Asri Said Nakhoda Baru DPW BKPRMI Sulsel: Era Baru Pembinaan Remaja Masjid

Amanah ini bukanlah kehormatan pribadi, tetapi tanggung jawab kolektif yang harus kita emban bersama untuk membesarkan dan menguatkan peran BKPRMI sebagai rumah besar Remaja Masjid di Sulawesi Selatan

Intens.id, Makassar – Musyawarah Wilayah (Muswil) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Selatan yang berlangsung sengit dan penuh dinamika akhirnya melahirkan pemimpin baru.

Asri Said, mantan Ketua Umum DPD BKPRMI Maros dua periode, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BKPRMI Sulawesi Selatan periode 2025-2030.

Pemilihan yang berlangsung di Hotel Aerotel Smile pada 12-13 Juli 2025 ini menarik perhatian banyak pihak, mengingat posisi BKPRMI sebagai organisasi kepemudaan Islam yang memiliki peran strategis dalam pembinaan generasi muda masjid di Sulawesi Selatan.

Dinamika Menuju Ketua Umum

Proses pemilihan Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan kali ini diwarnai persaingan ketat yang melibatkan sejumlah figur potensial. Awalnya, empat nama mencuat sebagai bakal calon yang digadang-gadang akan memperebutkan posisi puncak kepemimpinan organisasi ini.

Keempat kandidat tersebut adalah Muhammad Yusuf Sewang, Direktur Wilayah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI Sulsel; Salihuddin, Ketua Umum DPD BKPRMI Jeneponto; Asri Said, mantan Ketua Umum DPD BKPRMI Maros (dua periode); dan EZ. Muttaqien Yunus, Pengurus DPD BKPRMI Makassar.

Sejak awal, keempat bakal calon ini menunjukkan keseriusan mereka dalam kontestasi. Masing-masing aktif melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada para pemilik suara, yang terdiri dari perwakilan DPD BKPRMI dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Pertemuan-pertemuan intensif, diskusi, dan presentasi visi-misi menjadi bagian tak terpisahkan dari kampanye mereka. Muhammad Yusuf Sewang, dengan pengalamannya di LPPTKA, menonjolkan aspek pendidikan Al-Qur’an dan pengembangan kurikulum. Salihuddin, yang memimpin BKPRMI di Jeneponto, fokus pada penguatan organisasi di tingkat daerah dan peningkatan partisipasi pemuda masjid di pelosok. Sementara itu, Asri Said, dengan rekam jejaknya memimpin BKPRMI Maros selama dua periode, menawarkan pengalaman kepemimpinan yang matang dan jaringan yang luas. EZ. Muttaqien Yunus dari Makassar, di sisi lain, membawa gagasan inovatif terkait digitalisasi dakwah dan pemberdayaan ekonomi pemuda masjid.

Suasana Muswil sejak hari pertama sudah terasa hangat dengan berbagai lobi dan negosiasi yang terjadi antar kontestan dan para delegasi. Diskusi-diskusi santai di sela-sela acara, pertemuan empat mata, hingga deklarasi dukungan menjadi pemandangan lumrah.

Para pemilih suara pun terlihat aktif berinteraksi, mencoba menggali lebih dalam visi dan komitmen dari setiap kandidat. Transparansi dan semangat demokrasi menjadi landasan utama dalam setiap tahapan Muswil ini, memastikan bahwa proses pemilihan berjalan adil dan akuntabel.

Mengerucutnya Persaingan dan Detik-detik Pemilihan

Seiring berjalannya waktu dan mendekati puncak pemilihan pada Minggu, 13 Juli 2025, dinamika persaingan mulai mengerucut. Dari empat nama yang semula mencuat, peta kekuatan mulai terlihat jelas, dan hanya dua nama yang berhasil mempertahankan momentum dan dukungan signifikan dari para pemilik suara: Muhammad Yusuf Sewang dan Asri Said.

Pengerucutan ini tidak terlepas dari strategi masing-masing tim sukses, serta peran mendalam dari para pemilik suara terhadap kapabilitas dan rekam jejak para kandidat. Muhammad Yusuf Sewang, yang dikenal dengan integritas dan fokusnya pada pengembangan pendidikan Al-Qur’an, berhasil menarik dukungan dari basis-basis yang peduli terhadap kualitas pengajaran agama. Di sisi lain, Asri Said, dengan pengalaman organisasinya yang panjang dan kemampuannya dalam membangun konsolidasi, mampu meyakinkan banyak pihak bahwa ia adalah sosok yang tepat untuk memimpin BKPRMI Sulsel ke depan.

Momentum pemilihan terasa tegang namun penuh antusiasme. Para delegasi dari DPD BKPRMI se-Sulawesi Selatan memadati ruang pemilihan, siap memberikan suara mereka untuk menentukan nahkoda baru.

Proses pemungutan suara berlangsung tertib dan diawasi ketat oleh tim pengawas pemilihan, memastikan setiap suara yang masuk adalah sah dan valid. Kotak suara yang menjadi saksi bisu penentuan kepemimpinan ini disiapkan dengan cermat, mencerminkan komitmen panitia untuk menjalankan Muswil secara profesional.

Hasil Pemilihan dan Kemenangan Asri Said

Setelah proses pemungutan suara selesai, seluruh mata tertuju pada penghitungan suara. Suasana di dalam ruangan semakin hening ketika satu per satu suara dihitung dan diumumkan. Ketegangan memuncak, namun diwarnai optimisme dari masing-masing pendukung kandidat.

Hasil akhir penghitungan suara menunjukkan bahwa Asri Said berhasil meraih perolehan suara tertinggi dengan total 108 suara. Sementara itu, Muhammad Yusuf Sewang memperoleh 75 suara. Dengan demikian, Asri Said secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan terpilih untuk periode 2025-2029.

Kemenangan ini disambut riuh tepuk tangan dan sorak sorai para pendukung yang kini memiliki nahkoda baru.

Visi dan Komitmen Asri Said untuk BKPRMI Sulsel

Setelah terpilih, Asri Said menyampaikan pidato pertamanya sebagai Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Selatan. Dengan penuh rasa syukur dan rendah hati, ia memulai pidatonya dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT.

“Amanah ini bukanlah kehormatan pribadi, tetapi tanggung jawab kolektif yang harus kita emban bersama untuk membesarkan dan menguatkan peran BKPRMI sebagai rumah besar Remaja Masjid di Sulawesi Selatan,” ujarnya dengan suara lantang dan penuh semangat.

Asri Said menegaskan komitmennya untuk merangkul semua pihak dalam membangun BKPRMI. Ia mengajak seluruh kader, simpatisan, tokoh masyarakat, dan elemen umat untuk bersatu, bersinergi, dan bekerja sama dalam membangun gerakan dakwah yang lebih kuat, progresif, dan berdaya guna.

Hal ini menunjukkan bahwa ia ingin menciptakan iklim kolaborasi, bukan hanya fokus pada kekuatan internal organisasi, tetapi juga melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam upaya memajukan peran remaja masjid.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjadikan momentum ini sebagai titik awal untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah, memperluas jejaring dakwah, serta membina generasi muda masjid yang berakhlak, cerdas, dan berdaya saing.

Visi Asri Said jelas: menciptakan generasi muda yang tidak hanya kuat dalam aspek keagamaan, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan daya saing di berbagai bidang. Ini sejalan dengan tuntutan zaman yang membutuhkan pemuda-pemudi dengan karakter yang komprehensif.

Pidato Asri Said diakhiri dengan seruan inspiratif, “Bersama kita bisa. Bersama kita kuat. Bersama kita bangun rumah besar Remaja Masjid di Sulawesi Selatan.” Slogan ini mengandung pesan persatuan dan optimisme, mengisyaratkan bahwa keberhasilan BKPRMI di masa mendatang akan sangat bergantung pada sinergi dan kerja sama dari seluruh elemen.

Dengan terpilihnya Asri Said, BKPRMI Sulawesi Selatan diharapkan dapat terus mengembangkan program-program strategis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Tantangan ke depan tidaklah ringan, mulai dari adaptasi dakwah di era digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan peran masjid sebagai pusat kegiatan kepemudaan.

Namun, dengan kepemimpinan baru dan semangat kebersamaan yang dicanangkan, BKPRMI Sulsel memiliki potensi besar untuk terus berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda Islam yang unggul dan berdaya saing.

 

 

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru