Akurasi Sempurna! Tim Al-Fatih Pertamina Ciptakan PRETER & PRANC untuk Uji Pelumas Anti-Subjektif dan Anti-Loss Tekanan

Intens.id, Jakarta – Kabar gembira datang dari PT. Pertamina Lubricants, Tim inovatif yang dikenal progressif berkarya Tim Al-Fatih, beranggotakan para alumni dari berbagai universitas bergengsi seperti UMI, UI, UNDIP, dan UNMUL, berhasil mencetak prestasi gemilang dengan meluncurkan dua alat canggih revolusioner.

Setelah sukses besar meraih predikat PLATINUM di ajang APQ Award 2025 tingkat Nasional, kini Tim Al-Fatih memperkenalkan PRETER (Automatic Pressure Digital Timer) dan PRANC (Portable Automatic Appearance).

Dua inovasi ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk menaikkan akurasi dan efisiensi dalam pengetesan kualitas pelumas di laboratorium, yang selama ini kerap terkendala masalah teknis dan subjektivitas.

PRETER: Solusi Akurasi Tekanan Uji

Menurut Sentiyaki, ide pembuatan alat PRETER bermula dari tantangan yang dihadapi dalam pengujian Oil Separation, di mana sering terjadi “loss tekanan” yang secara signifikan dapat memengaruhi hasil pengujian.

“Alat PRETER dirancang untuk mengatasi masalah loss tekanan saat pengujian Oil Separation yang bisa mengganggu akurasi hasil,” jelas Sentiyaki.

Alat PRETER didesain dengan dimensi 250 X 250 X 290 mm dan dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis serta safety valve untuk memastikan tekanan tetap stabil.

Anisa Dien Rachmawati menambahkan, fitur ini sangat krusial dalam mencegah hilangnya tekanan dan menjaga integritas data pengujian.

PRANC: Mengatasi Subjektivitas Pengujian Visual

Inovasi kedua, PRANC, hadir sebagai jawaban atas tantangan dalam pengujian appearance (kenampakan) pelumas yang selama ini masih dilakukan secara manual dan rentan terhadap subjektivitas.

Sentiyaki menjelaskan bahwa pengujian visual secara manual terbilang rumit
“Karena Setiap analis memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap kontras warna, Dipengaruhi oleh pencahayaan yang kurang efektif. Adanya efek background yang dapat mengubah persepsi tingkat kejernihan,” ulas Senti.

Padahal, pengujian ini merupakan parameter penting dalam spesifikasi produk pelumas.
Alat PRANC (Portable Automatic Appearance) dirancang untuk mengotomatisasi proses ini. Dengan dimensi 191 X 121 X 367 mm, PRANC dilengkapi sensor yang mampu membaca sampel pengujian secara otomatis.

“Alat PRANC didesain portabel sehingga mudah dibawa ke mana saja. Adanya sensor otomatis dapat menghilangkan kerumitan dan subjektivitas pandangan analis dalam menilai tingkat kejernihan dan kontras warna,” kata Anisa Dien Rachmawati.

Penciptaan dua alat canggih ini menunjukkan komitmen Tim Al-Fatih dan PT. Pertamina Lubricants dalam menjamin standar kualitas produk pelumas yang ketat melalui adopsi teknologi mutakhir. Keberhasilan Tim Al-Fatih ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi inovasi lain di industri energi dan manufaktur Indonesia.

Temuan tim Al-Fatih PTPL dari alumni Teknik Kimia FTI Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yaitu Ir. Sentiyaki, S.T., IPP dan rekan timnya Anisa Dien Rachmawati, S.T., (Alumni Universitas Diponegoro), Muthia Putri Hidayati, S.T., M.MT., (Alumni Universitas Indonesia), Faris Faruqi Ilham, S.T., (Alumni Universitas Mulawarman), Iqbal Pasha Ramadhan S.T., (Alumni Universitas Jendral Soedirman), Ardiansyah (Alumni Politeknik Aka Bogor), Ishak sambash (Alumni SMK Angkasa 1 Bandung) serta fasilitator Nurudin (Manager Quality) dari PT. Pertamina Lubricants.

Tim Al Fatih menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., (Wakil Rektor II, UMI), Ir. Muhammad Arman, S.T., M.T., IPP, (Dosen FTI, UMI), Rona Trisnaningtyas (Head of Lab PUJ), Dody Arief Aditya (Manager Production Unit Jakarta), Alim Adi Priyatna (Operation Head LOBP dan Guru Besar CIP PUJ), Welly Kuswara (Manager QM Subholding C&T dan Guru Besar CIP C&T), M. Aldi Nurdin (Manager HC Policy & QM), Novita Ayuningtias (Sr. Analyst I Quality Management), Dian Rahmawati (Quality Management) dan rekan – rekan lainya yang telah memotivasi serta mendukung inovasi tersebut sehingga layak untuk digunakan di lingkungan Laboratorium PT. Pertamina Lubricants, Jakarta.

Tim Al-Fatih berharap dengan adanya Inovasi PRETER dan PRANC dapat mengatasi permasalahan pengujian dan dapat meningkatkan efisiensi kerja dilingkungan PT. Pertamina Lubricants.

Melalui penggabungan dua solusi ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan, tidak hanya dalam mengatasi permasalahan pengujian yang kompleks, tetapi juga dalam mendorong efisiensi kerja secara menyeluruh

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru