Pesta Adat Meta’u A di Siompu, Wadah Pemersatu Masyarakat dan Pelestarian Warisan Leluhur

Intens.id Buton Selatan— Tradisi Adat Meta’u A kembali digelar meriah di Pulau Siompu, Kabupaten Buton Selatan. Ritual sakral yang telah diwariskan turun-temurun ini menjadi momentum pemersatu masyarakat dari berbagai lapisan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian budaya lokal. Selama tiga hari pelaksanaan, ribuan warga dari dua kecamatan di Pulau Siompu memadati lokasi kegiatan bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, Anggota DPRD, serta para kepala OPD.

Dalam sambutannya, Bupati Buton Selatan Muhammad Adios menegaskan bahwa Meta’u A bukan sekadar kegiatan adat, tetapi ruang silaturahmi besar yang menyatukan masyarakat Siompu. Ia mengingatkan bahwa dahulu pulau tersebut terbagi dalam 72 kadis dengan empat parabela yang tersebar di Molona, Kaimbulawa, Biwina Pada/Nggula-nggula, dan Lontoi, namun Meta’u A selalu menjadi simpul pemersatu seluruh elemen masyarakat.

Adios juga menekankan bahwa perbedaan adat maupun desa tidak menjadi sekat dalam memperkuat harmoni sosial. Menurutnya, kebersamaan masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa Meta’u A tetap relevan sebagai tradisi yang menyatukan warga, bahkan menarik perhatian tamu dari luar daerah yang datang khusus menyaksikan prosesi budaya tersebut. Bupati turut mengapresiasi tokoh adat dan masyarakat yang menjaga nilai-nilai kesakralannya hingga kini.

Sementara itu, Pembina Adat Binawakili Kecamatan, Pomili Womal, menyampaikan bahwa Meta’u A bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga wadah musyawarah antardesa untuk membahas kesejahteraan, kesetaraan, serta dinamika sosial masyarakat Siompu. Tradisi ini, katanya, menjadi ruang dialog yang memperkuat hubungan sosial dan memperbarui komitmen bersama dalam menjaga harmoni di pulau tersebut.

Rangkaian tradisi Meta’u A ditutup dengan Kande-Kandea atau makan bersama di Baruga Binawakili, Desa Nggula-nggula, sebagai simbol syukur dan kebersamaan seluruh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap tradisi adat seperti Meta’u A ke depan dapat dipromosikan lebih luas oleh OPD terkait dan insan pers, sehingga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan tradisi Siompu hingga ke luar daerah. (*)

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru