Tren Rumah Sehat Bukan Sekadar Estetika, Ini Deretan Rekomendasi Tanaman yang Cocok Dalam Ruangan

Tren Rumah Sehat Bukan Sekadar Estetika, Ini Deretan Rekomendasi Tanaman yang Cocok Dalam Ruangan
Tren Rumah Sehat Bukan Sekadar Estetika,  Ini Deretan Rekomendasi Tanaman Dalam Ruangan. (Foto: Freepik.com)
Bacakan Artikel

Intens.id,  -Tren memelihara tanaman di dalam ruangan (indoor plants) kini bukan lagi sekadar pemenuhan estetika interior atau hobi musiman. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat urban terhadap isu kesehatan lingkungan dan kualitas udara, meletakkan tanaman di dalam rumah atau ruang kerja telah menjadi sebuah kebutuhan fungsional. Langkah ini dinilai efektif untuk menciptakan ruang hidup yang lebih sehat sekaligus mereduksi stres emosional akibat aktivitas sehari-hari.

Secara ilmiah, keberadaan tanaman di dalam ruangan terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan kualitas udara. Polusi udara tidak hanya terjadi di luar ruangan, melainkan juga di dalam ruangan akibat emisi dari cat dinding, furnitur, hingga bahan pembersih kimia yang melepas senyawa organik mudah menguap atau Volatile Organic Compounds (VOCs). Melalui proses fitoremediasi, tanaman tertentu mampu menyerap polutan berbahaya tersebut melalui stomata dan mengurainya menjadi senyawa yang tidak berbahaya dengan bantuan mikroba pada media tanam.

Beberapa jenis tanaman memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam menyaring racun udara dibandingkan jenis lainnya. Berdasarkan studi klasik yang dilakukan oleh badan antariksa Amerika Serikat dalam NASA Clean Air Study, tanaman seperti Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata), Lili Perdamaian (Spathiphyllum), dan Sirih Gading (Epipremnum aureum) dinilai sebagai varietas terbaik untuk pemula. Lidah Mertua, misalnya, memiliki keunikan karena tetap memproduksi oksigen pada malam hari, menjadikannya sangat cocok diletakkan di dalam kamar tidur. Sementara itu, Lili Perdamaian tercatat mampu menyerap zat berbahaya seperti benzena, formaldehida, dan trikloroetilen secara signifikan.

Dampak positif dari kehadiran vegetasi dalam ruangan ini tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik, melainkan juga mencakup aspek psikologis penghuninya. Buku Biophilic Design: The Theory, Science and Practice of Bringing Buildings to Life karya Stephen R. Kellert dkk. menjelaskan konsep biofilia, yaitu kecenderungan bawaan manusia untuk terhubung dengan alam. Kehadiran elemen hijau di dalam ruangan terbukti secara klinis dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres), meningkatkan konsentrasi hingga 15 persen, serta mendongkrak produktivitas kerja secara keseluruhan.

Memilih tanaman yang tepat untuk ekosistem dalam ruangan memerlukan kecermatan dalam menyesuaikan kondisi pencahayaan dan kelembapan ruangan. Bagi masyarakat yang ingin memulai, disarankan untuk memilih tanaman dengan tingkat perawatan rendah namun memiliki manfaat ekologis yang tinggi. Integrasi elemen alam ke dalam ruang hunian ini pada akhirnya menjadi investasi jangka panjang yang murah dan berkelanjutan demi mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik di tengah padatnya lingkungan perkotaan.

Whats Your Reaction

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow