Intens.id, Makassar – Tongkat estafet kepemimpinan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (Ipmil Raya) kini berada di tangan Abdul Hafid, mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Terpilih secara aklamasi dalam Kongres ke-XXI Ipmil Raya yang berlangsung sukses pada 7-10 Juli 2025 di Hotel Asyira, Makassar, Hafid membawa semangat baru untuk mengembalikan marwah organisasi mahasiswa tertua di Luwu Raya ini.
Proses pemilihan ketua umum Ipmil Raya berjalan seseuai mekanisme oraganisme dan berjalan dengan baik, Abdul Hafid menjadi satu-satunya calon yang mendaftar dan berhasil melewati tahap verifikasi administrasi.
Sesuai dengan mekanisme kongres, kondisi ini otomatis mengantarkan Hafid ke kursi kepemimpinan melalui aklamasi, tanpa perlu pemungutan suara yang panjang.
Perwakilan Steering Committe, menegasakan kembali proses pemilihan jika prosesnya diikuti satu kandidat saja
“Mekanisme pemilihan itu apabila hanya ada satu calon maka tidak ada lagi pemilihan atau pemungutan suara,” jelas perwakilan Steering Committee Kongres, disambut gema persetujuan dari para peserta.
Lebih lanjut ia menyatakan, dan karena hanya ada satu calon yang mendaftar saat tahapan pendaftaran dan dinyatakan lolos verifikasi secara administrasi maka bisa dipastikan aklamasi.
Dengan ketuk palu, Steering Committee pun secara resmi menetapkan Hafid sebagai Formatur Ketua Umum PB Ipmil Raya periode 2025-2027. Sebuah amanah besar kini menanti di pundaknya.
Visi Mengembalikan Eksistensi dan Kejayaan Ipmil Raya
Sebagai kader aktif dari Pengurus Koordinator Perguruan Tinggi (PKPT) Ipmil Raya UIN Makassar, Hafid tak asing dengan dinamika organisasi. Dalam pemaparan visi dan misinya, ia menyoroti pasang surut Ipmil Raya yang telah berdiri sejak 1958.
“Alhamdulillah saya diberi amanah oleh seluruh jajaran PKPT dan Cabang untuk memimpin organisasi besar ini,” ujar Hafid dengan nada penuh harap.
Lebih jauh, ia mengatakan bahwa, visi-misi saya tidak akan berjalan tanpa dukungan semua pihak.
Ia tak menampik bahwa dalam beberapa periode terakhir, Ipmil Raya memang mengalami kemunduran, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Namun, Hafid melihat ini bukan sebagai kesalahan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
“Itu bukan salah pengurus besar atau jajaran tapi ini salah kita semua karena berkurangnya rasa kepemilikan terhadap lembaga,” tegasnya.
Dengan penuh semangat, Ketua Umum PB Ipmil Raya yang baru ini menyatakan komitmennya untuk membawa perubahan.
“Sehingga saya harap dikepemimpinan saya ke depan kita bisa kembalikan agar organisasi kita kembali eksis,” tutup Hafid, mengukir harapan akan kebangkitan kembali organisasi kemahasiswaan Luwu Raya yang legendaris ini.





