Intens.id, Makassar – Komunitas GUSDURian Makassar mematangkan persiapan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema krusial, “Perspektif Demokrasi Gen Z di Era Disrupsi”. Rapat pemantapan ini digelar di Kampung Buku Inninnawa, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar, pada Senin (26/1/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar untuk membahas kebutuhan teknis dan substansi acara. Agenda FGD ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari mendatang, dengan tujuan utama menggali kedalaman pandangan Generasi Z terhadap praktik demokrasi di tengah gempuran disrupsi teknologi dan sosial.
Koordinator GUSDURian Makassar, Fathurahman Marzuki, menegaskan urgensi pelibatan Gen Z dalam diskursus kebangsaan. Menurutnya, tantangan demokrasi di era disrupsi saat ini semakin kompleks dan memerlukan pembacaan yang segar dari generasi muda.
“Pemahaman Gen Z soal demokrasi perlu diperhatikan secara serius, mengingat era disrupsi makin menggila,” ujar Fathur di sela-sela rapat.
Pria kelahiran Kabupaten Pangkep ini menambahkan, arah masa depan bangsa sangat bergantung pada bagaimana generasi ini dimaknai dan didengar. Ia menilai, mengabaikan suara Gen Z sama dengan menghambat pertumbuhan demokrasi itu sendiri.
“Hampir tidak mungkin demokrasi bisa tumbuh tanpa mendengar suara Gen Z. Justru di tangan mereka, arah bangsa bisa ditentukan. Kita tidak hanya perlu memetakan realitas, tetapi juga menelisik cara pandang mereka terhadap tipologi kebangsaan hari ini, karena di sanalah masa depan demokrasi diuji,” tegas Fathur.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, penggerak senior GUSDURian, Suaib Prawono dan Muhajir. Kehadiran para senior ini memberikan bobot tersendiri dalam diskusi persiapan, sekaligus menegaskan komitmen GUSDURian Makassar untuk terus mengawal nilai-nilai demokrasi yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.





