Wajo –
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Anarchie Arus Bakti, S.Psi., menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas pers siber di tengah gempuran era digital. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Wajo.
Legislator dari Partai Demokrat (Dapil 8 Soppeng-Wajo) ini menyebutkan bahwa tantangan utama pers saat ini adalah menjaga kesehatan industri media dan keberlanjutan di tengah disrupsi teknologi.
“Di era digital ini, kita harus membuktikan bahwa pers siber bisa tetap profesional dan berintegritas. Agar pers tetap sehat dan berkelanjutan di tengah disrupsi teknologi,” ujar Anarchie dalam sambutannya.
Soroti Fenomena ‘No Viral, No Justice’ dan Peran Pemda
Dalam kesempatan tersebut, Anarchie secara khusus menyoroti fenomena sosial ‘No Viral, No Justice’ yang marak terjadi di masyarakat. Ia menyayangkan kondisi di mana permasalahan hukum atau penuntutan hak masyarakat baru mendapatkan atensi dan penyelesaian setelah diunggah ke media sosial dan menjadi viral.
Menurutnya, fenomena ini menjadi sinyal bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengambil peran lebih aktif. Pemda dinilai perlu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat mengenai alur penyelesaian masalah agar tidak melulu bergantung pada viralitas.
“Pers adalah pilar keempat demokrasi, yang menyambungkan berita daerah, khususnya di Kabupaten Wajo, dengan masyarakat,” jelasnya.
Anarchie menegaskan bahwa fungsi pers adalah memberikan informasi, menjamin keterbukaan, dan akuntabilitas publik. Berita yang disajikan haruslah hal-hal yang substansial dan patut diketahui publik, terlepas dari apakah isu tersebut viral atau tidak di media sosial.
Realitas Industri Pers
Meski menekankan independensi, Anarchie juga mengajak semua pihak untuk realistis melihat kondisi industri pers saat ini. Ia menyinggung perlunya sinergi yang sehat antara media dan pemerintah tanpa harus mengorbankan daya kritis.
“Ini yang harus kita berikan gambaran umum kepada masyarakat, bahwa saat ini pers hidup di tengah-tengah pemerintahan juga. Tidak mungkin pers itu dapat hidup sepenuhnya mandiri seperti yang dulu-dulu,” tambahnya.
Menutup pandangannya, Anarchie menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus baru JMSI Wajo. Ia berharap kehadiran JMSI di Wajo mampu menjadi instrumen pengawasan yang kritis serta jembatan informasi yang efektif untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat dalam kebijakan daerah.





