulus cepat dibangun, kenapa desa harus menunggu hampir dua dekade? Ini bukti pemerintah lebih mementingkan pencitraan ketimbang kebutuhan rakyat di desa,” Guntar, tambahnya .

Gotong royong warga memperbaiki jalan hanyalah simbol keterpaksaan, bukan solusi. Di satu sisi mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap desanya, tapi di sisi lain memperlihatkan gagalnya pemerintah hadir di tengah rakyatnya sendiri.

Kini warga Lasalimu menuntut jawaban tegas: sampai kapan mereka harus bersabar? Apakah pemerintah masih terus menutup mata, atau berani turun tangan membuktikan bahwa mereka betul – betul bersama masyarakat .(*)

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru