Intens.id, Makassar – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para direktur utama (dirut) perusahaan daerah (perusda) yang baru. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh para pimpinan perusda ke depannya.
“Ini kita silaturahmi bersama para dirut baru, kita bahas apa-apa yang perlu dijadikan acuan ke depannya untuk perusda langkah seperti apa yang perlu dilakukan,” ungkap Ketua Komisi B, Ismail, pada Selasa (29/4/2025).
Ismail menegaskan, Komisi B akan terus mengawal dan mendukung program kerja perusda, terutama yang berdampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. Ia juga menekankan pentingnya mengatasi berbagai permasalahan, termasuk dari segi sumber daya manusia (SDM) dan struktur internal.
“Komisi sebagai fungsi pengawasan akan selalu membersamai para mitra perusda dan mendukung program kerjanya terutama yang berdampak baik bagi PAD Makassar,” ujarnya.
Dalam RDP tersebut, Ismail secara tegas meminta para dirut untuk mengevaluasi seluruh SDM yang ada di perusda. Ia mencontohkan kondisi di PD Pasar di mana jumlah pegawai mencapai sekitar 650 orang.
“Kita lihat tadi bahwasannya dirut semua berkomitmen juga dengan kita jadi hari ini saya perintahkan evaluasi semua SDM yang ada di semua perusda,” katanya.
“Kayak di PD Pasar itu di sekitaran 650 dan di sekitar bulan Desember itu kita suruh pengurangan reposisi, dan sudah berkurang 100 tapi saya minta data tadi masih ada sekitar 500 lebih menurut saya kurangi aja 200, kalau ini terjadi mungkin perusahaan akan berjalan normal,” lanjut Ismail.
Menurutnya, pengurangan jumlah pegawai yang tidak kompeten atau sudah habis masa kontraknya adalah langkah krusial untuk meningkatkan PAD. Ia menilai, kondisi perusahaan tidak akan bisa membaik jika masalah SDM ini tidak segera diselesaikan.
“Dan kalau ini tidak diatensikan soal pengurangan bagaimana perusahaan ini bisa menyebabkan PAD di pemerintah kota Coba kita lihat dari tahun ke tahun ini kan begini terus,” bebernya.
Ismail juga memberikan insentif bagi para dirut baru. Ia menyatakan, Komisi B akan merekomendasikan para direktur untuk menjadi definitif jika mereka berhasil menunjukkan kinerja yang baik dan mencapai target peningkatan PAD dalam tiga bulan ke depan.
“Kalau kerja para dirut ini sesuai harapan kami juga di komisi B bisa menaikkan PAD di Kota Makassar saya selaku ketua komisi B merekomendasikan untuk tetap para dirut ini untuk lanjut ke definitif dan komisi B juga akan memberikan rekomendasi kepada walikota supaya dirut baru yang ditunjuk ini bisa didefinitifkan,” jelasnya.
Senada dengan Ismail, anggota Komisi B William menekankan pentingnya komitmen para dirut untuk mengatasi permasalahan yang sudah mengakar selama bertahun-tahun. “Saya harap daripada dirut ini kita bisa melihat bagaimana perkembangan dari para perusda ini dapat berjalan dan bukan hanya sekedar wacana sehingga permasalahan yang tiap tahunnya ini bisa teratasi,” terangnya.
William juga menyoroti perlunya memaksimalkan pembentukan satgas di perusda agar tidak menjadi program yang hanya sekadar wacana. “Satgas perusda ini dapat lebih dimaksimalkan. Jangan sampai karena tidak adanya lagi pengamanan dari satuan pengamanan seperti polisi ini kembali menjadi hancur dan tidak berjalan baik,” tutupnya.





