Menggeser Cara Berkarya: Workshop ASA Timur Indonesia Dorong Seni sebagai Proses Berpikir Kreatif di Sekolah

ASA Timur Indonesia menggelar Workshop Penciptaan Seni di sejumlah SMA dan SMK di Sulawesi Selatan mulai 11–28 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar 20 siswa di setiap sekolah dengan satu tujuan utama: mengubah cara berpikir kreatif siswa dalam berkarya seni rupa.

Berbeda dari pelatihan seni pada umumnya yang berfokus pada keterampilan teknis, workshop ini dirancang sebagai laboratorium pedagogik. Siswa tidak langsung diajari “cara menggambar yang baik”, melainkan diajak menyadari bahwa karya seni yang matang lahir dari proses berpikir, bukan dari tangan yang langsung bekerja.

Workshop dibagi ke dalam tiga sesi utama. Pada sesi pertama, siswa diberi kebebasan penuh untuk berkarya sesuai kebiasaan mereka. Tanpa contoh, tanpa arahan, tanpa teori. Karya yang lahir dari sesi ini menjadi potret awal bagaimana siswa selama ini memulai proses berkarya.

Sesi kedua menjadi titik kunci. Di sinilah siswa menerima materi tentang metode dan proses kreatif penciptaan seni. Mereka diajak memahami bahwa sebelum menggambar, seharusnya melewati tahap eksplorasi ide, mempertimbangkan berbagai kemungkinan, mengeksplorasi ide atau gagasan sehingga menjadi sebuah konsep, yang kemudian membuat sketsa, bereksperimen dengan media dan teknik, hingga melakukan refleksi atas karyanya sehingga proses evaluasi terjadi demi karya tersebut berkualitas.

Pada sesi ketiga, siswa kembali berkarya. Namun kali ini, mereka tidak lagi langsung menggambar. Mereka memulai dari ide, membuat beberapa alternatif gagasan, menyusun sketsa perencanaan, mempertimbangkan media dan teknik, lalu mewujudkan karya secara lebih sadar dan terarah. Dengan demikian perubahan cara kerja inilah yang menjadi fokus utama kegiatan.

Dalam workshop ini juga dilakukan diseminasi bahan ajar berupa buku panduan penciptaan seni serta jurnal proses kreatif dari Galang Mario, yang dapat digunakan dalam pembelajaran seni di sekolah, khususnya di kelas XI.

Media ini dirancang untuk membantu guru dan siswa menjadikan pembelajaran seni sebagai proses berpikir kreatif, bukan sekadar kegiatan menghasilkan gambar.

Foto bersama siswa SMAN 23 Makassar setelah kegiatan Workshop, 13 April 2026. (Foto: ASA Timur Indonesia)

Galang Mario selaku pemateri dan fasilitator kegiatan, menegaskan harapannya agar pendekatan ini dapat menjadi cara baru dalam memaknai pembelajaran seni di sekolah.

“Pembelajaran seni seharusnya dimaknai sebagai proses, bukan hasil. Metode penciptaan yang kami bagikan di workshop ini diharapkan menjadi cara baru bagi siswa dalam berkarya, dimulai dari eksplorasi ide, eksperimen media dan teknik, penciptaan, hingga refleksi,” ujarnya.

Workshop ini telah terlaksana di beberapa sekolah, di antaranya SMA Angkasa Maros, SMAN 23 Makassar, dan SMKN 1 Makassar. Dalam pekan berikutnya, kegiatan akan berlanjut di SMA di  Kabupaten Gowa dan Selayar.

Respons positif datang dari para guru dan siswa. Fasli sebagai guru Seni Budaya SMA Angkasa Maros, menilai metode ini sangat membantu proses pembelajaran di kelas.

“Selain mendapatkan buku panduan dan jurnal proses kreatif yang sangat mendukung pembelajaran seni di kelas XI, metode penciptaan seni ini terbukti efektif membantu siswa dalam berkarya,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Sofiy, siswa sekaligus pengurus sanggar seni SMAN 23 Makassar, yang merasakan langsung perubahan cara berpikirnya.

“Dalam workshop ini kami belajar bahwa konsep menjadi bagian penting dari karya. Dengan metode penciptaan seni, konsep menjadi matang untuk diekspresikan. Kami jadi sadar bahwa karya yang baik lahir dari proses berpikir kreatif, bukan langsung berkarya,” tuturnya.

Melalui rangkaian workshop ini, Galang Mario sebagai bagian dari tim  ASA Timur Indonesia tidak hanya menghadirkan kegiatan pelatihan seni, tetapi juga memperkenalkan sebuah pendekatan pedagogik yang menempatkan kreativitas sebagai proses sadar, terencana, dan reflektif. Sebuah langkah kecil yang berpotensi memberi dampak besar pada cara siswa memaknai seni, dan cara sekolah memfasilitasi lahirnya kreativitas.

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru