River Clean Up di Manyampa, Aksi Nyata Normalisasi Sungai Menjelang Puncak Musim Hujan

Intens.id, Bulukumba – Menyongsong puncak musim penghujan, Pemerintah Desa Manyampa bersama masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan menggelar aksi kerja bakti pembersihan aliran sungai (River Clean Up) pada Jumat (19/12/2025). Mengusung semangat Assamaturu’—istilah bahasa Konjo yang berarti gotong royong atau bersepakat—kegiatan ini menjadi bagian dari salah satu gerakan serentak pencegahan banjir di seluruh wilayah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Aksi lingkungan ini dipusatkan di Sungai Dampang Liku, yang merupakan bagian dari hilir DAS Balantieng, tepatnya di area penyeberangan menuju kampung Pabbulo-buloang, Dusun Dongi.

Langkah taktis ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pada 17 Desember lalu sebagai upaya mitigasi dini menghadapi cuaca ekstrem.

Antusiasme warga tampak meluap. Mengenakan perlengkapan seadanya, warga bahu-membahu bersama personel dari BPBD Bulukumba, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pendamping desa dari P3MD Kabupaten Bulukumba.

Kepala Desa Manyampa, Abbas Madda, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran seluruh pihak. Menurutnya, kolaborasi ini adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan alam yang rutin terjadi setiap tahun.

“Kegiatan ini tentu menjadi upaya bersama untuk memitigasi banjir yang setiap tahunnya terjadi saat musim hujan. Kami berterima kasih kepada Pemda, BPBD, aparat keamanan, dan khususnya masyarakat Manyampa yang paling merasakan dampak jika banjir melanda,” ujar Abbas.

Kepala Desa yang telah membawa Manyampa meraih predikat Kampung Iklim dari KLHK ini menekankan betapa besarnya kerugian ekonomi yang diderita warga akibat luapan sungai. Banjir bukan sekadar genangan air, melainkan ancaman nyata bagi mata pencaharian warga.

“Kita bisa belajar dari kejadian sebelumnya. Jika dikonversi ke rupiah, satu orang warga bisa rugi puluhan juta rupiah. Sawah yang sudah ditanami dan dipupuk bisa gagal panen jika terendam. Belum lagi ternak sapi yang hanyut. Ada banyak ongkos yang terbuang sia-sia akibat bencana ini,” kenang Abbas.

Tak hanya itu, lanjut Abbas, kerugian yang dialami ketika banjir merendam pemukiman tak jarang perabot rumah menjadi korban.

Selain aksi fisik membersihkan sampah dan vegetasi yang menyumbat aliran air, Abbas Madda juga menyerukan gerakan kesadaran kolektif. Ia meminta warga untuk lebih masif memperhatikan kondisi sungai dan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran air.

“Gerakan ini kita harapkan melalui kesadaran bersama. Jika melihat sampah, terutama batang dan ranting kayu di sungai, kalau bisa segera dinaikkan agar tidak menyumbat aliran. Jangan menunggu instruksi, mari kita jaga bersama,” harapnya.

Meski gerakan Jumat Bersih telah dilakukan secara konsisten di Desa Manyampa, pemerintah desa menyadari bahwa aksi manual memiliki keterbatasan, dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat berdampak jangka panjang.

Pemerintah Desa Manyampa berharap adanya program normalisasi sungai yang lebih komprehensif di wilayah hilir DAS Balantieng ini. Dengan bersihnya Sungai Dampang Liku, risiko luapan air di Dusun Dongi dan sekitarnya diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan, sehingga warga dapat melewati musim penghujan dengan lebih tenang.

 

 

- Advertisment -spot_img
Berita Terakait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Topik Populer

Komentar Terbaru