Kritik Ghodsee dan Ilusi Pilihan Perempuan dalam Cengkeraman Kapitalisme

Oleh: Nur Sukma Dwi Priyanti Perempuan berhak memilih apa pun yang ia mau, menjadi ibu rumah tangga, berkarier, atau keduanya sekaligus. Semua pilihan sah, valid, dan terhormat. Namun kenyataan sosia...

Kritik Ghodsee dan Ilusi Pilihan Perempuan dalam Cengkeraman Kapitalisme
Bacakan Artikel

Intens.id, Jalurdua.com Oleh: Nur Sukma Dwi Priyanti

Perempuan berhak memilih apa pun yang ia mau, menjadi ibu rumah tangga, berkarier, atau keduanya sekaligus. Semua pilihan sah, valid, dan terhormat. Namun kenyataan sosial sering bekerja sebaliknya: pilihan perempuan dibentuk oleh struktur ekonomi, kultur patriarki, dan sistem yang mengatur tubuh, tenaga, bahkan cinta. Inilah gagasan besar yang dibawa Kristen R. Ghodsee dalam bukunyaย Mengapa Perempuan Bercinta Lebih Baik di Bawah Sosialisme, sebuah kritik tajam terhadap kapitalisme yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat, terutama dalam relasi ekonomi dan rumah tangga.

Apa yang dibahas Ghodsee bukan sekadar teori, realitas di sekitar kita membuktikan bahwa sistem ekonomi berdampak langsung pada tubuh dan kebebasan perempuan. Ketika akses ekonomi tertutup, cinta dapat berubah menjadi transaksi, pernikahan menjadi kontrak survival, dan keintiman kehilangan makna emosionalnya. Kasus Lisa dalam buku tersebut menjadi gambaran bahwa kapitalisme tidak hanya hidup di pasar, tapi juga di ranjang dan ruang domestik.

Lantas, bagaimana realitasnya jika kita tarik ke Indonesia, terkhusus di Kota Makassar?

Dalam sistem kapitalisme, perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga sering terjebak dalam ketergantungan ekonomi. Tidak salah menjadi ibu, yang salah adalah ketika pilihan itu tidak benar-benar pilihan, melainkan satu-satunya jalan yang dianggap pantas. Ketika pemasukan hanya bergantung pada suami, kekuasaan dalam rumah tangga pun tidak seimbang. Terbukalah ruang bagi kekerasan, kontrol, bahkan pemaksaan hubungan seksual sebagai bagian dari โ€œTugas Istriโ€.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: