Di Kaki Gunung

 

Langkah kembali bercengkrama dengan alam nyata
Bersetubuh dengan jalan setapak yang semakin membelah lebatnya pepohonan
Semakin sejuk, semakin menelusup, semakin bergairah pula
Merelakan pergi merasai sepi menuju pengelanaan

Bayangan luka kembali merundungi diri dalam pelarian
Gelak tawa, lekuk senyum dan tatapan penuh cinta menjamah kedamaian yang hampir mulai
Tenang, ini tak akan berlangsung lama
Sebatang kretek dan secangkir kopi hangat khas pejalan telah menyudahi murung yang sia-sia

Hari-hari penuh kenangan tak mau menetap di kota yang ramai
Inginnya terus ikut hingga kini di antara puncak dan indahnya kaldera yang memanjakan mata
Ya sudah, ikutlah hingga ke kaki gunung itu dan menetaplah disana
Jangan keras kepala, tinggalkan hati dan pikiran ini seorang diri.

(Nadir-Kolaka Utara)

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru