Beranda blog Halaman 85

Siswa-Siswi SMK Negeri 5 Barru Dapatkan Pelatihan Navigasi dan Pemetaan dari UMI

0

Intens.id, Barru – Siswa-siswi SMK Negeri 5 Barru baru saja mengikuti pelatihan menarik yang membekali mereka dengan keterampilan navigasi dan pemetaan. Acara ini digelar di sekolah mereka dan dipandu oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) Universitas Muslim Indonesia (UMI). Senin, 30 September 2024

Pelatihan yang dipimpin oleh Ir. Suriyanto Bakri, Ketua Tim Pengabdi UMI, ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi modern dalam pemetaan. “Kami ingin siswa-siswi SMK Negeri 5 Barru menguasai alat seperti Global Positioning System (GPS), Kompas, dan aplikasi Avensa Map. Hal ini penting untuk meningkatkan kompetensi mereka di dunia industri yang semakin kompetitif,” ujar Ir. Suriyanto.

Kepala SMK Negeri 5 Barru, Faysal Yunus, S.Pd., M.Pd, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan UMI. “Pelatihan ini sangat berharga bagi pendidikan siswa kami. Keterampilan teknis semacam ini menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” tambahnya.

Sesi pelatihan ini diisi dengan teori dan praktik langsung, di mana para siswa belajar menggunakan alat pemetaan. Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka mencoba alat-alat tersebut. Andika Pratama, salah satu peserta, mengungkapkan, “Ini adalah kesempatan emas! Saya bisa langsung mempraktikkan apa yang sebelumnya hanya saya pelajari di kelas.”

Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya di bidang geologi pertambangan. SMK Negeri 5 Barru dan LPkM UMI berkomitmen untuk terus menyediakan program pelatihan relevan demi meningkatkan kompetensi siswa dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Peran Generasi Z dalam Diplomasi Digital

0
Hilda Sophia Putri, Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Unifa 2021. Foto. Ist
Hilda Sophia Putri, Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Unifa 2021. Foto. Ist

Hilda Sophia Putri                                                                                         (Mahasiswa Hubungan Internasional Unifa)

Generasi Z memainkan peran penting dalam diplomasi digital, mengubah cara interaksi antara negara dan masyarakat. Dengan keahlian mereka dalam menggunakan media sosial dan teknologi, generasi ini mampu menyebarkan informasi dengan cepat dan luas. Mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga promotor yang memobilisasi dukungan untuk isu-isu global, seperti lingkungan, politik, dan masalah sosial. Dalam konteks ini, Gen Z sering kali menjadi suara yang mengedukasi dan menginformasikan publik mengenai kebijakan internasional dan krisis kemanusiaan.

Selain itu, Generasi Z menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah atau pemimpin dunia. Mereka memanfaatkan platform digital untuk menantang narasi resmi, berupaya memperjuangkan kebijakan yang lebih adil dan inklusif. Melalui tindakan ini, Gen Z tidak hanya berkontribusi pada diplomasi, tetapi juga mendorong pemerintah untuk lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat global.

Kesadaran mereka terhadap isu-isu internasional mencerminkan ciri khas Gen Z sebagai agen perubahan yang signifikan. Dengan kemampuan beradaptasi dan menjalin komunikasi di dunia maya, generasi ini mampu memengaruhi opini publik dan kebijakan melalui kampanye digital yang inovatif. Hal ini menegaskan bahwa Gen Z memiliki potensi besar dalam membentuk masa depan diplomasi.

Dalam era digital saat ini, peran Gen Z dalam diplomasi semakin penting. Mereka tidak hanya berpartisipasi dalam diskusi global, tetapi juga menciptakan ruang untuk dialog yang inklusif dan beragam. Dengan demikian, Generasi Z berfungsi sebagai penggerak perubahan yang mampu menjembatani kesenjangan antara masyarakat dan pengambil keputusan di tingkat global.

BADKO HMI Sulselbar Dorong Komitmen Lingkungan dari Calon Kepala Daerah

0
Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Ahmad Muzawir Saleh
Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Ahmad Muzawir Saleh

Intens.id, Makassar – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat semakin mendekati puncaknya. Masing-masing calon telah mendapatkan nomor urut dan memasuki masa kampanye. Salah satu tahapan yang akan segera berlangsung adalah debat kandidat seluruh calon kepala daerah.

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Barat (BADKO HMI Sulselbar) melalui Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Ahmad Muzawir Saleh, menyampaikan aspirasi untuk mendorong isu lingkungan menjadi salah satu topik utama dalam debat calon kepala daerah di Sulsel dan Sulbar.

Menurutnya, salah satu sumber pendapatan tertinggi di Sulsel berasal dari investasi yang berkaitan langsung dengan isu kerusakan lingkungan, seperti pertambangan dan smelter yang semakin marak dibangun di wilayah tersebut.

“Smelter dan pertambangan adalah salah satu investasi yang menghasilkan PAD tertinggi di Sulsel yang berhubungan langsung dengan kerusakan lingkungan yang berdampak besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat banyak” ucap Muzawir, Sabtu (29/09/2024).

Oleh karena itu, menurutnya, isu lingkungan harus didorong untuk menunjukkan keberpihakan para calon kepala daerah terhadap persoalan lingkungan hidup yang semakin marak terjadi di Sulsel dan Sulbar.

“Kita harus melihat komitmen para calon dalam membereskan persoalan lingkungan hidup, jangan sampai hanya mendorong investasi di bidang pertambangan dsb tanpa memperkuat aturan untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat investasi” ungkapnya.

Dapat dilihat bahwa komitmen awal para calon kepala daerah dalam keseriusannya mengatasi kerusakan lingkungan terwujud melalui pembuatan regulasi yang kuat dalam persoalan lingkungan hidup.

“Pembuatan regulasi yang kuat dalam persoalan lingkungan hidup dapat dilihat komitmen awal para calon kepala daerah dalam keseriusannya mengatasi kerusakan lingkungan” lanjutnya.

Dikatakan bahwa penyelenggara diharapkan dapat menerima aspirasi ini, terutama mengingat kondisi saat ini di mana banyak calon yang merusak lingkungan, seperti tindakan memaku pohon untuk kepentingan APK.

“Kami meminta kepada penyelenggara agar dapat menerima aspirasi ini apalagi melihat kondisi sekarang banyaknya Calon yang merusak lingkungan, salah satunya memaku pohon untuk kepentingan APK”.(*)

Kolaborasi dengan Yayasan SIMRS Khanza Indonesia, RS Unhas Gelar Workshop Integrasi SIMKES Khanza

0

Intens.id, Makassar – Rumah Sakit (RS) Unhas bekerja sama dengan Yayasan SIMRS Khanza Indonesia (YASKI) mengadakan Workshop Integrasi SIMKES Khanza yang berlangsung di Arthama Hotel Makassar dari tanggal 26-28 September 2024.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pendidikan, Pelatihan, Penelitian, dan SDM Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. dr. Andi Indahwaty As., S.Ked., M.H.S.M. didampingi oleh Amiruddin Pabbi, A.Md., selaku Kepala Pusat Sistem Informasi RS dan Telemedicine (PUSDATIN) sekaligus sebagai Ketua Panitia .

Peserta workshop berasal dari berbagai instansi di Pulau Sulawesi, sementara Narasumber Utama yakni Bapak Windiarto, merupakan pemilik dan pengembang utama SIMKES Khanza, serta Bapak Haris Rochmatullah, salah satu admin Yayasan SIMRS Khanza Indonesia.

Kedua Narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait sistem informasi kesehatan yang semakin berkembang di Indonesia, khususnya di Sulawesi.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai alur aplikasi SIMKES Khanza, Source Code, serta kemampuan untuk mengembangkan aplikasi sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan dan layanan jaminan kesehatan BPJS.

Peserta diharapkan dapat memahami dan memenuhi kebutuhan khusus fasilitas kesehatan melalui pelatihan ini.

Bapak Windiarto berharap workshop ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan sistem informasi kesehatan di Indonesia dan memperkuat kolaborasi antar penyedia layanan kesehatan.

Sementara itu, Bapak Haris Rochmatullah menekankan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Materi pelatihan mencakup pengenalan SIMKES Khanza, pemahaman database, bridging dengan sistem lain, manajemen downtime server, serta audit trail untuk keamanan dan akuntabilitas data.

Diharapkan, workshop ini dapat meningkatkan pemahaman teknis peserta dan mendorong inovasi dalam pengelolaan informasi kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan.(*)

Kemenparekraf Perkuat Ekosistem Gim Lewat Masterclass IC Fest 2024

0
Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf, Iman Santosa saat mengisi masterclass yang merupakan side event dari International Creative Industry Conference & Festival 2024 di Yogyakarta, Sabtu (28/9/2024).
Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf, Iman Santosa saat mengisi masterclass yang merupakan side event dari International Creative Industry Conference & Festival 2024 di Yogyakarta, Sabtu (28/9/2024).

Intens.id, Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) terus berupaya memperkuat ekosistem gim salah satunya dengan mempertemukan pemerintah, industri usaha, hingga komunitas dalam sesi masterclass yang merupakan side event International Creative Industry Coference & Festival 2024 (IC Fest 2024).

Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf/Baparekraf, Iman Santosa, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada, Sabtu (28/9/2024), menyampaikan masterclass mengusung tema “Designing Intuitive UI/UX for Games” dan “Building a Stronger Gaming Ecosystem: Collaboration and Competition.”

“Kami meyakini bahwa para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan insight dari sumber yang tepat. Dengan adanya diskusi ini tentunya sejalan dalam mendukung pencapaian program yang diamanahkan oleh Perpres No. 19 Tahun 2024 tentang percepatan pengembangan industri gim nasional,” kata Iman.

Iman mengatakan target yang harus dicapai di tahun 2024 ini adalah tersedianya 3.000 talenta pengembang gim.

“Maka salah satu materi yang diperlukan dalam penciptaan talenta ini adalah kita UI/UX design dalam gim. Dengan demikian dukungan yang diberikan oleh Garena Indonesia (pemberi materi), seiring dengan program pemerintah untuk percepatan pengembangan industri gim nasional,” kata Imam.

Iman berharap melalui masterclass para peserta dapat menggali lebih dalam tentang progres pengembangan gim yang telah dicapai, hingga tantangannya yang dihadapi.

“Dan melalui masterclass ini kita bisa berdiskusi bersama menemukan solusi apa yang perlu kita rumuskan bersama demi masa depan industri gim nasional yang lebih baik,” kata Iman.

Special Project Team Lead (AI & Game Development) Garena Indonesia, Dharmawan Santosa, menyampaikan materi pentingnya desain yang intuitif.

“Kenapa desain yang intuitif ini penting? karena bisa meningkatkan user experience. Pemain dapat dengan mudah mempelajari dan menikmati permainan tanpa perlu tutorial yang panjang,”.(*)

Pemkot Tangerang Raih Penghargaan Anindhita Wistara Data 2024 dari BPS

0
Pemkot Tangerang Raih Penghargaan Anindhita Wistara Data 2024 dari BPS
Pemkot Tangerang Raih Penghargaan Anindhita Wistara Data 2024 dari BPS

Intens.id, Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali meraih penghargaan penyelenggaraan Statistik Sektoral 2024 Anindhita Wistara Data dengan predikat ‘Baik’ dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada acara Anugerah Hari Statistik Nasional 2024, di Hotel Grand Mercure, Jakarta,Kamis (26/9/24).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diterima Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Dr. Nurdin. Diketahui, Kota Tangerang meraih nilai Indeks Pembangunan Statsitisk sebesar 3,07 poin dengan predikat ‘Baik’ dalam program Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral 2024.

Kabid Statistik dan Pemberdayaan TIK Diskominfo Kota Tangerang Anton Riyanto menuturkan, ini menjadi penghargaan tahun kedua dengan kategori yang sama. Dimana tahun sebelumnya, Kota Tangerang meraih nilai 2,6 poin, dalam hal ini meningkat lebih baik.

“Penghargaan ini menjadi tonggak semangat baru bagi Pemkot Tangerang untuk lebih masif dan konsisten dalam mengoptimalkan pengolaan data, baik di OPD maupun masyarakat. Yakni, ke dalam satu portal Tangerang Satu Data, sehingga data-data yang ada akan faktual dan mudah diakses, untuk menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan maupun bahan evaluasi,” ungkap Anton.

Ia pun mengatakan, dalam mengupgrade atau menyempurnakan tata kelola statistik yang ada, Diskominfo Kota Tangerang terus rutin melakukan pelatihan dan pembinaan ke 104 kelurahan dan 13 kecamatan.

“Saat ini, Diskominfo pun tengah melakukan roadshow di 104 kelurahan terkait data statistik bersama BPS Kota Tangerang. Maka, lewat penghargaan ini semoga menjadi semangat baru untuk kita semua sama-sama terus menyempurnakan data statistik dari wilayah hingga ke tingkat kota,” katanya.

Diketahui, Kota Tangerang menempati posisi ketiga dalam kategori Pemerintah Kota pada ajang penghargaan ini, yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah yang terus menyempurnakan pengelolaan statistik sektoral mulai dari standardisasi data, upgrade data, hingga informasi beserta pemanfaatannya. (harianrakyat.id)

Skandal Pembebasan Lahan: PT. Anugerah Harisma Barakah Diduga Melanggar UU Minerba

0
Aksi Protes Warga Kabaena Selatan dan Talaga Raya pada PT. Anugerah Harisma Barakah
Aksi Protes Warga Kabaena Selatan dan Talaga Raya pada PT. Anugerah Harisma Barakah

Intens.id, Bombana – PT. Anugerah Harisma Barakah adalah perusahaan tambang nasional yang bergerak dalam pertambangan Nikel di daerah Kabaena Selatan dan Talaga Raya, Kabupaten Bombana Propinsi Sulawesi Tenggara yang mulai melakukan eksplorasi bijih Nikel pada tahun 2007.

Skandal besar terkait pembebasan lahan kini mencuat di permukaan, memperlihatkan pelanggaran serius terhadap UU No Minerba Tahun 2020 & UU No 1 Tahun 1946

Pemilik lahan masyarakat talaga menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan yang diduga disengaja oleh pihak berwenang. ” Ini penipuan yang sangat terang – terangan. Saya di minta untuk menanda tangani nota kesepakatan terkait pembebasan hak atas tanah yang di dalam isi daripada nota kesepakatan semua sudah terbayarkan, namun yang di bayarkan hanya sebahagian, ( dari total 48 Hektar namun yang terbayarkan 28 hektar saja), padahal jelas – jelas itu tidak terjadi,” ujar Hj. Awaludin dengan penuh emosi

Pasal 385 KUHP mengatur tentang tindak pidana penipuan yang melibatkan pengalihan hak atas tanah, dan dalam kasus ini, pihak yang bertanggung jawab diduga telah dengan sengaja memanipulasi dokumen resmi untuk menyiasati pembayaran, nota kesepakatan yang semestinya melindungi hak-hak pemilik tanah, justru digunakan sebagai alat untuk melakukan penipuan yang merugikan warga,” Ujar Fandi selaku korlab FPR

Lanjut, tak hanya sampai distu saja beberapa masyarakat mengeluhkan terkait kompensasi atas lahan yang sampai dengan hari ini belum sama sekali mendapatkan kompensasi,
Parahnya sampai saat ini saya belum menerima kompensasi padahal jelas tanah hak milik saya sudah di eksplorasi oleh pihak perusahaan,” ujar Jamuddin selaku masyarakat

Pasal 136 UU Minerba dengan jelas menyebutkan bahwa perusahaan tambang wajib menyelesaikan kompensasi dan ganti rugi kepada pemilik lahan sebelum memulai eksplorasi. Namun, perusahaan ini dengan lancang melanggar aturan tersebut. Eksplorasi telah berjalan tanpa ada pembayaran yang diterima warga, ” Ujar Riswan selaku korlab GMPS

Sampai saat ini, pihak perusahaan tambang yang terlibat belum memberikan pernyataan resmi. Meski demikian, kami GMPS & FPR beserta Masyarakat akan terus mengawal hal ini serta mendesak pemerintah untuk segera bertindak tegas. “Kami tidak akan diam. Jika pemerintah tidak bertindak, kami akan membawa masalah ini ke pengadilan. Hak kami harus dipenuhi, tidak peduli seberapa besar perusahaan tambang itu,”(*)

Kemenparekraf Gelar Forum Pengelolaan Destinasi Wisata Bahari Berbasis Pariwisata Berkelanjutan di Manado

0
Gelar Forum Pengelolaan Destinasi Wisata Bahari Berbasis Pariwisata Berkelanjutan
Gelar Forum Pengelolaan Destinasi Wisata Bahari Berbasis Pariwisata Berkelanjutan

Intens.id, Manado – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar forum pengelolaan destinasi wisata bahari berbasis pariwisata berkelanjutan yang hadir sebagai ruang sharing knowledge dengan para pemangku yang terlibat serta mengidentifikasi potensi pariwisata biru di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Direktur Pengembangan Destinasi II, Kemenparekraf/Baparekraf, Bambang Cahyo Murdoko, dalam sambutannya saat menghadiri forum yang berlangsung di GraVilla, Desa Wisata Malalayang Dua, Manado, Kamis (26/9/2024) mengatakan dalam menjaga ekosistem bahari dan menggerakkan model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism perlu dilakukan sinergi dan kolaborasi multi stakeholder.

“Masyarakat sebagai aktor penggerak ekonomi dan penggerak pariwisata berbasis masyarakat, maka perlu dan harus diberikan peningkatan kapasitas dalam mengelola dan mengembangkan desa wisata bahari serta edukasi mengenai aspek konservasi alam bawah laut khususnya bagi masyarakat di pesisir,” ujar Bambang.

Plh. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Doli R. Korengkeng, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dalam upaya mendukung pariwisata Kota Manado sebagai penyangga Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Likupang.

“Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dalam hal pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif dari over tourism di Kota Manado,” kata Doli.

Salah satu narasumber pada forum ini, Sonny Tasidjawa dari Wildlife Conservation Society menyebutkan, pelestarian lingkungan dan kearifan lokal dapat dijadikan sebagai wisata edukasi konservasi dan budaya. Tidak lupa, pemberdayaan masyarakat lokal adalah elemen kunci untuk pengembangan wisata alam yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui langkah-langkah pelestarian lingkungan yang proaktif, wisata bahari dapat berkembang tanpa mengorbankan kelestarian alam dan lingkungan,” kata Sonny.

Irwan Thamrin dari wisatasekolah.com berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai penguatan jejaring tata kelola destinasi bahari berbasis pariwisata berkelanjutan dan identifikasi potensi pariwisata biru di Kota Manado.

“Solusi dalam menjawab tantangan pengembangan pariwisata bahari, yakni implementasi standar pariwisata berkelanjutan, penerapan batas pengunjung, pemantauan daya dukung ekosistem, dan pelibatan komunitas lokal dalam upaya perlindungan serta pemanfaatan sumber daya alam,” kata Irwan.

Forum pengelolaan destinasi wisata bahari berbasis pariwisata berkelanjutan dihadiri oleh pengelola Desa Wisata Malalayang Dua, pengelola Desa Wisata Tongkaina, pengelola Malalayang Beach Walk, Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (IPFI) Sulawesi Utara, Insan Pariwisata Indonesia (IPI) Sulawesi Utara, PUTRI Sulawesi Utara, pelaku UMKM, Dinas Pariwisata Kota Manado, pemerhati pariwisata, dan media lokal.(*)

Menpora Dito Apresiasi Santini Jebreeet Media Awards 2024 Sebagai Ajang Penghargaan Insan Olahraga

0
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Santini JebreeetMedia Awards 2024. Ajang ini sebagai bentuk penghargaan kepada insan olahraga di Tanah Air.(foto:andre/kemenpora.go.id)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Santini JebreeetMedia Awards 2024. Ajang ini sebagai bentuk penghargaan kepada insan olahraga di Tanah Air.(foto:andre/kemenpora.go.id)

Intens.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Santini JebreeetMedia Awards 2024. Ajang ini sebagai bentuk penghargaan kepada insan olahraga di Tanah Air.

“Pasti kita selalu datang. Selaku Menpora, saya sangat mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan JebreeetMedia Awards tahun ini,” ujar Menpora Dito di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jakarta. Kamis (26/9).

Menpora Dito mengatakan, JebreeetMedia merupakan salah satu penggerak dalam pengembangan olahraga. Bahkan, dalam beberapa kesempatan Kemenpora berkolaborasi dengan JebreeetMedia.

“Dalam dua tahun belakangan juga kita berkolaborasi dengan JebreeetMedia seperti voli hingga bulu tangkis. Jadi bisa dibilang ini (JebreetMedia) adalah salah satu motor dalam hal pengembangan olahraga,” terang Menpora Dito.

Lebih lanjut, Menpora Dito juga yakin para nominasi bahagia atas diselenggarakan kegiatan tersebut. Sebab ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkontribusi dalam dunia olahraga.

“Penghargaan ini pastinya membuat bangga semuanya. Semoga JebreeetMedia tetap fokus untuk mendorong kemajuan olahraga Indonesia,” jelas Menpora Dito.

Seperti diketahui, terdapat beberapa hal baru yang mewarnai penghargaan edisi tahun 2024 ini. Diantaranya adalah penambahan nominasi dari 15 ke 21 kategori.

Beberapa kategori seperti Atlet Terfavorit, Pelatih Terfavorit, dan Presenter Komentator Olahraga Terfavorit dipisah menjadi putra dan putri.

Kemudian kategori-kategori baru antara lain meliputi Promotor Olahraga Terfavorit, Agen Pemain Terfavorit, dan Media Peliput Olahraga Terfavorit.

Selain itu, JebreeetMedia Awards 2024 juga menghadirkan lebih banyak atlet ke malam penghargaan, termasuk mengundang para atlet yang mengharumkan bendera Merah Putih di Olimpiade dan Paralimpiade 2024.(*)

Evaluasi dan Monitoring Program Pengabdian Masyarakat LPPM Unibos, Tim Pengabdi Laporkan Hasil dan Luaran Pengabdian

0

Intens.id, Makassar – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) selenggarakan Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian Masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2024, berlangsung di Ruang Rapat DRIPM Lt. 5, Gedung 2 Unibos pada Kamis, (25/9/2024).

Dalam monitoring dan evaluasi ini, Tim Pengabdi Universitas Bosowa (Unibos) yang diketuai oleh Prof. Batara Surya dengan anggota Dr. Ir. Agus Salim, S.T., M.Si., Hernita, S.E., M.M., dan Emil Salim Rasyidi, ST., M.Sc. turut memaparkan proses hingga hasli dan luaran dari pengabdian masyarakat dengan judul Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Urban Farming dan Ekonomi Kreatif di Kelurahan Tanjung Mardeka Kota Makassar yang dihadiri oleh reviewer internal dan eksternal.

Di awal pemaparan pengabdiannya, Prof. Batara Surya menyebutkan empat permasalahan utama yang di selesaikan yang menjadi fokus utama dalam pengabdian ini yakni untuk mengatasi pengelolaan manajemen usaha tradisional, jangkauan pasar yang terbatas, keahlian tenaga kerja yang terbatas dan pengembangan komoditi produksi.

“Pada pengabdian kali ini kami ditugaskan pada pengabdian berbasis lingkungan dengan pendekatan urban farming dan ekonomi kreatif. Di pengabdian ini kami mengatasi empat permasalahan utama yaitu tata kelola manajemen usaha yang masih tradisional, jangkauan pasar yang masih terbatas, skill dan keahlian tenaga kerja masih terbatas dan komoditi yang dikembangkan masih terbatas,” jelas ketua tim pengabdi.

Lebih lanjut, beliau juga menyebutkan bahwa dalam pengabdian ini dilakukan lima upaya utama untuk mengatasi permasalahan utama yang akan diselesaikan meliputi pembinaan masyarakat melalui workshop, pemanfaatan teknologi, diversifikasi usaha, perluasan pasar, dan dukungan modal bagi masyarakat.

“Untuk menghadapi permasalahan tersebut kami melakukan lima langkah pemecahan masa yaitu dengan meningkatkan produktivitas usaha, peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja melalui pemanfaatan teknologi, pembinaan usaha ekonomi, diversifikasi usaha dan perluasan area pasar, dan dukungan modal usaha dan insfrastruktur serta proteksi kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, beliau juga menyebutkan bahwa pengabdian ini mengahasilkan hasil dan luaran berupa fasilitas dan pembinaan dalam mengelola usaha ekonomi kreatif dengan memanfaatkan teknologi agar berjalan dengan lebih efektif dan berkelanjutan dengan hasil yang optimal serta sesuai dengan fasilitas yang telah disiapkan.

Pengabdian masyarakat ini masih akan berlanjut dengan memberikan pembimbingan kepada masyarakat dalam pengembangan usaha ekonomi yang telah direkonstuksi hingga dapat menjadi program yang berkelanjutan dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah sebagai salah satu kontribusi dalam akselerasi pembangunan ekonomi Kota Makassar.

“Harapannya kedepan semoga program pengabdian ini bisa berkelanjutan dan setelah dibina hingga stabil pemerintah daerah dapat turut andil secara langsung hingga dapat berkontribusi dalam akselerasi pembangunan ekonomi berkelanjutan Makassar,” tuturnya.

Adapun pengbadian masyarakat ini mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat yang merasakan dampak positif dari pembinaan tim pengabdi Unibos dalam mengembangkan ekonomi masyarakat dari Kelurahan Tanjung Mardeka.(*)