Intens.id, Makassar – Rencana Pemerintah Kota Makassar menambah armada bus listrik gratis untuk pelajar melalui skema sewa atau leasing mendapat dukungan dari DPRD Kota Makassar. Meski begitu, dewan mengingatkan agar kebijakan ini tidak diambil tergesa-gesa tanpa kajian menyeluruh, demi menghindari beban jangka panjang pada APBD.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebelumnya menyebut sistem sewa dinilai lebih efisien dari sisi anggaran maupun operasional, sekaligus mendorong transportasi ramah lingkungan.
“Kalau sistem sewa diterapkan, maka pemeliharaan dan perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia. Ini sedang kita kaji agar lebih efisien dalam penggunaan anggaran,” ujar Munafri, Kamis (24/7/2025).
Anggota Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Fahmi Husain, menilai skema leasing bisa menjadi solusi efisiensi biaya jangka panjang. Namun, ia menekankan perlunya perhitungan matang agar tidak justru menimbulkan pemborosan.
“Jika sewa, maka biaya perawatan tidak ditanggung pemerintah. Tapi tetap perlu hitung-hitungan jelas agar tidak justru lebih boros,” tegasnya, Selasa (29/7/2025).
Fahrizal juga mendorong optimalisasi pemanfaatan bus, termasuk di luar jam sekolah. “Bus jangan hanya beroperasi pagi dan siang. Bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan transportasi warga pada jam-jam nonsekolah,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan anggota DPRD Makassar, Budi Astuti. Menurutnya, program bus listrik gratis akan meringankan beban transportasi pelajar sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Banyak pelajar yang selama ini mengandalkan kendaraan orang tua. Kehadiran bus listrik akan sangat membantu, apalagi ini lebih hemat dan ramah lingkungan,” ucapnya.
Budi juga menekankan pentingnya pemerataan trayek agar layanan bisa menjangkau wilayah pinggiran.
“Evaluasi trayek itu penting. Jangan hanya berputar di pusat kota, daerah pinggiran juga harus terlayani,” ujarnya.
Saat ini, Pemkot Makassar mengoperasikan lima unit bus sekolah gratis di beberapa koridor utama. Namun jumlah itu masih dianggap minim dibanding kebutuhan pelajar.
“Bus sekolah tetap berjalan, tapi yang penting ke depan adalah memperluas jangkauan rute,” kata Munafri.
Ia menegaskan, penyediaan transportasi gratis merupakan komitmen Pemkot dalam mendukung pendidikan yang terjangkau dan aman.
“Kalau satu anak butuh Rp10.000 sehari untuk ongkos, dalam sebulan bisa Rp200.000. Kalau kita siapkan transportasi gratis, itu langsung berdampak pada pengurangan beban biaya keluarga,” jelasnya.





