Kritik Ghodsee dan Ilusi Pilihan Perempuan dalam Cengkeraman Kapitalisme

Oleh: Nur Sukma Dwi Priyanti Perempuan berhak memilih apa pun yang ia mau, menjadi ibu rumah tangga, berkarier, atau keduanya sekaligus. Semua pilihan sah, valid, dan terhormat. Namun kenyataan sosia...

Kritik Ghodsee dan Ilusi Pilihan Perempuan dalam Cengkeraman Kapitalisme
Bacakan Artikel

Kapitalisme menguatkan kembali pertanyaan kejam itu: Apakah Perempuan mau jadi ibu atau pekerja?

Pertanyaan yang seharusnya tidak perlu muncul jika sistem mendukung pilihan ganda. Di bawah struktur yang lebih sosialistik, perempuan justru dapat bekerja, tetap menjadi ibu, dan mencintai dengan lebih bebas karena ketahanan ekonomi, bukan monopoli laki-laki.

Menjadi ibu tidak salah. Berkarier tidak salah. Menjadi keduanya pun sah. Yang salah adalah ketika perempuan dibatasi oleh norma, dipaksa memilih salah satu, atau hidup dalam hubungan yang bergantung karena tidak memiliki akses ekonomi. Ghodsee tidak sedang mempromosikan sosialisme sebagai utopia, tetapi mengajak kita melihat bahwa ketika perempuan mandiri secara ekonomi, mereka lebih bebas mencintai, lebih bebas hidup.

Pertanyaan penting hari ini bukan lagi soal apakah perempuan bisa memilih? melainkan, Apakah struktur sosial kita memberi mereka kebebasan untuk memilih?.

Di negara kita sendiri, jawabannya masih belum sepenuhnya. Dan itu tugas kita bersama mendorong kebijakan inklusif, ruang kerja tanpa diskriminasi, pendidikan gender yang progresif, serta menormalkan bahwa perempuan tidak lahir untuk melayani, tetapi untuk hidup dan berkembang sebagai manusia yang merdeka. Karena ketika perempuan bebas, cinta juga ikut merdeka.

Pilih Halaman: