Kapolda Sulsel Perintahkan Pemantauan Ketat Kelompok Bermuatan Politik untuk Jaga Kamtibmas

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel), Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menginstruksikan seluruh jajaran polres di 24 kabupaten dan kota untuk meningkatkan pemantauan terhadap kelompok masyarakat yang diduga memiliki agenda politik dan berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban umum. Langkah ini diambil berdasarkan analisis intelijen yang mengidentifikasi adanya pergerakan kelompok-kelompok tersebut di wilayah hukum Polda Sulsel.

Kapolda Sulsel Perintahkan Pemantauan Ketat Kelompok Bermuatan Politik untuk Jaga Kamtibmas
Kapolda Sulsel Perintahkan Pemantauan Ketat Kelompok Bermuatan Politik untuk Jaga Kamtibmas.
Bacakan Artikel

โ€œIni menjadi peringatan kami akan melakukan langkah-langkah penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran,โ€ tegas Irjen Djuhandhani, memberikan sinyal jelas bahwa Polda Sulsel tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang berkedok kepentingan politik. Peringatan ini ditujukan agar semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan kepentingan umum serta mengganggu stabilitas keamanan.

Ancaman Kejahatan Jalanan dan Kenakalan Remaja

Selain fokus pada potensi gangguan politik, Kapolda Sulsel juga menyoroti maraknya aksi geng motor dan kejahatan jalanan yang melibatkan remaja di Sulawesi Selatan. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam hal rasa aman dan ketenangan.

Berdasarkan hasil evaluasi kepolisian, aksi-aksi kejahatan jalanan ini, meskipun melibatkan banyak individu, tidak dikendalikan oleh kelompok terorganisir secara spesifik. Lebih lanjut, aksi-aksi tersebut dikategorikan sebagai bentuk kenakalan remaja yang kemudian berkembang menjadi tindak kriminalitas. Irjen Djuhandhani menjelaskan bahwa awalnya, para remaja ini berkumpul untuk melakukan balap liar atau aktivitas lain yang kemudian berujung pada tindakan-tindakan kejahatan yang meresahkan.

Pola ini menunjukkan bahwa akar masalah kejahatan jalanan seringkali bermula dari perilaku menyimpang di kalangan remaja yang tidak terkontrol, dan kemudian berevolusi menjadi tindakan kriminal yang lebih serius. Oleh karena itu, penanganan masalah ini memerlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari sisi penegakan hukum tetapi juga pencegahan dan pembinaan terhadap generasi muda.

Data Penindakan Kriminalitas Sepanjang Mei 2026

Sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat, Polda Sulsel juga merilis data penindakan kasus kriminalitas sepanjang bulan Mei 2026. Dalam periode tersebut, jajaran polres di Sulawesi Selatan berhasil menangkap sebanyak 176 tersangka dari total 148 laporan polisi yang masuk.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: