Jangan Hidup seperti Lebah

Jangan Hidup seperti Lebah

Jangan Hidup seperti Lebah
ilustrasi by AI
Bacakan Artikel

Oleh: Arni Susanti Salmi

Lebah adalah salah satu makhluk yang paling istimewa, terlebih lebah yang menghasilkan madu. Kita mengetahui bahwa lebah bahkan disebutkan dalam Al-Quran dan memiliki satu surah khusus yang diberi nama An-Nahl, yang berarti lebah.

Allah berfirman:

ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Terjemahan: "Kemudian makanlah dari segala buah-buahan, lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari perutnya keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berpikir." (QS. An-Nahl: 69)

Namun, dalam kehidupan sehari-hari di dalam koloni lebah, ada kehidupan yang justru tidak layak untuk ditiru oleh kalangan manusia.

Dalam koloni lebah, yang memiliki peran aktif untuk bekerja adalah lebah betina. Lebah betina menjalankan berbagai pekerjaan di dalam maupun di luar sarang, sementara dalam koloni terdapat seekor ratu sebagai pusat reproduksi koloni.

Sementara itu, lebah jantan memiliki peran yang berbeda. Ia tidak bekerja seperti lebah pekerja, tidak mencari makanan untuk koloni, dan hidup dengan mengandalkan persediaan makanan yang tersedia di dalam sarang. Peran utamanya adalah membuahi ratu.

Namun, dalam sebuah koloni, jumlah ratu sangat terbatas. Setelah ratu berhasil dibuahi, lebah jantan tidak lagi memiliki peran reproduksi yang sama dalam kehidupan koloni. Pada kondisi tertentu, terutama ketika sumber makanan terbatas, lebah jantan bahkan dapat dikeluarkan dari sarang.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: