Intens.id, Gowa – Dua mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI), Azwar dan Fadel, melakukan penelitian lapangan di Kampung Langkowa, sebuah dusun terpencil yang terletak di Bangkeng Batu, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. (26/7/2025).
Langkowa dikenal sebagai salah satu desa yang sulit dijangkau. Selain jaraknya yang jauh dari pusat kota, akses menuju desa ini terbatas, dan jumlah penduduknya hanya sekitar 20 kepala keluarga. Meski demikian, Langkowa memiliki pembangkit listrik tenaga air (PLTA) skala kecil berbasis picohidro yang menjadi sumber utama penerangan bagi warga.
Selama dua hari, Azwar dan Fadel melakukan perancangan sistem monitoring dan kontrol jarak jauh untuk pembangkit listrik tersebut. Inovasi ini memungkinkan kondisi pembangkit dapat dipantau dan dikendalikan dari lokasi yang jauh, sehingga pengelolaannya menjadi lebih efisien.
Kegiatan ini mendapat bimbingan langsung dari dosen pembimbing serta dukungan dari lembaga kemahasiswaan Fakultas Teknik UMI, seperti Senat Mahasiswa, Kabamafatek UMI, dan Tekpala FT UMI Makassar.
Menurut Azwar, penelitian ini tidak hanya dilakukan sebagai tugas akademik, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap desa-desa yang belum tersentuh pembangunan secara menyeluruh, khususnya di sektor energi.
“Kalau pun akses PLN belum bisa masuk, setidaknya pembangkit yang ada bisa ditingkatkan kapasitasnya. Kami ingin apa yang kami lakukan bisa menjadi jembatan agar desa ini tidak lagi dipandang sebelah mata,” ujar Fadel menambahkan.
Salah satu warga Langkowa turut menyampaikan harapan yang sama. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana agar desanya tidak tertinggal jauh dari wilayah lain.
Penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat, membawa solusi nyata dan menyuarakan harapan dari pelosok negeri.





