Kongres Pemuda Sulsel 2026, Dorong 10 Ribu Aspirasi Jadi Aksi Nyata

Kongres Pemuda Sulsel 2026, Dorong 10 Ribu Aspirasi Jadi Aksi Nyata
Foto Gambar Basasulsel Wikithon, (Doc.Ist)
Bacakan Artikel

Intens.id, Makassar - Suara pemuda tidak seharusnya berhenti sebagai pendapat dalam forum diskusi. Aspirasi perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret yang dapat menjawab persoalan masyarakat sekaligus mendorong perubahan kebijakan. Semangat inilah yang kembali diangkat dalam Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2026 di Makassar

‎Sebanyak 200 pemuda, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan pemerintah dan DPRD dijadwalkan bertemu dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa–Rabu (27–28 Oktober 2026), di Aula Siporio BBPMP Sulawesi Selatan, Jalan A.P. Pettarani, Makassar.

‎Mengusung tema “Dari Aksi menjadi Kebijakan: Mengakar, Berdampak, dan Berkelanjutan”, kongres ini diinisiasi BASAibu Wiki Sulawesi Selatan bersama Rumah Budaya Rumata’, Balai Bahasa Sulawesi Selatan, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, serta Makassar Creative Hub.

‎Kongres tersebut menjadi ruang pertemuan pemuda dan pemerintah untuk membicarakan persoalan sosial, merumuskan isu prioritas, serta membangun kolaborasi agar gagasan generasi muda dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan.

‎Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Sulawesi Selatan pada 2025 mencapai sekitar 9,56 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,42 juta jiwa atau 25,35 persen merupakan penduduk berusia 16–30 tahun. Dengan kata lain, satu dari empat penduduk Sulawesi Selatan adalah pemuda.

‎Co-Director BASAibu Wiki Sulawesi Selatan, Ita Ibnu, menilai besarnya jumlah pemuda tersebut merupakan kekuatan penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Karena itu, generasi muda perlu memperoleh ruang untuk terlibat dalam penyusunan agenda pembangunan, bukan sekadar menjadi peserta dalam kegiatan pemerintah.

‎“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini kekuatan yang akan menentukan arah pembangunan Sulawesi Selatan. Karena itu pemuda harus punya ruang untuk ikut menentukan agenda, bukan hanya diundang hadir,” ujar Ita.

‎Dari Aspirasi Menuju Aksi Nyata

‎Kongres Pemuda menjadi titik awal partisipasi melalui Wikithon, sebuah ruang kolaborasi multipihak untuk merespons berbagai persoalan sosial di kota.

‎Prosesnya dimulai dengan menjaring isu prioritas yang kemudian ditindaklanjuti melalui Wikithon Partisipasi Publik. Kompetisi kreatif ini menjadi medium bagi pemuda untuk menyampaikan opini menggunakan bahasa daerah dan platform digital.

‎Dari proses tersebut, pemuda mengembangkan solusi dan mendiskusikan gagasan secara langsung dengan para pembuat kebijakan melalui dialog kebijakan yang menghasilkan risalah kebijakan. Selanjutnya, pemuda bersama pemerintah mengembangkan, menjalankan, dan mengevaluasi aksi implementasi dari kebijakan praktis pemerintah.

‎Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa proses tersebut dapat membawa aspirasi pemuda menjadi kegiatan nyata. Pada Kongres Pemuda November 2025, BASAibu Wiki Sulsel memfasilitasi tindak lanjut terhadap tiga isu prioritas, yakni pendidikan, lingkungan, dan transformasi literasi digital.

‎Sepanjang 2026, sebanyak 10.436 opini dari 10.210 pemuda berhasil dihimpun melalui proses Wikithon. Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui tujuh aksi konkret implementasi risalah kebijakan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: