Kritik Ghodsee dan Ilusi Pilihan Perempuan dalam Cengkeraman Kapitalisme

Oleh: Nur Sukma Dwi Priyanti Perempuan berhak memilih apa pun yang ia mau, menjadi ibu rumah tangga, berkarier, atau keduanya sekaligus. Semua pilihan sah, valid, dan terhormat. Namun kenyataan sosia...

Kritik Ghodsee dan Ilusi Pilihan Perempuan dalam Cengkeraman Kapitalisme
Bacakan Artikel

Data kematian ibu melahirkan pekerja di Indonesia oleh Kemenkes 2023 menunjukkan angka yang lebih tinggi dibanding perempuan yang tidak bekerja, salah satunya akibat beban ganda dan lingkungan kerja yang tidak ramah kehamilan. Meski cuti melahirkan dua minggu telah diperjuangkan sejak 1910 dan kini menjadi hak normatif, praktik diskriminatif masih banyak ditemukan: perusahaan enggan merekrut perempuan karena takut โ€œcuti melahirkan mahalโ€.

Di Makassar, riset Universitas Hasanuddin 2022 menunjukkan lebih dari 60% perempuan pekerja merasa tidak aman menyampaikan kehamilan kepada atasan karena khawatir potensi dipindahkan atau dipersulit kariernya. Ini sebagai bukti bahwa kapitalisme tidak netral terhadap tubuh perempuan.

Perempuan dan Politik

Indonesia memberikan kuota 30% keterwakilan perempuan dalam parlemen, tapi realisasi pada Pemilu 2024 hanya sekitar 21,6% secara nasional, dan di Makassar tidak mencapai 20%. Angkanya meningkat, tapi jauh dari ideal. Pertanyaannya: apakah representasi perempuan otomatis menjamin kebijakan yang berpihak pada perempuan?

Baca Juga :ย ย Kepemimpinan Ideal HMI di Komisariat

Jawabannya tidak selalu, sebab kuota adalah pintu, bukan tujuan. Politik masih dikuasai patronase, dinasti, dan biaya kontestasi tinggi, semua itu menguntungkan kandidat dengan akses modal, yang masih didominasi laki-laki. Ruang kuasa dipagari oleh struktur yang sejak awal mendiskriminasi perempuan.

Di titik ini, Ghodsee menawarkan perspektif segar lewat sejarah sosialisme awal: komunitas pemburu-pengumpul pernah hidup dalam struktur yang lebih egaliter, ketika garis keturunan diakui melalui ibu. Ketika agrikultur dan kepemilikan pribadi hadir, relasi bergeser. Kekayaan dapat diwariskan, kontrol terhadap tubuh perempuan menjadi penting, bukan karena cinta, tapi karena pewarisan aset.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: