Beranda blog Halaman 90

Sekolah Penggerak di Bulukumba: Bikin Digitalisasi Sampai Suara Demokrasi

0
Sekolah Penggerak di Bulukumba: Bikin Digitalisasi Sampai Suara Demokrasi

Intens.id, Bulukumba – Sekolah Penggerak di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, benar-benar membuktikan eksistensinya. Terbukti dalam setahun, Sekolah Penggerak di Bulukumba telah merealisasikan lima program yang progresif.

Kelima program itu, di antaranya literasi dan digitalisasi di masing-masing sekolah, pembelajaran yang berpusat pada murid atau siswa, disiplin positif, komunitas belajar, serta project penguatan profil pelajar Pancasila atau disingkat P5.

Adapun penggiat sekolah penggerak Bulukumba, yaitu Ansar Langnge S.Pd, M.Pd (SMPN 1 Bulukumba), Andi Nurwina Pangki, S.Pd, M.Pd (SMPN 8 Bulukumba), Abdul Azis, S.Pd, M.Pd (SMPN 9 Bulukumba) Dr Kasmawati (SMPN 17 Bulukumba), Kaharuddin Sultan, S.Pd (SDN 2 Bulukumba), dan
Andi Jusniati, S.Pd (TK Putri Asyiba Ujung Loe Bulukumba).

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bulukumba, Ansar Langnge menjelaskan bahwa pihaknya telah memaparkan program tersebut ke Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf melalui Kemah Sekolah Penggerak, yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Selain Bupati, ekspos program sekolah penggerak juga dihadiri oleh Kepala Balai Besar Guru Penggerak Sulsel Dr Agung, M.Pd, Sekda Bulukumba Muh Ali Saleng, hingga Kadisdikbud Bulukumba Andi Buyung Saputra.

“Kami telah memaparkan apa yang telah terealisasi dalam setahun, serta apa-apa saja yang akan kami lakukan lagi setahun ke depan,” ujar Ansar Langnge di Bulukumba, Kamis 11 Juli 2024.

Setelah ekspos, dilanjutkan dengan dialog antara sekolah penggerak dengan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf. Dialog dipimpin langsung oleh Kadisdikbud Bulukumba Andi Buyung Sapitra.

Ia mengaku bersyukur atas respons Bupati Bulukumba, pasca mendengar ekspos tersebut. Ansar menuturkan bahwasanya Bupati yang akrab disapa Andi Utta adalah bupati yang visioner, sehingga program-program sekolah penggerak bisa disinkronkan.

“Alhamdulillah beliau (Bupati Andi Utta) betul-betul mengapresiasi program kita. Akhirnya beliau yang memfasilitasi kita,” jelas Ansar.

Kepsek SMPN 8 Bulukumba, Andi Nurwina Pangki menguraikan kelima program sekolah penggerak. Ia bilang, literasi dan digitalisasi masing-masing diberlakukan di enam sekolah penggerak.

“Namun bentuk maupun teknis program literasi dan digitalisasi ini, punya perbedaan antara sekolah yang satu dan sekolah lainnya,” ungkapnya.

Andi Nurwina mencontohkan bentuk program pembeda yang ada di SMPN 8 Bulukumba dengan sekolah penggerak lainnya, yaitu Suara Demokrasi yang merupakan pengejawantahan dari program P5.

Suara demokrasi itu, katanya, saat pemilihan ketua OSIS di SMPN 8 Bulukumba. Di mana suara demokrasi menegaskan untuk memilih pemimpin secara langsung, terbuka, jujur dan adil.

“Jadi suara demokrasi ini, hampir sama halnya dengan proses Pemilu di Indonesia. Ini istilahnya pemilihan sekolah. Selama ini kan hanya penonton saja,” ujar Andi Nurwina.

“Jadi ada juga kampanye, pemaparan visi misi, ada bilik suara hingga surat suara. Bukan hanya murid yang memilih, tetapi guru-guru juga ikut menyalurkan suaranya,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Dikbud Bulukumba Andi Buyung Saputra mengaku memang mewajibkan sekolah penggerak untuk jadi role model sekolah. Artinya implementasi kurikulum merdeka belajar jadi pioner.

“Memang mereka harus pancarkan ke sekolah-sekolah lain. Sekolah penggerak pioner pertama implementasi kurikulum merdeka. Sekarang kurikulum nasional,” urainya.

Olehnya, alumnus IPDN ini berharap agar semua sekolah di Bulukumba bisa mengikuti pola sekolah penggerak. Apalagi, sekolah penggerak telah melalui proses evaluasi dan tes dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Untuk standar tidak ada, yang penting mereka berinovasi untuk transformasi pendidikan. Jadi mereka (sekolah penggerak) punya caranya masing-masing,” jelas Andi Buyung Saputra.(*)

Pemdes Bonto Daeng, Alokasikan Beasiswa Pendidikan Dari SD Sampai S2

0

Intens.id, Bantaeng – Demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Desa Bonto Daeng menginisiasi beasiswa pendidikan bagi para pelajar berprestasi yang berdomisili di Desa Bonto Daeng mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Strata Dua (S2).

Kepala Desa Bonto Daeng, Rahman didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDPPPA), H. Irianto menyerahkan langsung beasiswa tersebut di Aula Kantor Desa Bonto Daeng, Rabu (10/7).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Rahman, anggaran yang digelontorkan untuk sektor pendidikan di tahun 2024 sebanyak Rp 60jt, bersumber dari Dana Desa (DD).

“Sebagian anggaran itu telah kami realisasikan kepada 34 orang siswa SD, 9 orang siswa SMP, dan 9 orang siswa SMA sederajat, serta 4 orang mahasiswa S1 dan 1 orang mahasiswa S2,” kata Rahman kepada reporter Intens.id.

Lebih lanjut, Rahman mengungkapkan, kedepannya akan merencanakan anggaran dengan jumlah yang lebih besar untuk pembangunan, khususnya di sektor pendidikan. “Insyaallah selagi tidak melanggar ketentuan perundang-undangan, maka komitmen Pemerintah Desa Bonto Daeng terhadap pembangunan sumber daya manusia akan dimaksimalkan,” ungkapnya.

Ditengah-tengah penyerahan beasiswa, Rahman berharap upaya ini dapat mengurangi beban biaya pendidikan setiap pelajar dan menekan angka anak putus sekolah sekaligus untuk meningkatkan animo para orang tua dalam menyekolahkan anak-anaknya.

“Harapan kami selaku pemerintah desa, apa yang telah kami lakukan hari ini akan membawa dampak positif semata-mata untuk kemajuan Desa Bonto Daeng,” harapnya.

Bangun Ekonomi Masyarakat, Pusat Bandeng Jayapura Buka Program Kapura

0

Intens.id, Jayapura – Hari ini, Pusat Bandeng Jayapura (PUSBAPURA) resmi membuka program keagenan Jayapura. Ini merupakan program kolaborasi untuk membangun ekosistem distribusi produk ikan Bandeng yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat Jayapura dan sekitarnya. Program ini ditujukan bagi siapa saja yang ingin berbisnis dan mendapatkan tambahan pendapatan dari kegiatan distribusi. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk berperan aktif dalam program peningkatan gizi anak di Indonesia Timur.

Dalam siaran medianya, Sugito, Direktur Thunusea, mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan ekonomi masyarakat serta peningkatan kesehatan gizi, khususnya bagi anak-anak di Indonesia Timur.

“Kami membuka program KAPURA, yaitu program keagenan Jayapura, dengan berbagai benefit yang menguntungkan. Kami juga menjamin kualitas ikannya, memastikan keberlangsungan suplai, serta membangun jaringan distribusi dan penjualan yang dekat dengan masyarakat sehingga bisa menghadirkan harga yang terjangkau,” kata Sugito.

Bandeng adalah salah satu jenis ikan yang memiliki kandungan gizi tinggi dan banyak dikonsumsi oleh warga Jayapura dan sekitarnya. Data produksi perikanan budidaya dari Statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menunjukkan bahwa dari tahun 2019 hingga 2022, jumlah produksi ikan bandeng di Provinsi Papua mencapai 9.177.038 kg dengan nilai produksi sebesar Rp 287.740.936.000. Hal ini menjadikan bandeng sebagai komoditas pangan yang sangat disukai. Berangkat dari hal tersebut, Thunusea menghadirkan kualitas ikan bandeng terbaik, segar, dengan harga terjangkau serta didukung jaringan distribusi yang luas guna menstabilkan harga sampai ke konsumen.

Dalam wawancaranya, Sugito menambahkan ketentuan untuk menjadi agen dalam program KAPURA adalah sebagai berikut:

1. Peserta adalah agen resmi dari PUSBAPURA.
2. Peserta beroperasi di dalam wilayah Provinsi Papua (Kota Jayapura dan sekitarnya).
3. Peserta wajib menandatangani formulir pendaftaran program KAPURA.
4. Peserta yang mencapai target penjualan 270 Master Carton (MC) dalam 1 periode (3 bulan) akan mendapatkan hadiah senilai Rp 2.000.000.
5. Penilaian per periode tidak dapat diakumulasikan, kecuali untuk program Gebyar Akhir Tahun.
6. Akhir tahun dalam program ini adalah setelah periode keempat selesai sejak program ini diluncurkan.
7. Program Gebyar Akhir Tahun adalah di mana 5 penjual terbanyak yang mencapai minimal 1.100 MC selama 1 tahun (4 periode program berjalan) akan mendapatkan hadiah senilai Rp 10.000.000, di luar hadiah periode tersebut.
8. Selama menjalankan program, peserta wajib menaati seluruh tata tertib program yang diatur oleh PUSBAPURA.
9. Program berjalan selama 1 tahun, dimulai sejak 1 Juli 2024 hingga 30 Juni 2025.
10. Periode per 3 bulan akan dicatat dalam periode Juli-September 2024, Oktober-Desember 2024, Januari-Maret 2025, dan April-Juni 2025.
11. Gebyar Akhir Tahun akan dinilai dari pencapaian penjualan sejak 1 Juli 2024 hingga 30 Juni 2025.
12. Peserta yang baru bergabung akan langsung dihitung dalam periode 3 bulanan yang sedang berjalan dan tetap akan dihitung pencapaian penjualannya secara akumulatif di Gebyar Akhir Tahun pada 30 Juni 2025.

Pada kesempatan yang sama, Ilyas, Business Development Manager Thunusea untuk Jayapura, menegaskan, “Kami sangat menyadari bahwa perjuangan dalam membentuk pola-pola yang telah dirancang ini tidaklah mudah. Untuk itu, kami mengajak semua agen penjualan di seluruh Jayapura dan sekitarnya untuk bergabung menambah jalur distribusi ini. Konfirmasi pendaftaran bisa melalui nomor WA 081230453257 agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat peningkatan gizi dengan harga yang sangat terjangkau.”(*)

Jejak Inovasi Pakan-ku oleh Tim PKM-K UMI di Car Free Day Makassar

0
Foto: Tim PKM-K dari UMI hadir dengan membawa inovasi terbaru mereka di CFD Boulevard Makassar

Intens.id, Makassar – Saat matahari mulai menampakkan sinarnya di pagi yang cerah, Jalan Boulevard di Kota Makassar dipenuhi oleh riuh rendah suara orang-orang yang bersemangat memulai hari tanpa kendaraan bermotor. Car Free Day, acara yang rutin digelar setiap pekan oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar, kembali menyambut para pejalan kaki, pesepeda, dan penggemar olahraga yang datang dari berbagai penjuru kota, bahkan luar kota. Minggu 7 Juli 2024

Di tengah keramaian itu, ada sebuah tenda yang menarik perhatian lebih banyak orang daripada biasanya. Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) hadir dengan membawa inovasi terbaru mereka – pakan ternak unggas berbahan dasar organik.

Dipandu oleh Dr. Ir. Nurul Chairany, ST., MT., IPM., CIISA, tiga mahasiswa, Muh Fauzan H, Cindy Febriyani BS dari Teknik Industri, dan Muhammad Rizal Kamal dari Teknik Mesin, dengan bangga memperkenalkan produk unggulan mereka yang diberi nama “Pakan-ku.”

Pakan-ku, yang terbuat dari bungkil kelapa dan hama keong mas, bukan hanya sekadar pakan biasa. Dengan kandungan protein dan kalsium yang tinggi, produk ini menjanjikan nutrisi seimbang bagi unggas, sekaligus mengusung nilai ramah lingkungan. Setiap komponen pakan diambil dari bahan-bahan organik, menjadikannya solusi ideal bagi peternak yang peduli pada kesehatan ternaknya dan kelestarian lingkungan.

“Ini benar-benar inovasi yang luar biasa,” kata seorang pengunjung dengan kagum. “Siapa sangka, limbah seperti bungkil kelapa dan keong mas bisa diolah menjadi pakan ternak berkualitas tinggi.”

Di sudut lain, seorang dokter hewan, drh. Faqih Mappatunru, mengamati dengan seksama produk Pakan-ku yang dipamerkan. Ia memberikan beberapa masukan yang sangat berharga.

“Produk ini sebaiknya dilengkapi dengan takaran penggunaan di kemasan untuk setiap jenjang umur ternak,” ujarnya.

“Namun, saya sangat mengapresiasi upaya ini karena kandungannya sudah mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI),” tambahnya.

Tak hanya sekadar promosi produk, Tim Pakan-ku juga mengedepankan konsep Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs) dan ekonomi sirkular. Dr. Ir. Nurul Chairany menjelaskan bagaimana timnya mengeksplorasi potensi limbah seperti bungkil kelapa dan keong mas untuk menciptakan nilai ekonomi baru, daripada hanya membiarkannya menjadi sampah.

“Tim Pakan-ku memperliahat produk yang ramah lingkungan dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial,” tutur Dr. Nurul dengan penuh keyakinan.

“Harapan kami, program ini dapat menjadi langkah awal bagi tim untuk menjadi wirausaha yang berdaya saing dan berkontribusi pada masyarakat dan industri,” sambungnya.

Seiring hari beranjak siang, tenda Tim Pakan-ku terus ramai dikunjungi. Dukungan dari masyarakat dan para ahli memberikan semangat baru bagi mereka untuk terus mengembangkan inovasi ini. Dengan optimisme yang tinggi, mereka yakin bahwa pakan ternak unggas berbahan dasar organik ini akan membawa perubahan positif dalam sektor peternakan di Indonesia.

Makassar, dengan segala hiruk-pikuk dan keindahannya, menjadi saksi lahirnya sebuah inovasi yang diharapkan dapat membawa dampak besar bagi lingkungan dan perekonomian. Dan di tengah semua itu, Tim Pakan-ku dari Universitas Muslim Indonesia berdiri tegak, siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat dan dedikasi.

Ismail Marzuki Berhasil Terbitkan Buku Inovatif untuk Mata Kuliah, Rektor Unifa: Semoga Dosen Lain Bisa Mengikuti Jejaknya

0
Foto: Deputi Rektor I Universiitas Fajar Makassar, Dr. Ismail Marzuki saat memperlihatkan buku terbarunya)

Intens.id, Makassar – Dosen Program Studi Teknik Kimia Universitas Fajar (Unifa) Dr. Ismail Marzuki, M.Si, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menyelesaikan buku modul inovatif untuk mata kuliah Kimia Analisis dan Instrumentasi. Buku tersebut merupakan bagian dari hibah Program Kompetensi Kampus Merdeka Porggam Studi 2024 yang bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran di perguruan tinggi.

Saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu, 29 Juni 2024, Dr. Ismail Marzuki, mengakatakan dalam bukunya tersebut menghadirkan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan teori dan praktik, menciptakan suatu alat pembelajaran yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

“Modul ini dirancang untuk memudahkan pemahaman mahasiswa dengan bahasa yang sederhana serta ilustrasi yang menarik,” ujar Ismail, sapaan akrabnya.

Deputi Rektor (DR) I Unifa itu, diketahui aktif melakukan penelitian, juga menulis puluhan judul buku, yang bukan hanya dalam lingkup ilmu kimia.

“Buku ini disiapkan sejak 2018 dalam bentuk PPT yang diajarkan ke mahasiswa dan diupdate setiap tahun sesuai dengan perkembangan dan hasil dari evaluasi mengajar. Penulisan intensif untuk terbit sebagai buku modul di mulai sejak bulan awal Maret 2024 dan rampung pada awal Juni. Dimasukkan ke penerbit awal juni hingga terbit tgl 23 Juni kemarin,” jelasnya.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan perihal semangat untuk terus melahirkan karya,

“Tentunya penting karena modul ini adalah salah satu matakuliah wajib yang disajikan setiap semester genap di semester 4. Berisi penjelasan sederhana terkait peralatan analisis dan instrumentasi khususnya untuk AAS. GC-M. FTIR dan Spektorfotomater UV-Vis,” tambahnya

Buku modul ini diharapkan tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa tetapi juga menjadi sumber pengetahuan berharga bagi Program Studi Teknik Kimia Universitas Fajar. Dengan penuh semangat, universitas dan tim akademiknya menyambut keberhasilan ini sebagai tonggak penting dalam peningkatan mutu pendidikan di bidang teknik kimia.

Program Kompetensi Kampus Merdeka, yang mendukung terbitnya buku modul ini, merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mendorong inovasi dan kreativitas di kalangan dosen perguruan tinggi. Melalui hibah ini, diharapkan akan lahir lebih banyak inisiatif pembelajaran yang revolusioner dan mendukung tujuan Kampus Merdeka untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

Buku modul ini tidak hanya mengukuhkan reputasi Dr. Ismail Marzuki sebagai akademisi yang berdedikasi, tetapi juga memperkuat posisi Universitas Fajar sebagai lembaga pendidikan yang terdepan dalam inovasi pembelajaran. Dengan pencapaian ini, diharapkan akan semakin banyak dosen dan mahasiswa yang terinspirasi untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

“Hal ini tentu sangat baik, semoga dosen yang lain bisa mengikuti jejak pak Ismail,” ujar Rektor Unifa, Dr. Mulyadi Hamid saat dikonfirmasi secara terpisah melalui whatssapp.

Hal senada diutarakan Ketua Prodi Teknik Kimia, Dr. Hj. Sinardi menyampaikan rasa bangga atas karya tersebut,
“Selamat kepada Dr. Ismail Marzuki atas keberhasilan yang gemilang ini! Semoga buku modul ini memberikan manfaat yang besar bagi pendidikan tinggi dan perkembangan ilmu pengetahuan di tanah air,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Sekadar diketahui dari 43 judul buku yang ditulis oleh Dr. Ismail Marzuki berikut beberapa judul yang berhasil dirangkum tim redaksi.

1. Kimia dalam Keperawatan
2. Eksplorasi spons Indonesia seputar Kepulauan Spermonde
3. Aplikasi Mikrosimbion spons dalam Bioremediasi Lingkungan
4. Filsafat Ilmu Pengetahuan di Era Milenial
5. Covid -19 Seribu satu macam
6. Budidaya Tanaman secara Organik
7. Desa Cerdas berbasis Organik dan IT
8. Teknologi komposit Indonesia
9. Kimia Organik Fisis.

Muamar Qadar Resmi Nahkodai GP Ansor Pangkajene dan Kepulauan

0

Intens.id, Pangkep – Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pangkep menggelar rapat harian di Edupark Lacipolo, pada hari Sabtu (22/6/2024).

Rapat dalam rangka menindaklanjuti pengunduran diri Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Pangkep masa Khidmat 2022-2026 Muhammad Arafah Nuki.

Rapat harian ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua 1 PC GP Ansor Pangkep dan dihadiri oleh jajaran pengurus PC Ansor Pangkep serta disaksikan oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sulawesi Selatan dan Dewan Penasehat PC GP Ansor Pangkep dan Pimpinan Anal Cabang (PAC) Ansor se Kab. Pangkep

Rapat diawali dengan pembacaan Peraturan Organisasi (PO) tentang tata cara pergantian Pengurus Antar Waktu (PAW) dan pelimpahan fungsi jabatan, yang dibacakan langsung oleh pimpinan rapat.

Rapat berjalan dengan lancar dan peserta rapat bersepakat mengusulkan satu nama untuk mengisi kekosongan pejabat defenitif. Adapun nama yang diusulkan oleh peserta forum adalah Ketua Bidang Pendidikan dan Riset PC GP Ansor Pangkep Muamar Qadar.

Nama yang diusulkan oleh forum hanya satu orang, yang dipastikan memenuhi persyaratan, maka pimpinan rapat mengajak peserta rapat untuk bersama-sama memutuskan Muamar Qadar untuk ditetapkan sebagai PAW Ketua PC GP Ansor Pangkep untuk melanjutkan sisa masa Khidmat 2022-2026.

“Baik, setelah mendengar dan memperhatikan kondisi peserta rapat saya atas nama pimpinan rapat dengan ini memutuskan sahabat Muamar Qadar sebagai PAW Ketua PC GP Ansor Pangkep masa Khidmat 2022-2026 pada hari sabtu, 22 Juni 2024 pukul 17.15 Wita di Edupark Lacipolo Tamarupa Kec. Mandalle. Ucap Nasar yang diikuti dengan ketukan palu.

Setelah ditetapkan sebagai Ketua PC GP Ansor Pangkep, Muamar Qadar diminta kesediaannya untuk menyampaikan sambutan dan arahan kepada peserta forum.

“Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat sekalian yang sudah mempercayakan amanah ini kepada saya, tentu ini adalah tanggung jawab yang besar dan butuh kolaborasi yang baik agar semua yang kita rencanakan untuk organisasi ini bisa kita wujudkan bersama-sama”. Kata Qadar dalam sambutannya.

Dua Rekor MURI Berhasil Diraih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Festival Sulsel Menari

0
Foto: Dua Rekor MURI Berhasil Diraih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Festival Sulsel Menari

Intens.id, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencetak sejarah baru dengan meraih dua rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam acara Festival Sulsel Menari yang diselenggarakan di Lego-lego, Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, pada Rabu, 12 Juni 2024.

Acara yang penuh semarak ini melibatkan 24.913 pelajar dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang secara serentak menarikan Tari Paddupa. Tidak hanya menari bersama, para pelajar ini juga mengenakan baju bodo, pakaian adat khas Sulawesi Selatan, yang semakin menambah keunikan dan kekhasan acara tersebut.

Rekor MURI pertama yang berhasil dicatatkan adalah kategori Penari Pelajar Terbanyak. Dengan jumlah peserta sebanyak 24.913 pelajar, Sulawesi Selatan berhasil mencetak rekor sebagai provinsi dengan jumlah penari pelajar terbanyak yang tampil secara serentak dalam satu waktu dan tempat.

Rekor MURI kedua yang tak kalah membanggakan adalah kategori Penggunaan Baju Bodo Terbanyak. Dalam acara ini, seluruh pelajar yang berpartisipasi mengenakan baju bodo, sehingga menjadikan festival ini sebagai ajang penggunaan baju bodo terbanyak dalam satu acara.

Foto: Piagam Penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia Diberikan Kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas Rekor Mengenakan Busana Baju Bodo oleh Pelajar Terbanyak

Festival ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan keindahan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas serta memotivasi generasi muda untuk terus melestarikan dan mencintai budaya lokal mereka. Dengan keberhasilan ini, diharapkan semakin banyak lagi kegiatan yang dapat menggugah semangat pelestarian budaya di kalangan generasi muda.

Dengan pencapaian dua rekor MURI ini, Sulawesi Selatan tidak hanya mengukir prestasi di kancah nasional, tetapi juga menguatkan identitas budaya yang kaya dan beragam. Seluruh masyarakat Sulawesi Selatan patut berbangga atas pencapaian ini dan terus mendukung upaya pelestarian budaya daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah, mengatakan, Festival Sulsel Menari sekaligus rekor MURI tersebut berhasil diraih karena support dari Dinas Pendidikan dan OPD lain, yang bahu membahu demi suksesnya event tersebut. Khususnya arahan dari Penjabat Gubernur Prof Zudan Arif Fakrulloh, yang mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Saya kira, pencapaian rekor dunia ini tidak lepas dari kerja keras teman-teman dan juga arahan dari Bapak Gubernur Prof Zudan Arif Fakrulloh yang tidak henti-hentinya mensupport kami dan memonitor setiap gerak langkah kami sehingga pencapaian puncak pada hari ini bisa terlaksana dengan baik,” ucap Arafah, Rabu, 12 Juni 2024.

Menurutnya, peserta terdiri dari 24 kabupaten kota. Masing-masing kabupaten kota mengutus seribu penari, bahkan ada kabupaten kota yang mengutus lebih dari seribu penari.

“Tentu, saya merasa sangat senang, bangga dan terharu karena rupanya kita kompak, sesuai dengan tema Sulsel Menari, South Sulawesi in Harmony, Sulawesi dalam keharmonisan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pencatatan rekor MURI ini sekaligus untuk memproklamirkan di seluruh dunia bahwa Tari Paduppa memang khas dari Sulawesi Selatan, begitupun dengan baju bodo yang kerap digunakan pada hari-hari penting atau momen bersejarah serta acara besar lainnya.

Selain itu, kata Arafah, Festival Sulsel Menari ini memiliki dampak secara ekonomi, khususnya kepada mereka yang bergerak di bidang kesenian, bahkan UMKM.

Salah satu penari pelajar dari SMA Katolik Rajawali, Jeni Frans, mengaku bangga bisa ambil bagian dalam Festival Sulsel Menari tersebut, dan membawa nama baik sekolah. Selain itu, bisa saling mengenal dengan penari dari sekolah lain, sekaligus menambah pengalaman pribadi.

“Kami latihan kurang lebih seminggu. Semoga melalui kegiatan ini, tarian daerah lebih dilestarikan lagi,” tuturnya.

Tips Menyimpan Daging Qurban Agar Tetap Awet Tanpa Tambahan Zat Kimia

0
Foto: Potongan daging sapi.

Intens.id – Jadwal hari raya Idul Adha akan tiba hari penuh berkah dan kehangatan. Di seluruh pelosok negeri, umat Muslim merayakan momen ini dengan suka cita, menyembelih hewan qurban sebagai bentuk ibadah dan kepatuhan kepada Allah SWT. Dari masjid hingga rumah-rumah, gema takbir berkumandang mengiringi prosesi penyembelihan, diiringi senyum dan rasa syukur masyarakat yang turut merasakan kebahagiaan ini.

Setiap tahun, Idul Adha selalu identik dengan melimpahnya daging qurban. Hewan-hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba dipersembahkan sebagai qurban, menandai pengorbanan Nabi Ibrahim yang tulus ikhlas. Setelah prosesi penyembelihan selesai, daging-daging qurban ini kemudian dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, tetangga, dan keluarga.

Namun, dengan melimpahnya daging qurban, muncul pula tantangan baru: bagaimana cara menyimpan daging tersebut agar tetap awet dan layak konsumsi. Mengingat daging adalah bahan makanan yang mudah rusak jika tidak disimpan dengan benar, sangat penting bagi kita untuk mengetahui cara-cara menyimpan daging qurban dengan bijak dan aman.

Agar daging qurban tetap awet dan layak konsumsi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan tanpa harus menambahkan zat kimia. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Pembersihan yang Tepat

Pastikan daging qurban dibersihkan dengan baik sebelum disimpan. Cuci daging dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran dan darah yang masih menempel. Setelah itu, tiriskan hingga daging benar-benar kering. Menghilangkan kelembapan berlebih pada daging membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan pembusukan.

2. Pemisahan dan Pemotongan

Potong daging menjadi bagian-bagian kecil sesuai kebutuhan Anda. Pemotongan daging menjadi potongan kecil memudahkan dalam proses penyimpanan dan pemanfaatan. Selain itu, dengan memotong kecil-kecil, daging lebih cepat membeku saat disimpan dalam freezer, sehingga kesegarannya lebih terjaga.

3. Penggunaan Wadah yang Tepat

Simpan daging dalam wadah kedap udara. Anda bisa menggunakan plastik pembungkus khusus makanan atau wadah plastik yang memiliki tutup rapat. Pastikan wadah atau plastik tersebut bersih dan kering sebelum digunakan. Penyimpanan yang kedap udara membantu mencegah daging terkontaminasi oleh bakteri dari luar.

4. Penyimpanan dalam Freezer

Tempatkan daging yang telah dibungkus rapi ke dalam freezer dengan suhu di bawah -18°C. Suhu dingin ini efektif untuk membekukan daging dan menghentikan aktivitas bakteri. Pastikan freezer tidak terlalu penuh sehingga sirkulasi udara dingin dapat bekerja dengan optimal. Daging yang dibekukan dengan baik bisa bertahan hingga beberapa bulan.

5. Labeling

Beri label pada setiap kemasan daging dengan mencantumkan tanggal penyimpanan. Ini membantu Anda mengatur penggunaan daging secara lebih teratur dan memastikan daging yang lebih lama disimpan digunakan lebih dulu (first in, first out). Dengan begitu, Anda dapat menghindari penggunaan daging yang telah disimpan terlalu lama.

6. Penggunaan Garam

Jika Anda tidak memiliki freezer, garam bisa menjadi alternatif untuk mengawetkan daging. Caranya, lumuri daging dengan garam secara merata, kemudian jemur daging di tempat yang bersih dan terkena sinar matahari langsung hingga kering. Pengasinan dan pengeringan ini membantu mengurangi kadar air dalam daging, sehingga bakteri pembusuk sulit berkembang.

7. Asap atau Pengasapan

Pengasapan juga merupakan metode tradisional yang efektif untuk mengawetkan daging. Proses pengasapan membantu mengeringkan daging dan menambahkan lapisan pelindung alami yang mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Anda bisa menggunakan kayu bakar yang memberikan aroma dan rasa khas pada daging.

8. Pemanasan (Rebus atau Panggang)

Daging juga bisa diawetkan dengan cara direbus atau dipanggang hingga matang, kemudian disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas. Metode ini tidak hanya membantu mengawetkan daging, tetapi juga memudahkan Anda dalam proses pemasakan berikutnya.

9. Penyimpanan di Tempat Sejuk

Jika tidak ada akses ke freezer atau kulkas, simpan daging di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung. Gunakan tempat penyimpanan yang bersih dan memiliki ventilasi yang baik untuk menghindari kelembapan yang berlebihan.

Dengan menerapkan tips di atas, Anda dapat menyimpan daging qurban dengan baik tanpa harus menggunakan bahan pengawet kimia. Menjaga kebersihan dan memanfaatkan metode alami menjadi kunci utama dalam mengawetkan daging agar tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selamat merayakan Idul Adha dan semoga daging qurban Anda tetap terjaga kesegarannya

Perang di Gaza Terus Berlanjut: Warga Pengungsi Makin Sulit Mendapatkan Akses Pangan, Air Bersih, dan Layanan Kesehatan

0
Foto: Tim PMI sedang menyiapkan pendistribusian pangan di dapur umum Kamp Penampungan di Deir Bala.

Intens.id, Mesir – Perang di Gaza yang terus berlanjut telah membawa dampak yang sangat merugikan bagi warga pengungsi. Berdasarkan keterangan tertulis Kepala Biro Humas dan Kerjasama Internasional Markas Pusat PMI, Andreane Tampubolon, melaporkan Kondisi yang semakin memburuk ini membuat akses terhadap kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan menjadi semakin sulit. Situasi ini diperparah dengan penutupan pintu-pintu masuk akses bantuan kemanusiaan yang saat ini dikuasai penuh oleh Tentara Israel.

Warga pengungsi di Gaza menghadapi krisis pangan yang semakin parah. Kekurangan pasokan makanan yang memadai mengancam kesehatan dan kesejahteraan mereka. Air bersih juga menjadi barang yang langka, meningkatkan risiko penyakit yang disebabkan oleh air yang tidak higienis. Layanan kesehatan yang terbatas menambah penderitaan warga yang membutuhkan perawatan medis mendesak.

Menanggapi krisis ini, Badan Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) menekankan pentingnya pembukaan akses pintu masuk bantuan internasional yang aman dan berkelanjutan. Khususnya, penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom perlu dibuka untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat mencapai mereka yang paling membutuhkan. WFP menekankan bahwa akses yang aman dan berkelanjutan ini sangat penting untuk mengatasi krisis pangan dan memenuhi kebutuhan dasar warga pengungsi. Ini termasuk memastikan bahwa makanan bergizi dan terdiversifikasi dapat menjangkau mereka yang paling rentan.

Meskipun situasi semakin sulit dan mengkhawatirkan, Palang Merah Indonesia (PMI) yang didukung oleh lembaga kemanusiaan lokal di Gaza, berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan. PMI memastikan bahwa proses pendistribusian bantuan pangan terus dilakukan di kamp-kamp pengungsian. Selain itu, PMI juga membuka layanan dapur umum bagi para pengungsi untuk memastikan mereka mendapatkan makanan yang diperlukan.

Dengan krisis yang terus memburuk, upaya kolaboratif dan dukungan internasional sangat diperlukan untuk membantu warga pengungsi di Gaza. Pembukaan akses bantuan kemanusiaan yang aman dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menangani situasi darurat ini dan memberikan harapan bagi mereka yang terdampak.

“Penutupan jalur masuk bantuan di pintu Rafah saat ini menjadi kendala utama masuknya bantuan bahan pangan, termasuk bantuan dari PMI yang saat ini masih menunggu jadwal masuk. Warga pengungsi perlu makanan dan minuman untuk menyambung hidup. Ini yang tidak bisa ditunda. Karena itulah PMI saat ini terus melanjutkan layanan dapur Umum di beberapa titik kamp penampungan darurat”, kata Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia, Dr. Abdurrahman Muhammad Fachir, dalam keterangan tertulis yang diterima tim redaksi Intens.id.

Layanan Dapur Umum PMI dilakukan bersama lembaga kemanusiaan lokal dan tentunya berkat dukungan dan sumbangan donasi dari donor dan masyarakat Indonesia.

“Palang Merah Indonesia (PMI) menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para donor sehingga layanan ini dapat terlaksana, ” Kata Fachir.

Layanan dapur umum ini dilakukan untuk merespon krisis pangan berkepanjangan. Sejumlah kendala dihadapi karena ketersediaan bahan dasar pangan juga semakin sulit di ketemukan di wilayah Gaza. Termasuk bahan bakar untuk proses memasak makanan juga semakin sulit didapat. Untuk bertahan hidup, warga pengungsi tentu perlu makanan dan juga minuman. Krisis pangan yang sudah mulai terjadi di beberapa bulan yang lalu dan terus berlanjut sampai dengan saat ini.

“Layanan dapur umum ini awalnya dilaksanakan di Kamp Pengungsian Rafah, namun karena situasi keamanan tidak memungkinkan, dapur umum dipindahkan ke Kamp Penampungan di Deir Balah. Layanan dapur umum ini melengkapi upaya PMI untuk mendorong bantuan pangan melalui proses pengadaan yang dilaksanakan oleh Egyptian Red Crescent,” jelas Arifin Muh. Hadi, Tim PMI yang saat ini masih berada di Mesir.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pertengahan bulan Februari yang lalu PMI telah menyalurkan bahan pangan sebesar 32,5 ton. Pengiriman barang bantuan bahan pangan ini langsung didorong ke Pusat Dapur Umum di Rafah yang dikelola oleh Egypt Red Crescent. Saat ini, PMI bersama sama dengan Egyptian RC juga sedang mempersiapkan pengiriman bahan pangan berupa beras, gandum, tepung, gula dan garam ke Gaza melalui Jalur Rafah. Pengiriman paket bahan makanan ke Gaza ini melengkapi paket paket bantuan PMI lainnya seperti Minuman, Selimut, pakaian, hygiene kits, obat obatan, dan peralatan kesehatan.

Talkshow IKA Smansa: Dari Diskusi Konstribusi Orang yang Menetap di Luar Bulukumba Hingga Pertemukan Akademisi dan Pemerintah

0
Foto: Talkshow IKA Smansa: Dari Diskusi Konstribusi Orang yang Menetap di Luar Bulukumba Hingga Pertemukan Akademisi dan Pemerintah

Intens.id, Bulukumba – Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bulukumba (IKA Smansa) menggelar Diskusi Terfokus terkait dengan peluang dan tantangan pembangunan di Kabupaten Bulukumba. Diskusi yang digelar di salah satu hotel di Makassar ini menghadirkan para praktisi akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk memberikan masukan secara langsung kepada Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf, Sabtu 8 Juni 2024.

Sejumlah akademisi dan praktisi yang hadir yaitu Prof Darmawan Salman (Sosial Ekonomi Unhas), Prof Imran Umar (SDA dan Lingkugan Unhas), Prof Nasaruddin Salam (Industri dan Energi Unhas), Prof Saleh Tajuddin (Hukum dan Kemasyarakatan UIN), Prof Ramli Umar (Pendidikan UNM).

Juga ada Dr Alam Tauhid Syukur (Kebijakan Administrasi Publik STIA LAN), Dr Musdalifah Mahmud (Pendidik UIM), Dr Qadriaty Daeng Bau (Transportasi UNM), Ir Mukrimin SHut MP PhD (Kehutanan Unhas), Ir Subhan Djoer MH (Pakar Kebijakan Publik), Ir HM Asri Paremma (Ketua DPW Apkasindo Perjuangan Sulsel), serta Ir H Nurdin Radja MP (Yayasan Peduli Lingkungan dan Hutan Sosial).

Diskusi yang dipandu oleh Dr Ansariadi, dosen FKM Unhas ini dilaksanakan mulai pagi sampai sore hari. Sebelum diskusi, Andi Utta sapaan akrab bupati terlebih dahulu menyampaikan materinya tentang potensi dan tantangan dalam pembangunan Kabupaten Bulukumba, serta capaian yang telah dilakukan dalam kurun tiga tahun terakhir. Setelah itu secara bergantian, para panelis secara bergantian memberikan tanggapan kepada Bupati Andi Utta.

Ketua Umum IKA Smansa Bulukumba, Dr Hendra Pachri, menyampaikan inisiasi diskusi terfokus itu muncul untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

“Kegiatan ini juga menjadi momentum mempertemukan para alumni dari berbagai angkatan dan profesi, sekaligus melakukan bincang langsung dengan Bupati Bulukumba,” ungkapnya.

Dikatakan acara ini dirancang sejak tiga bulan lalu ketika dirinya bersama beberapa pengurus IKA berdiskusi dengan Bupati Bulukumba, tentang konstribusi orang yang menetap di luar Bulukumba.

“Kami mengatakan kepada Pak Bupati, bahwa kami (alumni SMA 1 Bulukumba, red) punya sumber daya dari berbagai latar. Mudah-mudahan acara ini memberikan kontribusi positif kepada Pemkab Bulukumba,” kata Hendra.

Bupati Andi Utta menyampaikan terima kasih kepada pengurus IKA SMA 1 Bulukumba dan memberikan apresiasi atas terlaksananya Talk Show dah Diskusi Terfokus Bersama Para Panelis Akademisi Alumni Smansa Bulukumba.

“Tentu diskusi seperti ini sangat baik untuk kita laksanakan guna mendapatkan masukan maupun kritikan yang membangun, apalagi jika disertai dengan solusi konkret atas berbagai permasalahan yang dihadapi selama ini,” kata Andi Utta,

Prof Darmawan Salman menyampaikan ide dan inisiasi untuk membangun bendungan Kahayya di Kecamatan Kindang sangat patut didukung dan direalisasikan.

Dikatakan, saat ini pasokan listrik mulai terbatas sehingga dibutuhkan pembangkit listrik baru dengan energi terbarukan.

Energi listrik ini lanjutnya sangat membantu dalam pengembangan industri pengolahan ke depan.

Menurutnya kontribusi sektor industri pengolahan masih pada angka 6,5 persen terhadap PDRB Bulukumba, sehingga dengan pasokan energi listrik ini industri pengolahan akan lebih berkembang

“Kalo bendungan  ini direalisaskan maka akan menjadi legacy yang paling monumental di Bulukumba,” pintanya.

Senada yang disampaikan Prof Darmawan, Prof Nasaruddin Salam mengatakan Bulukumba memiliki potensi alam yang besar sehingga dalam mengelolanya harus ada teknologi dan dukungan sumber daya energi.

Dikatakan saat ini beban puncak penggunaan listrik di Sulawesi Selatan 1.050 MW, sementara daya listrik yang tersedia bisa menyuplai sampai 1.300 MW.

“Kita bisa menjual listrik, ini potensi yang besar untuk menambah pendapatan daerah,” ungkapnya.

Selain para panelis, para alumni Smansa juga secara bergantian menyampaikan masukan kepada Bupati Andi Utta. Beberapa penjelasan juga ditambahkan oleh Sekretaris Daerah Muh Ali Saleng yang hadir bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah.