Marwati Sumardi: Mundurnya Saraswati Adalah Pukulan Bagi Perjuangan Perempuan di Parlemen

Intens.id, Makassar – Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk mundur dari kursi DPR RI menimbulkan kegelisahan di kalangan gerakan perempuan. Politisi muda Partai Gerindra yang dikenal vokal membela kesetaraan gender dan kelompok rentan itu resmi mengumumkan pengunduran dirinya melalui unggahan video di Instagram, Rabu (10/9/2025).

Ketua Kohati HMI Cabang Makassar, Marwati Sumardi, menilai langkah Sara merupakan kehilangan besar bagi perjuangan perempuan Indonesia, khususnya di parlemen.

“Kehadiran perempuan di parlemen bukan sekadar simbol, tetapi ruang penting untuk memastikan kebijakan berpihak pada hak-hak perempuan. Mundurnya Mbak Sara adalah kehilangan besar, karena ia mampu membawa suara perempuan masuk dalam ruang-ruang pengambilan keputusan,” kata Marwati, Jumat (12/9/2025).

Marwati menambahkan, Saraswati selama ini konsisten memperjuangkan isu kesetaraan, mulai dari perlindungan perempuan korban kekerasan, penguatan hak-hak penyandang disabilitas perempuan, hingga membuka ruang partisipasi politik bagi generasi muda.

“Kalau perempuan tidak ada di parlemen, maka aspirasi kita rawan diabaikan. Padahal, Indonesia membutuhkan lebih banyak legislator perempuan yang berani bersuara lantang,” ujarnya.

Di sisi lain, Fraksi Gerindra menghormati keputusan pribadi Saraswati. Namun, Marwati menekankan pentingnya peran partai politik dalam memberi ruang lebih besar kepada kader perempuan agar dapat tampil di panggung politik nasional.

Kini muncul pertanyaan besar: apakah suara perempuan akan semakin meredup di parlemen pasca-mundurnya Saraswati, atau justru menjadi momentum baru untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik? (*)

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru